[Travelista] Enjoy Stay in Batu, Selamat Datang di Kota Wisata Batu
TS
ajungpangi
[Travelista] Enjoy Stay in Batu, Selamat Datang di Kota Wisata Batu
SELAMAT DATANG DI KOTA WISATA BATU Hakaryo Guno Mamayu Bawono
(Berkarya Guna Memajukan Dunia)
Ada yang belum pernah dengar Kota Batu? Atau mungkin ada yang sering ke sana atau bahkan warga asli Kota mBatu? Waah... Kali ini saya akan membagikan beberapa informasi mengenai Wisata Kota Batu.
Well, Kota Batu adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak 15 km sebelah barat Kota Malang, berada di jalur Malang-Kediri dan Malang-Jombang. Kota Batu berbatasan langsung dengan Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Pasuruan di sebelah utara serta dengan Kabupaten Malang di sebelah timur, selatan, dan barat. Wilayah kota ini berada di ketinggian 680-1.200 meter dari permukaan laut dengan suhu udara rata-rata 15-19 derajat Celsius.
Spoiler for Sejarah Kota Batu:
Sejak abad ke-10, wilayah Batu dan sekitarnya telah dikenal sebagai tempat peristirahatan bagi kalangan keluarga kerajaan, karena wilayah adalah daerah pegunungan dengan kesejukan udara yang nyaman, juga didukung oleh keindahan pemandangan alam sebagai ciri khas daerah pegunungan.
Pada waktu pemerintahan Raja Sindok , seorang petinggi Kerajaan bernama Mpu Supo diperintah Raja Sendok untuk membangun tempat peristirahatan keluarga kerajaan di pegunungan yang didekatnya terdapat mata air. Dengan upaya yang keras, akhirnya Mpu Supo menemukan suatu kawasan yang sekarang lebih dikenal sebagai kawasan Wisata Songgoriti.
Atas persetujuan Raja, Mpu Supo yang konon kabarnya juga sakti mandraguna itu mulai membangun kawasan Songgoriti sebagai tempat peristirahatan keluarga kerajaan serta dibangunnya sebuah candi yang diberi nama Candi Supo.
Ditempat peristirahatan tersebut terdapat sumber mata air yang mengalir dingin dan sejuk seperti semua mata air di wilayah pegunungan. Mata air dingin tersebut sering digunakan mencuci keris-keris yang bertuah sebagai benda pusaka dari kerajaan Sendok. Oleh karena sumber mata air yang sering digunakan untuk mencuci benda-benda kerajaan yang bertuah dan mempunyai kekuatan supranatural (Magic) yang maha dasyat, akhirnya sumber mata air yang semula terasa dingin dan sejuk akhirnya berubah menjadi sumber air panas. Dan sumberair panas itupun sampai saat ini menjadi sumber abadi di kawasan Wisata Songgoriti.
Spoiler for Candi Songgoriti, saksi bisu sejarah Batu:
Wilayah Kota Batu yang terletak di dataran tinggi di kaki Gunung Panderman dengan ketinggian 700 sampai 1100 meter di atas permukaan laut, berdasarkan kisah-kisah orang tua maupun dokumen yang ada maupun yang dilacak keberadaannya, sampai saat ini belum diketahui kepastiannya tentang kapan nama "B A T U" mulai disebut untuk menamai kawasan peristirahatan tersebut.
Dari beberapa pemuka masyarakat setempat memang pernah mengisahkan bahwa sebutan Batu berasal dari nama seorang ulama pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Abu Ghonaim atau disebut sebagai Kyai Gubug Angin yang selanjutnya masyarakat setempat akrab menyebutnya dengan panggilan Mbah Wastu. Dari kebiasaan kultur Jawa yang sering memperpendek dan mempersingkat mengenai sebutan nama seseorang yang dirasa terlalu panjang, juga agar lebih singkat penyebutannya serta lebih cepat bila memanggil seseorang, akhirnya lambat laun sebutan Mbah Wastu dipanggil Mbah Tu menjadi Mbatu atau batu sebagai sebutan yang digunakan untuk Kota Dingin di Jawa Timur.
Sedikit menengok ke belakang tentang sejarah keberadaan Abu Ghonaim sebagai cikal bakal serta orang yang dikenal sebagai pemuka masyarakat yang memulai babat alas dan dipakai sebagai inspirasi dari sebutan wilayah Batu, sebenarnya Abu Ghonaim sendiri adalah berasal dari JawaTengah. Abu Ghonaim sebagai pengikut Pangeran Diponegoro yang setia, dengan sengaja meninggalkan daerah asalnya Jawa Tengah dan hijrah dikaki Gunung Panderman untuk menghindari pengejaran dan penangkapan dari serdadu Belanda (Kompeni)
Abu Ghonaim atau Mbah Wastu yang memulai kehidupan barunya bersama dengan masyarakat yang ada sebelumnya serta ikut berbagi rasa, pengetahuan dan ajaran yang diperolehnya semasa menjadi pengikut Pangeran Diponegoro. Akhirnya banyak penduduk dan sekitarnya dan masyarakat yang lain berdatangan dan menetap untuk berguru, menuntut ilmu serta belajar agama kepada Mbah Wastu.
Bermula mereka hidup dalam kelompok (komunitas) di daerah Bumiaji, Sisir dan Temas akhirnya lambat laun komunitasnya semakin besar dan banyak serta menjadi suatu masyarakat yang ramai.
(captured from Wikipedia)
Spoiler for Geografis Kota Batu:
Spoiler for Peta lokasi Kota Batu:
Kota Batu terletak pada ketinggian rata-rata 871 m di atas permukaan laut. Kota Batu dikelilingi beberapa gunung, di antaranya adalah Gunung Anjsamoro (2277 m), Gunung Arjuno (3339 m), Gunung Banyak, Gunung Kawi (2651 m), Gunung Panderman (2040 m), dan Gunung Welirang (2156 m).
Sebagai layaknya Wilayah Pegunungan yang wilayahnya subur, Batu dan sekitarnya juga memiliki Panorama Alam yang indah dan berudara sejuk, tentunya hal ini akan menarik minat masyarakat lain untuk mengunjungi dan menikmati Batu sebagai kawasan pegunungan yang mempunyai daya tarik tersendiri. Untuk itulah di awal abad 19 Batu berkembang menjadi daerah tujuan wisata, khususnya orang-orang Belanda, sehingga orang-orang Belanda itupun membangun tempat-tempat Peristirahatan (Villa) bahkan bermukim di Batu.
Situs dan bangunan-bangunan peninggalan Belanda atau semasa Pemerintahan Hindia Belanda itupun masih berbekas bahkan menjadi aset dan kunjungan Wisata hingga saat ini. Begitu kagumnya Bangsa Belanda atas keindahan dan keelokan Batu, sehingga bangsa Belanda mensejajarkan wilayah Batu dengan sebuah negara di Eropa yaitu Switzerland dan memberikan predikat sebagai De Klein Switzerland atau Swiss kecil di Pulau Jawa.
(captured from Wikipedia)
0
18.1K
Kutip
111
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sate kelinci adalah salah satu primadona kuliner di Kota Batu. Dengan cita rasa yang manis dan lebih gurih daripada sate ayam maupun kambing membuatnya menjadi favorit bagi pengunjung KWB. Ada banyak penjaja sate kelinci, diantaranya di seputar Songgoriti dan Selecta, serta warung Sate Kelinci Jl.Raya Beji (sekitar kuburan Cina Beji) dan Warung Sate HotPlate.
Spoiler for JAGUNG BAKAR PAYUNG:
Quote:
Bagi muda-mudi maupun keluarga yang hobi wisata kuliner, Payung adalah salah satu lokasi favorit untuk mencari kudapan. Salah satu jajanan yang menjadi ciri khas dari Payung adalah jagung bakar yang sangat nikmat disantap ditengah dinginnya pegunungan di jalanan Batu.
Spoiler for LADU:
Quote:
Mungkin tidak semua tahu apa itu ladu. Ladu adalah olahan ketan dengan citarasa manis. Rasanya yang sangat memanjakan lidah akan membuat siapa saja yang menyantapnya akan ketagihan. Ladu adalah kudapan asli Kota Batu. Ladu banyak dijual di seputar Jl.Bukit Berbunga (arah Selecta-Bumiaji) dan berbagai toko oleh-oleh di KWB.
Spoiler for LALAPAN IKAN WADER:
Quote:
Ada ratusan pedagang nasi lalapan di KWB, namun lalapan ikan wader adalah favorit khas kuliner Kota Batu. Rasanya yang gurih serta sambal yang menggoyang lidah adalah ciri khas lalapan ikan wader ini.
Spoiler for ANGSLE:
Quote:
Anglse adalah kudapan berbentuk minuman yang biasanya terdiri dari ketan, cincau, mutiara, roti, dan kacang hijau. Rasanya yang manis berpadu gurihnya santan sangat memanjakan lidah.
Spoiler for KETAN BUBUK:
Quote:
Ketan bubuk adalah jajanan favorit bagi kaum muda maupun tua. Biasanya ketan bubuk dihidangkan dengan wedang ronde, petulo, dan kadang-kadang dengan angsle agar lebih nikmat. Ketan bubuk yang terkenal di KWB adalah Pos Ketan di sekitar alun-alun Kota Batu
Spoiler for APEL DAN OLAHANNYA:
Quote:
Apel adalah primadona nomor 1 dan ciri khas Kota Wisata Batu. Apel yang menjadi produk komoditas utama KWB meliputi apel manalagi, apel ana, dan apel rhum beauty, apel asli Kota Batu. Selain buahnya, olahan apel juga sering menjadi oleh-oleh para wisatawan, seperti jenang apel, keripik apel, dan sari apel.
<< AGENDA KOTA >>
Spoiler for BATU CAR FREE DAY:
Quote:
Pada dasarnya Car Free Day adalah gagasan dari Walikota Batu untuk mengurangi polusi di KWB dan menggeliatkan perekonomian masyarakat Kota Wisata Batu. Dilangsungkan setiap hari Minggu pagi, rutinitas mingguan ini cukup efektif mengurangi polusi dan tentunya disambut antusias oleh warga kota. Sejak kali pertama diluncurkan, CFD mendapat perhatian besar dari warga kota ini plus wisatawan karena ribuan dari mereka hadir. Kegiatan CFD antara lain senam aerobic, wisata kuliner serta produk-produk UKM. Selain itu berbagai komunitas pecinta sepeda ontel, skate board memanfaatkan suasana bebas kendaraan tersebut.
Spoiler for BATU FLOWER FESTIVAL (BFF):
Quote:
Batu Flower Festifal (BFF) adalah karnaval bunga yang digelar sekali setiap tahun pada penghujung musim panas yakni kira-kira sehari pada bulan Agustus atau September. Selain sebagai peringatan pawai kemerdekaan, BFF juga sebagai zona pameran bunga yang dibudidayakan masyarakat KWB. Mulai dari masyarakat pendidikan dan sekolah, objek wisata, dan tentunya masyarakat di setiap desa dan kelurahan selalu ikut andil dalam BFF.
Spoiler for BANTENGAN NUSWANTARA:
Quote:
Bantengan Nuswantara adalah salah satu bentuk kesenian bantengan yang dilestarikan oleh Pegiat Budaya Nusantara Kota Batu yang bekerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batu. Tradisi ini bertujuan untuk menggiatkan kesenian bantengan agar lebih mendapat perhatian masyarakat umum dengan menggelarnya secara besar-besaran. Dengan adanya pagelaran kesenian Bantengan Nuswantara yang diagendakan rutin tahunan di Kota Batu, diharapkan sebagai jembatan membangun kembali kesenian tersebut untuk mampu menjadi jati diri karakteristik budaya masyarakat Kota Batu diantara himpitan kebudayaan asing.
Spoiler for BATU OPEN PARAGLIDING:
Quote:
Batu Open Paragliding adalah acara lomba paralayang internasional terbuka yang diadakan di Kota Batu. Batu Open Paragliding ini adalah sebuah olahraga paralayang yang mengutamakan keahlian dalam ketepatan mendarat para atlit terjun payung atau paralayang. Sehingga, akurasi pendaratan merupakan bagian tak terpisahkan dalam profesionalisme para atlit terjun payung ini.
Spoiler for SELAMATAN DESA:
Quote:
Event selamatan desa adalah rutinitas tahunan yang dilakukan pada waktu yang berbeda-beda di setiap desa dan kelurahan di KWB. Hal ini disebabkan sejarah yang berbeda-beda dari setiap desa dan tetap dilestarikan dari zama dahulu hingga sekarang. Adapun semangat cinta tanah air dan pelestarian budaya historis melandasi setiap prosesi selamatan desa di masing-masing kelurahan.