- Beranda
- Sains & Teknologi
Batik Fraktal, Gabungan Seni dan Teknologi
...
TS
moroneh
Batik Fraktal, Gabungan Seni dan Teknologi
BISMILLAH
Quote:
wow HT #4 ane


Spoiler for HT:
Quote:
monggo dinikmati aja hidangannya gan 

Quote:

Quote:
Batikmerupakan ikhwal kriya tekstil yang tak asing bagi orang Indonesia, bahkan
sering menjadi sebuah simbol akan bangsa Indonesia. Batik dikenal erat kaitannya dengan
kebudayaan etnis Jawa di Indonesia bahkan semenjak zaman Raden Wijaya (1294-1309) pada masa
kerajaan Majapahit. Namun pada dasarnya berbagai bahan sandang memiliki corak batik juga dari luar pulau Jawa,
misalnya di beberapa tempat di Sumatera, seperti Jambi bahkan beberapa tempat di Kalimantan dan Sulawesi.
Motif batik digunakan mulai dari hiasan, kain sarung, kopiah, kemeja, bahkan kerudung dan banyak lagi. Namun
hal yang sangat menarik dengan batik adalah bahwa ia merupakan konsep yang tidak sederhana bahkan dari sisi
etimologinya. Batik dapat merepresentasikan ornamentasi yang unik dan rumit dalam corak dan warna dan
bentuk-bentuk geometris yang ditampilkannya. Namun yang terpenting adalah bahwa batik dapat pula
merepresentasikan proses dari pembuatan corak dan ornamentasi yang ditunjukkan di dalamnya.
sering menjadi sebuah simbol akan bangsa Indonesia. Batik dikenal erat kaitannya dengan
kebudayaan etnis Jawa di Indonesia bahkan semenjak zaman Raden Wijaya (1294-1309) pada masa
kerajaan Majapahit. Namun pada dasarnya berbagai bahan sandang memiliki corak batik juga dari luar pulau Jawa,
misalnya di beberapa tempat di Sumatera, seperti Jambi bahkan beberapa tempat di Kalimantan dan Sulawesi.
Motif batik digunakan mulai dari hiasan, kain sarung, kopiah, kemeja, bahkan kerudung dan banyak lagi. Namun
hal yang sangat menarik dengan batik adalah bahwa ia merupakan konsep yang tidak sederhana bahkan dari sisi
etimologinya. Batik dapat merepresentasikan ornamentasi yang unik dan rumit dalam corak dan warna dan
bentuk-bentuk geometris yang ditampilkannya. Namun yang terpenting adalah bahwa batik dapat pula
merepresentasikan proses dari pembuatan corak dan ornamentasi yang ditunjukkan di dalamnya.
Quote:
Proses batik atau dalam verbia disebut pula sebagai mbatik, merupakan hal yang
tidak sesederhana menggambarkan sebuah lukisan, misalnya. Multiperspektif yang terpancar dari
ornamentasinya merupakan hasil dari proses dan tahapan-tahapan pseudo-algoritmik yang sangat menarik. Berdasarkan
publikasi Batik: The Impact of Time and Environment oleh H. Santosa Doellah yang diterbitkan oleh Danar Hadi,
terdapat setidaknya tiga tahapan proses dalam ornamentasi batik, yakni:
1. Klowongan,
yang merupakan proses penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari disain batik secara umum.
2. Isen-isen,
yaitu proses pengisian bagian-bagian dari ornamen dari pola isen yang ditentukan.
Terdapat beberapa pola yang biasa digunakan secara tradisional seperti motif cecek, sawut, cecek sawut, sisik melik, dan sebagainya.
3. Ornamentasi Harmoni,
yaitu penempatan berbagai latar belakang dari desain secara keseluruhan sehingga menunjukkan harmonisasi secara umum.
Pola yang digunakan biasanya adalah pola ukel, galar, gringsing, atau beberapa pengaturan yang
menunjukkan modifikasi tertentu dari pola isen, misalnya sekar sedhah, rembyang, sekar pacar, dan sebagainya.
tidak sesederhana menggambarkan sebuah lukisan, misalnya. Multiperspektif yang terpancar dari
ornamentasinya merupakan hasil dari proses dan tahapan-tahapan pseudo-algoritmik yang sangat menarik. Berdasarkan
publikasi Batik: The Impact of Time and Environment oleh H. Santosa Doellah yang diterbitkan oleh Danar Hadi,
terdapat setidaknya tiga tahapan proses dalam ornamentasi batik, yakni:
1. Klowongan,
yang merupakan proses penggambaran dan pembentukan elemen dasar dari disain batik secara umum.
2. Isen-isen,
yaitu proses pengisian bagian-bagian dari ornamen dari pola isen yang ditentukan.
Terdapat beberapa pola yang biasa digunakan secara tradisional seperti motif cecek, sawut, cecek sawut, sisik melik, dan sebagainya.
3. Ornamentasi Harmoni,
yaitu penempatan berbagai latar belakang dari desain secara keseluruhan sehingga menunjukkan harmonisasi secara umum.
Pola yang digunakan biasanya adalah pola ukel, galar, gringsing, atau beberapa pengaturan yang
menunjukkan modifikasi tertentu dari pola isen, misalnya sekar sedhah, rembyang, sekar pacar, dan sebagainya.
Quote:
"Batik Fraktal"(CFB=computational fractal batik) adalah bentuk konstruksi yang mengakuisisi keduanya:
antara tradisi Indonesia dan tradisi matematika Barat yang dilakukan secara komputasional.
Desain kriya yang lahir dari tangan pembatik ditiru dalam teknik komputasional melahirkan tak terbatasnya
inovasi kreasi dari apa yang disebut sebagai Batik.
Batik Fraktal Komputasional mewujud dalam 3 bentuk:
-Batik Fraktal Sederhana: hasil simulasi komputer dalam bentuk fraktal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional.
-Batik Hibrida: Pola motif dalam fraktal dan motif batik digunakan sebagai bahan ornamentasi dan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan.
-Batik Inovatif: Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fraktal.
Berikut ini adalah beberapa contoh batik fraktal



Ketiga pola ini merupakan bentuk dari implementasi generatif atas kesadaran bagaimana batik memiliki sifat fraktal dan
mendukung peluasan bentuk apresiasi terhadap budaya tekstil Indonesia non-tenun ini.
antara tradisi Indonesia dan tradisi matematika Barat yang dilakukan secara komputasional.
Desain kriya yang lahir dari tangan pembatik ditiru dalam teknik komputasional melahirkan tak terbatasnya
inovasi kreasi dari apa yang disebut sebagai Batik.
Batik Fraktal Komputasional mewujud dalam 3 bentuk:
-Batik Fraktal Sederhana: hasil simulasi komputer dalam bentuk fraktal yang memiliki kemiripan dengan desain batik tradisional.
-Batik Hibrida: Pola motif dalam fraktal dan motif batik digunakan sebagai bahan ornamentasi dan dekorasi untuk desain batik secara bersamaan.
-Batik Inovatif: Pola motif batik tradisional didesain ulang dengan menggunakan teknologi komputasional fraktal.
Berikut ini adalah beberapa contoh batik fraktal
Quote:

Quote:

Quote:

Ketiga pola ini merupakan bentuk dari implementasi generatif atas kesadaran bagaimana batik memiliki sifat fraktal dan
mendukung peluasan bentuk apresiasi terhadap budaya tekstil Indonesia non-tenun ini.
Quote:
Catatan
Budaya batik berasal dari pemahaman kognitif yang tertuang ke dalam karya estetika visual yang sedikit banyak
memberi gambaran implisit tentang bagaimana orang Indonesia memandang dirinya, alamnya, dan lingkungan sosialnya.
Pola batik yang diketahui bersifat fraktal merupakan sebuah kenyataan bahwa terdapat perspektif alternatif yang ada
di kalangan masyarakat dan peradaban Indonesia yang unik relatif terhadap cara pandang modern yang umum.
Keunikan ini merupakan sesuatu yang penting mengingat fraktal merupakan bentuk pemahaman geometri yang mutakhir dan
memiliki kesadaran akan kompleksitas sistem dan menanganinya dengan lebih bijaksana.
Batik sebagai sebuah obyek estetika berpola memiliki tata aturan penggambaran pseudo-algoritmik yang dapat
diperlakukan sebagai bentuk seni generatif yang memiliki kegunaan:
- memberikan sumbangan dan inspirasi kepada peradaban umat manusia, khususnya dalam bidang perkembangans seni generatif.
- mendorong dan memperluas ekslorasi dan apresiasi atas batik sebagai bagian dari seni tradisi nusantara Indonesia.
- penelitian tentang aspek fraktalitas pada batik secara umum mendorong penggalian lebih jauh tentang aspek kognitif
terkait cara pandang dan kebijaksanaan masyarakat terdahulu kita tentang alam dan masyarakat -
mengingat eratnya kaitan antara seni dan sains sebagaimana ditunjukkan dalam sejarah perkembangan dan sejarah sains modern.
Budaya batik berasal dari pemahaman kognitif yang tertuang ke dalam karya estetika visual yang sedikit banyak
memberi gambaran implisit tentang bagaimana orang Indonesia memandang dirinya, alamnya, dan lingkungan sosialnya.
Pola batik yang diketahui bersifat fraktal merupakan sebuah kenyataan bahwa terdapat perspektif alternatif yang ada
di kalangan masyarakat dan peradaban Indonesia yang unik relatif terhadap cara pandang modern yang umum.
Keunikan ini merupakan sesuatu yang penting mengingat fraktal merupakan bentuk pemahaman geometri yang mutakhir dan
memiliki kesadaran akan kompleksitas sistem dan menanganinya dengan lebih bijaksana.
Batik sebagai sebuah obyek estetika berpola memiliki tata aturan penggambaran pseudo-algoritmik yang dapat
diperlakukan sebagai bentuk seni generatif yang memiliki kegunaan:
- memberikan sumbangan dan inspirasi kepada peradaban umat manusia, khususnya dalam bidang perkembangans seni generatif.
- mendorong dan memperluas ekslorasi dan apresiasi atas batik sebagai bagian dari seni tradisi nusantara Indonesia.
- penelitian tentang aspek fraktalitas pada batik secara umum mendorong penggalian lebih jauh tentang aspek kognitif
terkait cara pandang dan kebijaksanaan masyarakat terdahulu kita tentang alam dan masyarakat -
mengingat eratnya kaitan antara seni dan sains sebagaimana ditunjukkan dalam sejarah perkembangan dan sejarah sains modern.
jangan lewatkan jg terkait Kronologi Batik Fraktal

untuk lebih detailnya, cek aj dimari gan

untuk lebih detailnya, cek aj dimari gan

Spoiler for sumber:
Quote:
mampir juga gans
Lounge Pictures & Video
The Lounge
Jokes
Cooking & Resto Guide
Berita & Politik
Sains & Teknologi
Lounge Pictures & Video
The Lounge
- Gallaudet University, Satu-Satunya Kampus Paling Sunyi Didunia
- 13 Rivalitas Terpanas Klub Sepakbola
- Javier Zanetti di mata pemain dan pelatih dunia
Jokes
Cooking & Resto Guide
Berita & Politik
Sains & Teknologi
Diubah oleh moroneh 13-04-2013 01:02
0
41.8K
Kutip
916
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Sains & Teknologi
15.9KThread•13.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
moroneh
#1
-kronologi hal terkait batik fraktal-
Quote:
Quote:
tahun 2000-2002:
>>> jonathan evans, seorang seniman amerika serikat di bali melukis bentuk fraktal himpunan mandelbrot
dengan menggunakan media alternatif kain, malam, dan canthing.
Hal ini tak dapat dikatakan sebagai "riset batik fraktal" karena tidak didasari analisis dan observasi
metodologis sifat fraktal pada batik secara umum tetapi lebih kepada eksplorasi dan eksperimen ekspresif.
>>> bandung fe institute bediri. Salah satu cabang penelitiannya adalah teori chaos dan konsep fraktal
(sumber: http://www.bandungfe.net/main/ default/profeng. Pdf).
>>> jonathan evans, seorang seniman amerika serikat di bali melukis bentuk fraktal himpunan mandelbrot
dengan menggunakan media alternatif kain, malam, dan canthing.
Hal ini tak dapat dikatakan sebagai "riset batik fraktal" karena tidak didasari analisis dan observasi
metodologis sifat fraktal pada batik secara umum tetapi lebih kepada eksplorasi dan eksperimen ekspresif.
>>> bandung fe institute bediri. Salah satu cabang penelitiannya adalah teori chaos dan konsep fraktal
(sumber: http://www.bandungfe.net/main/ default/profeng. Pdf).
Quote:
tahun 2005:
>>> bandung fe institute selesai membuat draft buku "chaos: Cakrawala baru dalam melihat fenomena alam dan sosial"..
Pada bab 9 diulas perilaku fraktal pada batik. Karya ini ditulis oleh hokky situngkir dan yohanes surya.
Beberapa event terkait sifat fraktal pada artifak budaya tradisional di indonesia dilakukan,
salah satu makalah berjudul "what is the relatedness of mathematics and art" melaporkan observasi
dan hipotesis ini secara umum (sumber: http://www.bandungfe.net/main/ default/profeng. Pdf).
>>> bandung fe institute selesai membuat draft buku "chaos: Cakrawala baru dalam melihat fenomena alam dan sosial"..
Pada bab 9 diulas perilaku fraktal pada batik. Karya ini ditulis oleh hokky situngkir dan yohanes surya.
Beberapa event terkait sifat fraktal pada artifak budaya tradisional di indonesia dilakukan,
salah satu makalah berjudul "what is the relatedness of mathematics and art" melaporkan observasi
dan hipotesis ini secara umum (sumber: http://www.bandungfe.net/main/ default/profeng. Pdf).
Quote:
tahun 2007:
>>> bandung fe institute selesai membuat draft buku "solusi untuk indonesia".
Pada bab 0.1 diulas perilaku fraktal pada batik.. Buku diterbitkan oleh penerbit kandel.
Karya ini ditulis oleh tim peneliti bfi dengan supervisi yohanes surya.
>>> yun hariadi, peneliti dept. Sistem dinamik, dan salah seorang pendiri bandung fe institute,
mempublikasikan makalah "geometri fraktal pada batik: Tinjauan kompleksitas dalam seni tradisional".
(sumber: http://www.bandungfe.net/xpf/).
Makalah menghitung dimensi fraktal secara hitam-putih dengan teknik penghitung kotak,
tetapi bukan generasi motif batik secara komputasional.
Makalah ini kemudian disubmit ke journal of social complexity, bandung fe institute dan diterbitkan.
>>> bandung fe institute selesai membuat draft buku "solusi untuk indonesia".
Pada bab 0.1 diulas perilaku fraktal pada batik.. Buku diterbitkan oleh penerbit kandel.
Karya ini ditulis oleh tim peneliti bfi dengan supervisi yohanes surya.
>>> yun hariadi, peneliti dept. Sistem dinamik, dan salah seorang pendiri bandung fe institute,
mempublikasikan makalah "geometri fraktal pada batik: Tinjauan kompleksitas dalam seni tradisional".
(sumber: http://www.bandungfe.net/xpf/).
Makalah menghitung dimensi fraktal secara hitam-putih dengan teknik penghitung kotak,
tetapi bukan generasi motif batik secara komputasional.
Makalah ini kemudian disubmit ke journal of social complexity, bandung fe institute dan diterbitkan.
Quote:
tahun 2008:
>>> makalah yun hariadi, peneliti dept. Sistem dinamik, bandung fe institute, yang berjudul
"geometri fraktal pada batik: Tinjauan kompleksitas dalam seni tradisional" dimodifikasi judul dan beberapa bagian kecil
menjadi "batik fractal: Traditional art to modern complexity" kemudian diklaim sebagai penelitian "pixel people project"
(sumber: http://www.pxlpplproject.com/ research. Html).
Penulisnya bertambah, dari satu orang (yun hariadi) menjadi 3 orang (muhamad lukman, yun hariadi dan achmad haldani destiarmand).
Makalah tersebut hanya ini menghitung dimensi fraktal pada beberapa ratus motif tradisional dengan teknik penghitung kotak secara hitam-putih,
lagi-lagi bukan generasi motif secara komputasional..
>>> penelitian di dept. Sosiologi komputasional mempublikasikan makalah yang berjudul
"evolutionary clustering in indonesian ethnic textile motifs". Makalah ini mengkaji karakteristik dimensi fraktal
dan distribusi warna dari motif-motif tradisional di indonesia dengan menggunakan konsep evolusi
(sumber: http://www.bandungf e.net/xpf/ ).
>>> penelitian di dept. Sosiologi komputasional, bandung fe institute mempublikasikan makalah yang berjudul
"the computational generative patterns in indonesian batik". Makalah ini adalah laporan ilmiah pertama
yang pernah dipublikasikan yang menunjukkan generasi motif batik dengan menggunakan perangkat komputasi.
Ada 3 tipe generasi batik yang diusulkan yaitu: Fraktal sebagai batik, hibrida fraktal batik dan batik inovasi fraktal
(sumber: http://www.bandungf e.net/xpf/ ).
Demonstrasi penelitian ini dapat dilihat di [url]http://fraktal[/url]. Bandungfe. Net/.
Varian makalah ini telah ditulis ulang dan akan segera terbit di salah satu prosiding ethno-mathematics southeast asia.
>>> penelitian di dept. Sosiologi komputasional, bandung fe institute mempublikasikan makalah yang berjudul
"deconstructing javanese batik motif: When traditional heritage meets computation" .
Makalah ini adalah laporan ilmiah pertama di dunia yang menunjukkan dekonstruksi matematis fraktal
atas motif-motif batik tradisional di indonesia (sumber: http://www.bandungf e.net/xpf/ ).
Satu varian makalah ini sedang dalam proses referee dan penerbitan di journal of mathematics and culture -
jurnal yang sama yang mengumumkan penelitian ron eglash tentang sifat fraktal pemukiman tradisional di afrika.
>>> makalah yun hariadi, peneliti dept. Sistem dinamik, bandung fe institute, yang berjudul
"geometri fraktal pada batik: Tinjauan kompleksitas dalam seni tradisional" dimodifikasi judul dan beberapa bagian kecil
menjadi "batik fractal: Traditional art to modern complexity" kemudian diklaim sebagai penelitian "pixel people project"
(sumber: http://www.pxlpplproject.com/ research. Html).
Penulisnya bertambah, dari satu orang (yun hariadi) menjadi 3 orang (muhamad lukman, yun hariadi dan achmad haldani destiarmand).
Makalah tersebut hanya ini menghitung dimensi fraktal pada beberapa ratus motif tradisional dengan teknik penghitung kotak secara hitam-putih,
lagi-lagi bukan generasi motif secara komputasional..
>>> penelitian di dept. Sosiologi komputasional mempublikasikan makalah yang berjudul
"evolutionary clustering in indonesian ethnic textile motifs". Makalah ini mengkaji karakteristik dimensi fraktal
dan distribusi warna dari motif-motif tradisional di indonesia dengan menggunakan konsep evolusi
(sumber: http://www.bandungf e.net/xpf/ ).
>>> penelitian di dept. Sosiologi komputasional, bandung fe institute mempublikasikan makalah yang berjudul
"the computational generative patterns in indonesian batik". Makalah ini adalah laporan ilmiah pertama
yang pernah dipublikasikan yang menunjukkan generasi motif batik dengan menggunakan perangkat komputasi.
Ada 3 tipe generasi batik yang diusulkan yaitu: Fraktal sebagai batik, hibrida fraktal batik dan batik inovasi fraktal
(sumber: http://www.bandungf e.net/xpf/ ).
Demonstrasi penelitian ini dapat dilihat di [url]http://fraktal[/url]. Bandungfe. Net/.
Varian makalah ini telah ditulis ulang dan akan segera terbit di salah satu prosiding ethno-mathematics southeast asia.
>>> penelitian di dept. Sosiologi komputasional, bandung fe institute mempublikasikan makalah yang berjudul
"deconstructing javanese batik motif: When traditional heritage meets computation" .
Makalah ini adalah laporan ilmiah pertama di dunia yang menunjukkan dekonstruksi matematis fraktal
atas motif-motif batik tradisional di indonesia (sumber: http://www.bandungf e.net/xpf/ ).
Satu varian makalah ini sedang dalam proses referee dan penerbitan di journal of mathematics and culture -
jurnal yang sama yang mengumumkan penelitian ron eglash tentang sifat fraktal pemukiman tradisional di afrika.
Quote:
kesimpulan yang bisa kita peroleh dari kronologis tersebut:
1. Penelitian sifat fraktal pada batik telah dimulai oleh bandung fe institute 5-6 tahun
sebelum "pixel people project" berdiri. Kemudian, 2-3 tahun sebelum "pixel people project" berdiri,
bandung fe institute telah menuliskan adanya fakta sifat fraktal pada batik. Dari beberapa interaksi,
diketahui visi "pixel people project" memang lebih bersifat niaga daripada bersifat penelitian komprehensif
atau observasi dan penemuan ilmiah.
2. Klaim ilmiah "pixel people project" atas sifat fraktal pada batik dirujuk dari laporan penelitian bandung fe institute.
Ini diakui oleh rekan-rekan "pixel people project" pada situsnya. Namun sayangnya, mereka dengan sekenanya
menginterpretasikan penelitian tersebut dengan menganggap bahwa menghitung dimensi fraktal pada batik tradisional
dengan teknik penghitung kotak secara hitam-putih sama dengan generasi motif batik secara komputasional.
Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada makalah ilmiah soal algoritma generatif batik yang
dikeluarkan atas nama lembaga "pixel people project". Mengingat visi niaganya, hal ini pada dasarnya
bukan hal yang penting karena sebuah perusahaan tak perlu mengeluarkan makalah berbasis metode ilmiah atas segala aktivitasnya.
3. Publikasi ilmiah generasi motif batik (bukan sekadar menghitung dimensi) dengan menggunakan perangkat komputasi
dilaporkan pertama kali oleh peneliti bandung fe institute.
Klaim pihak "pixel people project" sebagai penemu sifat fraktal pada batik adalah pernyataan yang aneh dan menggelikan.
Sebaiknya jika anda hendak memberikan klaim, tolong didukung dengan referensi yang mencukupi. Hati-hati dalam membuat klaim,
nanti jadi malu sendiri, kan kasihan
-rolan mauludy
dept. Ekonomi evolusioner, bandung fe institute.
nb:sebagai seorang peneliti, saya sangat berbangga hati, menghargai dan bersikap terbuka pada pihak-pihak
yang terinspirasi dan melakukan pengembangan dari hasil penelitian batik fraktal yang kami lakukan.
Di balik segala klaim itu, "pixel people project" telah melakukan berbagai upaya yang patut diapresiasi.
Namun disini, saya perlu mengingatkan: "bandung fe institute tidak bertanggung jawab
atas segala klaim terkait fraktalitas batik yang dikeluarkan oleh rekan-rekan "pixel people project"
dalam aktivitas niaga atau marketing mereka".
1. Penelitian sifat fraktal pada batik telah dimulai oleh bandung fe institute 5-6 tahun
sebelum "pixel people project" berdiri. Kemudian, 2-3 tahun sebelum "pixel people project" berdiri,
bandung fe institute telah menuliskan adanya fakta sifat fraktal pada batik. Dari beberapa interaksi,
diketahui visi "pixel people project" memang lebih bersifat niaga daripada bersifat penelitian komprehensif
atau observasi dan penemuan ilmiah.
2. Klaim ilmiah "pixel people project" atas sifat fraktal pada batik dirujuk dari laporan penelitian bandung fe institute.
Ini diakui oleh rekan-rekan "pixel people project" pada situsnya. Namun sayangnya, mereka dengan sekenanya
menginterpretasikan penelitian tersebut dengan menganggap bahwa menghitung dimensi fraktal pada batik tradisional
dengan teknik penghitung kotak secara hitam-putih sama dengan generasi motif batik secara komputasional.
Sepanjang pengetahuan saya, tidak ada makalah ilmiah soal algoritma generatif batik yang
dikeluarkan atas nama lembaga "pixel people project". Mengingat visi niaganya, hal ini pada dasarnya
bukan hal yang penting karena sebuah perusahaan tak perlu mengeluarkan makalah berbasis metode ilmiah atas segala aktivitasnya.
3. Publikasi ilmiah generasi motif batik (bukan sekadar menghitung dimensi) dengan menggunakan perangkat komputasi
dilaporkan pertama kali oleh peneliti bandung fe institute.
Klaim pihak "pixel people project" sebagai penemu sifat fraktal pada batik adalah pernyataan yang aneh dan menggelikan.
Sebaiknya jika anda hendak memberikan klaim, tolong didukung dengan referensi yang mencukupi. Hati-hati dalam membuat klaim,
nanti jadi malu sendiri, kan kasihan

-rolan mauludy
dept. Ekonomi evolusioner, bandung fe institute.
nb:sebagai seorang peneliti, saya sangat berbangga hati, menghargai dan bersikap terbuka pada pihak-pihak
yang terinspirasi dan melakukan pengembangan dari hasil penelitian batik fraktal yang kami lakukan.
Di balik segala klaim itu, "pixel people project" telah melakukan berbagai upaya yang patut diapresiasi.
Namun disini, saya perlu mengingatkan: "bandung fe institute tidak bertanggung jawab
atas segala klaim terkait fraktalitas batik yang dikeluarkan oleh rekan-rekan "pixel people project"
dalam aktivitas niaga atau marketing mereka".
0
Kutip
Balas