TS
otaku_insider
[Trit Fanfic] Waifu Holygrail War
![[Trit Fanfic] Waifu Holygrail War](https://dl.kaskus.id/i1205.photobucket.com/albums/bb431/papa_santos/ff.png)
Quote:
- Thread ini adalah tempat para pemain WHW memposting karya fanficnya.
- Selain peserta dilarang untuk memposting apapun di thread ini.
- Para peserta hanya diperkenankan untuk mempost fanficnya saja di thread ini.
- Para peserta tidak diperbolehkan untuk chit chat/berkomentar tentang fanfic peserta lainnya di thread ini.
- Postingan yang sekiranya tidak perlu akan segera dihapus.
Quote:
jika ada pertanyaan yang berkaitan dengan kontes fanfic ini, silahkan tanyakan saja di trit diskusi
:
komentar, chit chat, atau apapun yg berkaitan dengan trit ini silahkan pos di sana juga, jangan di sini oce
: komentar, chit chat, atau apapun yg berkaitan dengan trit ini silahkan pos di sana juga, jangan di sini oce

Story Setting
Quote:
Sebuah berita yang mengekspos keberadaan Waifu Holygrail War menyebar di kota AKIBA dengan sangat cepat, hal itu disebabkan oleh berbagai media massa yang sempat meliput sebuah fenomena aneh yang terjadi dalam kota tersebut. Salah satunya adalah terdapat banyak coretan aneh yang bertuliskan "HOLYGRAIL WAR IS NEAR! ANON IS REAL!" berukuran raksasa, yang menempel pada spot-spot dan lokasi penting di AKIBA. Belum ada konfirmasi yang jelas dari pihak berwajib tentang siapa dalang di balik semua ini. Mereka sempat beranggapan bahwa perbuatan tersebut hanyalah salah satu bentuk kenakalan anak muda jaman sekarang saja. Namun kemudian, bukti konkrit yang mengejutkan jutaan penduduk di AKIBA itu pun muncul di situs bernama UCUBE. Sebuah rekaman CCTV yang mengabadikan detik-detik ketika coretan raksasa itu dibuat telah membuat mereka semua yang menyaksikannya semakin bertanya-tanya.
Dalam rekaman tersebut terlihat dengan sangat jelas jika coretan-coretan itu secara ajaib terbentuk dengan sendirinya. Berbagai pihak telah menyatakan pendapatnya tentang hal ini, beberapa dari mereka masih tetap menyangkal dan menuduh hal tesebut sebagai salah satu rekayasa teknologi yang dapat dengan mudah dilakukan pada abad ini. Namun ternyata lebih banyak orang yang percaya bahwa hal tersebut merupakan sebuah konfirmasi nyata dari suatu eksistensi yang sama sekali bukan manusia. Kemudian mereka pun mulai beramai-ramai menebar spekulasi mereka masing-masing tentang hal ini di dunia maya, namun tiba-tiba saja di waktu yang bersamaan seorang user internet yang berinisial 'Terminator' mengaku bahwa dirinya adalah utusan ANON dan merupakan pelaku di balik kejahilan global yang melanda kota AKIBA tersebut. Dirinya membuat pengakuan ini di berbagai situs web yang didalamnya terdapat user-user yang tinggal di kota AKIBA. Dirinya juga menyertai deskripsi lengkap tentang aturan dan ketentuan permainan WHW pada setiap postingannya di dunia maya.
Berbagai kalangan dari beberapa komunitas intelektual hanya beranggapan jika hal konyol ini tidak lebih dari sekedar postingan troll belaka dan merupakan salah satu kebohongan publik dengan skala yang besar. Namun ada saja beberapa orang yang percaya dengan sesuatu yang menurut mereka sangat menarik dan menantang ini. Mereka ini pun kemudian dengan sengaja menyatakan kesanggupannya untuk ikut serta dalam permainan yang bernama Waifu Holygrail War ini kepada sang 'Terminator'.
Dan hanya mereka yang benar-benar percaya sajalah yang akan dipilih secara khusus oleh ANON untuk menjadi pemain dalam permainan Waifu Holygrail War. Mereka terdiri dari 16 orang yang masing-masing telah mendapat persetujuan ANON untuk menjadi pemain yang akan bersaing di dalam pertempuran yang dapat merenggut nyawa mereka sendiri ini.
Dalam rekaman tersebut terlihat dengan sangat jelas jika coretan-coretan itu secara ajaib terbentuk dengan sendirinya. Berbagai pihak telah menyatakan pendapatnya tentang hal ini, beberapa dari mereka masih tetap menyangkal dan menuduh hal tesebut sebagai salah satu rekayasa teknologi yang dapat dengan mudah dilakukan pada abad ini. Namun ternyata lebih banyak orang yang percaya bahwa hal tersebut merupakan sebuah konfirmasi nyata dari suatu eksistensi yang sama sekali bukan manusia. Kemudian mereka pun mulai beramai-ramai menebar spekulasi mereka masing-masing tentang hal ini di dunia maya, namun tiba-tiba saja di waktu yang bersamaan seorang user internet yang berinisial 'Terminator' mengaku bahwa dirinya adalah utusan ANON dan merupakan pelaku di balik kejahilan global yang melanda kota AKIBA tersebut. Dirinya membuat pengakuan ini di berbagai situs web yang didalamnya terdapat user-user yang tinggal di kota AKIBA. Dirinya juga menyertai deskripsi lengkap tentang aturan dan ketentuan permainan WHW pada setiap postingannya di dunia maya.
Berbagai kalangan dari beberapa komunitas intelektual hanya beranggapan jika hal konyol ini tidak lebih dari sekedar postingan troll belaka dan merupakan salah satu kebohongan publik dengan skala yang besar. Namun ada saja beberapa orang yang percaya dengan sesuatu yang menurut mereka sangat menarik dan menantang ini. Mereka ini pun kemudian dengan sengaja menyatakan kesanggupannya untuk ikut serta dalam permainan yang bernama Waifu Holygrail War ini kepada sang 'Terminator'.
Dan hanya mereka yang benar-benar percaya sajalah yang akan dipilih secara khusus oleh ANON untuk menjadi pemain dalam permainan Waifu Holygrail War. Mereka terdiri dari 16 orang yang masing-masing telah mendapat persetujuan ANON untuk menjadi pemain yang akan bersaing di dalam pertempuran yang dapat merenggut nyawa mereka sendiri ini.
Quote:
Berbagai ketentuan mutlak yang terjadi saat pemilihan pemain:
> Setiap calon pemain akan dikirimi sebuah pesan singkat yang berisi tentang ucapan selamat karena telah terpilih sebagai salah satu pemain dalam permainan WHW.
> Pesan singkat tersebut dapat berasal dari berbagai macam media komunikasi, seperti SMS, e-mail, telepon rumah, surat dari kotak pos, radio, televisi, dan berbagai media lainnya.
> Isi pesan singkat tersebut beraneka ragam, dari mulai isi pesan yang sangat formal, sampai isi pesan yang terkesan tidak niat sama sekali.
> Setelah pemain mendapatkan pesan tersebut, maka dari tangan kanannya akan segera muncul sebuah gambar yang membentuk sebuah simbol bertuliskan WHW, disertai dengan nama waivant dan classnya.
> Waivant akan secara otomatis tersummon ke dunia ini setelah pemain kembali ke kediaman masing-masing, waivant tersebut akan keluar dari sebuah magic circle aneh yang bisa muncul dari mana saja di rumah sang pemain.
> Seorang waivant telah dibekali pengetahuan lengkap tentang aturan dan ketentuan dalam permainan ini.
> Setiap calon pemain akan dikirimi sebuah pesan singkat yang berisi tentang ucapan selamat karena telah terpilih sebagai salah satu pemain dalam permainan WHW.
> Pesan singkat tersebut dapat berasal dari berbagai macam media komunikasi, seperti SMS, e-mail, telepon rumah, surat dari kotak pos, radio, televisi, dan berbagai media lainnya.
> Isi pesan singkat tersebut beraneka ragam, dari mulai isi pesan yang sangat formal, sampai isi pesan yang terkesan tidak niat sama sekali.
> Setelah pemain mendapatkan pesan tersebut, maka dari tangan kanannya akan segera muncul sebuah gambar yang membentuk sebuah simbol bertuliskan WHW, disertai dengan nama waivant dan classnya.
> Waivant akan secara otomatis tersummon ke dunia ini setelah pemain kembali ke kediaman masing-masing, waivant tersebut akan keluar dari sebuah magic circle aneh yang bisa muncul dari mana saja di rumah sang pemain.
> Seorang waivant telah dibekali pengetahuan lengkap tentang aturan dan ketentuan dalam permainan ini.
All Star Index
Quote:
Spoiler for ABRE:
1. ekka4shiki x Ryougi Shiki
Spoiler for INDEX:
2. lala4jach x Louise Françoise le Blanc de la Vallière
Spoiler for INDEX:
3. undead098 x Mami Tomoe
Spoiler for INDEX:
4. dantd95 x Hitagi Senjougahara
Spoiler for INDEX:
5. altheonix x Sakura Kyouko
Spoiler for INDEX:
6. what_a_joke x Flandre Scarlet
Spoiler for INDEX:
7. kurogawa x Tachibana Kanade
Spoiler for INDEX:
8. girindera x Yuri "Yurippe" Nakamura
Spoiler for INDEX:
0
28K
Kutip
259
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
shojogun
#251
[EPILOG] [Flandre Scarlet]
Spoiler for :
2 pemain telah tewas di putaran pertama. Rencana altheonix dan ceroberoz telah kacau karena kematian Daniel. ceroberoz sendiri tidak mengikuti rencana awal mereka pada pertempuran sebelumnya. Intinya, alliansi mereka telah musnah.
"Rin, bagaimana dengan ceroberoz? Apakah dia masih menghubungimu dan membicarakan alliansinya kepadamu?" tanyaku kepada Rin lewat telpon.
"Tidak, tidak ada kabar sama sekali dari dia. Dia seperti hilang begitu saja dari perang ini..." balas Rin.
"Hmmm.. Sudahlah, kabarkan aku lagi jika dia menghubungimu lagi. Bergeraklah seperti rencana untuk malam ini." kataku kepadanya lagi
Rin pun menutup percakapan lewat telpon ini tanpa mengucapkan apapun. Sudahlah, aku butuh istirahat... Semenjak melarikan diri dari rumah, aku tidak pernah dapat tidur di malam hari. Waktu menunjukkan jam 1 siang.
Aku pun merebahkan diriku di sofa. Flandre yang sudah tidur cukup lama di sofa lainnya yang terletak tepat di depan sofa yang kutempati. Aku pun menutup mataku.
- - -
"Huah !!" teriakku sambil mengangkat kepalaku yang sebelumnya terbaring di sofa.
Mimpi yang mengerikan itu terulang lagi hari ini, dan bahkan semakin jelas..
Uh, aku tidak mau mengingatnya. Aku pun melihat ke arah telepon genggamku untuk mengecek waktu. Jam menunjukkan pukul 6 sore. 2 jam lagi pertempuran putaran kedua akan dimulai.
Flandre tidak lagi ada di depanku, dan aku pun bergegas mencarinya.
"Flandre !! Dimana kau?"
"Disini..."
Suara itu dari arah kamar mandi, dan aku pun berjalan pelan menuju kesana.
"Flan, sedang apa kau..."
"Tuaaaaan..."
Betapa kagetnya aku melihat sosok Flandre yang menangis. Bukan air mata yang keluar, namun darah. Dia sendiri sedang mencuci wajahnya yang dipenuhi darah itu.
"Apa yang..." tanyaku terbata - bata.
"Mimpi.. Mimpi itu menakutkan... Aku takut" katanya sambil memelukku.
"..."
Aku tidak dapat mengatakan apa - apa. Aku sudah biasa melihat darah seperti ini, namun entah kenapa melihat Flandre yang seperti ini, aku merasa seperti beku dan tak mampu berbuat apa - apa.
"Tuaaaaaaan" katanya sambil memandangku. Matanya merah, meskipun darah yang mengalir dari matanya sudah disekanya sampai bersih. Aku pun memeluknya, namun aku tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun
Jujur saja, aku... Aku lelah... Semoga semua ini cepat berakhir, sehingga aku dan Flandre bisa bermain di dunia yang ideal untuk kami.
"HEAAAAAAAAAAAAAAA !!!!" teriak Flandre sambil mengejar Mami Tomoe, seorang waivant Archer yang memang kuincar hari ini untuk menjadikannya tumbal untuk menambahkan kekuatan Flandre. Dia sudah melemah karena sebelumnya telah diserang oleh pemain lain di putaran sebelumnya.
Setelah kejar - kejaran cukup lama, dia akhirnya berhasil melarikan diri... Sesuai rencana... Aku pun menghubungi Ro, yang kuminta untuk menunggu di daerah yang sudah disetujui, yakni tempat khusus yang sudah kusiapkan kepada Ro untuk memberikan serangan ambush kepada Mami dan masternya.
Aku pun bergegas menuju tempat itu dan benar saja, sudah kutemukan Mami yang sudah sekarat beserta Ro serta waivantnya yang berdiri di depannya.
"Flandre, habisi !!"
"HAHAHAHAHAHA" tawa Flandre yang melompat dan menghunjamkan tombaknya ke Mami.
Satu lagi korban untuk hari ini...
Trang !!!
"Hah?"
"Huh, sayang sekali yah?"
"Siapa kau?" teriakku.
"altheonix" jawabnya.
altheonix dan waivantnya, Kyouko, seorang Avenger ternyata menahan serangan dari Flandre ke Mami. Serangannya pun tidak mengenai Mami serta Kyouko yang menahannya dengan sangat sempurna.
"BRENGSEK !! Apa yang kau lakukan?!" teriakku sambil meluapkan amarahku.
"Kau pikir hanya kau yang punya rencana? Sayang sekali" jawabnya
"FLANDRE, HABISI MEREKA !!" teriakku kepada Flandre dengan nada yang lebih keras dari sebelumnya
"HEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, RASAKAN INI !!" teriak Flandre yang membentuk bola energi yang akan dia tembakkan ke arah Kyouko dan Mami.
"HAHAHAHAHAHA !!"
Aku tidak dapat menahan tawaku. Mereka harus mati, semua harus mati, MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI !!
Crasssssss
Suara tebasan benda tajam yang cukup dalam pun terdengar dan mengakhiri tawaku dan di depan mataku kini ada Flandre yang tertebas oleh kapak dari seekor monster raksasa.
"FLANDREEEEEEEEEEEE !!"
"Kau sudah kalah, Kagami"
Siapa lagi itu? Siapa? SIAPAAA??
"Sayang sekali yah?"
Aku melihat dua waivant lain bersama masternya. Anna Kyoyama, seorang caster bersama masternya poland serta Miro yang bersama waivant Ridernya, Laura Bodewig.
"Kouki, musnahkan dia !" teriak Anna.
Monster raksasa yang menebas Flandre itu melempar Flandre ke udara muncul satu lagi Monster yang melompat ke arah Flandre sambil menahan tinjunya. Namun saat monster yang melompat itu sudah hampir mengenai Flandre, Flandre pun terbang, dan mengarahkan tombakknya ke monster itu. Monster yang sudah tidak dapat menghentikan laju serangannya itu pun akhirnya tewas tertancap tombak Flandre.
"HEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Flandre dengan sangat kencang.
Flandre pun mengalihkan pandangannya ke 4 waivant yang mengepungnya. Dia melaju dengan cepat menuju Mami dan menebas kepalanya dengan tombaknya hingga lepas dari lehernya. Lalu dia pun berlari menuju Anna.
"MATIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII, HAHAHAHAHA"
Bugh !!
Flandre dipukul dengan pegangan kapak oleh monster berkapak yang sebelumnya telah menebasnya. Kini Flandre pun jatuh terkapar.
"FLANDREEEEEEE !!" teriakku sambil berlari ke arahnya.
Aku pun membopong tubuhnya yang kecil dan segera berlari sekencang mungkin.
"Tuan... Sakit.. Aku takut..." katanya lirih.
Aku tidak menjawab apa - apa. Aku hanya berlari dan berlari, sekencang mungkin. Sesekali aku melihat kebelakang, melihat apakah mereka mengejarku. Setelah beberapa menit berlari, aku tidak melihat mereka mengejarku. Aku pun melambatkan laju gerakanku.
"Hah.. Hah.. Hah.."
Jleb...
Sebilah katana menusukku dengan Flandre dengan telak. Siapa lagi itu? Kenapa....
Dengan perlahan aku melihat ke belakang.
Yuno Gasai... bersama masternya ceroberoz...
Flandre kini tewas. Badannya yang kecil dan terlihat rapuh kini tidak bernyawa lagi. Perutku berlubang dan mengeluarkan banyak darah karena tusukan dari Yuno.
Aku pun terjatuh dan terjerembab ke tanah. Aku mulai merangkak, sementara Yuno dengan pelannya berjalan ke arahku. Aku takut.. Aku takut... Aaaaaaaaaah !!
Secara ajaib, aku dapat mengangkat badanku, dan mulai berlari lagi, meninggalkan mayat Flandre. Kini Yuno kembali mengejarku dengan cepat.
Aku pun berlari sekencang mungkin. Lari, lari dan lari.
Saat kulihat ke belakang untuk mengecek apakah Yuno masih mengejarku, aku melihat ayah, ibu dan pamanku serta orang - orang yang telah kubunuh. Tidak ada Yuno, hanya orang - orang itu yang kini terlihat mengejarku. Wajah mereka pucat dan mata mereka mengeluarkan darah.
Sama.. Sama seperti mimpi yang kulihat...
Aku tetap berlari lurus kedepan, tanpa mempedulikannya. Dan saat aku sadar, di sampingku ada truk yang melintas dengan kencang dan menabrakku dengan telak.
....
Kini di hadapanku hanya ada kegelapan.
"Rin, bagaimana dengan ceroberoz? Apakah dia masih menghubungimu dan membicarakan alliansinya kepadamu?" tanyaku kepada Rin lewat telpon.
"Tidak, tidak ada kabar sama sekali dari dia. Dia seperti hilang begitu saja dari perang ini..." balas Rin.
"Hmmm.. Sudahlah, kabarkan aku lagi jika dia menghubungimu lagi. Bergeraklah seperti rencana untuk malam ini." kataku kepadanya lagi
Rin pun menutup percakapan lewat telpon ini tanpa mengucapkan apapun. Sudahlah, aku butuh istirahat... Semenjak melarikan diri dari rumah, aku tidak pernah dapat tidur di malam hari. Waktu menunjukkan jam 1 siang.
Aku pun merebahkan diriku di sofa. Flandre yang sudah tidur cukup lama di sofa lainnya yang terletak tepat di depan sofa yang kutempati. Aku pun menutup mataku.
- - -
"Huah !!" teriakku sambil mengangkat kepalaku yang sebelumnya terbaring di sofa.
Mimpi yang mengerikan itu terulang lagi hari ini, dan bahkan semakin jelas..
Uh, aku tidak mau mengingatnya. Aku pun melihat ke arah telepon genggamku untuk mengecek waktu. Jam menunjukkan pukul 6 sore. 2 jam lagi pertempuran putaran kedua akan dimulai.
Flandre tidak lagi ada di depanku, dan aku pun bergegas mencarinya.
"Flandre !! Dimana kau?"
"Disini..."
Suara itu dari arah kamar mandi, dan aku pun berjalan pelan menuju kesana.
"Flan, sedang apa kau..."
"Tuaaaaan..."
Betapa kagetnya aku melihat sosok Flandre yang menangis. Bukan air mata yang keluar, namun darah. Dia sendiri sedang mencuci wajahnya yang dipenuhi darah itu.
"Apa yang..." tanyaku terbata - bata.
"Mimpi.. Mimpi itu menakutkan... Aku takut" katanya sambil memelukku.
"..."
Aku tidak dapat mengatakan apa - apa. Aku sudah biasa melihat darah seperti ini, namun entah kenapa melihat Flandre yang seperti ini, aku merasa seperti beku dan tak mampu berbuat apa - apa.
"Tuaaaaaaan" katanya sambil memandangku. Matanya merah, meskipun darah yang mengalir dari matanya sudah disekanya sampai bersih. Aku pun memeluknya, namun aku tidak dapat mengucapkan sepatah kata pun
Jujur saja, aku... Aku lelah... Semoga semua ini cepat berakhir, sehingga aku dan Flandre bisa bermain di dunia yang ideal untuk kami.
- - -
"HEAAAAAAAAAAAAAAA !!!!" teriak Flandre sambil mengejar Mami Tomoe, seorang waivant Archer yang memang kuincar hari ini untuk menjadikannya tumbal untuk menambahkan kekuatan Flandre. Dia sudah melemah karena sebelumnya telah diserang oleh pemain lain di putaran sebelumnya.
Setelah kejar - kejaran cukup lama, dia akhirnya berhasil melarikan diri... Sesuai rencana... Aku pun menghubungi Ro, yang kuminta untuk menunggu di daerah yang sudah disetujui, yakni tempat khusus yang sudah kusiapkan kepada Ro untuk memberikan serangan ambush kepada Mami dan masternya.
Aku pun bergegas menuju tempat itu dan benar saja, sudah kutemukan Mami yang sudah sekarat beserta Ro serta waivantnya yang berdiri di depannya.
"Flandre, habisi !!"
"HAHAHAHAHAHA" tawa Flandre yang melompat dan menghunjamkan tombaknya ke Mami.
Satu lagi korban untuk hari ini...
Trang !!!
"Hah?"
"Huh, sayang sekali yah?"
"Siapa kau?" teriakku.
"altheonix" jawabnya.
altheonix dan waivantnya, Kyouko, seorang Avenger ternyata menahan serangan dari Flandre ke Mami. Serangannya pun tidak mengenai Mami serta Kyouko yang menahannya dengan sangat sempurna.
"BRENGSEK !! Apa yang kau lakukan?!" teriakku sambil meluapkan amarahku.
"Kau pikir hanya kau yang punya rencana? Sayang sekali" jawabnya
"FLANDRE, HABISI MEREKA !!" teriakku kepada Flandre dengan nada yang lebih keras dari sebelumnya
"HEAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA, RASAKAN INI !!" teriak Flandre yang membentuk bola energi yang akan dia tembakkan ke arah Kyouko dan Mami.
"HAHAHAHAHAHA !!"
Aku tidak dapat menahan tawaku. Mereka harus mati, semua harus mati, MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI MATI !!
Crasssssss
Suara tebasan benda tajam yang cukup dalam pun terdengar dan mengakhiri tawaku dan di depan mataku kini ada Flandre yang tertebas oleh kapak dari seekor monster raksasa.
"FLANDREEEEEEEEEEEE !!"
"Kau sudah kalah, Kagami"
Siapa lagi itu? Siapa? SIAPAAA??
"Sayang sekali yah?"
Aku melihat dua waivant lain bersama masternya. Anna Kyoyama, seorang caster bersama masternya poland serta Miro yang bersama waivant Ridernya, Laura Bodewig.
"Kouki, musnahkan dia !" teriak Anna.
Monster raksasa yang menebas Flandre itu melempar Flandre ke udara muncul satu lagi Monster yang melompat ke arah Flandre sambil menahan tinjunya. Namun saat monster yang melompat itu sudah hampir mengenai Flandre, Flandre pun terbang, dan mengarahkan tombakknya ke monster itu. Monster yang sudah tidak dapat menghentikan laju serangannya itu pun akhirnya tewas tertancap tombak Flandre.
"HEYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak Flandre dengan sangat kencang.
Flandre pun mengalihkan pandangannya ke 4 waivant yang mengepungnya. Dia melaju dengan cepat menuju Mami dan menebas kepalanya dengan tombaknya hingga lepas dari lehernya. Lalu dia pun berlari menuju Anna.
"MATIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII, HAHAHAHAHA"
Bugh !!
Flandre dipukul dengan pegangan kapak oleh monster berkapak yang sebelumnya telah menebasnya. Kini Flandre pun jatuh terkapar.
"FLANDREEEEEEE !!" teriakku sambil berlari ke arahnya.
Aku pun membopong tubuhnya yang kecil dan segera berlari sekencang mungkin.
"Tuan... Sakit.. Aku takut..." katanya lirih.
Aku tidak menjawab apa - apa. Aku hanya berlari dan berlari, sekencang mungkin. Sesekali aku melihat kebelakang, melihat apakah mereka mengejarku. Setelah beberapa menit berlari, aku tidak melihat mereka mengejarku. Aku pun melambatkan laju gerakanku.
"Hah.. Hah.. Hah.."
Jleb...
Sebilah katana menusukku dengan Flandre dengan telak. Siapa lagi itu? Kenapa....
Dengan perlahan aku melihat ke belakang.
Yuno Gasai... bersama masternya ceroberoz...
Flandre kini tewas. Badannya yang kecil dan terlihat rapuh kini tidak bernyawa lagi. Perutku berlubang dan mengeluarkan banyak darah karena tusukan dari Yuno.
Aku pun terjatuh dan terjerembab ke tanah. Aku mulai merangkak, sementara Yuno dengan pelannya berjalan ke arahku. Aku takut.. Aku takut... Aaaaaaaaaah !!
Secara ajaib, aku dapat mengangkat badanku, dan mulai berlari lagi, meninggalkan mayat Flandre. Kini Yuno kembali mengejarku dengan cepat.
Aku pun berlari sekencang mungkin. Lari, lari dan lari.
Saat kulihat ke belakang untuk mengecek apakah Yuno masih mengejarku, aku melihat ayah, ibu dan pamanku serta orang - orang yang telah kubunuh. Tidak ada Yuno, hanya orang - orang itu yang kini terlihat mengejarku. Wajah mereka pucat dan mata mereka mengeluarkan darah.
Sama.. Sama seperti mimpi yang kulihat...
Aku tetap berlari lurus kedepan, tanpa mempedulikannya. Dan saat aku sadar, di sampingku ada truk yang melintas dengan kencang dan menabrakku dengan telak.
....
Kini di hadapanku hanya ada kegelapan.
0
Kutip
Balas