- Beranda
- The Lounge
Kisah Hijrah Alfi Chaniago Gitaris Band Disco Rock The Upstair
...
TS
kikiedger
Kisah Hijrah Alfi Chaniago Gitaris Band Disco Rock The Upstair
Halo agan-agan dan sistah-sistah!!
ane iseng bikin thread ini, btw ini thread pertama ane nih hehehe
Jadi sorry aja ya kalo rada berantakan. maklum ane bikin id kaskus cuma buat baca-baca doang. sekarang ane mau iseng ikutan bikin thread. siapa tau bermanfaat buat agan-agan

ane iseng bikin thread ini, btw ini thread pertama ane nih hehehe
Jadi sorry aja ya kalo rada berantakan. maklum ane bikin id kaskus cuma buat baca-baca doang. sekarang ane mau iseng ikutan bikin thread. siapa tau bermanfaat buat agan-agan


Underground Tauhid - Isi kantong Alfi Chaniago kini tidak setebal seperti dimasa tahun 2001 hingga 2007. Ketika masih aktif sebagai pemian bass bersama band rock disco, The Upstairs, Alfi biasa mengantongi uang Rp 3 juta per hari. Paling sedikit dalam sepekan dia mendapat 5juta rupiah.
sekarang, ana harus kerja sebulan untuk mendapatkan penghasilan sebesar itu, kata Alfi yang kini bekerja sebagai editor video salah satu situs dakwah salafi di Jakarta.
Alfi mengaku, hari- hari bergelimang harta itu penuh dengan hura- hura. Hidupnya glamou, namun uang- uang itu habis begitu saja, entah kemana, kuliahnya di institut kesenian Jakarta ( IKJ ) jurusan sinematografi pun terbengkalai.
Saat di puncak karir, Alfi dan bandnya memang terikat kontrak dengan perusahaan rekaman besar , major lebel. Namun Alfi dan band-nya berangkat dari label rekaman independent, sebagai bagian komunitas underground di Jakarta.
Alfi mengaku kenal Underground sejak 1 SMA, kemudia membentuk band The Upstairs ketika kuliah di IKJ pada tahun 2001. Kesan pemberontakan, bebas tanpa batas dan kesan keren yang menjadi citra Underground telah memikat Alfi kala itu.
Namun, pada 2006, Alfi mulai gelisah dengan pola hidup hedonis yang dijalaninya. Dan, tidak ingin hidup seperti itu selamanya. Alhasil, Allah mempertemukannya dengan sahabat lamanya yang telah hijrah dari underground dan tekun sebagai penuntut llmu dikajian kajian Jamaah Salafi di Jakarta.
Alfi mulai ikut kajian. Dari kajian-kajian itu, Alfi memahami bahwa music adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam berdasarkan hadist hadist Nabi SAW dan beberapa keterangan sahabat. Meski berat, dia terima semua itu walau belum bisa meninggalkan music sepenuhnya.
Sampai akhirnya dia mantap untuk mangkat dari music. Rambut ikal semi kribo yang menjadi daya tariknya di band dia babat habis. Pada tahun 2007, dia memutuskan keluar dari band, meski keputusannya disayangkan banyak orang. Namun, Alfi dan bandnya masih terikat kontrak untuk tampil empat kali lagi.
Di Bali, Bandung dan dua kali di Jakarta, kata Lajang kelahiran 1982 ini.
Dengan berat hati, Alfi menjalankan sisa kontrak itu, sebelum benar benar hijrah menuju Islam. Setelah itu, semua ajakan bermusik kawan kawan ditampiknya. Semua kawan bermusiknya ditinggalkannya. Dia bahkan sempat bekerja serabutan sebagai kurir jasa ekspedisi.
Bukan ana nggak mau berdakwah kepada mereka, karena ilmu ana belum mumpuni dan tidak punya power, Ujarnya seraya berharap teman-temannya bisa menerima hidayah Islam.
sekarang, ana harus kerja sebulan untuk mendapatkan penghasilan sebesar itu, kata Alfi yang kini bekerja sebagai editor video salah satu situs dakwah salafi di Jakarta.
Alfi mengaku, hari- hari bergelimang harta itu penuh dengan hura- hura. Hidupnya glamou, namun uang- uang itu habis begitu saja, entah kemana, kuliahnya di institut kesenian Jakarta ( IKJ ) jurusan sinematografi pun terbengkalai.
Saat di puncak karir, Alfi dan bandnya memang terikat kontrak dengan perusahaan rekaman besar , major lebel. Namun Alfi dan band-nya berangkat dari label rekaman independent, sebagai bagian komunitas underground di Jakarta.
Alfi mengaku kenal Underground sejak 1 SMA, kemudia membentuk band The Upstairs ketika kuliah di IKJ pada tahun 2001. Kesan pemberontakan, bebas tanpa batas dan kesan keren yang menjadi citra Underground telah memikat Alfi kala itu.
Namun, pada 2006, Alfi mulai gelisah dengan pola hidup hedonis yang dijalaninya. Dan, tidak ingin hidup seperti itu selamanya. Alhasil, Allah mempertemukannya dengan sahabat lamanya yang telah hijrah dari underground dan tekun sebagai penuntut llmu dikajian kajian Jamaah Salafi di Jakarta.
Alfi mulai ikut kajian. Dari kajian-kajian itu, Alfi memahami bahwa music adalah sesuatu yang dilarang dalam Islam berdasarkan hadist hadist Nabi SAW dan beberapa keterangan sahabat. Meski berat, dia terima semua itu walau belum bisa meninggalkan music sepenuhnya.
Sampai akhirnya dia mantap untuk mangkat dari music. Rambut ikal semi kribo yang menjadi daya tariknya di band dia babat habis. Pada tahun 2007, dia memutuskan keluar dari band, meski keputusannya disayangkan banyak orang. Namun, Alfi dan bandnya masih terikat kontrak untuk tampil empat kali lagi.
Di Bali, Bandung dan dua kali di Jakarta, kata Lajang kelahiran 1982 ini.
Dengan berat hati, Alfi menjalankan sisa kontrak itu, sebelum benar benar hijrah menuju Islam. Setelah itu, semua ajakan bermusik kawan kawan ditampiknya. Semua kawan bermusiknya ditinggalkannya. Dia bahkan sempat bekerja serabutan sebagai kurir jasa ekspedisi.
Bukan ana nggak mau berdakwah kepada mereka, karena ilmu ana belum mumpuni dan tidak punya power, Ujarnya seraya berharap teman-temannya bisa menerima hidayah Islam.
Rep : Surya Fachrizal & Thufail Al Ghifari
Red : Catalist Fist
sumber : [url]www.undergroundtauhid.com[/url]
sekian thread dari ane gan
semoga bermanfaat ya

sorry berantakan yapp


kalo mau dikasih
ane ga nolak kokdi
juga gapapaaa 


0
14.4K
15
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.1KAnggota
Tampilkan semua post
xaraya
#3
Wew..keren juga,,tapi juga ada yg masih bermusik+menjalani Islam dengan baik kan gan...
Dah ane

Dah ane

Quote:
0
