TS
boxchip
Official Lounge Tablet BoxChip A10

WELCOME to LOUNGE BOXCHIP A10
COUGAR
CHEAP TABLET WITH upgradeable ICS (4.0)

News
Quote:
Quote:
Official Group Kaskus Boxchip A10
Quote:
BACA >>> INI <<< DAHULU SEBELUM POSTING ....!!!!

Perbandingan keduanya

Sekilas Tentang Cougar Boxchip A10/FONT]
Cougar Boxchip A10
Cougar Boxchip A10 adalah tablet android yang memakai CPU Allwinner A10 yang berbasiskan ARM Cortex A8 dan menggunakan GPU Mali 400MP (digunakan di samsung galaxy SII). Beberapa brand lain juga menggunakan CPU ini meskipun dengan konfigurasi hardware yang berbeda, yaitu :
Teclast 76
Ainol Novo7 Advanced
Bmorn V11
Onda Vi20W deluxe
Onda Vi30W deluxe
Onda Vx610w
Ployer MOMO9
Treq A10C
LY-F1
Sanei N70
AXIOO PicoPad 7
Cyrus atom pad
Dari beberapa tablet di atas , tablet cougar compatible dengan tablet Ployer MOMO9, dikarenakan model numbernya sama yaitu 97FC. Dan tentunya dapat diupgrade ke android ics menggunakan firmware/rom official Ployer Momo 9.
[FONT="Lucida Console"]SPESIFIKASI
Quote:
GALLERY
Spoiler for gallery for Cougar:
SITUS OFFICIAL
Quote:
REVIEW COUGAR
Quote:
VIDEO-VIDEO
Spoiler for "video":
BENCHMARK
Berikut sedikit performance dari cougar boxchip a10
Quadrant Score
Spoiler for quadrant:
Neocore
Spoiler for neocore:
[CENTER]Screenshoot ICS[/CENTER]
[CENTER]Hasil Benchmarking ICS[/CENTER]
Pengurus Thread Sementara
Spoiler for "pengurus thread":
Quote:
0
231.5K
6.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Android
29.7KThread•18.4KAnggota
Tampilkan semua post
chatzmania
#405
Sesuai dengan permintaan satu user di sini, gue coba review Tablet gw, TreQ A10C. Review dibuat berdasarkan pengalaman gw dan sumber-sumber di internet
Spesifikasi Hardware :
Operating System:\tAndroid 2.3.4
Display:\t 7, 5-point capacitive touchscreen, 800x480 Resolution
CPU Architecture:\tARM Cortex A8
CPU:\t AllWinner A10 1.0GHz
RAM:\t 298/512MB DDR2
Internal ROM:\t4 GB dan 8 GB NAND FAST FLASH
Camera: VGA
HDMI:\t1080P
3G: USB 3G Dongle Support
G-Sensor: 4 Arah
Audio:\tBuilt in stereo speakers/Built in Microphone
Tipe Baterai:\tLithium-Ion 3200 mAh
Dimensi: W*D*H:\t190*116*7MM
Berat bersih:\t360 gram
Connectors:
1 x Mini USB
1 x MicroSD/TF Card slot
1 x DC jack
1 x Earphone jack
1 x Mini-HDMI
Network:\tWi-Fi 802.11 b/g
Paket:
Treq dikemas dengan sangat cantik dalam kotak berwarna putih yang glossy dengan logo treq dan spesifikasi tablet. Kesan awal sangat menggoda, tidak mengesankan tablet murahan seperti tablet cina lainnya.
Di dalam kotak kemasan terdapat:
o User Manual dalam bahasa Inggris dan Indonesia (menandakan bahwa TreQ adalah produk resmi yang dijual di Indonesia)
o Tablet
o Mini USB male to USB Type a Male Cable (standard data cable)
o Mini USB male to USB type a female Cable (for USB OTG/Host) (sekitar 20cm)
o AC Power Adapter (100-240V -> 5V 2000mA)
o Bonus Screen Guard dan Leather Case bentuk buku
Sekilas melihat Treq A10 seperti melihat Galaxy tab 7", sangat elegan dan glossy atau mengkilap meskipun seluruh tubuhnya dibuat dari plastik.
Ukurannya sangatlah tipis (10mm pada area tertipis), sangat ringan (hanya 360g) dan permukaan depan yang sangat datar.
Layarnya berukuran 7" dan sayangnya masih memantulkan cahaya (Apa yang bisa didapat dari produk seharga 1,2 jutaan)
Di bagian atas tablet terdapat sebuah kamera VGA yang dapat digunakan dalam aplikasi skype, di sebelah kanan atas terdapat blue indicator LED dan di sebelah kanan terdapat tombol umum android: Menu, Home and back. Tombol tersebut merupakan tombol sentuh, sama seperti yang digunakan pada galaxy Tab namun tanpa iluminasi.
Di samping sekeliling atas terdapat tombol volume dan power, sedangkan di samping kanan terdapat lubang untuk charger, mini USB, dan headphone. Sayangnya kualitas lubang headphone TreQ kurang bagus sehingga untuk memperoleh kualitas suara yang prima menggunakan headset, dibutuhkan usaha ekstra dalam penempatan posisi jack headset.
Performance:
Android Gingerbread yang digunakan dalam treQ sangat lancar, bahkan melebihi Optimus One yang saya gunakan. Namun untuk pengalaman yang lebih memukau, disarankan mengganti launcher bawaan dengan ADW, Launcherpro, SS Launcher, atau SPB Shell 3D.
Game-game 3D berjalan baik di tablet ini, game yang sudah saya coba NFS Hot Pursuit, HAWK, PES 2012, Samurai Vengeance II, angry bird series, dan game-game lainnya.
Prosesor yang digunakan oleh TreQ basisnya adalah ARM7 rev2 dan disetting pada kecepatan 1008Mhz (bisa dioverclock sampai 1500Mhz). GPU yang digunakan adalah Mali400, serupa dengan yang digunakan oleh Samsung Galaxy S2 !.
RAM yang aktif adalah 298MB of Ram, Spek yang dikatakan TreQ adalah 512MB. Mungkin sisa RAM digunakan untuk beberapa program asal android dan ROM gingerbread itu sendiri.
Layar:
Resolusi layar yang digunakan serupa dengan Galaxy S2, yaitu WVGA atau 480x840 pixel. Tidak terlalu tajam namun cukup untuk penggunaan sehari-hari.Cukup terang, sudut penglihatan yang dihasilkan cukup bagus kecuali dari bawah dalam posisi landscape .
Layar kapasitifnya mengagumkan, sangat smooth dan presisi dalam mengenali sampai lima sentuhan bersamaan. Tombol kapasitifnya sangat responsif juga, namun disayangkan tidak dilengkapi dengan cahaya, namun sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah karena pada status bar telah disediakan 3 tombol menu khas android tersebut. Bisa dikatakan, ini gingerbread rasa honeycomb.
Connectivity:
WIFI yang dimiliki sangat bagus, dibandingkan dengan Optimus One yang saya miliki treq a10c selangkah di depan.
Mini-USB port dapat digunakan sebagai Mass Storage and Android Debug Bridge), selain itu dapat juga menjadi port usb standar menggunakan kabel OTG yang disediakan. Kabel OTG dapat dihubungkan dengan USB flashdrive, mouse, keyboard, modem, atau kabel LAN.
Speaker yang dimiliki Treq lumayan bagus dan keras namun kurang terdengar efek bassnya.
The mini-HDMI Output bekerja dengan baik. Hampir semua aplikasi dapat ditampilkan pada layar monitor namun hanya mampu ditampilkan sampai 1080p pastinya.
Software:
Android yang digunakan adalah versi 2.3.4 alias Gingerbread yang sudah dikustom. Kustomisasi terlihat pada munculnya tombol menu, back, dan home pada status bar di atas, cukup pintar untuk mempercepat navigasi. Kustomisasi kedua ada pada gallery, gallery standar android telah diganti dengan gallery kustom yang dapat memutar film HD dengan sangat baik.
Android yang dipakai di treQ belum diroot sehingga kita harus melakukan root sendiri.
Android Market bekerja penuh sebagaimana Google apps yang ada pada menu (Maps, Calendar, Latitude, Places, etc.)
Video Playback:
-beberapa 720p Trailers: Sangat lancar
-1080p@8.5Mbps, DTS@768Kbps: Sangat lancar
-1440p@6.5Mpbs, AACØ140kbps: Sangat lancar
-2160p@7.5Mpbs, AACØ140kbps: Sangat lancar
-2160p@45Mbps, AACØ140kbps: Terbata-bata
-2304p(4K)@20Mps, AACØ140kbps: Tidak bisa
Baterai:
Kemampuan baterai lumayan untuk ukuran 3200 mAH (3-4 jam untuk memutar HD Movie, 4-5 jam untuk memutar musik sembari berinternet).
Dengan wifi mati dan pencahayaan 50% kita akan mendapat 6-7 jam.
Untuk waktu standby sendiri, dapat mencapai 2-3 hari.
Kesimpulan:
Dengan harga yang ditawarkan, kita telah mendapatkan tablet dengan tampilan galaxy Tab dan spesifikasi mirip dengan Samsung Galaxy S2. Selain itu dengan dukungan garansi 1 tahun sparepart dan 3 tahun sevice dari SSSC menambah nilai plus gadget ini.
Namun di balik nilai plus di atas, terdapat nilai minusnya. Nilai minus itu adalah:
o Ketiadaan GPS
o Ketiadaan Bluetooth
o Kualitas lubang headset yang kurang bagus
o Ketiadaan fasilitas getar
o Kualitas kamera yang buruk dan tidak mendukung fungsi zoom
o RAM yang tersedia untuk digunakan sebesar 298 MB
REVIEW TreQ A10C / Aura LY-F1
Spoiler for Gambar:
Spesifikasi Hardware :
Operating System:\tAndroid 2.3.4
Display:\t 7, 5-point capacitive touchscreen, 800x480 Resolution
CPU Architecture:\tARM Cortex A8
CPU:\t AllWinner A10 1.0GHz
RAM:\t 298/512MB DDR2
Internal ROM:\t4 GB dan 8 GB NAND FAST FLASH
Camera: VGA
HDMI:\t1080P
3G: USB 3G Dongle Support
G-Sensor: 4 Arah
Audio:\tBuilt in stereo speakers/Built in Microphone
Tipe Baterai:\tLithium-Ion 3200 mAh
Dimensi: W*D*H:\t190*116*7MM
Berat bersih:\t360 gram
Connectors:
1 x Mini USB
1 x MicroSD/TF Card slot
1 x DC jack
1 x Earphone jack
1 x Mini-HDMI
Network:\tWi-Fi 802.11 b/g
Paket:
Treq dikemas dengan sangat cantik dalam kotak berwarna putih yang glossy dengan logo treq dan spesifikasi tablet. Kesan awal sangat menggoda, tidak mengesankan tablet murahan seperti tablet cina lainnya.
Di dalam kotak kemasan terdapat:
o User Manual dalam bahasa Inggris dan Indonesia (menandakan bahwa TreQ adalah produk resmi yang dijual di Indonesia)
o Tablet
o Mini USB male to USB Type a Male Cable (standard data cable)
o Mini USB male to USB type a female Cable (for USB OTG/Host) (sekitar 20cm)
o AC Power Adapter (100-240V -> 5V 2000mA)
o Bonus Screen Guard dan Leather Case bentuk buku
Sekilas melihat Treq A10 seperti melihat Galaxy tab 7", sangat elegan dan glossy atau mengkilap meskipun seluruh tubuhnya dibuat dari plastik.
Ukurannya sangatlah tipis (10mm pada area tertipis), sangat ringan (hanya 360g) dan permukaan depan yang sangat datar.
Layarnya berukuran 7" dan sayangnya masih memantulkan cahaya (Apa yang bisa didapat dari produk seharga 1,2 jutaan)
Di bagian atas tablet terdapat sebuah kamera VGA yang dapat digunakan dalam aplikasi skype, di sebelah kanan atas terdapat blue indicator LED dan di sebelah kanan terdapat tombol umum android: Menu, Home and back. Tombol tersebut merupakan tombol sentuh, sama seperti yang digunakan pada galaxy Tab namun tanpa iluminasi.
Di samping sekeliling atas terdapat tombol volume dan power, sedangkan di samping kanan terdapat lubang untuk charger, mini USB, dan headphone. Sayangnya kualitas lubang headphone TreQ kurang bagus sehingga untuk memperoleh kualitas suara yang prima menggunakan headset, dibutuhkan usaha ekstra dalam penempatan posisi jack headset.
Spoiler for detail:
Performance:
Android Gingerbread yang digunakan dalam treQ sangat lancar, bahkan melebihi Optimus One yang saya gunakan. Namun untuk pengalaman yang lebih memukau, disarankan mengganti launcher bawaan dengan ADW, Launcherpro, SS Launcher, atau SPB Shell 3D.
Game-game 3D berjalan baik di tablet ini, game yang sudah saya coba NFS Hot Pursuit, HAWK, PES 2012, Samurai Vengeance II, angry bird series, dan game-game lainnya.
Prosesor yang digunakan oleh TreQ basisnya adalah ARM7 rev2 dan disetting pada kecepatan 1008Mhz (bisa dioverclock sampai 1500Mhz). GPU yang digunakan adalah Mali400, serupa dengan yang digunakan oleh Samsung Galaxy S2 !.
RAM yang aktif adalah 298MB of Ram, Spek yang dikatakan TreQ adalah 512MB. Mungkin sisa RAM digunakan untuk beberapa program asal android dan ROM gingerbread itu sendiri.
Layar:
Resolusi layar yang digunakan serupa dengan Galaxy S2, yaitu WVGA atau 480x840 pixel. Tidak terlalu tajam namun cukup untuk penggunaan sehari-hari.Cukup terang, sudut penglihatan yang dihasilkan cukup bagus kecuali dari bawah dalam posisi landscape .
Layar kapasitifnya mengagumkan, sangat smooth dan presisi dalam mengenali sampai lima sentuhan bersamaan. Tombol kapasitifnya sangat responsif juga, namun disayangkan tidak dilengkapi dengan cahaya, namun sebenarnya hal itu tidak menjadi masalah karena pada status bar telah disediakan 3 tombol menu khas android tersebut. Bisa dikatakan, ini gingerbread rasa honeycomb.
Connectivity:
WIFI yang dimiliki sangat bagus, dibandingkan dengan Optimus One yang saya miliki treq a10c selangkah di depan.
Mini-USB port dapat digunakan sebagai Mass Storage and Android Debug Bridge), selain itu dapat juga menjadi port usb standar menggunakan kabel OTG yang disediakan. Kabel OTG dapat dihubungkan dengan USB flashdrive, mouse, keyboard, modem, atau kabel LAN.
Speaker yang dimiliki Treq lumayan bagus dan keras namun kurang terdengar efek bassnya.
The mini-HDMI Output bekerja dengan baik. Hampir semua aplikasi dapat ditampilkan pada layar monitor namun hanya mampu ditampilkan sampai 1080p pastinya.
Software:
Android yang digunakan adalah versi 2.3.4 alias Gingerbread yang sudah dikustom. Kustomisasi terlihat pada munculnya tombol menu, back, dan home pada status bar di atas, cukup pintar untuk mempercepat navigasi. Kustomisasi kedua ada pada gallery, gallery standar android telah diganti dengan gallery kustom yang dapat memutar film HD dengan sangat baik.
Android yang dipakai di treQ belum diroot sehingga kita harus melakukan root sendiri.
Android Market bekerja penuh sebagaimana Google apps yang ada pada menu (Maps, Calendar, Latitude, Places, etc.)
Video Playback:
-beberapa 720p Trailers: Sangat lancar
-1080p@8.5Mbps, DTS@768Kbps: Sangat lancar
-1440p@6.5Mpbs, AACØ140kbps: Sangat lancar
-2160p@7.5Mpbs, AACØ140kbps: Sangat lancar
-2160p@45Mbps, AACØ140kbps: Terbata-bata
-2304p(4K)@20Mps, AACØ140kbps: Tidak bisa
Baterai:
Kemampuan baterai lumayan untuk ukuran 3200 mAH (3-4 jam untuk memutar HD Movie, 4-5 jam untuk memutar musik sembari berinternet).
Dengan wifi mati dan pencahayaan 50% kita akan mendapat 6-7 jam.
Untuk waktu standby sendiri, dapat mencapai 2-3 hari.
Kesimpulan:
Dengan harga yang ditawarkan, kita telah mendapatkan tablet dengan tampilan galaxy Tab dan spesifikasi mirip dengan Samsung Galaxy S2. Selain itu dengan dukungan garansi 1 tahun sparepart dan 3 tahun sevice dari SSSC menambah nilai plus gadget ini.
Namun di balik nilai plus di atas, terdapat nilai minusnya. Nilai minus itu adalah:
o Ketiadaan GPS
o Ketiadaan Bluetooth
o Kualitas lubang headset yang kurang bagus
o Ketiadaan fasilitas getar
o Kualitas kamera yang buruk dan tidak mendukung fungsi zoom
o RAM yang tersedia untuk digunakan sebesar 298 MB
0









