Foreword
Thread ini berisi kumpulan cerpen yang aku buat.
Alasan aku membuat thread ini adalah berbagi pengalamanku dalam menulis cerita, dan tentu saja, mendapat saran dan kritik dari pembaca, karena saran dan kritik adalah cambuk dan dorongan terbaik agar penulis berusaha lebih baik dari sebelumnya. Aku menerima segala macam saran dan kritik, baik yang pedas maupun yang manis, jadi, silahkan tulis apa yang kalian pikirkan dengan jujur
Akhir kata, selamat membaca, semoga kalian menikmatinya :3
Si Penulis muda terlihat gelisah. Ia menunggu pengumuman pemenang lomba cerpen yang diselenggarakan oleh universitas yang terkenal. Sambil menunggu ia melihat sekeliling, ada beberapa orang yang kelihatannya menunggu dengan cemas seperti dia, ada juga yang menunggu dengan santai. Saat ini sedang sesi kesan dan pesan dari panitia, sesi setelah itu adalah pengumuman pemenang, sesi yang paling ditunggu penulis muda tersebut. 20 menit berlalu dan akhirnya tiba juga saatnya pengumuman pemenang. Pembawa acara naik ke atas panggung dan mengeluarkan secarik kertas kecil di kantongnya. Hadirin sekalian terima kasih telah menunggu, sesi acara sekarang adalah pengumuman pemenang lomba cerpen. Pemenang lomba cerpen adalah
Si Penulis muda berjalan dengan lesu meninggalkan ruangan. Acara pengumuman lomba cerpen sudah selesai dan pemenangnya bukan dia. Setelah pemberian piagam pada pemenang seharusnya ada acara pembacaan puisi, tapi penulis muda tersebut sudah kehilangan semangatnya, setelah pengumuman ia langsung keluar dari ruangan tersebut beserta beberapa orang lainnya. Ia meninggalkan gedung tempat acara tersebut diselenggarakan dan berencana untuk langsung pulang dengan menggunakan bis. Ia menunggu sejenak dan dari jauh terlihat bis yang akan membawanya pulang, ia mengangkat tangannya, tanda bahwa ia berencana menaiki bis tersebut, akan tetapi bis tersebut berlalu begitu saja melewatinya.
Si Penulis muda menunggu di pinggir jalan. Ia tidak tahu mengapa bis tersebut melewatinya begitu saja, entah tidak lihat atau memang sedang tidak menarik penumpang yang manapun tidak masalah, karena intinya ia tidak bisa segera pulang. 15 menit ia menunggu bis lainnya lewat, tapi tidak ada tanda-tanda bis lain akan lewat. Ia menghela nafas dan memutuskan untuk berjalan saja dulu melihat-lihat sekeliling. Kebetulan ia jarang ke daerah ini sehingga ia berpikir melihat-lihat dulu sambil menunggu bis.
Penulis muda tersebut melihat-lihat sambil berpikir. Mengapa saya tidak menang? Apa yang kurang dari saya? Bagaimana orang lain bisa menang? Pertanyaan terbut terus berkecamuk dalam pikirannya. Ia teringat akan teman-temannya sesama penulis yang sudah lebih dulu berprestasi. Ia mulai membuat perbandingan antara dirinya sendiri dengan teman-temannya dan iapun sadar apa yang sebetulnya kurang dari dirinya. Ia kurang pengalaman. Teman-temannya sudah lebih dahulu melalui kegagalan sebelum mencapai keberhasilan, sementara ia baru saja mencoba, sudah sewajarnya ia kalah. Kekalahannya adalah langkah kecil saat memulai dan ia tahu bahwa segala sesuatu dimulai dengan langkah kecil. Kekalahannya tiba-tiba berubah menjadi kemenangan. Saat itu ia melihat bis lain. Ia segera mengangkat tangannya sambil berteriak memanggil bis tersebut.
Si Penulis muda duduk di kursi bis dengan tenang. Perjalanan menuju rumahnya cukup panjang, jadi ia punya banyak waktu untuk berpikir tentang bagaimana caranya menambah pengalamannya. 10 menit sudah berlalu ia berpikir tentang caranya tapi ia masih belum menemukan jawabannya. Ia meregangkan tubuhnya dan melihat-lihat sekeliling bis tersebut. Ia menyadari bahwa ternyata penumpangnya bertambah ada seorang ibu-ibu yang kerepotan karena selain harus membawa barag belanjaan ia juga hrus menjaga anaknya yang masih kecil. Penulis muda tersbut mengamatinya sejenak kemudian ia melihat keluar jendela dan ia melihat pemandangan yang belum pernah dilihatnya. Ia tersenyum, ia baru sadar bahwa pengalaman yang dibutuhkannya berada disekitarnya, yang perlu ia lakukan hanyalah membuka mata dan mengamatinya. Ia mengamati pemandangan tersebut dan tanpa sadar, bis tersebut sudah dekat dengan tujuannya.
Si Penulis muda akhirnya tiba di rumahnya. Ia segera masuk ke kamarnya dan duduk di kursi belajarnya. Ia memandang komputer yang ia gunakan untuk menulis. Ia menutup mata, mengingat-ingat semua yang ia alami hari ini. Ia tersenyum lebar, puas karena telah menemukan sebuah jawaban. Diapun datang, tamu yang selalu ia tunggu-tunggu, tamu bernama inspirasi. Dengan segera ia menekan tombol power komputer siap untuk memulai perjuangannya lagi. Perjuangannya masih panjang....
Salah satu cerita yang saya buat setelah kalah di suatu lomba...jadi semacam curhat begini.