- Beranda
- Outdoor Adventure & Nature Clubs
Perpustakaan Pecinta Alam Dan Penggiat Ruang Terbuka..
...
TS
Tunjuk1Bintang
Perpustakaan Pecinta Alam Dan Penggiat Ruang Terbuka..
Quote:
Pendahuluan Definisi Pecinta Alam
Lebih dari 38 tahun lewat sudah, dimulai sejak dipancangkannya bendera pertama Pecinta Alam di tanah air ini, yang dipelopori di Bandung oleh kelompok Pendaki Gunung dan Penempuh rimba Wanadri, dan 3 bulan kemudian di Universitas Indonesia dengan kelompok Mapala UI - nya.
Saat ini, kepeloporan mereka telah dikuti oleh ribuan organisasi Pecinta Alam lain yang tersebar diseluruh pelosok tanah air, baik ditingkat Sekolah Menengah, Universitas maupun dari kalangan umum.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 126 suara
Bermanfaatkah Trit ini??
Ya
71%
Tidak
29%
nona212 memberi reputasi
1
40.7K
141
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Outdoor Adventure & Nature Clubs
3KThread•5.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Tunjuk1Bintang
#12
Personal Profile System
Tujuan dari Personal Profile System adalah untuk mengenali dan mengerti lebih jauh tentang kepribadian (personality) sekaligus pola unik tingkah laku masing-masing individu, dikaitkan dengan kebutuhan lingkungan yang kondusif, sehingga kekuatan kepribadian akan bekerja secara efektif dan maksimal.
Hal yang sama, jika lingkungan dimana seseorang hidup tidak mendukungnya, akan menimbulkan sejumlah konflik serta mengakibat kan individu tadi tidak dapat mengaktualisasi dan mengekspresikan dirinya secara optimal, bahkan lebih jauh lagi dapat berdampak stress atau depresi psikologis.
Kepentingan kita mempelajari jenis kepribadian ini adalah untuk membuat pola perkiraan, tentang kecenderungan seseorang dalam melihat dirinya serta bagaimana dia hidup, bergaul dan memandang lingkungan disekelilingnya.
Dengan mengetahui pola kepribadiannya, kita akan mampu memahami karakteristik aspek aspek lainnya, termasuk kebutuhan motivasi unik dan umum, kekuatan dan kelemahannya, bahkan bentuk medan aura dan kemungkinan pengembangan pola-pola defensifnya, sehingga dapat merekontruksi kepribadian awal.
Hal diatas sangat penting untuk mengetahui akar permasalahan jika individu tadi merasakan suatu keluhan, baik yang bersifat jasmaniah maupun mental-psikologisnya.
Pendekatan sistem ini bersifat individualistik dan subjektif, sehingga pola yang dihasilkan berjumlah tak terbatas karena keunikan dari masing masing individu tadi, sesuai dengan pengalaman hidup dan bentuk trauma yang dijalani serta dirasakan oleh setiap orang.
Namun demikian, dengan menggunakan beberapa parameter dan variabel serta metoda tertentu, kepribadian yang terbentuk dapat di gabungkan kedalam beberapa kelompok besar dengan karakteristik yang berbeda, serta dapat dibakukan.
Secara garis besar untuk mengelompokan kepribadian tadi, dapat digunakan parameter pengelompok / kriteria sbb :
\tMotivasi unik, yaitu bersifat achiever (mencari tantangan), influencer ( mempengaruhi) atau affiliation (membina persahabatan).
\tOrientasi waktu, yaitu berorientasi pada masa depan (future) , saat ini (present) maupun masa lalu (past).
\tResistensi terhadap tekanan, yaitu bersifat melawan, menyerah, melarikan diri bahkan membesarkan diri (megalomania).
\tOrientasi kedekatan dengan orang, jauh atau dekat.
\tOrientasi terhadap wewenang, pemberi komando atau menerima perintah.
\tDan lain-lain.
Dengan menggunakan parameter dan variabel diatas, maka ahirnya jenis kepribadian tadi, dapat dibagi menjadi sbb :
1. Jenis Dominance (D)
yaitu mengedepankan aspek mengatasi tantangan untuk penyelesaian suatu tugas (result oriented)
2. Jenis Influencer (I)
yaitu mengetengahkan aspek mempengaruhi orang lain agar ikut terlibat dalam penyelesaian suatu tugas (motivasi)
3. Jenis Steadiness (S)
yaitu menitik beratkan aspek hubungan kerja-sama yang hangat dan harmonis diantara sesama anggota team (afiliasi)
4. Jenis Compliance (C)
yaitu menekankan pada aspek kualitas mutu serta membangun standar kerja / produk yang diterima oleh semuanya, dalam penyelesaian tugas kerja (quality).
Setiap orang pada dasarnya memiliki sifat-sifat kepribadian diatas, yang berbeda adalah pada intensitasnya, dimana kecenderungan yang paling utama bersifat primer, serta menunjukan dominasinya dibandingkan dengan kandungan jenis kepribadian yang lain.
Keterangan lebih lengkap tentang jenis kepribadian ini adalah sbb
Note :: Kenapa kita harus mengenal kepribadian kita dan orang lain, supaya dalam pembagian tugas dan team building lebih efektif dan efisien..
Hal yang sama, jika lingkungan dimana seseorang hidup tidak mendukungnya, akan menimbulkan sejumlah konflik serta mengakibat kan individu tadi tidak dapat mengaktualisasi dan mengekspresikan dirinya secara optimal, bahkan lebih jauh lagi dapat berdampak stress atau depresi psikologis.
Kepentingan kita mempelajari jenis kepribadian ini adalah untuk membuat pola perkiraan, tentang kecenderungan seseorang dalam melihat dirinya serta bagaimana dia hidup, bergaul dan memandang lingkungan disekelilingnya.
Dengan mengetahui pola kepribadiannya, kita akan mampu memahami karakteristik aspek aspek lainnya, termasuk kebutuhan motivasi unik dan umum, kekuatan dan kelemahannya, bahkan bentuk medan aura dan kemungkinan pengembangan pola-pola defensifnya, sehingga dapat merekontruksi kepribadian awal.
Hal diatas sangat penting untuk mengetahui akar permasalahan jika individu tadi merasakan suatu keluhan, baik yang bersifat jasmaniah maupun mental-psikologisnya.
Pendekatan sistem ini bersifat individualistik dan subjektif, sehingga pola yang dihasilkan berjumlah tak terbatas karena keunikan dari masing masing individu tadi, sesuai dengan pengalaman hidup dan bentuk trauma yang dijalani serta dirasakan oleh setiap orang.
Namun demikian, dengan menggunakan beberapa parameter dan variabel serta metoda tertentu, kepribadian yang terbentuk dapat di gabungkan kedalam beberapa kelompok besar dengan karakteristik yang berbeda, serta dapat dibakukan.
Secara garis besar untuk mengelompokan kepribadian tadi, dapat digunakan parameter pengelompok / kriteria sbb :
\tMotivasi unik, yaitu bersifat achiever (mencari tantangan), influencer ( mempengaruhi) atau affiliation (membina persahabatan).
\tOrientasi waktu, yaitu berorientasi pada masa depan (future) , saat ini (present) maupun masa lalu (past).
\tResistensi terhadap tekanan, yaitu bersifat melawan, menyerah, melarikan diri bahkan membesarkan diri (megalomania).
\tOrientasi kedekatan dengan orang, jauh atau dekat.
\tOrientasi terhadap wewenang, pemberi komando atau menerima perintah.
\tDan lain-lain.
Dengan menggunakan parameter dan variabel diatas, maka ahirnya jenis kepribadian tadi, dapat dibagi menjadi sbb :
1. Jenis Dominance (D)
yaitu mengedepankan aspek mengatasi tantangan untuk penyelesaian suatu tugas (result oriented)
2. Jenis Influencer (I)
yaitu mengetengahkan aspek mempengaruhi orang lain agar ikut terlibat dalam penyelesaian suatu tugas (motivasi)
3. Jenis Steadiness (S)
yaitu menitik beratkan aspek hubungan kerja-sama yang hangat dan harmonis diantara sesama anggota team (afiliasi)
4. Jenis Compliance (C)
yaitu menekankan pada aspek kualitas mutu serta membangun standar kerja / produk yang diterima oleh semuanya, dalam penyelesaian tugas kerja (quality).
Setiap orang pada dasarnya memiliki sifat-sifat kepribadian diatas, yang berbeda adalah pada intensitasnya, dimana kecenderungan yang paling utama bersifat primer, serta menunjukan dominasinya dibandingkan dengan kandungan jenis kepribadian yang lain.
Keterangan lebih lengkap tentang jenis kepribadian ini adalah sbb
Note :: Kenapa kita harus mengenal kepribadian kita dan orang lain, supaya dalam pembagian tugas dan team building lebih efektif dan efisien..
0