Kaskus

Food & Travel

satriacustomAvatar border
TS
satriacustom
Traveled 1.111,1 miles to Madura-Bromo [BikePacker]
emoticon-Rate 5 StarJangan lupa bantu RATE-5 biar terkenal emoticon-Rate 5 Star

Selamat datang di thread BikePacker saya gan, berikut saya sharing-kan beberapa cerita dan pengalaman riding saya menjelajahi nusantara emoticon-I Love Indonesia

Jika bermanfaat, suka, dan ingin membaca Ride Report saya yang lainnya,
Spoiler for spoiler:


Menjelajahi tanah Madura dan mengelilingi Gunung Bromo, adalah impian dari awal tahun kemarin emoticon-I Love Indonesia (S) dan rencana inipun akhirnya sudah di depan mata . Dengan persiapan yang matang mulai dari persiapan pribadi dan sepeda motor tentunya, bersama Frisma teman saya yang kebetulan hobi kita sama ditentukanlah perjalanan dimulai pada hari Senin, 7 Mei 2012. Tetapi terjadi kendala teknis di Honda Karisma yang menjadi tunggangan Frisma nantinya bahwa rantai kampratnya musti diganti emoticon-Berduka (S) karena sebelumnya hanya diservis pun dirasa cukup, tapi akhirnya perlu diganti juga, hahaha tak apalah toh buat perjalanan jauh jadi persiapan jangan setengah-setengah emoticon-Blue Guy Bata (S). Kalau saya sih kasihkan ke service dealer langganan saja dengan paket “dipake jarak jauh masbro..” sudah beres! emoticon-Blue Guy Peace


Selasa, 8 Mei 2012
Setelah semuanya ready, kini persiapan dimulai sejak pagi emoticon-Blue Guy Cendol (S). Rencananya kami berangkat pada pukul 22:00. Baru pukul 18:30 saat sedang memanasi SiBys (seperti biasa, sebutan kuda besi saya) di depan rumah tiba-tiba om saya datang dengan berjalan kaki, ternyata motornya macet lepas rantainya di seberang Ringroad yang tak jauh dari rumah emoticon-Berduka (S). Karena saya nggak punya rantai gede ya sudah saya antarkan ke bengkel terdekat untuk beli part-partnya emoticon-Blue Guy Peace. O iya perkenalkan Om Tanto ini adalah pecinta adventure roda dua, beliau sudah lebih dulu mengarungi Gunung Bromo sampai ke Pulau Lombok dengan BSA nya, salut dengan motor tuanya! emoticon-Add Friend (S) Sambil mengoprek BSA nya di halaman rumah, saya mulai bercerita kalau nanti malam saya akan berangakat ke Bromo. Nah dari sini banyak sekali cerita, pesan, dan saran dari Om Tanto tentang suasana, kondisi, dan apa saja yang harus di persiapkan nantinya emoticon-Blue Guy Smile (S)

Spoiler for Prepare apparel:


Spoiler for Setting rute dari Yogyakarta ke Mojokerto:


Spoiler for Cek list kendaraan di bantu babe dan Om Tanto:


Spoiler for Berangakat, dan dimulailah cerita ini:


Tidak lupa dengan ritual berdoa agar perjalanan kami berjalan dengan lancar dan sukses emoticon-Bookmark (S). Kami berangakat tepat sesuai jadwal, jam 21:45 dengan diantarkan Om Tanto sampai di Ringroad arah Solo, trims ya om kawalannya. Baru sampai di Giwangan, saya mengisi BBM di SPBU 44.551.11 Giwangan dengan nominal 45rb yang sebelumnya tersisa di tangki nggak ada seliter. Di awal perjalanan ini cukup lancar-lancar saja dengan jalan relatif sepi karena aktivitas sebagian besar orang sudah tidak lagi di luar rumah. Mengapa saya memilih berangkat malam? Karena menurut saya lebih adem baik untuk pengendara maupun motor itu sendiri dan rute yang kita tempuh berasa lebih cepat serta relative masih aman untuk melewati kota-kota seperti Solo, Sragen, Ngawi, dst emoticon-Blue Guy Peace. Tetapi jika terpaksanya melewati daerah sepi atau rawan seperti di Ngalas Nglipar ya musti ekstra hati-hati, harus cari barengan dengan truk atau bus-bus malam yang larinya kayak super puma (bukan helikopter). tapi juga ada resikonya, seperti jarak pandang jadi terbatas karena gelap (kalau saya solusinya pasang HID emoticon-Blue Guy Peace, hehe..) dan mata lebih cepat lelah karena melawan rasa kantuk emoticon-Cape d... (S)(makanya istirahat dulu sorenya sebelum nge-gass).

Spoiler for Masuk di perbatasan Jateng-Jatim di Mantingan, Ngawi:


Selepas kota Sragen pada jam 23:00, kini kami harus berjuang selip kanan, selip kiri menerobos antrian panjang truk-truk dan beberapa bus malam yang masih beroperasi. Terkadang jika ‘beruntung’ pas di depan gas buang kendaraan tersebut kami mendapatkan kepulan asap hitam dan sukses tercium ‘sangat sedap’ emoticon-Berduka (S)sehingga bagi yang tidak terbiasa bisa pingsan, hehehe..

Spoiler for Merenggangkan otot sejenak di SPBU 54.631.01 Caruban, Ngawi sekalian mengisi BBM di motor Frisma:


Karena Frisma menggunakan motor bebek plus barang bawaan di atas jok belakang, jadi setiap mengisi BBM harus terbiasa dengan ritual bongkar pasang dan tali menali emoticon-Cape d... (S), hehehe..

Rabu, 9 Mei 2012
Perjalanan kami lanjutkan dengan tema ‘Lost in Jombang’ biar terasa hawa adventurenya emoticon-I Love Indonesia (S).. Padahal sudah dibekali GPS, dasar.. Di depan ada simpang tiga yang seharusnya belok kanan ke arah Caruban-Saradan. Tapi karena sebelumnya nggak tahu dengan pede nya kami belok kiri rute Pilang Kenceng. Sampai di tengah perjalanan kami melambat dan sempat mengecek GPS, ternyata jalan ini bisa juga menuju Saradan ke arah Mojokerto. Tapi di plakat informasi dari Jasa Raharja tertulis di sini adalah jalurnya truk bermuatan, jadi benar saja kondisi di jalan ini terbilang sangat parah, banyak zonk nya, lengkap dengan hutannya. Oke deh kita masuk di daerah rawan sekarang di jam 01:00 keren kan? Ya enggak lah emoticon-Cape d... (S), karena nyawa kami nggak ada 9 tetap gas poll saja!! Toh bisa sampai juga di Saradan dan melompati Rel KA Madiun-Jombang, lalu tinggal mengikuti rute ini bisa sampai di Surabaya.
Dari jadwal rencana kami akan berhenti beristirahat di SPBU Raya Surabaya-Mojokerto Km.43 tetapi karena kondisi fisik yang sudah terasa capek, terpaksa kami berhenti di SPBU wilayah Jombang pada pukul 01:30 dan sukses tepar emoticon-Blue Guy Cendol (S).

Spoiler for Beristirahat di SPBU 54.614.09 Bangunsari, Caruban, Jombang:


Spoiler for Bersiap prepare lanjutt lagi pada pukul 07:15:


Spoiler for Beginilah suasana jalan yang ramai truk-truk bermuatan meski di pagi hari:


Spoiler for Suasana jalan di Mojokerto pagi hari masih sunyi:


Spoiler for Sempat mengabadikan moment ini, karena muatan yang berlebihan ya beginilah akibatnya. Selain merugikan diri sendiri juga merugikan orang lain, macet!:


O iya, sebelumnya kami berjanjian dengan Bro Agung dari Forum Nusantaride emoticon-Add Friend (S)karena dia akan bergabung nantinya dengan kami yang domisilinya juga dari Surabaya. Kami berjanjian di daerah Bundaran Waru, Surabaya.

Spoiler for Di depan CITO (City of Tomorrow) Bundaran Waru, Sby:


Setelah sampai di TKP pukul 08:30, selang 15 menit datanglah Bro Agung dengan Vixion R15 nya yang punya nickname di sini ‘agungbbs’. Setelah berbincang singkat kami pun ditawarkan ke beberapa warung makan oleh Bro Agung. Kami memilih menu soto ayam karena sesuai dengan suasana di pagi hari, berangkatlah kami bertiga sekalian nostalgia berkeliling Kota Surabaya, ajiib.. baru kali ini saya bisa menikmati Kota Surabaya meski macet, dulu pernah sekali ke sini tapi waktu masih kecil.

Spoiler for Dengan kawalan Bro Agung kami menembus jalanan macet melewati kendaraan bernopol L:


Spoiler for Sampailah kami di Warung Soto Ayam Lamongan, Surabaya Kota:


Jam di tangan menunjukan pukul 10:00. Makan pagi hari ini ajiib banget, sotonya pas di lidah, bumbu kaldunya berasa banget, pokoknya recomended banget emoticon-Blue Guy Cendol (S), udah gitu ditraktir lagi sama bos nya dari Surabaya, makasih lho bro emoticon-Blue Guy Peace, hehe.. Setelah kenyang, perjalanan kami lanjutkan menuju Madura yang artinya wajib melewati Jembatan Suramadu.

Spoiler for on the road:


Di sini sempat melihat penampakan roda 4 impian, Hummer H3 warna putih yang nopolnya aja masih merah-putih. Kalau saya duit darimana bisa beli gituan ya..

Spoiler for Tol gate Suramadu pukul 11:00, Sepeda motor ambil di jalur kiri:


Spoiler for Bersiap dulu sebelum menyebrang, macet di tengah = repot & bahaya!:


Foto waktu di jembatannya nanti saja ya, lebih fokus ke view dulu, mantap bener.. apalagi naik motor langsung terasa angin lautnya. Yah minusnya jalur kita tidak beraspal seperti jalur mobil, hanya tatanan beton saja jadi nggak begitu mulus. Tapi nanti ada aspalnya kok di antara main bridge. Setelah melewati jembatan sepanjang 5,5km ini kami sudah memasuki tanah Madura.

Di lanjut ke postingan selanjutnya gan emoticon-Ngacir2
0
7.5K
49
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Domestik
Domestik
KASKUS Official
10.2KThread4.4KAnggota
Tampilkan semua post
satriacustomAvatar border
TS
satriacustom
#2
Kami lanjutkan perjalanan ini menuju ke Bromo, dengan rute Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, ke Tongas. Kami mengambil jalur Tongas Probolinggo untuk mencapai ke Gunung Bromo atas saran dari Bro Agung dan Bro Iwok dari HTML Pasuruan konon katanya jalur ini lebih aman dan ‘manusiawi’ emoticon-Add Friend (S).
Sebelum memasuki Sidoarjo, kami sempatkan untuk mampir di sebuah rumah makan Padang Kapau di Jl. Raya Bligo pada pukul 21:00.

Spoiler for masakan padang:


Setelah kenyang, pada sesi pembayaran kami seperti di palak orang, seporsi yang isinya ayam goreng, nasi 2 kepal, sama jeruk anget aja dipatok 20rb emoticon-Blue Guy Bata (S). OMG dah, kapok kemari lagi.. emoticon-Bata (S)

Spoiler for Oleh-oleh dari Surabaya:


Kami pun melanjutkan perjalanan dengan meninggalkan Kota Surabaya, banyak kenangan terlampaui disini. Lain waktu jika main ke Surabaya kita mampir lagi dah bro ke workshopnya!
*ngincer alpinestar nya, emoticon-Blue Guy Peacehoho..
Melewati Lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo karena hari sudah gelap jadi nggak bisa nonton emoticon-Cape d... (S). Yah tercium baunya saja yang sangat menyengat dari pinggir jalan Porong Raya. Sampai di pertigaan Raya Tanjung, kami berbelok ke kiri jalur Gempol Raya menuju ke arah Kota Pasuruan.
Setelah berjuang melewati truk-truk bermuatan yang di sponsori juga bus Mira, Kramat Jati, dan tidak ketinggalan pula ‘Sumber Bencono’ emoticon-Blue Guy Cendol (S). Kami memasuki daerah Tongas, setelah melewati Pasar Tongas 500m lagi akan sampai di pertigaan, dan belok kanan ke Jl. Lumbung Raya, Tongas.
Rencananya di daerah sini kami akan mencari sebuah penginapan, tapi karena waktu sudah jam 23:30 terpaksa kami batalkan (rugi bayarnya donk cuman tidur sebentar emoticon-Cape d... (S)) karena paginya kami mengejar moment sunrise di Pananjakan, Bromo. Akhirnya kami menemukan sebuah masjid yang lumayan besar. Cocok nih buat istirahat, mandi, bebersih. Maklum dah jadi muka aspal gara-gara di Pasuruan tadi emoticon-Blue Guy Bata (S).

Spoiler for Istirahat di salah satu Masjid Tongas:


Spoiler for Sekali lagi, kami sukses tepar:


Kamis, 10 Mei 2012.
Kami mulai tertidur pukul 00:30, waktu berlalu sampai pada pukul 03:00 saya sendiri terbangun berkat alarm yang di set dari handphone Frisma. Tapi sayangnya suara yang berisik, hawa dingin, dan saya bangunkan manual orang ini ga bangun-bangun juga emoticon-Cape d... (S)... gimana ini, sebenarnya kondisi fisik saya saat itu juga ingin minta tidur lagi emoticon-Blue Guy Peace, belum pikir panjang eeh tertidurlah saya sampai pada adzan subuh. Kami terbangunkan oleh suara bedug yang amat sangat keras karena bedug itu hanya berjarak 6 langkah kaki saja dari tkp kita tepar emoticon-Berduka (S). Ya otomatis kita bangun dengan terpaksa, maklum lah waktunya penduduk sekitar ber ibadah, kami pun ikut shalat berjama’ah. Selesai subuh kami pun bersiap-siap meninggalkan masjid ini, sempat kecewa juga kita meninggalkan moment sunrise tapi positive thingking saja lah, sekarang badan kami sudah terasa bugar emoticon-Blue Guy Cendol (S).

Spoiler for Goes to Penanjakan 2, Ngadisari pukul 05:00:


Hawa di pagi hari itu sangat dingin sekali emoticon-Berbusa (S), padahal belum masuk di kawasan Bromo nya. Di mulai kembali perjalanan kami yang berjarak 40km menuju Penanjakan 2. Sedikit demi sedikit sinar dari pantulan matahari sudah berwarna biru di langit. Saya menggeber SiBys dengan santai, dan terlihat aktifitas anak-anak SD dan SMP berjalan kaki. Pagi-pagi begini saya aja yang pake jaket ngigil banget, lah anak-anak itu Cuma pake seragam sambil gendong tas, bener-bener salut! emoticon-I Love Indonesia (S)
Kami berhenti sejenak di SPBU Sukapura, pom bensin terakhir dari Tongas pada pukul 06:00. Karena saya lihat di indikator BBM masih dirasa cukup, jadi yang mengisi hanya Frisma saja.

Spoiler for SPBU 54.672.20 Sukapura, Tongas:


Spoiler for Ciri-ciri di SPBU ini gampang, di pojokan SPBU terdapat taman yang ada kolam ikannya dengan patung yang agak parno:


Dan perjalanan kami lanjutkan, sampai memasuki Kawasan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru.
Pada saat itu matahari mulai menampakan sinarnya, dan hawa di pagi hari itu semakin dingin yang membuat tangan kita kram. Padahal saya pake gloves 2 pasang sekaligus lho.

Spoiler for on the road:


Posisi sekarang di Ngadisari, di depan jalan terdapat pertigaan. Jika ke arah kanan tujuan ada di Penanjakan 2. Sebaliknya mengarah turun ke lautan pasir, Bromo.

Spoiler for Memasuki kawasan Penanjakan 2:


Spoiler for Terlihat penampakan puncak Gunung Semeru yang masih di selimuti kabut:


dari sini tiba-tiba tunggangan Frisma macet di tanjakan emoticon-Cape d... (S). Setelah di cek ternyata setelan rantai kampratnya. Di bongkarlah dengan peralatan seadanya yang di bawa dengan posisi ditanjakan pula.. emoticon-Berduka (S)
Ritual ngoprek pun di mulai pada pukul 07:00.

Spoiler for sempat berritualisasi:


Alhamdullilah mesin masih bisa dinyalakan emoticon-Blue Guy Smile (S), tapi karena toolkits yang kurang memadai Frisma nggak bisa jamin apakah masih kuat di ajak nanjak atau tidak. Karena keraguan inilah untuk sementara kami kembali turun ke bengkel terdekat, di daerah Ngadas. Setelah di kerjakan oleh teknisi di bengkel tersebut, kini motor sudah sehat kembali emoticon-Blue Guy Cendol (S). Sekarang perjalanan kami lanjutkan kembali. Saat itu waktu menunjukan pukul 09:30.

Di lanjut ke postingan selanjutnya gan emoticon-Ngacir2
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.