sang..pencerahAvatar border
TS
sang..pencerah
[CLEAN] Convert apa alasannya?
Mengingat DC ini sebagai wadah para free thinker dan FOS. Gw ingin menanyakan pertanyaan yg tabu di dunia nyata yaitu alasan convert (pindah keyakinan). Biasanya alasan klasik kan karena kebelet kimpoi, tapi yg gw lihat banyak juga di DC ini yg pindah dgn alasan kuat, baik menjadi atheis / agnostik (kebanyakan sih ini) atau pindah agama lain.

Agama sebelumnya apa?
Alasan pindah apa?
Apa lu menemukan kepuasan batin di ajaran yg lu anut sekarang?

Itu pertanyaan buat orang2 yg udah convert. Buat orang2 yg masih memegang teguh ajaran orang tuanya mungkin bisa mendebat kekecewaan dari para converter itu.....

Quote:


[CLEAN] Convert apa alasannya?

----------------------------

katolik -> atheis
islam -> atheis
katolik -> budha
kristen kharismatik -> non-kharismatik
atheis -> kristen
atheis -> Islam
katolik -> budha
rekonstruksi pemikiran Islam
Islam abangan -> Quranist
katolik -> kopimism
anakjahanam722Avatar border
anakjahanam722 memberi reputasi
-1
53K
712
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Debate Club
Debate Club
8.2KThread3.9KAnggota
Tampilkan semua post
joeraygaulAvatar border
joeraygaul
#256
Karena saya sebagai salah seorang yang convert keyakinan saya jadi mau ikut meninggalkan jejak di trid ini.

Saya semenjak lahir dibaptis secara Khatolik oleh kedua orangtua saya, namun karena saya dibesarkan oleh kakek dan nenek saya selama saya menjalani masa anak2 dan remaja saya dididik oleh nenek saya secara Kristen (Protestan) dan Islam (kakek saya mualaf dan mereka berdua menjalani kehidupan beragama secara terpisah).
Namun karena saya tipe seorang yang ingin belajar lebih dalam lagi, ajaran2 keagamaan dari kedua orangtua saya dan kakek/nenek saya pun saya selidiki lebih dalam lagi, namun ketika saya mempelajari lebih dalam yang saya temui hanya berbagai kontradiksi, dan yang terutama agama2 yang dianut oleh mayoritas keluarga saya menuntut iman yang fanatik. Menutup hal2 yang tidak dapat dijelaskan secara rasio/logika dengan iman/keyakinan belaka.
Sampai akhirnya ketika saya kelas 1 SMK (tahun 1996) saya bertemu dengan seorang Llama (Bikkhu Vajrayana) akhirnya saya sempat mengenal sedikit ajaran Buddhisme, namun karena waktu itu saya masih berkutat dengan keababilan saya pertemuan itu tidak serta merta membuat saya menjadi seorang penganut Buddhisme. Sampai saya menikah pada tahun 2002 lalu, pernikahan saya berlangsung secara Khatolik dan 2 tahun kemudian saya malah kembali aktif di gereja2 protestan (ibu saya berhasil saya "Kristenkan") sampai ketika saya mulai teringat akan pengalaman2 saya mengenai pertanyaan2 yang tidak dapat terjawab oleh agama, mulailah saya bermeditasi kembali, mendatangi Vihara Theravadda dan belajar Buddhisme kembali.
Dan sekarang saya telah berikrar menjadi seorang penganut Buddhisme (tradisi Theravadda) selama 8 tahun, istri dan anak saya pun mendukung keputusan saya ini.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.