- Beranda
- The Lounge
Kenali Sejarah Prasasti Batutulis
...
TS
ariffkel
Kenali Sejarah Prasasti Batutulis
Quote:

JUARA #1 Thread Antik Competition 2012
Terima-Kasih kepada Keluarga Besar SG ANTIK, yang telah mengantarkan Thread ini menjadi HT pertama ane, Thanks buat Admin, Co-Admin dan Jajarannya dan Thanks juga buat para Kaskuser semuanya.
Spoiler for HT Petromak:

Quote:
Quote:
Prasasti Batutulis terletak di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Kompleks Prasasti Batutulis memiliki luas 17 x 15 meter. Prasasti Batutulis dianggap terletak di situs ibu kota Pajajaran dan masih in situ, yakni masih terletak di lokasi aslinya dan menjadi nama desa lokasi situs ini. Batu Prasasti dan benda-benda lain peninggalan Kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini. Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda Kuno.
Quote:

Quote:
Prasasti Batutulis memang merupakan bagian sejarah dari kota bogor. Terletak di kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kotamadya Bogor, dulunya lokasi ini ribuan tahun yang lalu berada ditempat yang hening, sepi dan berkabut. Bahkan bagi penduduk setempat dipercaya sebagai tempat sarang harimau yang kemudian menumbuhkan khayalan adanya hubungan antara kerajaan Pajajaran yang sirna dengan harimau. Scipio, seorang ekspedisi Belanda yang ditugaskan untuk membuka daerah pedalaman jakarta, melukiskan betapa hormat dan khidmatnya mereka (orang pribumi dalam rombongan ekspedisi), menghadapi situs Batutulis sampai mereka berani melarang Scipio yang merupakan pimpinannya menginjakkan kaki kedalamnya karena ia bukan orang Islam, jelas sekali mereka menganggap tempat itu "keramat", karena disitu, menurut mereka, terletak tahta atau singgasana raja Pajajaran. Dengan keyakinan seperti itu, bila pada saat mereka pertama kali menemukan tempat tersebut lalu melihat seekor atau beberapa ekor harimau keluar dari dalamnya, mereka tidak akan menganggapnya sebagai hewan biasa.
Quote:

Quote:
Menurut catatan sejarah, prasasti itu dibangun tahun 1533 oleh Prabu Surawisesa, sebagai peringatan terhadap ayahandanya, Prabu Siliwangi, Raja Pajajaran. Prabu Siliwangi memerintah pada 1482 - 1521. Raja sakti mandraguna itu dinobatkan dengan gelar Prabu Guru Dewata Prana, lalu bergelar Sri Baduga Maharaja Ratu Haji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
Quote:
Di kompleks itu terdapat 15 peninggalan berbentuk terasit, batu yang terdapat di sepanjang Sungai Cisadane. Ada enam batu di dalam cungkup, satu di luar teras cungkup, dua di serambi dan enam di halaman. Satu batu bercap alas kaki, satu batu bercap lutut, dan satu batu besar lebar yang berisi tulisan Pallawa dan berbahasa Sanskerta. Konon Prasasti Batutulis itu dibuat oleh Prabu Surawisesa sebagai bentuk penyesalanya karena ia tidak mampu mempertahankan keutuhan wilayah Pakuan Pajajaran yang dimanatkan padanya, akibat kalah perang dengan kerajaan Cirebon.
Quote:
Perang Pakuan-Pajajaran berlangsung selama 5 tahun. Cirebon yang didukung kerajaan Demak berhasil mengalahkan kerajaan Pakuan setelah pasukan meriam Demak datang membantu tepat pada saat pasukan Cirebon mulai terdesak mundur. Laskar Galuh (Pakuan) tidak berdaya menghadapi "panah besi yang besar, menyemburkan kukus ireng, bersuara seperti guntur dan memuntahkan logam panas". Tombak dan anak panah mereka lumpuh karena meriam sehingga jatuhlah Galuh diikuti dua tahun kemudian dengan jatuhnya pula kerajaan Talaga, benteng terakhir kerajaan Galuh.
Quote:

Quote:
Seperti namanya, Prasasti Batutulis Bogor ditulis pada sebuah batu Terasit, jenis batu yang terdapat di sepanjang aliran Sungai Cisadane, Bogor. Prasasti Batutulis Bogor ditulis dengan menggunakan huruf Sunda Kawi (Pallawa) dan memakai bahasa Sanskerta.
Quote:
Quote:
Quote:
Wangna pun ini sakakala, prebu ratu purane pun,
Semoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhum
diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana
Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana,
di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata
dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
pun ya nu nyusuk na pakwan
Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.
diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang
Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang.
ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyan sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi
Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida, membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka Panca Pandawa Mengemban Bumi.
Semoga selamat, ini tanda peringatan Prabu Ratu almarhum
diwastu diya wingaran prebu guru dewataprana
Dinobatkan dia dengan nama Prabu Guru Dewataprana,
di wastu diya wingaran sri baduga maharaja ratu haji di pakwan pajajaran seri sang ratu dewata
dinobatkan (lagi) dia dengan nama Sri Baduga Maharaja Ratu Aji di Pakuan Pajajaran Sri Sang Ratu Dewata.
pun ya nu nyusuk na pakwan
Dialah yang membuat parit (pertahanan) Pakuan.
diva anak rahyang dewa niskala sa(ng) sida mokta dimguna tiga i(n) cu rahyang niskala-niskala wastu ka(n) cana sa(ng) sida mokta ka nusalarang
Dia putera Rahiyang Dewa Niskala yang dipusarakan di Gunatiga, cucu Rahiyang Niskala Wastu Kancana yang dipusarakan ke Nusa Larang.
ya siya ni nyiyan sakakala gugunungan ngabalay nyiyan samida, nyiyan sa(ng)h yang talaga rena mahawijaya, ya siya, o o i saka, panca pandawa e(m) ban bumi
Dialah yang membuat tanda peringatan berupa gunung-gunungan, membuat undakan untuk hutan Samida, membuat Sahiyang Telaga Rena Mahawijaya (dibuat) dalam (tahun) Saka Panca Pandawa Mengemban Bumi.
Quote:

kebun raya bogor pintu 1 (saat ini)
Quote:
Hutan Samida yang disebut di dalam Prasasti Batutulis Bogor diduga berada di tempat yang sekarang menjadi Kebun Raya Bogor. Sedangkan sangkala Panca Pandawa Mengemban Bumi berarti 5541, jika dibalik adalah 1455 Saka (1533 Masehi).
Quote:

Prasasti Batutulis Bogor berdiri setinggi 151 cm, dengan lebar dasar 145 cm dan ketebalan antara 12-14 cm.
Quote:
Di depan batu Prasasti Batutulis yang besar, terdapat sebuah tengara Batu Tapak berukuran kecil dengan lekukan dua telapak kaki seukuran orang dewasa yang diduga milik Prabu Surawisesa, Raja ke-2 dari Kerajaan Pakuan Pajajaran yang memerintah saat Prasasti Batutulis Bogor dibuat, dan sebuah batu berukuran lebih kecil lagi dengan lekukan lutut di atasanya.
Quote:

Quote:
Batu Tapak serta lekukan lutut dilihat dari jarak dekat.
Penelitian terhadap tulisan pada Prasasti Batutulis Bogor mulai dilakukan sejak tahun 1806 dengan pembuatan cetakan tangan untuk Universitas Leiden, Belanda. Sedangkan upaya pembacaan prasasti pertama dilakukan oleh Friederich pada tahun 1853.
Penelitian terhadap tulisan pada Prasasti Batutulis Bogor mulai dilakukan sejak tahun 1806 dengan pembuatan cetakan tangan untuk Universitas Leiden, Belanda. Sedangkan upaya pembacaan prasasti pertama dilakukan oleh Friederich pada tahun 1853.
Quote:

Quote:
Di sebelah kiri Prasasti Batutulis Bogor, berdiri tegak sebuah lingga, batu lonjong yang melambangkan kesuburan pria, setinggi Prasasti Batutulis.
Quote:

Quote:
Sebuah tengara batu yang terletak agak terpisah di dalam ruangan, yang diduga digunakan sebagai tempat bersandar.
Quote:

Quote:
Dua buah batu mirip nisan yang tertancap di atas sebuah gundukan mirip kuburan, dan berada halaman sebelah kiri Prasasti Batutulis, adalah batu yang diduga sebagai tempat menambatkan tali kekang kuda.
Quote:

Quote:
Bangunan yang digunakan sebagai tempat untuk menyimpan Prasasti Batutulis Bogor.
Quote:
0
63.7K
Kutip
1.5K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•107.8KAnggota
Tampilkan semua post
adit3d.viz
#798
Quote:
Original Posted By whitelion34►Mantap artikel sejarahnya gan...
Ane cuma mau share sejarah Bogor beserta Sesepuhnya. (singkat cerita aja ya)
Kerajaan sunda pertama kali ada di Kota Bogor tepatnya di daerah perumahan Rancamaya Ciawi yaitu namanya Kerajaan Pasir Batang.
Pada masa itu rajanya adalah Raja Buana dan istrinya Ibu Dewi Sima. Mereka memiliki keturunan yaitu Prabu Jaya Negara yang akhirnya mewarisi tahta Kerajaan Pasir Batang, Prabu Jaya Negara menikah dengan Siti Ningrum Dewi Naga. Setelah mereka menunaikan Ibadah Haji (saat zaman Rasulullah), Prabu Jaya Negara berganti nama menjadi Syekh Haji Agung Tapak.
Mereka memiliki keturunan sebanyak 7 orang yaitu ;
1. Purba Larang
2. Purba Dewi
3. Purba Leuwi
4. Purba Kencana
5. Purba Lingga
6. Purba Sari
7. Purba Sari atau Ibu Ratu Galuh atau Ibu Galuh Pakuan Purbasari
Singkat cerita, Syekh Haji Agung Tapak beserta istrinya Siti Ningrum Dewi Naga berniat memperluas wilayah kerajaan sekaligus mensyiarkan Agama Islam kedaerah Panjalu-Ciamis. lalu tahta kerajaan pasir batang diwariskan kepada putri bungsunya yaitu Purba Sari, dikarenakan Syekh Haji Agung Tapak melihat kebersihan hati dan pikiran beliau. (ingat cerita Lutung Kasarung dong, itu bukan cerita tapi sejarah
)
Setelah berangkat untuk mensyiarkan Islam, saudara dari Purba Sari merasakan iri hati kepada beliau. Akhirnya mereka melancarkan rencana untuk membuangnya ke daerah angker (rawan) yaitu Gunung Cupu Manik Simagonggong (sekarang adalah kebun raya Bogor) diharapkan Purba Sari akan meninggal dimakan oleh binatang buas ditempat tersebut.
SIngkat cerita, saat di buang kedaerah tersebut diperhatikan oleh Ambu Cembara dan memerintahkan anaknya yaitu Guru Minda untuk membantu Purba Sari yang akan menjadi calon istrinya, namun dengan syarat bahwa Guru Minda harus menggunakan pakaian hikmah yaitu menjadi seekor lutung (jadi bukan dikutuk jadi lutung karena suka sama Ibundanya - menurut cerita TV).
Dikarenakan ketulusan hari Purba Sari, pada saat beliau mendapat kesulitan dan memohon kepada Allah SWT, segala kesulitan selalu mendapat pertolongan.
Singkat cerita, setelah diketahui bahwa guru minda adalah seorang raja yang sedang menyamar menggunakan baju hikmah lutung. Pada Akhirnya mereka menikah dan diberikan karunia 8 orang putra yaitu :
1. Lingga Hiyang
2. Lingga Wesi
3. Susuk Tungga
4. Lingga Kencana
5. Watu Kencana
6. Watu Alam
7. Watu Laut
8. Sagara Prabu Siliwangi
Purbasari dan Guru Minda berganti nama yaitu Ibu Ratu Galuh & Mbah Bahul (artinya "ngabahul sadayana nu aya di tataran sunda dari sabang sampe merauke)
Singkat cerita, Putra bungsunya yaitu Sagara Prabu Siliwangi ingin menikahi seorang wanita bernama Sumbang Larang putri dari pimpinan pondok pesantren yaitu Syekh Ahmad. Pada saat mengajukan lamaran kepada Bapaknya (Syekh Ahmad), Sumbang Larang meminta syarat sebagai mas kimpoi yaitu meminta diambilkan bintang.
Sagara Prabu Siliwangi pun bingung bagaimana caranya untuk mendapatkan bintang yang berada jauh diatas langit. AKhirnya dikumpulkanlah pada penasehat dan guru besar pada masa tersebut oleh Ibundanya (Ibu Ratu Galuh). Menurut mereka, yang sanggup mengambil bintang tersebut hanya satu orang saja yang pada masa itu tinggal di Kota Suci Mekkah yaitu Rasulullah SAW. Tidak berlama-lama, akhirnya Sagara Prabu Siliwangi pun pergi ke Kota Mekkah untuk meminta bintang pada Rasulullah SAW.
Di kota Suci Mekkah pada masa itu sedang mengalami kebanjiran, Rasulullah SAW dan para Sahabat sedang membenahi Mekkah. Pada saat para Sahabat akan mengangkat batu Hajar Aswad, dihentikan oleh Rasulullah SAW agar berhenti dulu sejenak dikarenakan akan ada tamu seorang "Menak Sunda dari Pulau Jawa" yaiut Sagara Prabu Siliwangi.
Saat tiba di Kota Suci Mekkah dan melihat kesibukan di tempat tersebut, Sagara Prabu Siliwangi ikut membantu untuk mengangkat batu hajar Aswad. lalu setelah itu beliau baru mencari seseorang dengan gelar Rasulullah SAW. Pada saat Rasulullah SAW bertemu dengan Sagara Prabu Siliwangi, beliau menanyakan ada keperluan apa datang ke Kota Suci Mekkah. Lalu Sagara Prabu Siliwangi meminta sebuah bintang kepada beliau untuk diberikan kepada calon istrinya. Lalu saat itu Rasulullah meminta Sagara Prabu Siliwangi untuk tinggal beberapa saat di kota Suci Mekkah. ditempat tersebut Sagara Prabu Siliwangi kembali mendalami agama Islam. Saat akan kembali ke pulau Jawa, Rasulullah SAW memberikan bintang yang berubah menjadi sebuah tasbeh dan berpesan agar ke Islaman Sagara Prabu Siliwangi ditutupi hingga nanti anaknyalah yang akan mengungkapkannya.
Singkat cerita, Sagara Prabu Siliwangi dan Sumbang Larang setelah menikah dikaruniai 4 orang anak yaitu :
1. Diah pitaloka
2. Walang Sungsang
3. Dewi Rarasantang
4. Prabu Kian Santang
Singkat cerita, Setelah Prabu Kian Santang mendalami Islam masalah ilmu Bengkong, beliau berniat untuk mengIslamkan bapaknya yaitu Sagara Prabu Siliwangi (padahal sudah Islam, tapi perintah Rasulullah SAW untuk ditutup dahulu).
Prabu Kian Santang mengejar-ngejar Bapaknya hingga akhirnya berada di Hutan Sancang-Garut. Saat Sagara Prabu Siliwangi dikejar oleh anaknya (Prabu Kian Santang) di hutan Sancang tiba-tiba Bapaknya menghilang dan muncul seorang Kakek tua dari hutan tersebut yaitu bernama Syekh Haji Pandita Rukmantara (samaran Sagara Prabu Siliwangi). Lalu Prabu Kian Santang belajar Islam secara mendalam kepada Syekh Haji Pandita Rukmantara. Namun dari tahun ke tahun rasa penasaran Prabu Kian Santang semakin timbul, kenapa Bapaknya menghilang dan malah muncul seorang Kakek dari hutan Sancang?
Lalu diambillah daun Kaboa dan dilihat didaun tersebut bahwa Kakek Tua tersebut adalah Bapaknya. Akhirnya Prabu Kian Santang meminta maaf kepada Bapaknya (Sagara Prabu Siliwangi) karena prasangka dirinya bahwa Bapaknya belum masuk Islam.
Nah sampai situ dulu aja ya Share Sejarah Kerajaan Sunda beserta pada leluhurnya. Banyak yang beranggapan bahwa Sagara Prabu Siliwangi bukan Islam, padahal beliau sudah Islam saat lahir dari Ibundanya yaitu Ibu Ratu Galuh. Bukti-bukti sejarahnya sampai sekarang masih ada, sebagai contoh yaitu Kebun Raya, Istana Bogor, didalam Kebun Raya ada makam dari Ibu Ratu Galuh, Mbah Bahul dan Prabu Siliwangi. Lalu di hutan sancang ada makam Prabu Kian Santang dan Syekh Haji Pandita Rukmantara (Sagara Prabu Siliwangi). dan masih banyak lagi peninggalan sejarah dari Kerajaan Sunda.
Mohon jangan di
ya.....


Ane cuma mau share sejarah Bogor beserta Sesepuhnya. (singkat cerita aja ya)
Kerajaan sunda pertama kali ada di Kota Bogor tepatnya di daerah perumahan Rancamaya Ciawi yaitu namanya Kerajaan Pasir Batang.
Pada masa itu rajanya adalah Raja Buana dan istrinya Ibu Dewi Sima. Mereka memiliki keturunan yaitu Prabu Jaya Negara yang akhirnya mewarisi tahta Kerajaan Pasir Batang, Prabu Jaya Negara menikah dengan Siti Ningrum Dewi Naga. Setelah mereka menunaikan Ibadah Haji (saat zaman Rasulullah), Prabu Jaya Negara berganti nama menjadi Syekh Haji Agung Tapak.
Mereka memiliki keturunan sebanyak 7 orang yaitu ;
1. Purba Larang
2. Purba Dewi
3. Purba Leuwi
4. Purba Kencana
5. Purba Lingga
6. Purba Sari
7. Purba Sari atau Ibu Ratu Galuh atau Ibu Galuh Pakuan Purbasari
Singkat cerita, Syekh Haji Agung Tapak beserta istrinya Siti Ningrum Dewi Naga berniat memperluas wilayah kerajaan sekaligus mensyiarkan Agama Islam kedaerah Panjalu-Ciamis. lalu tahta kerajaan pasir batang diwariskan kepada putri bungsunya yaitu Purba Sari, dikarenakan Syekh Haji Agung Tapak melihat kebersihan hati dan pikiran beliau. (ingat cerita Lutung Kasarung dong, itu bukan cerita tapi sejarah
)Setelah berangkat untuk mensyiarkan Islam, saudara dari Purba Sari merasakan iri hati kepada beliau. Akhirnya mereka melancarkan rencana untuk membuangnya ke daerah angker (rawan) yaitu Gunung Cupu Manik Simagonggong (sekarang adalah kebun raya Bogor) diharapkan Purba Sari akan meninggal dimakan oleh binatang buas ditempat tersebut.
SIngkat cerita, saat di buang kedaerah tersebut diperhatikan oleh Ambu Cembara dan memerintahkan anaknya yaitu Guru Minda untuk membantu Purba Sari yang akan menjadi calon istrinya, namun dengan syarat bahwa Guru Minda harus menggunakan pakaian hikmah yaitu menjadi seekor lutung (jadi bukan dikutuk jadi lutung karena suka sama Ibundanya - menurut cerita TV).
Dikarenakan ketulusan hari Purba Sari, pada saat beliau mendapat kesulitan dan memohon kepada Allah SWT, segala kesulitan selalu mendapat pertolongan.
Singkat cerita, setelah diketahui bahwa guru minda adalah seorang raja yang sedang menyamar menggunakan baju hikmah lutung. Pada Akhirnya mereka menikah dan diberikan karunia 8 orang putra yaitu :
1. Lingga Hiyang
2. Lingga Wesi
3. Susuk Tungga
4. Lingga Kencana
5. Watu Kencana
6. Watu Alam
7. Watu Laut
8. Sagara Prabu Siliwangi
Purbasari dan Guru Minda berganti nama yaitu Ibu Ratu Galuh & Mbah Bahul (artinya "ngabahul sadayana nu aya di tataran sunda dari sabang sampe merauke)
Singkat cerita, Putra bungsunya yaitu Sagara Prabu Siliwangi ingin menikahi seorang wanita bernama Sumbang Larang putri dari pimpinan pondok pesantren yaitu Syekh Ahmad. Pada saat mengajukan lamaran kepada Bapaknya (Syekh Ahmad), Sumbang Larang meminta syarat sebagai mas kimpoi yaitu meminta diambilkan bintang.
Sagara Prabu Siliwangi pun bingung bagaimana caranya untuk mendapatkan bintang yang berada jauh diatas langit. AKhirnya dikumpulkanlah pada penasehat dan guru besar pada masa tersebut oleh Ibundanya (Ibu Ratu Galuh). Menurut mereka, yang sanggup mengambil bintang tersebut hanya satu orang saja yang pada masa itu tinggal di Kota Suci Mekkah yaitu Rasulullah SAW. Tidak berlama-lama, akhirnya Sagara Prabu Siliwangi pun pergi ke Kota Mekkah untuk meminta bintang pada Rasulullah SAW.
Di kota Suci Mekkah pada masa itu sedang mengalami kebanjiran, Rasulullah SAW dan para Sahabat sedang membenahi Mekkah. Pada saat para Sahabat akan mengangkat batu Hajar Aswad, dihentikan oleh Rasulullah SAW agar berhenti dulu sejenak dikarenakan akan ada tamu seorang "Menak Sunda dari Pulau Jawa" yaiut Sagara Prabu Siliwangi.
Saat tiba di Kota Suci Mekkah dan melihat kesibukan di tempat tersebut, Sagara Prabu Siliwangi ikut membantu untuk mengangkat batu hajar Aswad. lalu setelah itu beliau baru mencari seseorang dengan gelar Rasulullah SAW. Pada saat Rasulullah SAW bertemu dengan Sagara Prabu Siliwangi, beliau menanyakan ada keperluan apa datang ke Kota Suci Mekkah. Lalu Sagara Prabu Siliwangi meminta sebuah bintang kepada beliau untuk diberikan kepada calon istrinya. Lalu saat itu Rasulullah meminta Sagara Prabu Siliwangi untuk tinggal beberapa saat di kota Suci Mekkah. ditempat tersebut Sagara Prabu Siliwangi kembali mendalami agama Islam. Saat akan kembali ke pulau Jawa, Rasulullah SAW memberikan bintang yang berubah menjadi sebuah tasbeh dan berpesan agar ke Islaman Sagara Prabu Siliwangi ditutupi hingga nanti anaknyalah yang akan mengungkapkannya.
Singkat cerita, Sagara Prabu Siliwangi dan Sumbang Larang setelah menikah dikaruniai 4 orang anak yaitu :
1. Diah pitaloka
2. Walang Sungsang
3. Dewi Rarasantang
4. Prabu Kian Santang
Singkat cerita, Setelah Prabu Kian Santang mendalami Islam masalah ilmu Bengkong, beliau berniat untuk mengIslamkan bapaknya yaitu Sagara Prabu Siliwangi (padahal sudah Islam, tapi perintah Rasulullah SAW untuk ditutup dahulu).
Prabu Kian Santang mengejar-ngejar Bapaknya hingga akhirnya berada di Hutan Sancang-Garut. Saat Sagara Prabu Siliwangi dikejar oleh anaknya (Prabu Kian Santang) di hutan Sancang tiba-tiba Bapaknya menghilang dan muncul seorang Kakek tua dari hutan tersebut yaitu bernama Syekh Haji Pandita Rukmantara (samaran Sagara Prabu Siliwangi). Lalu Prabu Kian Santang belajar Islam secara mendalam kepada Syekh Haji Pandita Rukmantara. Namun dari tahun ke tahun rasa penasaran Prabu Kian Santang semakin timbul, kenapa Bapaknya menghilang dan malah muncul seorang Kakek dari hutan Sancang?
Lalu diambillah daun Kaboa dan dilihat didaun tersebut bahwa Kakek Tua tersebut adalah Bapaknya. Akhirnya Prabu Kian Santang meminta maaf kepada Bapaknya (Sagara Prabu Siliwangi) karena prasangka dirinya bahwa Bapaknya belum masuk Islam.
Nah sampai situ dulu aja ya Share Sejarah Kerajaan Sunda beserta pada leluhurnya. Banyak yang beranggapan bahwa Sagara Prabu Siliwangi bukan Islam, padahal beliau sudah Islam saat lahir dari Ibundanya yaitu Ibu Ratu Galuh. Bukti-bukti sejarahnya sampai sekarang masih ada, sebagai contoh yaitu Kebun Raya, Istana Bogor, didalam Kebun Raya ada makam dari Ibu Ratu Galuh, Mbah Bahul dan Prabu Siliwangi. Lalu di hutan sancang ada makam Prabu Kian Santang dan Syekh Haji Pandita Rukmantara (Sagara Prabu Siliwangi). dan masih banyak lagi peninggalan sejarah dari Kerajaan Sunda.
Mohon jangan di
ya.....


waduh "ini berat",udah "ijin" belom buat ngebuka ini?
0
Kutip
Balas
