Kaskus

Entertainment

aChikenSoupAvatar border
TS
aChikenSoup
Menjelajah Alam Jin Dan Syetan (The Series)
Lanjutan 1
Lanjutan 2
Lanjutan 3
Lanjutan 4
Lanjutan 6
Lanjutan 7
Lanjutan 8
Lanjutan 9
Lanjutan 10
Lanjutan 11
Lanjutan 12
Lanjutan 13
Disiksa di Istana Nyi Roro Kidul
DZIKIR YANG MENYEBABKAN SAKIT JIWA
SI IBU YANG SERING DISETUBUHI SETAN

Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:



Menjelajah Alam Jin Dan Syetan (The Series)


Saya ingin terus berbagi pengalaman unik yang begitu banyak dalam mengembangkan dan aplikasi pengobatan alternatif yang akhirnya saya beri nama TERAPI ALIF.

Mudah2an Allah Taala memberi saya kesempatan, kekuatan dan kemampuan untuk memaparkan pengalaman yang begitu banyak dan unik selama puluhan tahun perjalanan hidup saya, agar siapapun yang mebacanya bisa memahami secara benar tentang persoalan dirinya dengan lingkungannya terutama yang berkaitan dengan jiwa dan interaksinya dengan alam jin dan setan. Tujuannya tidak lain supaya kita tidak gampang tertipu dan terjerumus dalam lembah kegelapan akibat penipuan yang dilakukan oleh jin, syetan, iblis dan manusia yang mengambil keuntungan dengan cara menyesatkan,

Membaca buku " Dialog Dengan Jin " yang sempat populer di masyarakat Indonesia saya merasa geli dengan kebohongan yang dicampur adukkan dengan kebenaran tentang alam jin dalam buku itu. Saya ingat awal-awal penjelajahan di alam jin dan syetan, saya sering dibohongi dan dikibuli bahkan ditipu dengan cara yang sangat canggih karena memang saya belum tahu dan tidak mengerti seluk-beluk dan keadaan sesungguhnya alam itu.
Penipuan itu bisa terjadi disamping karena ketidak tahuan saya, juga disebabkan oleh kelemahan saya sendiri yang sering iba pada jin dan syetan yang menyatakan tobat sambil menangis dan berlutut minta ampun dan menyatakan tunduk sepenuhnya pada saya.

Ada juga yang datang sebagai hamba yang dekat disisi Allah seperti Wali, Sufi serta semacamnya yang menyatakan membantu saya sebagai sesama hamba Allah. Mulanya saya sangat respek pada mereka, tetapi kenyataan selanjutnya mereka adalah musuh dalam selimut yang sangat sangat menyulitkan saya sampai-sampai mencelakakan saya.

Alam jin dan syetan penuh pesona dengan daya pukau yang luar biasa. Tidak heranlah bagi mereka yang telah menyatu dengan alam ini tidak ingin lepas darinya. Ada yang bisa menikmati alam itu seperti menikmati alam lahiriah, merasakan enaknya makan dan minum, pemandangan-pemandangan yang menakjubkan, merasakan sensasi kenikmatan yang dahsyat hubungan dengan lawan jenis sebagai realita sesungguhnya bagi mereka. Malah banyak juga yang bisa menghadirkan/mewujudkan keingingannya dalam alam lahiriah dengan bantuan jin dan syetan tentunya. Tetapi akhir dari perjalanan mereka ini sangat menyedihkan karena mereka jadi tumbal jin, setan dan iblis, jiwa mereka terus mengabdi pada jin, syetan dan iblis sampai akhir zaman.

Tapi alhamdulilah, Allah Taala menolong saya membongkar kebohongan dan penipuan itu, mungkin karena awalnya saya tidak sengaja menjelajah alam jin dan syetan. Saya hanya dihadapkan begitu saja saat mengobati orang sakit yang datang minta tolong pada saya.

Untuk itu saya sarankan, apabila anda ingin memahami secara lebih baik artikel berseri " Menjelajah Alam Jin Dan Syetan " ini, sebaiknya baca dulu semua artikel yang pernah saya post di blog ( Terapi Alif ) ini karena keduanya saling terkait satu sama lain dan saling melengkapi.

Pengalaman pertama.
Pengenalan saya dengan pengobatan ini dimulai secara tidak sengaja setelah saya mulai menempati ruangan kosong dibelakang kantor sebagai tempat tinggal bersama keluarga sewaktu saya bertugas di daerah kelahiran saya sendiri. Bangunan kantor merupakan bangunan tua peninggalan zaman Belanda, konon ruangan yang saya tinggali pernah dipakai oleh tentara Jepang sebagai tempat penahanan sementara dan tempat penyiksaan.

Teman-teman kantor menyampaikan peringatan orang-orang yang pernah tinggal di ruangan itu, beberapa bayi meninggal karena ganguan syetan penghuni ruangan itu. Saya tidak peduli dan dianggap keras kepala, malah saya menjawab dengan kelakar, jin dan syetan takut pada saya.

Kamis sore kami pindah kesitu, saya, isteri dan si kecil bayi perempuan kami yang lucu umur setahun anak pertama. Tepat jam 21.00 tiba-tiba si kecil menangis histeris tanpa sebab. Dia terus menangis tanpa bisa dibujuk dan dihentikan dan berlangsung cukup lama, setengah jam lebih sampai dia kejang-kejang, keluar lendir yang sangat banyak dari hidung dan mulutnya.
Awalnya saya kira masuk angin, tapi digosok pakai minyak kayu putih, masih terus menangis. Baru saya ingat kata-kata teman kantor, membuat saya dan isteri panik dan takut. Bisa-bisa si kecil yang lucu buah hati kami jadi korban syetan penghuni ruangan itu. Saya merasa sungguh menyesal kenapa tidak belajar cara mengusir syetan, mana tetangga jauh-jauh untuk minta tolong, karena begitulah lingkungan perkantoran, saya buta sama sekali tentang pengobatan semacam itu.

Saya semakin panik, akankah anak saya mati konyol di depan mata kepala saya sendiri tanpa saya mampu berbuat apa-apa. Hampir-hampir saya putus asa, rasanya seperti terpuruk, luluh tanpa daya dan merasa sangat bodoh dan dungu.

Tiba-tiba terlintas di pikiran dan hati saya untuk berbuat sesuatu, saya pegang tangan dan kepala si kecil di gendongan ibunya, kemudian dengan menangis dalam hati se dalam-dalamnya dengan perasaan yang tercabik-cabik tak keruan, memohon dengan sangat...sangat....sangat pada Allah agar anak saya ditolong dan mengusir syetan yang mengganggunya. Aneh dan alhamdulilah, sejenak kemudian anak saya terdiam dan langsung tidur.

Belakangan baru sadar bahwa itulah pelajaran pertama dari Allah buat saya, bagaimana cara mengusir syetan dan jin.

Kejadian selanjutnya di tempat yang sama, beberapa siswi SMA yang ikut tinggal bersama kami disitu sakit diganggu syetan dan kena santet. Dengan cara berdo'a seperti semula sambil saya pegang dahinya, yang sakit sembuh seketika.

Tetapi kasus berikutnya tidak segampang itu lagi, puteri kami kembali diganggu.
Sebelum dia jatuh sakit, malamnya saya melihat dalam mimpi anak kami bermain dengan dua anak perempuan sebaya dengannya di loteng ruangan tempat tinggal kami. Begitu saya panggil dia agar datang kepada saya, tiba-tiba seorang perempuan cantik muncul dan mencegahnya, tetapi saya tidak terima, tetap ngotot minta anak saya kembali ke saya. Si perempuan kesal, dijambaknya puteri kami kemudian diangkatnya sampai menggantung hendak dilemparkannya ke bawah lantai ruangan itu. Saya marah besar pada perempuan itu, kemudian saya sambil merentang kedua tangan mengancam hendak menghancurkannya. Mimpinya putus sampai disitu.

(bersambung..)
anasabilaAvatar border
4iinchAvatar border
4iinch dan anasabila memberi reputasi
2
12.3K
89
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread108.2KAnggota
Tampilkan semua post
aChikenSoupAvatar border
TS
aChikenSoup
#1
Besok siangnya puteri kami sakit lagi. Tadinya saya tidak menyadari ada hubungan antara mimpi saya dengan sakitnya si kecil. Setelah tiga hari tidak sembuh-sembuh meskipun sudah dibawa kedokter, baru saya ingat mimpi tadi.

Habis shalat magrib, saya obati si kecil seperti biasa, berdoa sambil memegang kepalanya. Aneh, kali ini dia menangis sambil minta ampun pada saya. Tapi dia belum sembuh juga. Saya ulangi lagi beberapa kali besoknya dengan cara yang sama, tidak mempan juga.

Saya ingat-ingat kembali mimpi saya secara lebih detail sambil berharap ada pelajaran dan petunjuk disitu. Ternyata memang benar, belakangan baru saya paham bahwa itu adalah pelajaran tahap berikutnya dari Allah tentang cara mengusir syetan dan jin dari diri seseorang. Cara mengusirnya tidak cukup dengan do'a saja, tetapi harus ada upaya lebih dari itu mengerahkan kekuatan. Begitu saya lakukan, si kecilpun langsung sembuh. Perjalanan dan pengalaman saya selanjutnya, Allah Taala mengajarkan tahap berikutnya bahwa melawan jin dan syetan yang menjadi tentaranya iblis tidak cukup dengan do'a dan pengerahan kekuatan karena iblis menggunakan kekuasaan Allah seperti yang diterangkan sendiri oleh Allah Yang Maha Agung dalam Al Qur'an.

Mungkin anda bertanya, apa iya segampang itu seseorang bisa mengusir syetan dan jin. Saya juga terus bertanya begitu setelah kejadian-kejadian yang saya tulis di bagian 1. Ada apa dalam diri saya. Apa ada yang aneh atau sesuatu yang istimewa. Tetapi saya merasa biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh dan ajaib.

Saya menelusuri kembali jalan hidup saya sejak kecil, mengingat kembali apa yang bisa diingat. Menurut almarhumah ibunda saya tercinta, waktu kecil saya banyak sekali tanya, susah menjawabnya. Beliau buta-huruf tidak bisa baca-tulis karena tidak pernah sama sekali sekolah dan juga tidak bisa bahasa Indonesia.

Pertanyaan-pertanyaan saya pada beliau kebanyakan menyangkut Allah. Beliau merasa capek menjawab kalau saya sudah mulai tanya dan banyak diantara sekian pertanyaan terus bermuara pada Allah.

Masa kecil saya tiap hari mendengarkan bapak saya almarhum membaca kitab-kitab agama Islam. Memang beliau membaca kencang, mungkin maksudnya agar kami yang ada di rumah dan halaman mendengarkan. Dan itu menjadi acara rutin beliau dari siang sampai sore sejak saya belum dilahirkan.

Almarhum bapak saya juga tidak pernah sekolah, tetapi beliau bisa baca-tulis huruf Arab, menjadi guru ngaji disamping profesinya sebagai petani dan pedagang. Beliau dianggap ulama di desa kami. Apa-apa yang saya dengar dari bapak sangat membekas di hati dan pikiran saya.

Saya kenal Allah waktu kecil terutama dari pengajaran bapak. Saya ingat waktu kecil sering menyebut nama Allah dan bicara padaNya. Kadang-kadang mengadu dan banyak tanya padaNya.

Kalimat-kalimat dzikir untuk mendekatkan diri pada Allah yang diajarkan bapak, sering saya lafazdkan baik di mulut maupun dihati secara berulang-ulang bila saya ingat dan setiap ada kesempatan. Bapak menerangkan pahala dan kegunaan kalimat-kalimat itu bagi siapapun yang mengamalkan dengan dzikir. Saya terobsesi sangat kuat oleh hal ini waktu itu.

Kalau terhalang hujan saat mau pulang ke rumah habis bermain, saya suka bicara pada Allah seperti ini :" Ya Allah, Engkau yang menurunkan hujan. Kalau memang benar, sekarang aku mau pulang ke rumah, aku mohon hentikan dulu hujannya agar aku tidak basah". Tiba-tiba hujan berhenti, sayapun pulang. Saya tidak pernah cerita hal ini pada siapapun, termasuk kepada orangtua dan saudara-saudara saya. Berulangkali saya lakukan hal itu.

Waktu-waktu seperti itu saya senang sekali karena Allah menjawab pertanyaan saya dengan cara seperti itu.Seringkali hati dan perasaan saya larut, hanyut, haru dan luluh padaNya oleh berbagai sebab. Saya makin percaya padaNya, tambah semangat memanggil dan bertanya padaNya.

Sehabis main layangan di lapangan sore hari, saya suka tidur terlentang di rumput menatap langit biru cerah dan sering bertanya dalam hati, ada apa diatas langit itu : " Ya Allah aku ingin tahu ada apa. Aku ingin seperti Malaikat dan jadikan aku seperti Malaikat yang bisa terbang kemana-mana, bisa melihat apa yang ada di langit ". Bapak saya banyak membacakan tentang langit dan Malaikat dari kitab-kitabnya. Obsesi ingin jadi seperti Malaikat yang bisa terbang sangat kuat sampai saya menginjak usia remaja.

Keingin tahuan dan mendapatkan pembuktian tentang apa yang saya pahami, terus mendera saya sampai saat ini.

Mungkin itu semua yang membuat saya dengan gampang bisa mengusir syetan pada kejadian pertama, Wallahu Aa'lam.

Anda bisa bayangkan betapa haru dan luluhnya hati dan perasaan saya pada Allah setelah kejadian pertama itu. Sering dalam kesendirian, saya mengharu-biru tidak keruan karena apa yang saya yakini tentang Dia sejak saya kecil, benar adanya. Dia tunjukkan buktinya pada diri saya. Subhanallah.

(Bersambung..)
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.