TS
undesco
[Orific] Spark
Cerita kedua yang akan saya selesaikan di SF FS ini. Cerita pertama saya selesaikan ketika ikut permainan yang diselenggarakan oleh otaku_insider. Index cerita pertama bisa dilihat di post ini. Index saya ada di nomor sembilan "undesco x Misaka Mikoto".
Cerita kali ini adalah potongan-potongan cerita dari penumpang kapal SS Spark yang melakukan perjalanan dari planet Gezegen menuju planet Ard yang ditempuh selama lebih dari tiga tahun.
Karena sifatnya yang cenderung "open", kalau ada yang mau,
user lain boleh menambahkan cerita tentang penumpang lain. Satu ato dua post. Semua setting akan jelas dalam empat atau lima LOG
Welp, selamat membaca. Komentar, kritik dan saran.
LOG #0963
Beep... Beep... QxB4
Suara perempuan digital itu mengumumkan langkah yang diambilnya.
Di layar hitam besar yang menyatu dengan dinding terlihat menteri hitam menangkap pion putih di B4. Dalam dua langkah lagi, putih akan kalah.
Eh.. Aku kalah, Ai-chan.
Pemuda yang bermain catur melawan sistem komputer itu menyadari kalau dia tidak bisa menghindari serangan hitam. Posisi kuda dan benteng hitam sudah sempurna untuk mematikan segala gerakan yang bisa dilakukan pemain putih.
Sudah berapa kali? Rasanya aku ga akan bisa menang melawanmu.
Beep... Dengan ini kita sudah bermain sebanyak 69 kali, dan semuanya berakhir dengan kemenangan Ai-chan.
Pemuda itu bangkit dari kursi di depan layar besar itu dan meregangkan tangannya. Di dalam kabin cuma ada dia seorang.
Hnn... Enam puluh sembilan, eh? AI-mu terlalu advanced untuk aku kalahkan. Sudah berapa lama sejak kita berangkat?
Beep... Dua tahun, dua ratus dua puluh satu hari, tiga jam empat puluh menit dalam waktu lokal kapal. Beep... Perhitungan tahun tidak mengenal tahun kabisat dan satu tahun itu sama dengan tiga ratus enam puluh lima hari.
Sistem komputer kapal bernama Ai-chan menjelaskan kepada pemuda itu dengan suara perempuan digital.
Beep... Andy, sesuai jadwal dalam lima menit Andy seharusnya masuk ke dalam chamber Cold Sleep. Andy sudah terbangun selama empat puluh tujuh jam lima puluh lima menit di sesi ini.
Oke, oke..
(Aah... Rasanya dua hari itu tidak cukup panjang.)
Andy berjalan menuju chamber Cold Sleepmiliknya, tempat di mana manusia tidur dengan sangat lelap. Chamber ini berbentuk kapsul seukuran manusia dengan kemiringan 30 derajat dengan lantai.
Psshh... Tutup transparan kapsul itu terbuka perlahan.
Andy masuk dan berbaring di dalam kapsul itu.
Beep... Selamat tidur, Andy. Kita akan bertemu lagi tiga bulan ke depan.
Yo, sampai jumpa, Ai-chan.
Psshh...
Tutup kaca kembali menutup. Dua buah jarum yang terhubung dengan selang bening menancap di lengan Andy, masing-masing di kiri dan kanan. Selang bening menghubungkan lengan Andy dan kontainer di sisi kiri dan kanan kapsul.
Initiating Cold Sleep. Replacing blood from circulatory system with soguk solution.
Darah Andy mengalir keluar melalui selang di lengan kirinya dan dikumpulkan ke dalam kontainer di sisi kapsul.
Hey, Ai-chan. Nama kapal ini apa? Aku lupa.
Selang beberapa detik, cairan kental berwarna bening dengan sedikit warna merah mengalir dari kontainer di sebelah kanan menuju lengan Andy, menggantikan darahnya. Cairan ini berfungsi untuk mendinginkan tubuh, merendahkan metabolisme, detak jantung, dan mekanisme tubuh lainnya. Dengan sistem ini, perjalanan panjang antar sistem tidak memakan banyak umur dari penumpang.
Beep... Kapal ini bernama SS Spark. Selamat tidur Andy.
Andy sudah terlelap ketika Ai-chan menjawab pertanyaannya.
Cerita kali ini adalah potongan-potongan cerita dari penumpang kapal SS Spark yang melakukan perjalanan dari planet Gezegen menuju planet Ard yang ditempuh selama lebih dari tiga tahun.
Quote:
Index
*1: 963
*2: 0003, 0054
*3: 0007
*4: 1123, 1125, 1128
*5: 1140, 1142, 1147, 1151
*6: 0155, 0156
*7: 0377, 0375, 0280, 0376
*8: 0378, 0379, 0382
*9: 1156, 1158%#
10: Admin_room, ####
11: ####, 1161, 0666
12: 0911, ####, 1163
13: 1345, 1346, 1350, 1360, 1365
14: 0999
15: 1243
16: 1367, 1369, ####, 1358, ####
Alt_01: Cam B03, Cam B08
Alt_02: Cam Amphi 03
Alt_03: 1377
*1: 963
*2: 0003, 0054
*3: 0007
*4: 1123, 1125, 1128
*5: 1140, 1142, 1147, 1151
*6: 0155, 0156
*7: 0377, 0375, 0280, 0376
*8: 0378, 0379, 0382
*9: 1156, 1158%#
10: Admin_room, ####
11: ####, 1161, 0666
12: 0911, ####, 1163
13: 1345, 1346, 1350, 1360, 1365
14: 0999
15: 1243
16: 1367, 1369, ####, 1358, ####
Alt_01: Cam B03, Cam B08
Alt_02: Cam Amphi 03
Alt_03: 1377
Spoiler for :
Karena sifatnya yang cenderung "open", kalau ada yang mau,
user lain boleh menambahkan cerita tentang penumpang lain. Satu ato dua post. Semua setting akan jelas dalam empat atau lima LOG
Welp, selamat membaca. Komentar, kritik dan saran.

Spoiler for part 1/not really prolog:
Spoiler for :
Dalam perjalanan luar angkasa yang bisa memakan waktu bertahun-tahun, banyak orang yang menemukan teman baru, sahabat baru, bahkan mungkin pasangan hidup.
LOG #0963
Beep... Beep... QxB4
Suara perempuan digital itu mengumumkan langkah yang diambilnya.
Di layar hitam besar yang menyatu dengan dinding terlihat menteri hitam menangkap pion putih di B4. Dalam dua langkah lagi, putih akan kalah.
Eh.. Aku kalah, Ai-chan.
Pemuda yang bermain catur melawan sistem komputer itu menyadari kalau dia tidak bisa menghindari serangan hitam. Posisi kuda dan benteng hitam sudah sempurna untuk mematikan segala gerakan yang bisa dilakukan pemain putih.
Sudah berapa kali? Rasanya aku ga akan bisa menang melawanmu.
Beep... Dengan ini kita sudah bermain sebanyak 69 kali, dan semuanya berakhir dengan kemenangan Ai-chan.
Pemuda itu bangkit dari kursi di depan layar besar itu dan meregangkan tangannya. Di dalam kabin cuma ada dia seorang.
Hnn... Enam puluh sembilan, eh? AI-mu terlalu advanced untuk aku kalahkan. Sudah berapa lama sejak kita berangkat?
Beep... Dua tahun, dua ratus dua puluh satu hari, tiga jam empat puluh menit dalam waktu lokal kapal. Beep... Perhitungan tahun tidak mengenal tahun kabisat dan satu tahun itu sama dengan tiga ratus enam puluh lima hari.
Sistem komputer kapal bernama Ai-chan menjelaskan kepada pemuda itu dengan suara perempuan digital.
Beep... Andy, sesuai jadwal dalam lima menit Andy seharusnya masuk ke dalam chamber Cold Sleep. Andy sudah terbangun selama empat puluh tujuh jam lima puluh lima menit di sesi ini.
Oke, oke..
(Aah... Rasanya dua hari itu tidak cukup panjang.)
Andy berjalan menuju chamber Cold Sleepmiliknya, tempat di mana manusia tidur dengan sangat lelap. Chamber ini berbentuk kapsul seukuran manusia dengan kemiringan 30 derajat dengan lantai.
Psshh... Tutup transparan kapsul itu terbuka perlahan.
Andy masuk dan berbaring di dalam kapsul itu.
Beep... Selamat tidur, Andy. Kita akan bertemu lagi tiga bulan ke depan.
Yo, sampai jumpa, Ai-chan.
Psshh...
Tutup kaca kembali menutup. Dua buah jarum yang terhubung dengan selang bening menancap di lengan Andy, masing-masing di kiri dan kanan. Selang bening menghubungkan lengan Andy dan kontainer di sisi kiri dan kanan kapsul.
Initiating Cold Sleep. Replacing blood from circulatory system with soguk solution.
Darah Andy mengalir keluar melalui selang di lengan kirinya dan dikumpulkan ke dalam kontainer di sisi kapsul.
Hey, Ai-chan. Nama kapal ini apa? Aku lupa.
Selang beberapa detik, cairan kental berwarna bening dengan sedikit warna merah mengalir dari kontainer di sebelah kanan menuju lengan Andy, menggantikan darahnya. Cairan ini berfungsi untuk mendinginkan tubuh, merendahkan metabolisme, detak jantung, dan mekanisme tubuh lainnya. Dengan sistem ini, perjalanan panjang antar sistem tidak memakan banyak umur dari penumpang.
Beep... Kapal ini bernama SS Spark. Selamat tidur Andy.
Andy sudah terlelap ketika Ai-chan menjawab pertanyaannya.
0
3.2K
Kutip
46
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
undesco
#15
Spoiler for :
LOG #0378
Ketika pintu terbuka, Polat langsung menyerbu Dokter Boyk dengan pertanyaan.
Sudah lahir, Dok? Bagaimana keadaan istriku? Anaknya?
Dokter Boyk memegang pundak Polat untuk menenangkannya, lalu berkata, Ibunya masih berusaha, tapi keadaan sudah menjadi sedikit sulit.
...?
Kalau sampai beberapa saat lagi persalinan normal tidak bisa dilakukan, sepertinya terpaksa di-caesar. Saya ke sini untuk memberitahumu hal ini.
Polat kelihatan sedikit syok.
Ah... Kalau tidak ada pilihan lain, Dok.
Sekarang saya akan kembali masuk, kata Dokter Boyk sambil berbalik.
DOK! PASTIKAN ISTRI DAN ANAKKU LAHIR DENGAN SELAMAT! Polat berteriak, walaupun jarak antara mereka kurang dari tiga meter.
Dokter Boyk melemparkan senyum dari balik pundaknya, lalu mengangkat jempol kanannya, dan kemudian hilang di balik pintu yang menutup otomatis.
Ketika pintu terbuka, Polat langsung menyerbu Dokter Boyk dengan pertanyaan.
Sudah lahir, Dok? Bagaimana keadaan istriku? Anaknya?
Dokter Boyk memegang pundak Polat untuk menenangkannya, lalu berkata, Ibunya masih berusaha, tapi keadaan sudah menjadi sedikit sulit.
...?
Kalau sampai beberapa saat lagi persalinan normal tidak bisa dilakukan, sepertinya terpaksa di-caesar. Saya ke sini untuk memberitahumu hal ini.
Polat kelihatan sedikit syok.
Ah... Kalau tidak ada pilihan lain, Dok.
Sekarang saya akan kembali masuk, kata Dokter Boyk sambil berbalik.
DOK! PASTIKAN ISTRI DAN ANAKKU LAHIR DENGAN SELAMAT! Polat berteriak, walaupun jarak antara mereka kurang dari tiga meter.
Dokter Boyk melemparkan senyum dari balik pundaknya, lalu mengangkat jempol kanannya, dan kemudian hilang di balik pintu yang menutup otomatis.
Spoiler for :
LOG #0379
Pintu yang tertutup mengarahkan perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan, kecuali Irene yang terlalu lemah setelah lebih dari dua jam berusaha melahirkan anaknya.
Dokter Boyk mengisyaratkan dengan tangannya agar semua dokter mendekat, dan mereka melakukan seperti yang diperintahkan. Hanya Irene dan Mikail yang dipegang tangannya oleh Irene yang tidak bergerak.
Sepertinya kita harus melakukan caesar.
Dokter-dokter lain melihat ke arah jam hasil proyeksi. Sudah hampir tiga jam sejak cervixIrene melebar sempurna, tapi mereka belum berhasil mengeluarkan bayinya.
Mereka juga sudah mencoba menggunakan ventouse, semacam alat penghisap, untuk membantu mengeluarkan salah satu bayi dari perut Irene, tapi usaha ini pun gagal.
Mereka lalu mengangguk, dan langsung menyebar, menyiapkan peralatan bius dan peralatan operasi lainnya.
Dokter Boyk berjalan mendekati Mikail. Sebelum Dokter Boyk menjelaskan keadaannya, Mikail sudah mengetahuinya.
Harus caesar, yah?
Dokter Boyk hanya mengangguk sebagai jawaban.
Dokter-dokter lain sudah selesai mengambil peralatan yang diperlukan untuk operasi caesar dan berkumpul di sekitar meja operasi.
Kita akan melakukan bius lokal dan irisan horizontal untuk operasi kali ini, Dokter Boyk sebagai kepala operasi memberi briefing singkat.
Setelah memeriksa kadar obat bius, seorang dokter menyuntikkannya ke daerah pusar Irene.
Irene sedikit meringis dan meremas tangan Mikail, tapi terlalu lemah untuk menimbulkan rasa sakit pada Mikail. Dua jam lebih proses persalinan telah menghabiskan hampir semua energi Irene.
Ketika obat bius mulai bekerja sepenuhnya, Dokter Boyk mulai mengiris perut Irene menyamping beberapa sentimeter di bawah pusar, melengkung ke atas di kedua sisinya, seperti outline sebuah bikini.
Salah seorang dokter lain menghapus keringat dari dokter-dokter yang bekerja, sementara Dokter Boyk terus mengiris lebih dalam dengan perlahan. Napas Irene terdengar berat dan perlahan selama operasi ini. Selain suara napas Irene, tak ada suara lain di ruangan operasi karena para dokter seakan bisa melakukan telepati, dan Mikail hanya menghapus keringat Irene tanpa berbicara.
Dokter Boyke memasukkan tangannya ke dalam rahim Irene yang sudah terbuka dan memegang kepala salah satu bayi, lalu mengangguk ke dokter yang ada di seberangnya.
Dokter Boyke menarik kepala bayi Irene dengan perlahan, dokter satunya mengikuti dengan menopang badan si bayi dan mengeluarkannya dari rahim Irene.
HUAAAA!!! HUAAA!!
Suara tangisan memecah kesunyian ruang operasi.
Setelah bayi pertama keluar sepenuhnya, kedua dokter memberikannya pada dokter ketiga yang sudah siap dengan handuk dan membungkus bayi pertama, tali pusar masih menghubungkannya dengan Irene.
Senyuman lemah terpancar pada wajah Irene, mengetahui bayi pertamanya lahir dengan selamat. Mikail menggenggam tangan Irene lebih erat, memberikan dukungan moral sekaligus memberi semangat.
Dokter Boyk kembali melakukan hal yang sama, menarik bayi kedua keluar dengan bantuan seorang dokter lain.
HUAA!! HUAAA!!!
Tangisan bayi kedua yang lepas dari kenyamanan rahim ibunya meramaikan ruangan operasi. Tangisan kedua bayi kembar yang sudah lahir tanpa masalah sampai saat ini seakan memberikan energi baru pada semua orang di ruangan tersebut.
Dokter Boyk dan seorang dokter lain sekarang sedang memotong tali pusar pada kedua bayi, sementara dua orang dokter lain masing-masing sedang menggendong salah satu bayi.
Kedua bayi yang sudah diputuskan dengan ibunya, ketika diletakkan ke dada Irene secara refleks mencari puting Irene, lalu menghisapnya. Irene memeluk kedua anaknya dengan lembut.
Selamat Irene, anak kembar laki-laki dan perempuan. Keduanya sehat tanpa kurang sesuatu apapun, Dokter Boyk memberi selamat.
Meskipun mereka sudah tahu jenis kelamin bayi Irene, mengumumkannya kembali sudah seperti tradisi ketika melahirkan.
Dokter Boyk lalu memberi kode kepada dokter lainnya, yang langsung mengerti untuk mulai menutup dan menjahit irisan pada perut Irene, sebelum keluar dari ruang operasi. Melihat ini, setelah memberi ucapan selamat singkat pada Irene, yang kelihatan tidak perduli karena pikirannya sekarang hanya terpusat pada kedua anaknya, Mikail mengikuti Dokter Boyk keluar.
Pintu yang tertutup mengarahkan perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan, kecuali Irene yang terlalu lemah setelah lebih dari dua jam berusaha melahirkan anaknya.
Dokter Boyk mengisyaratkan dengan tangannya agar semua dokter mendekat, dan mereka melakukan seperti yang diperintahkan. Hanya Irene dan Mikail yang dipegang tangannya oleh Irene yang tidak bergerak.
Sepertinya kita harus melakukan caesar.
Dokter-dokter lain melihat ke arah jam hasil proyeksi. Sudah hampir tiga jam sejak cervixIrene melebar sempurna, tapi mereka belum berhasil mengeluarkan bayinya.
Mereka juga sudah mencoba menggunakan ventouse, semacam alat penghisap, untuk membantu mengeluarkan salah satu bayi dari perut Irene, tapi usaha ini pun gagal.
Mereka lalu mengangguk, dan langsung menyebar, menyiapkan peralatan bius dan peralatan operasi lainnya.
Dokter Boyk berjalan mendekati Mikail. Sebelum Dokter Boyk menjelaskan keadaannya, Mikail sudah mengetahuinya.
Harus caesar, yah?
Dokter Boyk hanya mengangguk sebagai jawaban.
Dokter-dokter lain sudah selesai mengambil peralatan yang diperlukan untuk operasi caesar dan berkumpul di sekitar meja operasi.
Kita akan melakukan bius lokal dan irisan horizontal untuk operasi kali ini, Dokter Boyk sebagai kepala operasi memberi briefing singkat.
Setelah memeriksa kadar obat bius, seorang dokter menyuntikkannya ke daerah pusar Irene.
Irene sedikit meringis dan meremas tangan Mikail, tapi terlalu lemah untuk menimbulkan rasa sakit pada Mikail. Dua jam lebih proses persalinan telah menghabiskan hampir semua energi Irene.
Ketika obat bius mulai bekerja sepenuhnya, Dokter Boyk mulai mengiris perut Irene menyamping beberapa sentimeter di bawah pusar, melengkung ke atas di kedua sisinya, seperti outline sebuah bikini.
Salah seorang dokter lain menghapus keringat dari dokter-dokter yang bekerja, sementara Dokter Boyk terus mengiris lebih dalam dengan perlahan. Napas Irene terdengar berat dan perlahan selama operasi ini. Selain suara napas Irene, tak ada suara lain di ruangan operasi karena para dokter seakan bisa melakukan telepati, dan Mikail hanya menghapus keringat Irene tanpa berbicara.
Dokter Boyke memasukkan tangannya ke dalam rahim Irene yang sudah terbuka dan memegang kepala salah satu bayi, lalu mengangguk ke dokter yang ada di seberangnya.
Dokter Boyke menarik kepala bayi Irene dengan perlahan, dokter satunya mengikuti dengan menopang badan si bayi dan mengeluarkannya dari rahim Irene.
HUAAAA!!! HUAAA!!
Suara tangisan memecah kesunyian ruang operasi.
Setelah bayi pertama keluar sepenuhnya, kedua dokter memberikannya pada dokter ketiga yang sudah siap dengan handuk dan membungkus bayi pertama, tali pusar masih menghubungkannya dengan Irene.
Senyuman lemah terpancar pada wajah Irene, mengetahui bayi pertamanya lahir dengan selamat. Mikail menggenggam tangan Irene lebih erat, memberikan dukungan moral sekaligus memberi semangat.
Dokter Boyk kembali melakukan hal yang sama, menarik bayi kedua keluar dengan bantuan seorang dokter lain.
HUAA!! HUAAA!!!
Tangisan bayi kedua yang lepas dari kenyamanan rahim ibunya meramaikan ruangan operasi. Tangisan kedua bayi kembar yang sudah lahir tanpa masalah sampai saat ini seakan memberikan energi baru pada semua orang di ruangan tersebut.
Dokter Boyk dan seorang dokter lain sekarang sedang memotong tali pusar pada kedua bayi, sementara dua orang dokter lain masing-masing sedang menggendong salah satu bayi.
Kedua bayi yang sudah diputuskan dengan ibunya, ketika diletakkan ke dada Irene secara refleks mencari puting Irene, lalu menghisapnya. Irene memeluk kedua anaknya dengan lembut.
Selamat Irene, anak kembar laki-laki dan perempuan. Keduanya sehat tanpa kurang sesuatu apapun, Dokter Boyk memberi selamat.
Meskipun mereka sudah tahu jenis kelamin bayi Irene, mengumumkannya kembali sudah seperti tradisi ketika melahirkan.
Dokter Boyk lalu memberi kode kepada dokter lainnya, yang langsung mengerti untuk mulai menutup dan menjahit irisan pada perut Irene, sebelum keluar dari ruang operasi. Melihat ini, setelah memberi ucapan selamat singkat pada Irene, yang kelihatan tidak perduli karena pikirannya sekarang hanya terpusat pada kedua anaknya, Mikail mengikuti Dokter Boyk keluar.
Spoiler for :
LOG #0382
Bagaimana, Dok?
Bahkan sebelum pintu ruangan operasi tertutup, Polat sudah memberikan pertanyaan dengan suara yang agak tinggi.
Dokter Boyk dan Mikail yang berdiri di belakangnya tersenyum, lalu Dokter Boyk memberi kabar gembira ke Polat, Kedua bayi telah lahir dengan selamat, ibunya juga tidak kurang suatu apa
Perkataan Dokter Boyk terpotong karena Polat telah melemparkan dirinya dan memeluk Dokter Boyk, dan Polat terus mengucapkan syukur dan terima kasih sambil memeluk Dokter Boyk.
Dokter Boyk menepuk punggung Polat dua kali, lalu permisi ke dalam untuk pemeriksaan lanjutan, meninggalkan Polat dan Mikail di koridor.
Mungkin setengah jam lagi Anda bisa masuk dan melihat bayinya, Tuan Polat, Dokter Boyk memberitahu Polat sebelum masuk kembali ke dalam ruangan.
Selamat, Polat! Sekarang kamu sudah jadi seorang ayah, ucap Mikail sambil mengulurkan tangan kanannya.
Tidak menjabat tangan Mikail, Polat memeluk erat rekan perjalanannya.
Aku seorang ayah! Seorang ayah!
Mata Polat yang sudah basah sejak Dokter Boyk mengumumkan kalau harus dilakukan operasi caesarmulai mengalirkan air mata bahagia. Dia terus mengucapkan Aku seorang ayah! dan Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Dok. tanpa melepaskan pelukannya pada Mikail.
Mikail hanya bisa diam dan kadang mengelus punggung Polat.
Ya, kamu seorang ayah.
Bagaimana, Dok?
Bahkan sebelum pintu ruangan operasi tertutup, Polat sudah memberikan pertanyaan dengan suara yang agak tinggi.
Dokter Boyk dan Mikail yang berdiri di belakangnya tersenyum, lalu Dokter Boyk memberi kabar gembira ke Polat, Kedua bayi telah lahir dengan selamat, ibunya juga tidak kurang suatu apa
Perkataan Dokter Boyk terpotong karena Polat telah melemparkan dirinya dan memeluk Dokter Boyk, dan Polat terus mengucapkan syukur dan terima kasih sambil memeluk Dokter Boyk.
Dokter Boyk menepuk punggung Polat dua kali, lalu permisi ke dalam untuk pemeriksaan lanjutan, meninggalkan Polat dan Mikail di koridor.
Mungkin setengah jam lagi Anda bisa masuk dan melihat bayinya, Tuan Polat, Dokter Boyk memberitahu Polat sebelum masuk kembali ke dalam ruangan.
Selamat, Polat! Sekarang kamu sudah jadi seorang ayah, ucap Mikail sambil mengulurkan tangan kanannya.
Tidak menjabat tangan Mikail, Polat memeluk erat rekan perjalanannya.
Aku seorang ayah! Seorang ayah!
Mata Polat yang sudah basah sejak Dokter Boyk mengumumkan kalau harus dilakukan operasi caesarmulai mengalirkan air mata bahagia. Dia terus mengucapkan Aku seorang ayah! dan Terima kasih, Tuhan. Terima kasih, Dok. tanpa melepaskan pelukannya pada Mikail.
Mikail hanya bisa diam dan kadang mengelus punggung Polat.
Ya, kamu seorang ayah.
0
Kutip
Balas