- Beranda
- Stories from the Heart
Karena Dia Beda
...
TS
homie4life
Karena Dia Beda
halo 
ane orang baru diH2H, jarang ngepost gara" silent reader
ane cuma mau ngeshare cerita buatan ane
happy reading
*note: nama karakter utama Ramli dan fiktif
[quote=]
[/quote]
Alarm berbunyi tetapi aku mematikannya. Kulirik sedikit dan menunjukkan jam 5.10. Aku pun bangun dan segera mandi. Tiba-tiba ada SMS masuk.
Oi aku numpang dong ke sekolah, aku ga ada yang nganterin. Boleh ya plis
Kulihat dari siapa, ternyata Rika. Tumben tiba-tiba ini anak nge-SMS gumamku. Sudah sebulan lebih aku ga SMS-an sama Rika. Lalu ada SMS lain
Plis ya, sori aku tiba-tiba ngedadak gini. Teman lama ini ya. PLIS
Dafuq pikirku. ya sudahlah teman lama ini sambil menulis SMS
Oke. Nanti aku dateng jam 6. balasku
Aku pun langsung makan dan siap-siap. Oh sekarang kamis besok libur... pikirku. Aku pun menyalakan mobil dan memanaskan mesinnya sebentar. Tiba-tiba ada SMS lagi
Ih cepet dong. Udah mau telat nih
Buset nih anak. Besok libur ini padahal pikirku sambil mendengus. Sabar kek.
Iya. sabar. masih lama kok balasku
Aku pun langsung memundurkan mobil dari garasi dan langsung ke rumah Rika yang satu kompleks denganku. Hm, kenapa tiba-tiba aku tegang? pikirku
Rika. Ya cewe yang satu kompleks ini memang temanku dari kecil. Orangtuanya teman lama orangtuaku. Dari TK sampai SMA sekarang dia satu sekolah denganku, hampir selalu sekelas denganku malah. 8 tahun, sangat dekat denganku mungkin, ga kayak cewe lain. Secara intelegensia dia tergolong pintar dan termasuk jarang remedial di kelas
. Secara fisik mungkin tidak terlalu menarik tetapi menurutku
. dia termasuk menarik
.. Karena aku bukan tipe yang menyukai cewe yang sangat menonjol di sekolah. Dia gamer, suka manga, penyuka macem-macem tipe lagu, suka motorsport (F1, MotoGP etc.), pintar, apa lagi... hampir perfect mungkin menurutku. Mungkin sifat ceroboh dan kekanakannya yang membuat aku tertarik.
Dia menarik karena . dia beda, dia lain dari yang lain. dia seperti keluar dari lingkaran cewe biasa itu kayak gimana
Oh sudah sampai.
Kulihat dia menuggu sambil memainkan HP-nya. Aku pun berhenti didepannya. Rambut hitam panjangnya itu dan wajah imutnya Kenapa dia kelihatan beda hari ini pikirku
Ih lama. Udah nunggu lama banget nih ujarnya setelah masuk.
Iya maaf. Ga sabaran banget. Rada males nih, Besok libur soalnya jawabku
Uh, pemales dasar
:
Iya iya. maaf
sambil mengelus kepalanya
Hei rambutku nanti berantakan
Biarin sambil aku sedikit tertawa lalu hening
Hei, udah lama kita ga ngoborol kayak tadi tiba-tiba Rika bicara
Ya
Sejak SMS itu ya
Hmm gumamku
Hey, harusnya aku langsung minta maaf waktu itu
Ga harusnya aku yang minta maaf jawabku
Ram tiba-tiba mimik muka Rika berubah
Eh kenapa lu Rik ? Hm tanyaku sambil mengelus kepalanya lagi
Ga. Ga kenapa-kenapa tiba-tiba muka Rika memerah
Sini tiba-tiba kupeluk dia. Eh gila kenapa tiba-tiba aku meluk Rika. Pagi-pagi lagi pikirku.
Hik *sniff* Rika mulai menangis. Eh buset ini udah deket sekolah lagi. Nanti dikira ngapa-ngapain anak orang lagi pikirku, pagi-pagi lagi.
Err Rik ini udah nyampe. Ini tisu kataku sambil ngasih tisu
Emm makasih. Ke kelasnya bareng ya
EH??...

ane orang baru diH2H, jarang ngepost gara" silent reader

ane cuma mau ngeshare cerita buatan ane
happy reading

*note: nama karakter utama Ramli dan fiktif
[quote=]
[/quote]
Spoiler for Chap. 1:
Alarm berbunyi tetapi aku mematikannya. Kulirik sedikit dan menunjukkan jam 5.10. Aku pun bangun dan segera mandi. Tiba-tiba ada SMS masuk.
Oi aku numpang dong ke sekolah, aku ga ada yang nganterin. Boleh ya plis
Kulihat dari siapa, ternyata Rika. Tumben tiba-tiba ini anak nge-SMS gumamku. Sudah sebulan lebih aku ga SMS-an sama Rika. Lalu ada SMS lain
Plis ya, sori aku tiba-tiba ngedadak gini. Teman lama ini ya. PLIS
Dafuq pikirku. ya sudahlah teman lama ini sambil menulis SMS
Oke. Nanti aku dateng jam 6. balasku
Aku pun langsung makan dan siap-siap. Oh sekarang kamis besok libur... pikirku. Aku pun menyalakan mobil dan memanaskan mesinnya sebentar. Tiba-tiba ada SMS lagi
Ih cepet dong. Udah mau telat nih
Buset nih anak. Besok libur ini padahal pikirku sambil mendengus. Sabar kek.

Iya. sabar. masih lama kok balasku
Aku pun langsung memundurkan mobil dari garasi dan langsung ke rumah Rika yang satu kompleks denganku. Hm, kenapa tiba-tiba aku tegang? pikirku
Rika. Ya cewe yang satu kompleks ini memang temanku dari kecil. Orangtuanya teman lama orangtuaku. Dari TK sampai SMA sekarang dia satu sekolah denganku, hampir selalu sekelas denganku malah. 8 tahun, sangat dekat denganku mungkin, ga kayak cewe lain. Secara intelegensia dia tergolong pintar dan termasuk jarang remedial di kelas
. Secara fisik mungkin tidak terlalu menarik tetapi menurutku
. dia termasuk menarik
.. Karena aku bukan tipe yang menyukai cewe yang sangat menonjol di sekolah. Dia gamer, suka manga, penyuka macem-macem tipe lagu, suka motorsport (F1, MotoGP etc.), pintar, apa lagi... hampir perfect mungkin menurutku. Mungkin sifat ceroboh dan kekanakannya yang membuat aku tertarik.Dia menarik karena . dia beda, dia lain dari yang lain. dia seperti keluar dari lingkaran cewe biasa itu kayak gimana
Oh sudah sampai.
Kulihat dia menuggu sambil memainkan HP-nya. Aku pun berhenti didepannya. Rambut hitam panjangnya itu dan wajah imutnya Kenapa dia kelihatan beda hari ini pikirku
Ih lama. Udah nunggu lama banget nih ujarnya setelah masuk.
Iya maaf. Ga sabaran banget. Rada males nih, Besok libur soalnya jawabku
Uh, pemales dasar
: Iya iya. maaf
sambil mengelus kepalanya Hei rambutku nanti berantakan
Biarin sambil aku sedikit tertawa lalu hening
Hei, udah lama kita ga ngoborol kayak tadi tiba-tiba Rika bicara
Ya
Sejak SMS itu ya
Hmm gumamku
Hey, harusnya aku langsung minta maaf waktu itu
Ga harusnya aku yang minta maaf jawabku
Ram tiba-tiba mimik muka Rika berubah
Eh kenapa lu Rik ? Hm tanyaku sambil mengelus kepalanya lagi
Ga. Ga kenapa-kenapa tiba-tiba muka Rika memerah
Sini tiba-tiba kupeluk dia. Eh gila kenapa tiba-tiba aku meluk Rika. Pagi-pagi lagi pikirku.
Hik *sniff* Rika mulai menangis. Eh buset ini udah deket sekolah lagi. Nanti dikira ngapa-ngapain anak orang lagi pikirku, pagi-pagi lagi.
Err Rik ini udah nyampe. Ini tisu kataku sambil ngasih tisu
Emm makasih. Ke kelasnya bareng ya
EH??...
anasabila dan ipung1976 memberi reputasi
2
10.9K
Kutip
84
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.2KAnggota
Tampilkan semua post
TS
homie4life
#3
tanggung chap 2nya malem ini aja 
Aku akhirnya jalan ke kelas bareng Rika . Tanpa sadar aku ngegandeng tangan Rika.
Eh, sori Rik kataku
Dia hanya tersenyum kecil.
Untung sepi gara-gara kepagian pikirku. Kami pun sampai ke kelas, tetapi baru sedikit orang disana. Kami pun berpisah karena tempat biasa aku duduk dan Rika duduk sedikit jauh. Aku dibagian belakang kanan dia di belakang kiri. Sebenarnya kami dulu duduk sebelahan, tapi sejak peristiwa itu aku dan Rika duduk pisah. Karena sedikit awkward mungkin antara aku dan Rika jadi misah. Sampai sekarang aku masih kepikiran soal peristiwa itu. Kulihat dia sedang mengeluarkan sketchbooknya dan menggambar manga favoritnya. Aku hanya melihat dia dengan tatapan kosong sambil penasaran isi sketchbook itu.
Karena masih lama waktu bel aku berniat ke perpustakaan bentar untuk mengembalikan buku Sejarah yang kupinjam hari Senin. Yah denda telat sehari gumamku. Langsung aku ngacir ke perpus
Ram, mau kemana? Ikut dong tiba-tiba Rika menghampiriku.
Yaudah. Ayo.
Kami pun jalan bareng ke perpustakaan sambil bicara-bicara kecil tentang pelajaran dan hal-hal sekolah dan acara pentas kesenian dua bulan lagi. Kulihat dia sudah tidak terlalu sedih lagi. Dia meminjam buku yang kupegang .
Ancient Greek Kamu suka sejarah Yunani?
: tanyanya
Ya baca aja sih, ga suka banget. Tapi aku seneng Yunani sama kota Athena. Pantai Mykonosnya juga bagus
jawabku
Wah. Nanti kasih liat dong di perpus
Iye
Di perpus aku pun mengembalikan buku sejarah tadi dan bayar denda. Karena ada waktu dan komputer sudah nyala aku dan Rika memakai sebentar. Sekalian ngasih liat Rika pantai Mykonos tadi. Dan Rika pun terkejut dengan foto-foto yang ada di internet seperti anak kecil ngeliat pemandangan. Terus aku jelasin budaya-budaya sama cerita-ceritanya. Ga kayak di buku pelajaran sejarah yang cuma sejarahnya saja, membosankan. Rika memperhatikanku seperti emot matabelo
. Kulihat pengawas kayak ngomongin aku dan Rika tapi kuacuhkan. Aku seperti terbius kesungguhan Rika. Gara-gara keasyikan kami sampe ga sadar bel udah bunyi. Kami telat ke kelas.
Duh bahasa, gimana nih. Kalo bahasa hukumannya aneh-aneh nih
Ya berdoa aja gurunya ga masuk jawabku
Hm..
Tetapi kami tidak beruntung. Cuma kami berdua yang telat. Jadi aku harus bacain puisi ke Rika. Egh, seharian kami pun diejek pasangan baru dan dipaksa duduk bareng lagi. Sampai aku dan Rika tidak bicara langsung karena malu. Hanya jika ada soal kami bicara langsung. Aku berpikir kenapa tadi pagi mimik muka Rika di mobil berubah dan dia menangis. Juga kenapa ada ide untuk tiba-tiba memeluk Rika tadi pagi juga. Hari yang aneh pikirku.
Oi pasangan baru, cie sama-sama bawa bekel. Ciiee seru Dina
Yang baru jadian mah beda tiba-tiba Arli melanjutkan
Bekelnya juga buatan Rika. Dengan kasih sayang. sambung Rin teman Rika lainnya
Mereka pun tertawa puas
Udah, ga ada yang jadian. Bekel juga ini sisa makan malem gua kemaren. Kita ga ada apa-apa kan Rik? tanyaku ke Rika sambil melihat ke dia.
Rika hanya melihat kearahku sambil memerah mukanya lalu melihat ke arah luar jendela ke lapangan lagi. Lalu menggambar lagi.
Ciiiiee seru mereka bertiga
Kulihat sepintas gambar Rika seperti cowo dan cewe bergandengan tangan. Saat pelajaran seni karena materi menggambar, semua disuruh menggambar barengan. Saat Rika mengambil kertas ke depan kulihat isi sketchbooknya. Kulihat perlembar. Cewe, cewe, gambar dua cewe, gambar dua cewe dengan posisi menyimpang...
: (wow fetishnya pikirku
: ), lalu gambar cowo dan cewe... ya begitu
: (parah ni anak pikirku, banyak lagi gambarnya
), lalu gambar manga kesukaannya, blablabla dan terakhir gambar yang sekilas kulihat. Saat akan kulihat bagian mukanya tiba-tiba Rika datang merebut sketchbooknya
.
Ih jangan. Belom selesai dengan mukanya memerah
Liat lagi dong. Bagus. Kalo ga nanti dibocorin loh gambar yang itu pintaku sambil nunjuk ke sketchbook
*blush* ja-jangan sambil memukuliku dengan sketchbook
aw aw udah udah tapi liat lagi
Ngga pokoknya sambil memasukkan sketchbooknya ke tas
Aku memberi kode berhenti ke mulutnya karena kelas tiba-tiba sunyi. Kami melihat sekeliling kami sekelas tersenyum jahat dan guru terkekeh melihat kelakuan kami.
Aaawwww seru sekelas
Semua meneriaki kami. Rika menutup mukanya karena malu dengan jaketnya, aku hanya facepalm. Aku dan Rika akhirnya menggambar perspektif outdoor rumah. Tapi bukan namanya kelasku kalo sesuatu yang dibuat pasangan baru ga diejek. Yap, gambar itu dijuluki rumahku dan Rika. Rika hanya menarikku untuk menutupinya dan aku hanya geleng-geleng.
Pelajaran sisanya aku tidur pulas. Hanya saat istirahat aku bangun hanya untuk main pokemon di DS-ku, Rika ngeliatin aku main seperti emot matabelo
lagi. Pelajaran sisanya aku tidur walaupun sudah dipaksa Rika untuk nulis. Inilah karakterku pemalas dan serius jika memang saat-saat penting saja. Suram mungkin masa
depan.
Jam terakhir selesai karena aku tidur. Kosong kayaknya otakku. Saat pulang aku mendapat tugas dari guru bahasa tadi bersama Rika untuk membuat puisi bersama Rika karena kami berdua memang ketinggalan materi. Setelah itu kami pulang bersama karena dia ga ada yang nganter pulang. Di perjalanan kami pun ngobrol seperti biasa walaupun masih sedikit canggung. Tak terasa aku sudah mau sampai ke rumah Rika.
Rik maaf ya gara-gara aku kamu jadi diejekin hari ini
Ya gapapa kok.
Ah. udah sampe
Oh iya. Makasih ya Ram 
...iya tiba-tiba wajahku memerah
Dia pun turun dari mobil. Sekilas kulihat dia melambai tersenyum manis. Hmmm... kenapa aku senang begini... pikirku.

Spoiler for chap 2:
Aku akhirnya jalan ke kelas bareng Rika . Tanpa sadar aku ngegandeng tangan Rika.
Eh, sori Rik kataku
Dia hanya tersenyum kecil.
Untung sepi gara-gara kepagian pikirku. Kami pun sampai ke kelas, tetapi baru sedikit orang disana. Kami pun berpisah karena tempat biasa aku duduk dan Rika duduk sedikit jauh. Aku dibagian belakang kanan dia di belakang kiri. Sebenarnya kami dulu duduk sebelahan, tapi sejak peristiwa itu aku dan Rika duduk pisah. Karena sedikit awkward mungkin antara aku dan Rika jadi misah. Sampai sekarang aku masih kepikiran soal peristiwa itu. Kulihat dia sedang mengeluarkan sketchbooknya dan menggambar manga favoritnya. Aku hanya melihat dia dengan tatapan kosong sambil penasaran isi sketchbook itu.
Karena masih lama waktu bel aku berniat ke perpustakaan bentar untuk mengembalikan buku Sejarah yang kupinjam hari Senin. Yah denda telat sehari gumamku. Langsung aku ngacir ke perpus
Ram, mau kemana? Ikut dong tiba-tiba Rika menghampiriku.
Yaudah. Ayo.
Kami pun jalan bareng ke perpustakaan sambil bicara-bicara kecil tentang pelajaran dan hal-hal sekolah dan acara pentas kesenian dua bulan lagi. Kulihat dia sudah tidak terlalu sedih lagi. Dia meminjam buku yang kupegang .
Ancient Greek Kamu suka sejarah Yunani?
: tanyanya Ya baca aja sih, ga suka banget. Tapi aku seneng Yunani sama kota Athena. Pantai Mykonosnya juga bagus
jawabku Wah. Nanti kasih liat dong di perpus
Iye
Di perpus aku pun mengembalikan buku sejarah tadi dan bayar denda. Karena ada waktu dan komputer sudah nyala aku dan Rika memakai sebentar. Sekalian ngasih liat Rika pantai Mykonos tadi. Dan Rika pun terkejut dengan foto-foto yang ada di internet seperti anak kecil ngeliat pemandangan. Terus aku jelasin budaya-budaya sama cerita-ceritanya. Ga kayak di buku pelajaran sejarah yang cuma sejarahnya saja, membosankan. Rika memperhatikanku seperti emot matabelo
. Kulihat pengawas kayak ngomongin aku dan Rika tapi kuacuhkan. Aku seperti terbius kesungguhan Rika. Gara-gara keasyikan kami sampe ga sadar bel udah bunyi. Kami telat ke kelas. Duh bahasa, gimana nih. Kalo bahasa hukumannya aneh-aneh nih
Ya berdoa aja gurunya ga masuk jawabku
Hm..
Tetapi kami tidak beruntung. Cuma kami berdua yang telat. Jadi aku harus bacain puisi ke Rika. Egh, seharian kami pun diejek pasangan baru dan dipaksa duduk bareng lagi. Sampai aku dan Rika tidak bicara langsung karena malu. Hanya jika ada soal kami bicara langsung. Aku berpikir kenapa tadi pagi mimik muka Rika di mobil berubah dan dia menangis. Juga kenapa ada ide untuk tiba-tiba memeluk Rika tadi pagi juga. Hari yang aneh pikirku.
Oi pasangan baru, cie sama-sama bawa bekel. Ciiee seru Dina
Yang baru jadian mah beda tiba-tiba Arli melanjutkan
Bekelnya juga buatan Rika. Dengan kasih sayang. sambung Rin teman Rika lainnya
Mereka pun tertawa puas
Udah, ga ada yang jadian. Bekel juga ini sisa makan malem gua kemaren. Kita ga ada apa-apa kan Rik? tanyaku ke Rika sambil melihat ke dia.
Rika hanya melihat kearahku sambil memerah mukanya lalu melihat ke arah luar jendela ke lapangan lagi. Lalu menggambar lagi.
Ciiiiee seru mereka bertiga
Kulihat sepintas gambar Rika seperti cowo dan cewe bergandengan tangan. Saat pelajaran seni karena materi menggambar, semua disuruh menggambar barengan. Saat Rika mengambil kertas ke depan kulihat isi sketchbooknya. Kulihat perlembar. Cewe, cewe, gambar dua cewe, gambar dua cewe dengan posisi menyimpang...
: (wow fetishnya pikirku
: ), lalu gambar cowo dan cewe... ya begitu
: (parah ni anak pikirku, banyak lagi gambarnya
), lalu gambar manga kesukaannya, blablabla dan terakhir gambar yang sekilas kulihat. Saat akan kulihat bagian mukanya tiba-tiba Rika datang merebut sketchbooknya.
Ih jangan. Belom selesai dengan mukanya memerah
Liat lagi dong. Bagus. Kalo ga nanti dibocorin loh gambar yang itu pintaku sambil nunjuk ke sketchbook
*blush* ja-jangan sambil memukuliku dengan sketchbook
aw aw udah udah tapi liat lagi
Ngga pokoknya sambil memasukkan sketchbooknya ke tas
Aku memberi kode berhenti ke mulutnya karena kelas tiba-tiba sunyi. Kami melihat sekeliling kami sekelas tersenyum jahat dan guru terkekeh melihat kelakuan kami.
Aaawwww seru sekelas
Semua meneriaki kami. Rika menutup mukanya karena malu dengan jaketnya, aku hanya facepalm. Aku dan Rika akhirnya menggambar perspektif outdoor rumah. Tapi bukan namanya kelasku kalo sesuatu yang dibuat pasangan baru ga diejek. Yap, gambar itu dijuluki rumahku dan Rika. Rika hanya menarikku untuk menutupinya dan aku hanya geleng-geleng.
Pelajaran sisanya aku tidur pulas. Hanya saat istirahat aku bangun hanya untuk main pokemon di DS-ku, Rika ngeliatin aku main seperti emot matabelo
lagi. Pelajaran sisanya aku tidur walaupun sudah dipaksa Rika untuk nulis. Inilah karakterku pemalas dan serius jika memang saat-saat penting saja. Suram mungkin masa depan.
Jam terakhir selesai karena aku tidur. Kosong kayaknya otakku. Saat pulang aku mendapat tugas dari guru bahasa tadi bersama Rika untuk membuat puisi bersama Rika karena kami berdua memang ketinggalan materi. Setelah itu kami pulang bersama karena dia ga ada yang nganter pulang. Di perjalanan kami pun ngobrol seperti biasa walaupun masih sedikit canggung. Tak terasa aku sudah mau sampai ke rumah Rika.
Rik maaf ya gara-gara aku kamu jadi diejekin hari ini
Ya gapapa kok.
Ah. udah sampe
Oh iya. Makasih ya Ram

...iya tiba-tiba wajahku memerah
Dia pun turun dari mobil. Sekilas kulihat dia melambai tersenyum manis. Hmmm... kenapa aku senang begini... pikirku.
0
Kutip
Balas