Kaskus

Food & Travel

Tunjuk1BintangAvatar border
TS
Tunjuk1Bintang
Perpustakaan Pecinta Alam Dan Penggiat Ruang Terbuka..
Quote:



Pendahuluan Definisi Pecinta Alam

Lebih dari 38 tahun lewat sudah, dimulai sejak dipancangkannya bendera pertama Pecinta Alam di tanah air ini, yang dipelopori di Bandung oleh kelompok Pendaki Gunung dan Penempuh rimba Wanadri, dan 3 bulan kemudian di Universitas Indonesia dengan kelompok Mapala UI - nya.
Saat ini, kepeloporan mereka telah dikuti oleh ribuan organisasi Pecinta Alam lain yang tersebar diseluruh pelosok tanah air, baik ditingkat Sekolah Menengah, Universitas maupun dari kalangan umum.
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 126 suara
Bermanfaatkah Trit ini??
Ya
71%
Tidak
29%
nona212Avatar border
nona212 memberi reputasi
1
40.6K
141
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Outdoor Adventure & Nature Clubs
Outdoor Adventure & Nature Clubs
KASKUS Official
3KThread5.2KAnggota
Tampilkan semua post
Tunjuk1BintangAvatar border
TS
Tunjuk1Bintang
#1
Definisi Dan Interprestasi Pecinta Alam
Entah berapa ratus ribu, total anggota dari seluruh kelompok ini, dimana dengan semangat berpetualang mengembangkan hobynya untuk mendaki gunung, menempuh rimba, mengarungi jeram, menyisir pantai, maupun memasuki goa terdalam, kelompok Pecinta Alam sudah menunjukan eksistensinya.
Sejak tahun 1974, Kode Etik Pecinta Alam secara aklamasi diterima sebagai visi normatif bagi setiap Kelompok Pecinta Alam, tepatnya pada saat Gladian ke IV di Makasar.

Kelompok maupun individu Pecinta Alam yang sejak lama dikenal dengan semangat dan militansinya, sudah lama pula diketahui ikut mengharumkan nama bangsa dalam berbagai kegiatan fenomenal, entah yang bersifat pengabdian sosial, penanggulangan akibat bencana, bahkan sampai prestasi-prestasi monumental.

Kita sama-sama mencatat, satu demi satu puncak-puncak gunung tertinggi, aliran sungai-sungai terderas, gua-gua terdalam, pantai-pantai terpanjang, dinding-dinding cadas menjulang, berhasl dilewati, seraya mengukir sejarah betapa beraninya anak negeri ini.

Jika kita mau jujur, mungkin Pecinta Alam adalah salah satu kelompok yang paling sering dipuji karena prestasinya, namun sebanyak itu pula hujatan yang kerap harus diterimanya.

Sangat tragis, prestasi pencapaian puncak Everest terpaksa harus disandingkan dengan sifat arogansi para Pecinta Alam, keberhasilan mendaki dinding vertikal Eiger, harus dikimpoikan dengan sejumlah tudingan penyebab kerusakan alam.
Peyusuran sungai Memberamo dipasangkan dengan korban-korban jiwa yang tidak perlu akibat kekonyolan dalam sistem pendidikan, maupun dalam setiap cerita-cerita petualangannya.

Nampaknya sudah menjadi takdir, bahwa pasangan dari keberhasilan tadi adalah dunia gelap dari Pecinta Alam itu sendiri.

Pada lembaga-lembaga pendidikan tertentu, beberapa kalangan yang mempunyai otoritas, sudah agak lama mengambil kuda-kuda untuk memasung, mengalienasi, memagari, menghentikan bahkan membubarkan kelompok Pecinta Alam yang ada dalam wilayah kekuasaannya.

Pembenaran argumentatif bahwa kelompok ini arogan, susah diatur, mau menang sendiri, biang kerok dan tukang cari masalah, dll., seringkali menjadi semacam bom waktu, yang ketika … booom !!, maka terpaksa kelompok ini bubar, atau paling banter berubah menjadi kelompok umum yang independen.

Cerita ini sudah menjadi sedemikian klasik untuk kita dengarkan, namun hasil simakan kita ini bukanlah cerita bohong, karena fakta banyak kelompok terutama dikalangan sekolah menengah, sudah banyak yang menjadi korbannya, seraya menghapus usaha tak kenal lelah dari pendahulunya, yang berusaha agar kelompok Pecinta Alam dapat diterima sebagai kegiatan ekstra kurikuler di sekolah tadi.

Sayang memang hal itu kerap terjadi, namun lebih disayangkan lagi ketika hal itu terjadi justru akibat kerancuan informasi serta kurang berjalannya sistem komunikasi antara siswa / anggota pegiat kegiatan alam bebas, dengan pihak pembina dan kepala sekolahnya.

Kasus-kasus ini menyebar dengan merata secara isotropik di seluruh belahan negeri, dengan model yang sangat tipikal, yaitu ketidak-mengertian, ketidak ingin-tahuan, dan ketidak-mauan untuk mengalah, serta masing-masing pihak bertahan dengan sikap-sikap arogansinya, dan banyak yang memilih bercerai daripada mencari bentuk solusi yang bersifat win-win.

A. DEFINISI.

Seperti yang telah dirumuskan dalam kongres ke II Forum Komunikasi Keluarga Besar Pecinta Alam se Bandung Raya ( FK-KBPA-BR ), tahun 2002, di Batu Kuda, Gn. Manglayang Kab. Bandung, maka ditetapkan definisi Pecinta Alam menurut FK KBPA BR, yaitu sbb :

“ Sekelompok manusia, yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, terdidik, bertanggung-jawab, dan bertujuan untuk menjaga serta memelihara alam “.

B. INTERPRESTASI.
Spoiler for :



Aspek Pendekatan dimaksud adalah :
Spoiler for :


Fungsi Totalitas :
Spoiler for :



INTERPRESTASI DEFINISI DALAM FUNGSI TURUNAN / BAGIANNYA :

Sekelompok manusia.
Spoiler for :


Yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Spoiler for :


Terdidik.
Spoiler for :


Bertanggung-jawab.

Spoiler for :


Tujuan.
Spoiler for :


Menjaga.
Spoiler for :
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.