Kaskus

Hobby

hansipAvatar border
TS
hansip
Discus Lovers ( Regenerated ) - Part 3
Selamat datang di thread

Discus Lover
Discus Lovers ( Regenerated ) - Part 3

Buat para teman-temin, juragan-juragen... tengkiu atas kebersamaannya di thread Discus Lover & Discus Lover (regenerated)

Semua kata2/tulisan di thread ini hanya sekedar pendapat subjektif, tdk ada maksud utk melukai perasaan org lain wokeh... emoticon-No Sara Please emoticon-I Love Kaskus

Jgn khawatir, nanti ada senior2 lain yg akan membantu memandu cara perawatan, pengobatan dan informasi lain yg berkaitan dgn Discus...


Cheers,
Diubah oleh nchutz 16-10-2014 22:57
anakjahanam721Avatar border
nona212Avatar border
tien212700Avatar border
tien212700 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
751.7K
4.4K
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Freshwater Fish
Freshwater Fish
KASKUS Official
1.7KThread1.8KAnggota
Tampilkan semua post
zenitherAvatar border
zenither
#12
Sedikit mengenal ikan Discus emoticon-Angkat Beer

Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Seiring dengan semakin banyaknya orang yang tertarik memelihara Discus, bahkan di beberapa Negara di Asia, budidaya Discus telah menjadi industri besar. Dari situ banyak kegiatan penelitian dan usaha yang dilakukan untuk menghasilkan strains baru dari ikan Discus. Sehingga tak heran jika saat ini tercatat terdapat puluhan strains ikan Discus yang ada di pasaran. Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dan kadang disebut sebagai rajanya ikan hias.

Pemeliharaan
Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir.

Ada asumsi bahwa memelihara ikan discus seperti memelihara putri raja. Mereka cantik tetapi manja. Anggapan ini mungkin tidak sepenuhnya salah. Discus memang terkenal sangat membutuhkan kualitas air yang baik untuk dapat bertahan hidup, berkembang biak dan untuk menjaga penampilannya. Namun hal itu juga tidak berarti memelihara discus begitu sulit.

Ada beberapa media atau peralatan yang perlu anda persiapkan untuk memulai pemeliharaan ikan discus. Di antaranya adalah aquarium yang dapat menampung air yang cukup (idealnya 200 liter untuk 4 ekor discus). Filter osmosis dan juga lampu Ultra violet untuk membantu sterilisasi air. Dalam kondisi atau daerah tertentu, heater juga diperlukan. untuk menanggulangi perubahan suhu udara yang ekstrim. Suhu yang ideal untuk pemeliharaan discus adalah 29 derajat Celcius.

Sistem filtrasi yang baik untuk pemeliharaan discus adalah hal yang penting, bahkan diwajibkan. Hal ini adalah kunci utama untuk menjaga kualitas air agar tetap prima, selain itu tentu saja untuk menghindari keharusan melakukan proses pergantian air yang terlalu sering.

Hal utama yang harus diingat oleh anda yang ingin berkecimpung dalam pemeliharaan ikan berjuta corak ini adalah karakter air yang disukainya. Memang benar, kualitas air adalah faktor utama yang harus anda cermati. Disini, secara singkat akan kita bicarakan point-point apa saja yang harus diperhatikan untuk membuat kualitas air yang baik untuk discus.

Tingkat keasaman air (pH). Sangat baik jika pH air mendekati netral. Pertahankan agar pH berada pada kisaran pH 6.0 dan 7.0. Discus akan nyaman dengan kisaran pH seperti ini.

Untuk menjaga kestabilan pH, maka kesadahan air juga perlu diperhatikan. Usahakan agar kesadahan Kalsium berada dalam kisaran 5 -7 KH, sedangkan untuk kesadahan umum pada kisaran 12 – 15 GH. Perhatikan kondisi air di lingkungan tempat anda memelihara diskus. Jika kesadahan air lebih dari 12gH, maka gunakanlah filter reverse osmosis. Ia dapat mengembalikan kesadahan air pada derajat yang dibutuhkan. Cartridge dari Filter reverse osmosis perlu diganti secara berkala, dan frekwensi pergantiannya tergantung seberapa tinggi tingkat senyawa yang terkandung dalam air yang anda pakai.

Selanjutnya adalah kadar amonia. Amonia adalah kandungan senyawa yang sangat buruk di dalam air, yang dapat menyebabkan kematian pada ikan diskus. Ia adalah senyawa yang dihasilkan dari kotoran yang dibuang oleh ikan dari sisa makanannya. Idealnya adalah, bahwa dalam tangki/aquarium tidak mengandung amonia sama sekali (0%). Disinilah mengapa filter di dalam akuarium diskus adalah hal yang wajib diterapkan.

Nitrit juga sama, ia termasuk kandungan yang berbahaya, dan harus dijaga agar serendah mungkin kandungannya. Hal ini dapat dicapai dengan cara melakukan pergantian air secara berkala atau dengan menanam tanaman air di dalam aquarium discus.

Nitrat tidak terlalu berbahaya sebagaimana amonia dan nitrit. Ia tidak akan membuat ikan anda mati dalam semalam. Namun demikian sebaiknya kadar Nitrat di dalam air, tetap dipertahankan pada level yang paling rendah.

Logam berat dalam air juga perlu diperhatikan. Senyawa ini dapat dikurangi dengan menggunakan filter yang berbahan dasar karbon.

Pakan
Pakan yang baik untuk discus itu berupa Burger ( Pakan Buatan ) , Cacing Beku ( FBW ) dan TB
FBW pun tidak sepenuhnya bagus karena FBW juga dalam pengelolaan atau pengepakanya kadang masih belum bersih, sehingga menyebabkan ikan discus mengalami WF ( berak putih ) tapi walau bagaimanapun pakan hidup tetap penting dalam petumbuhan ikan discus

Penyakit
pada umumnya penyakit ikan discus tidak jauh berbeda dengan ikan" yang lainnya seperti fin root ,gill root , tail root , white spot dll
ada beberapa penyakit yang sering muncul pada ikan discus
White Face atau berak putih
Ciri cirinya kotoran berwarna putih, Kalau menurut pengalaman saya, ikan kalo kena berak putih bisanya yg terganggu adalah sistem pencernaannya. Itu disebabkan oleh makanan yang dimakan itu kotor seperti FBW yang kurang bagus...
penanganan
- bisa menggunakan metronidazol yang bisa di campur di burger atau langsung di taruh di tank dosis 2gr per 100 liter
- gunakan heater di suhu 32c
- baiknya mencegah penyakit ini dengan pemberian burger yang sudah di campur dengan metronidazol yang di berikan berkala karena lebih baik mencegah dari pada mengngobati
VELVET
Penyakit Velvet pada ikan discus disebabkan oleh sejenis eksternal Protozoa dari jenis Dinoflagellata yaitu Oodinium, protozoa ini sangat kecil (20 microns), Penyakit ini menular lewat kontak langsung dengan ikan yang terserang penyakit tersebut atau air yang telah terkontaminasi dengan protozoa tersebut.
Gejala dari ciri penyakit ini biasanya adalah : Discus mengeluarkan lendir di sekitar tubuhnya dan dapat terlihat pada fin-nya, ikan kadang menggesekan tubuhnya pada dasar atau subtrat lainnya seperti dinding tank, cone atau pipa buangan air. Discus yang terkena penyakit ini umumnya langsung menguncup fin-nya, tidak aktif berenang dan bersembunyi disudut tank.

Berikut ini beberapa cara pengobatan yang umum dilakukan
Cara 1:
- Kumpulkan ikan yang sakit dalam sebuah tank berukuran 100 lt air masukan Chlorampenicol 1.5 gram (6 kapsul 250 mg), Acriflavine 2 PPM atau 20 ml dan Garam ikan 2 sendok makan ke dalam tank
- Sponge filter dapat tetap dibiarkan dalam tank dan tambahkan aerasi, gunakan heater dengan suhu 28 derajat Celcius.
- Biarkan tank tersebut selama 2 atau 3 hari, bila airnya menjadi keruh karena lendir dapat dikuras semua dan ulangi dosis tersebut hingga ikan kembali sehat dan tidak ada lendir atau selaput seperti kapas pada tubuhnya.
Cara 2:
- Siapkan tank berukuran 100 liter air dengan sponge filter dan aerasi yang cukup.
- Mandikan Discus yang terjangkit Velvet dengan larutan PK yang cukup gelap selama 1 menit (Beberapa breeder yang berpengalaman umumnya memegang Discus dengan tangan dan usapkan secara perlahan dan tidak ditekan, larutan PK tersebut dengan menggunakan kapas halus, ke sekujur tubuh ikan dari arah kepala ke ekornya, berulang kali dan jangan bolak-balik! sebab akan meyebabkan sisik dan tubuh ikan terkelupas)

Catatan :

Metode ini cukup efektif, tapi harus diperhatikan bahwa PK yang terlalu pekat akan membunuh ikan atau merusak fin, ekor dan bagian tubuh ikan lainnya.
Diubah oleh zenither 04-11-2012 04:58
0
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.