Kaskus

Story

gelaragusniAvatar border
TS
gelaragusni
(based on true Story) "Si Cupu dan Si buah dada" (kisah konyol antara gw dan wanita)
prologue:
Quote:


Quote:


Quote:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 22 suara
Menurut Agan/Aganwati, untuk cerita selanjutnya ane nyeritain kisah ane yang mana??
Romansa Barista (keterangan cerita lihat dibawah index)
55%
Penghuni Lain (keterangan cerita lihat dibawah index)
45%
Diubah oleh gelar_putra 16-04-2016 23:05
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
75.4K
441
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.2KAnggota
Tampilkan semua post
gelaragusniAvatar border
TS
gelaragusni
#234
“Andai lebih berani”

Untuk dapat memiliki seorang wanita pujaan, dibutuhkan keberanian untuk mendapatkannya, dan sayangnya disaat gue SMP keberanian itu belum muncul. Setelah lulus SD dengan nilai yang dapat dikategorikan baik, gue melanjutkan pendidikan gue di SMP Pertiwi, dan kebanyakan teman-teman SD gue pun melanjutkan di tempat yang sama, seperti Icha, Dika, Rahmat, dan lain lain.

1.2 adalah kelas gue, dan kebetulan teman-teman SD gue, seperti Icha,dan lainnya berada dikelas unggulan yaitu kelas 1.1. Didalam kelas 1.2 ada seorang wanita yang menarik perhatian gue, namanya Gita. Wanita berparas cantik dan memiliki kulit yang putih, sangat menyukai segala sesuatu yang berasal dari Bandung. Kenapa? Karena Gita adalah Gadis yang berasal dari kota Bandung.

“Gita, kamu dari Bandung ya?” tanya gue basa basi karena saat itu kebetulan posisi duduknya tepat disamping kanan gue.
“iyah,aku dari Bandung,kenapa gitu?” ucapnya dengan aksen sunda yang sangat kental.
“aku juga lahir di Bandung, sama-sama orang Bandung berarti,hehehe”

Hmmh, mungkin di awal loe udah baca kalo gue lahir di Tasikmalaya. Perlu gue klarifikasi, sebenarnya, gue lahir di Bandung, di daerah Cikutra, disebuah puskesmas kecil yang dimana,pada saat gue dilahirkan, gue adalah satu-satunya bayi pria,dan pasien yang lain melahirkan bayi wanita, so dari kecil, gue memang sudah dikelilingi oleh banyak wanita,hahahaha. Nah, saat itu, nyokap n bokap gue yang masih belum tau apa-apa (gue anak pertama,wajar mereka masih bingung,hehe) meminta bantuan kepada nenek gue di Tasikmalaya untuk dibuatkan akte kelahiran, so alhasil, didalam akte, tertulis gue dilahirkan di Tasikmalaya.

“wah, kita saudara dong, sama-sama orang Sunda,hehehe” ucap Gita dengan ekspresi senang.

Semenjak saat itu, gue dan Gita memiliki hubungan yang cukup dekat, dan engga sulit untuk membuat dia senang, cukup berikan sebuah artikel bacaan tentang kota Bandung atau apapun yang berasal dari Bandung, maka udah pasti Gita akan sangat senang.

Suatu hari disaat jam pelajaran bahasa Indonesia, saat itu gue lagi bengong, tiba-tiba aja gue ditimpuk kertas dari arah kanan, dan sesaat gw langsung menoleh kearah Gita, dengan bahasa isyarat, dia memberitahukan agar gue mengambil kertas yang dilemparnya dan harap dibaca.

Hei, kamu bengong aja, belajar itu yang fokus,hehe

Sebuah kalimat singkat yang berhasil membuat gue senyam senyum, dan dengan segera gw memberikan balasan, dan bukannya merhatiin pelajaran, gue dan Gita malah jadi lemparan-lemparan kertas.hahahaha.


Aku bosen sama pelajarannya,hehe
Sama dong, aku juga bosen nih , Gelar aku boleh nanya?
Mau nanya apa? Silahkan....
Kamu udah punya pacar?


Pertanyaan dari Gita berhasil membuat terdiam. Jujur, saat itu gue emang suka sama gita, karena dia cantik dan baik. Sesaat gw menoleh kearah Gita dan dia tersenyum kecil,membuat wajahnya semakin terlihat cantik.

Belum, emang kenapa?
Sama dong, aku juga belum punya pacar....
Wah serius? Masa sih? Kamu kan cantik, masa belum punya pacar?
Beneran tau, aku belum punya pacar
Emang kriteria kamu kayak gimana sih Gita?
Ya kayak wanita lain pada umumnya, Cuma aku pengen punya pacar yang sama dari Sunda.


Astaga, gue semakin gerogi membaca surat dari Gita, saat itu gue sangat yakin memiliki kesempatan besar untuk bisa menjadi pacarnya, namun entah kenapa saat itu gue merasa kalo Gita terlalu cantik untuk gue dan gue ga pantas untuk dia. Butuh waktu lama bagi gue untuk membalas surat dari Gita, dan tiba-tiba Gita kembali melempar kertas kearah gue.

Kok diem sih? Bales doong..
Hehe, maaf gita. Wah kriteria pacar kamu, aku banget yaaa? Hehehe


Terlihat Gita tersenyum disaat membaca surat balasan dari gue,

Hehehe, tapi aku belum mengenal kamu lebih jauh


Gue sadar betul kalo maksud dari pernyataan Gita adalah dia menginginkan bisa mengenal gue lebih jauh, tapi lagi-lagi entah kenapa gue merasa ga pantas untuk dia. Gue Cuma seorang cowok biasa yang pas SD memiliki kutukan Panu diwajah. Gue Cuma cowok pendiam yang masih belum mengerti esensi dari hubungan pacaran, dan akhirnya dengan sangat berat hati, gue menuliskan sebuah kalimat yang berhasil mengakhiri lempar-lemparan kertas itu.

Sudah ah Gita, omongan kita jadi terlalu jauh..kembali fokus ke Pelajaran ya.

Terlihat Gita sedikit cemberut dan dia engga membalas perkataan gue. Semenjak saat itu, entah kenapa Gita jadi sedikit menjauh dari gue. Hubungan gue dan Gita ga sedekat biasanya.

Setelah kejadian itu dan Gita semakin menjauh, entah kenapa gue malah semakin kepikiran dirinya. Wajah Gita selalu ada di otak gue yang pada akhirnya bikin gue jadi kangen sabun,hahahahaha (becanda brooo).
Sepertinya gw suka beneran sama Gita, dan mungkin belum terlambat bagi gue untuk mendapatkan hatinya.

Saat itu lagi jam istirahat, didepan kelas sambil makan bakwan yang gue beli dikantin, gue mencoba untuk memikirkan sebuah cara bagaimana agar gue bisa dekat kembali dengan Gita, dan tiba-tiba,

“hei gelar, ngapain kau sendirian aja?” tanya Alwi dan tanpa dosa dia langsung makan Bakwan gue padahal itu bakwan masih gue pegang.

Alwi adalah salah satu teman dekat gue ketika SMP. Dia teman sekelas dan kebetulan posisi duduknya tepat berada disamping kanan Gita. Jadi Gita duduk diantara Gw dan Alwi. Dia adalah seorang cowok yang baik, dan memiliki wajah sedikit lebih tampan dibanding gue. (Cuma sedikit lhooo!!!). diluar kelebihannya, kekurangan yang sebenarnya sedikit menganggu gue adalah, dia selalu meminta makanan dari teman-temannya. Kadang pernah lagi asik-asiknya makan, tiba-tiba Alwi datang dan ya setengah dari makanan gue habis dilahapnya,hahahaha

“hah? Iya nih wi, lagi pengen sendiri aja aku” jawab gue.
“eh, gapapa kan ya bakwannya aku makan? Hehe”
“kau nanya setelah kau makan? Kalau aku bilang ga boleh, memang bisa kau kembalikan?”
“ya bisa lah, ini belum aku telan, mau aku kembalikan? Hahahaha”
“aah, gila kau wi”
“Lar, aku pengen nanya sesuatu nih, boleh?”
“mau nanya apa?” tanya gue penasaran
“begini, beberapa hari terakhir aku sedang dekat dengan seorang cewek, dan aku pikir sebelum aku memiliki hubungan yang lebih jauh, aku ingin nanya dulu ke kau mengenai karakter cewek yang lagi dekat sama aku ini”
“laah, kenapa harus nanya dulu ke aku?”
“ya karena kau kan sempat dekat dengannya”
“memangnya siapa wi?”
“itu lhoo, si Gita, aku sedang dekat dengannya”
“hah? Gitaaaa?!”
“iya, kenapa kau? Kok kelihatan kaget begitu”
“aah, gapapa wi..gapapa,hehee”

Alamaaaaak, disaat gue pengen kembali deketin Gita, ternyata sahabat gue Alwi sedang dekat dengannya. Disini akhirnya untuk pertama kali gw merasakan dilema.

Tuhan bantu aku
Ternyata dia kekasih sahabatku
Entah apa yang harus ku katakan
Hatiku bimbang jadi tak menentu


Persis seperti lirik lagu Cherry Belle, saat itu gue bingung antara mementingkan ego atau mengalah demi sahabat. Saat itu gue berpikir mungkin Gita akan lebih bahagia dengan Alwi dibanding pacaran sama gue, so gue putuskan untuk membantunya mendapatkan Gita.

Walau sebenarnya hati gue sakit, gw mencoba untuk meyakinkan Gita bahwa Alwi adalah pria yang baik dan pada akhirnya mereka pun jadian.
Kalo ada perkataan Aku bahagia melihatmu bahagia dengan orang lain, gw pastikan itu bohong. Karena ternyata melihat Gita dan Alwi yang sepertinya sangat bahagia dan sedang dimabuk asmara, membuat hati gw sakit dan hari-hari selanjutnya dipenuhi oleh kegalauan.

Andai aja disaat pertama, disaat ada kesempatan bagi gue untuk mendapatkan Gita, gue lebih berani dan ga berpikir bodoh, mungkin akan lain ceritanya. Tapi ya nasi sudah menjadi bubur, dan sekarang, kalo gw inget2 masa lalu gue itu, gue hanya tersenyum kecil dan berkata dalam hati “gue pengen ketemu doraemon”.
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.