menjawab yang diatas juga .....
Quote:
Original Posted By MR
didalam hadits qudsiy man ahabba liqai ahbabtu liqaah barangsiapa yang rindu jumpa dengan-Ku, Aku rindu jumpa dengannya. Tiadalah aku menyeru wahai Allah kecuali Allah menjawab ya abdiy inniy ana Allah wahai hamba-Ku ini Akulah Allah. Maksudnya apa? Semuanya menyeru dan berdoa, ketika semua menyeru Nama Allah berbeda dengan menyeru nama yang lain. Jika mereka menyeru nama yang lain mungkin mereka dihardik karena dosanya atau kesalahan kesalahannya atau pengkhianatannya atau kejahatannya atau tidak didengar karena yang diseru sedang sibuk, atau sang penyeru tidak diperdulikan karena yang diseru ada kesibukan yang lainnya. Beda dengan sang penyeru Allah, yang paling indah dari semua yang diseru adalah Allah Allahu Allahu Allah Alllahu Allah.
Lewati aliran kehidupan ini dengan Cahaya Allah. Siapa Cahaya Allah? Sirajan Muniraa, Sayyidina Muhammad Saw.
Hadirin hadirat, Sang Nabi saw mengajari kita lewat hadits ini. Syaitan itu bisa datang berusaha untuk menipu kita, seakan akan bisikan yang baik awalnya tapi akhirnya jahat. Syaitan berkata man khalaqa kadza? siapa yang membuat seperti ini? Jawaban kita Allah. Siapa yang membuat siang bisa terbit, bumi berputar? Jawaban kita Allah Allah Allah. Terus syaitan bertanya man khalaqa kadza? siapa yang mencipta begini? man khalaqa kadza? siapa yang mencipta begitu? Siapa yang mencipta manusia dari sperma menjadi manusia yang sempurna? Jawaban kita Allah Allah.
Lalu syaitan menjebak kita dengan pertanyaan man khalaqa Rabb? Siapa yang menciptakan Allah? Syaitan membenturkan logika kepada iman, ketika iman dibenturkan kepada logika. Inilah jahatnya syaitan yang diperingatkan oleh Sayyidina Muhammad Saw. Rasul saw sudah tahu ini tipuan syaitan yang akan berbuat begitu. Jadi Rasul saw berkata kalau sampai ada dihatimu perkataan siapa yang menciptakan Tuhanmu?, falyastaidz billah walyantahi maka segeralah berlindung kepada Allah dan berhentilah dari pemikiranmu. Karena pemikiranmu sudah dimasuki syaitan. Seperti ini kalau seandainya kita berfikir koq disuruh jangan berfikir? orang bertanya tentang Tuhanku? boleh boleh tapi kalau sampai pada pertanyaan siapa yang mencipta Tuhanku? Tidak boleh berfikir lagi, berhenti.
Kenapa tidak boleh memakai logikamu? Jawabannya kira kira begini. Hal orang yang sudah ada yang lebih tahu padanya dan berpengalaman, jangan sesekali kita melanggarnya kalau orang itu sangat kita percaya. Kita punya teman, ini dari Sidney Australia Syekh Muhammad Abdullah. Misalnya kita datang ke Sidney, kita tidak tahu ada 10 makanan mana yang halal tapi ada satu yg haram, mana yang haram? Beliau berkata itu yang piringnya hijau boleh, yang piringnya merah boleh, yang piringnya kuning boleh, itu yang piringnya hitam jangan dimakan itu racun. Coba dengan logika kita, kita makan atau tidak makan? Tidak makan karena kita percaya kepada orang yang bicara. Yang mencobanya adalah orang yang bodoh dan orang yang mencobanya adalah orang yang terjerumus ke dalam jahatnya racun tersebut.
Demikian pula yang percaya kepada Sayyidina Muhammad Saw. Rasul berkata kalau sudah alam pemikiranmu bertanya bagaimana penciptaan ini? bagaimana penciptaan itu? terus ikuti, boleh dalami boleh pelajari sampai kepada terbenturnya nanti syaitan berkata siapa yang mencipta Tuhanmu? Berhenti, kata Rasul. falyastaidz billah walyantahi. Minta perlindungan kepada Allah, wahai Allah lindungi aku dari kejahatan tipuan syaitan, tipuan tipuan logika yang menjerumuskan aku dari kejauhan tauhid. Jauhilah pemikiran - pemikiran itu, sebagaimana kita mendengar teman kita yang mengatakan itu racun, jangan dicoba karena kita percaya kepada teman kita. Dan orang yang paling berhak dipercaya adalah Sayyidina Muhammad Saw.
sumber
Quote:
Original Posted By MR
Allah subhanahu wataala berfirman :
???? ??????????? ????? ??????????? ????? ?????? ???????????? ???????? ???????????? ???? ???????? ??????? ???????? ???????????? ??????????? ????????? ??????????? ??????????????
( ????? : 21 )
Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quraan ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir. ( QS. Al Hasyr : 21 )
Hal ini Allah subhanahu wataala jadikan sebagai bahan untuk kita berfikir, maksudnya bahwa rahasia yang terbesar bukan ada pada gunung, langit atau bumi, tetapi ada pada sanubari ummat sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam karena mereka mampu menampung al quran al karim, sebagaimana riwayat Al Imam Ibn Athaillah di dalam kitabnya Al Hikam, Allah subhanahu wataal berfirman di dalam hadits qudsy :
??? ?????????? ???????? ????? ????????? ??????? ?????????? ?????? ???????? ???????????
Tidak mampu menampung-Ku bumi-Ku atau langit-Ku, tetapi mampu menampung-Ku hati hamba-Ku yang beriman.
Maksudnya bukan menampung dzat Allah, tetapi menampung rahasia keluhuran Allah, jiwa ummat sayyidina Muhammad shallallahu alaihi wasallam yang beriman siap menampung Al quran Al Karim, kalamullah yang tidak mampu ditampung oleh gunung sekalipun, maka kekuatan sanubari hamba yang beriman lebih kuat dibandingkan dengan gunung. Gunung jika diturunkan Al quran kepadanya maka ia akan lebur dan hancur, namun sanubari hamba yang beriman jika terkena cahaya Al quran maka ia akan berpijar dan menjadi cahaya hidayah bagi yang lainnya. Inilah makna khalifah (pemimpin di muka bumi) bahwa jiwa orang-orang yang beriman itulah yang membuat rahmat Allah berlimpah di wilayah sekitarnya
sumber