TS
ucokberingas
[kumpulan cerita] Ucokberingas Present ...
Thread ini adalah thread kumpulan one-shot orific/fanfic karya Ucokberingas. silahkan dinikmati 
#2[fanfic danshi koukousei no nichijou] high school student and lil sis' room
genre: comedy, family
#9[flashback fanfic nichibros dari lala4jach] Birthday Broken Tears
#13 #14[fantasy fiesta 2012] Hati Jeremy
genre: fantasy
#30 [short fic] Tengah Malam
genre: ? (gak tau masuk genre apa)
* # = nomor posting bukan nomor urutan

Spoiler for index:
#2[fanfic danshi koukousei no nichijou] high school student and lil sis' room
genre: comedy, family
#9[flashback fanfic nichibros dari lala4jach] Birthday Broken Tears
#13 #14[fantasy fiesta 2012] Hati Jeremy
genre: fantasy
#30 [short fic] Tengah Malam
genre: ? (gak tau masuk genre apa)
* # = nomor posting bukan nomor urutan
Quote:
0
3.1K
Kutip
51
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
ucokberingas
#13
[fantasy fiesta 2012] Hati Jeremy pt. 2
Spoiler for part2:
Malamnya, Alice berjalan keluar workshop membawa sebuah tas punggung. Jika dilihat dari dekat, tas tersebut terbuat dari besi ringan dan memiliki beberapa tombol di bagian pundaknya. Tas berwarna metalik tersebut berbentuk tabung dengan beberapa bendan beberapa pipa kecil yang saling menempel tak beraturan. Ada beberapa benda lain yang tergantung di tas tersebut. Benda tersebut terlihat sangat berat, namun Alice tidak tampak kesulitan membawanya.
Alice berdiri di depan sebuah asrama mewah. Asrama tersebut memiliki halaman depan yang luas dengan pagar tinggi yang menjaganya. Walaupun dari luar tampak seperti asrama biasa, menurut Mia tempat ini adalah markas rahasia ordo. Mia juga memberi informasi bahwa tempat tersebut dijaga oleh banyak tabung patroli dan makhluk-makhluk yang dipanggil dari dunia lain. Makhluk dan benda-benda itu disebarkan secara acak di halaman depan agar membuat orang luar kesulitan masuk. Asrama ini memiliki alat perlindungan yang berlebihan menurut Mia seakan mereka menyembunyikan sesuatu atau takut akan sesuatu.
Alice mengambil segenggam kertas dari sakunya dan mengingat kejadian yang terjadi siang tadi.
Ini Kata Mia sambil menyerahkan sebuah kertas kepada Alice siang tadi di perpustakaan Itu adalah rute untuk masuk ke dalam asrama ordo.
Mia mengambil kertas itu dan terkejut. Kertas tersebut berisi alamat sebuah asrama mewah yang paling terkenal di kota itu.
Kau yakin tempatnya disini? Tanyanya.
Mia mengangguk. Aku mengikuti salah satu anggota ordo dan berhasil menyelinap ke dalam.
Alice melanjutkan membaca kertas itu. Ia sedikit kagum dengan temannya ini. Dia bisa membuat rute untuk menerobos sistem keamanan canggih seperti ini.
Ingat Mi, kamu gak akan mungkin menang kalau kau maju secara frontal. Tugas utamamu untuk mengambil kembali hati sang pangeran kan? Jadi lakukan seperti yang biasa aku lakukan deadly silence tambah Mia.
Alice memasukkan kembali catatan itu kesakunya. Ia memandang asrama itu. Disanalah para anggota ordo bersembunyi. Tanpa dirinya sadari, Alice memegangi tangan kirinya dengan gemetar. Alice memang tidak terlalu ingat apa yang pernah terjadi antara dirinya dan ordo tetapi rasa sakit di tangannya menunjukan bahwa itu adalah hal yang mengerikan.
Ia menghirup nafas panjang lalu menekan sebuah tombol dipunggungnya. Sepasang tuas muncul di sekitar pinggangnya. Ia lalu menggerakan tuas yang muncul dan dengan bunyi berdesis kecil dan kepulan asap yang keluar dari bagian bawah tasnya, Alice melayang melewati tembok tinggi asrama tersebut.
Ia mendarat di dekat semak-semak. Ia langsung bersembunyi dibalik semak. Ia melihat ke sekeliling namun belum menemukan bentuk penjagaan apapun. Ia mengambil kertas itu dan mulai membaca dengan bantuan lampu yang dia tarik dari tasnya. Di dalam kertas tersebut ditulis beberapa jenis penjagaan yang akan Alice hadapi. Secara kasar jenis penjagaannya dapat dibedakan menjadi dua jenis.
Pertama teknologi. Tempat ini dipenuhi oleh Tabung patroli, alat keamanan rumah berbentuk tabung dan berjalan dengan empat roda yang bisa berputar tiga ratus enam puluh derajat. Alat ini dilengkapi dengan tangan-tangan mekanis bersenjata yang dapat keluar dari tengah tabung. Ia ingat beberapa tahun yang lalu ketika pamannya membeli tabung patroli untuk diteliti. Teknologi perlindungan rumah yang konon tidak memiliki celah rumah ini ternyata memiliki celah yang cukup besar. Alat ini memiliki ruang kosong di sekitar rodanya. Jika suatu benda di selipkan disana, benda tersebut tidak akan bisa berjalan dan mengeluarkan bunyi alarm atau senjatanya.
Itulah rencana yang akan Alice lakukan untuk melewati penjagaan tabung patroli. Ia menekan tombol di punggung kanannya dan bagian kiri tasnyapun mengeluarkan sebuah senapan laras panjang. Alice memasukkan besi bulat kedalam senapa tersebut lalu memompanya. Ia lalu menyimpan senapan tersebut di sampingnya.
Jenis pertahanan yang kedua yang menjadi masalah bagi Alice. itu adalah makhluk-makhluk yang dipanggil oleh sihir. Ia tidak terlalu mengerti tentang sihir. Dia tahu beberapa fakta tentang sihir seperti kekuatan sihir tergantung pada bulan, cuaca, dan musim; lalu sihir hanya dapat digunakan oleh pemilik darah penyihir, jadi tidak semua orang bisa menggunakan sihir, akan tetapi ia tidak yakin hal-hal tersebut dapat membantunya mengatasi masalah ini.
Menurut Mia, mahluk sihir bisa dibunuh dengan senapan biasa namun Alice tidak terlalu yakin apakah itu benar-benar bisa dilakukan. Seumur hidup, dia tidak pernah melihat mahluk sihir sekalipun tetapi Alice tidak punya waktu untuk tidak memikirkannya dan berharap ia tidak bertemu satupun mahluk sihir.
Alice mengendap-endap mendekati rumah tersebut. Tidak ada pengamanan yang terlihat satupun. Taman itu terlihat sepi. Ia memperhatikan sekeliling jikalau ini jebakan atau ada alat mata pengawas yang memperhatikan, tetapi dai tidak melihat apapun. Dengan heran, Alice memasuki rumah tersebut tanpa berhadapan ataupun bertemu dengan siapapun.
Alice berhasil memasuki asrama tersebut dengan selamat. Asrama tersebut terlihat gelap hanya ada beberapa lampu tembok yang menyala temaram. Alice langsung mengambil kembali kertas yang diberikan Mia.
Begitu sampai di dalam, belok kiri pintu pertama yang kamu temui. Rak paling kiri.baris paling bawah. Buku Sciene spell vol.3
Alice mengikuti petunjuk tersebut. Ia mengendap-endap keruang baca. Begitu membuka ruangan tersebut, Alice terpana kagum akan koleksi yang terdapat di ruangan tersebut. Dia tidak percaya bahwa ruang baca di asrama ini memiliki banyak sekali buku. Bahkan banyaknya koleksi buku ini melebihi buku yang berada di perpustakaan utama.
Alice menggeleng-gelengkan kepala. Ia tidak boleh teralihkan dari misinya. Bergegas Alice menuju rak paling kiri dan mengambil buku yang disebutkan Mia. Sudah tidak mengherankan lagi terdapat sebuah ruangan rahasia di balik lemari. Alice pun masuk ke dalam ruangan tersebut.
Di ruangan tersebut hanya ada tangga memutar ke bawah. Secara hati-hati Alice menuruni tangga yang terbuat dari batu tersebut.
Tidak terlihat ada jebakan disini pikir alice.
Begitu sampai di bawah, Alice terkejut akan apa yang dilihatnya. Ia sampai di ruangan yang dipenuhi tabung berisi Jeremy namun sebagian besar dari tabung tersebut pecah berserakan beserta isinya. Alice baru menyadari bahwa pernah ada pertarungan di tempat ini setelah melihat sisa sisa mayat mahluk sihir dan tabung patroli yang berserakan di lantai. Jika dilihat dari kepulan asap yang keluar dari tabung patroli, pertarungan tersebut tampaknya belum terlalu lama.
Alice berjalan perlahan menuju ke tengah ruangan. Ia bersiaga jika-jika ada kejutan yang melompat dari suatu tempat. Namun sampai ia berdiri di tengah ruangan tidak ada sesuatupun yang melompat. Walaupun dia melihat sesuatu yang membuatnya terkejut.
Seluruh anggota ordo tergeletak bersimbah darah di lantai. Beberapa senapan dan alat lain ikut hancur berserakan. Tubuh para anggota ordo memiliki banyak luka sayatan dan lebam. Tembok-tembok disekitar ruangan tersebut hancur lebur. Alice bisa mendapatkan gambaran apa yang pernah terjadi begitu melihat seorang gadis berambut pirang duduk di sebuah singgasana bersama sebuah tabung transparan berisi cairan dengan hati di dalamnya.
Gadis itu adalah Angelica, pemimpin ordo. Gadis itu sama-sam dipenuhi luka dan bersimbah darah seperti anggota ordo yang lain namun ia duduk dengan elegan di kursi mewah itu.
Hai sudah lama aku tidak mematahkan tubuhmu. Katanya.
Alice memegangi tangan kirinya. Secara samar, Ia bisa mengingat apa yang pernah terjadi terhadap dirinya dulu. Gadis yang berada dihadapannya lah yang pernah mematahkan tangan kirinya tidak hanya sekali tetapi beberapa kali.
Kau mau mengambil benda ini kan? Tanya gadis itu sambil menepuk tabung yang ada disampingnya.
Alice menganguk.
Kau tahu kan kekuatan yang benda ini punya? Tanya gadis itu benda ini dapat membuat punah semua wanita yang ada di dunia. Kau sudah lihat hasilnya di ruangan ini kan? Benda ini mengundang rasa kepemilikan berlebih bagi sesorang yang memilikinya lanjut Angelica sambil menunjukkan sekelilingnya, ruangan yang penuh dengan anggota anggota ordo yang bergeletakan bersimbah darah.
Hanya karena benda ini ada di sini, mereka jadi saling tidak percaya dan saling melukai satu sama lain. Lanjutnya Memang apa yang ingin kau lakukan dengan benda terkutuk ini? Tanya gadis itu lagi.
Aku ingin mengembalikannya pada pemiliknya Jawab Alice.
kau hanya akan mengulang hal ini lagi Balas gadis itu.
Aku bisa melakukan sesuat
Melakukan sesuatu? Coba jelaskan Pinta Angelica sambil menyandarkan tubuhnya di kursi empuknya. Ia lalu melipat kedua lengannya di pangkuannya.
Alice tidak menjawab.
Ruangan itu sunyi untuk beberapa saat. Alice lalu berjalan perlahan menuju Angelica. Ia langsung mengambil tabung tersebut dan pergi tanpa peduli apapun lagi. Ia hanya ingin benda itu mengembalikan benda itu kepada pemiliknya. Alice menatap Angelica yang terduduk di kursinya. Ia tidak bergerak sedikitpun. Ia diam. Alice meninggalkan tempat itu.
Gadis itu duduk disebuah ruangan gelap yang penuh dengan kotak-kotak berlayar yang bersinar terang. Ia lalu mencolokan sebuah kabel ke dalam hati yang berada di dalam tabung dan menyambungkannya ke sebuah layar. Salah satu layar tersebut langsung menampilkan baris-baris kata berwarna putih. Layar lainnya menampilkan garis putih yang naik turun.
Secara perlahan gadis itu menghapus baris-baris dilayar tersebut dengan menggunakan tombol-tombol yang terletak di mejanya. Setelah di hapus ia memasukan baris-baris kata yang baru ke dalam layar tersebut.
Aku bisa merubahnya Kata gadis itu.
Hati itu mengeluarkan banyak gelembung di dalam tabung berisi air hijau tersebut.
-the end-
0
Kutip
Balas