Kaskus

Automotive

jonathansintongAvatar border
TS
jonathansintong
{SHARE} Karburator Vacuum / Constant Velocity Carburator (CV)
emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S) emoticon-I Love Indonesia (S)

Karburator Vacuum / Constant Velocity Carburator (CV)


Berbeda dengan kendaraan roda empat yang sudah banyak mengadopsi teknologi pasokan bahan bakar injeksi, rata-rata sepeda motor yang dijual di Indonesia masih menggunakan sistem karburator. Meski begitu, teknologi karburator yang dipakai sudah lebih canggih dibandingkan model konvensional dengan penambahan beberapa penemuan baru. Karburator modern ini memiliki keunggulan pada konsumsi bahan bakar yang irit dan emisi gas buang yang lebih ramah lingkungan.

Saat ini pabrikan sepeda motor banyak menggunakan teknologi karburator jenis Constant Velocity (CV) atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama karburator vakum. Sepeda motor bebek model terbaru, sudah dilengkapi piranti karburator vakum. Bahkan teknologi karburator vakum berkembang menjadi varian New Constant Velocity (NCV), yang dipasang pada sepeda motor bebek bermesin 130 cc.

Karburator bagi sepeda motor adalah bagian yang vital. Perangkat ini berfungsi mengabutkan bensin agar lebih mudah terbakar di ruang bakar silinder. Karburator dilengkapi pelampung, katup jarum, baut penyetel udara, jarum skep, dan pompa percepatan. Setiap komponen punya tugas sendiri-sendiri.

Pelampung misalnya, berfungsi mengatur tinggi rendahnya bensin dalam ruang pelampung karburator. Tinggi rendahnya permukaan bensin itu dipengaruhi oleh lidah pelampung. Pelampung yang bocor bisa membuat karburator kebanjiran bensin. Piranti yang mengatur keluar masuknya bahan bakar pada karburator adalah skep berbentuk jarum.

Karburator vakum (CV) bisa disebut satu tahap lebih maju dibandingkan teknologi lama. Mekanisme kerja karburator vakum memang berbeda dengan karburator konvensional atau Venturi Meter (VM). Bukaan skep karburator model CV diatur berdasarkan kavakuman di ruang bakar atau tekanan udara antara inlet dan manifold, bukan oleh tarikan kabel gas seperti pada karburator tipe VM.

Besar kecilnya perbedaan tekanan udara diatur oleh skep kupu-kupu yang berhubungan dengan kabel gas. Jadi pergerakan kabel gas tidak langsung membuka skep karburator, tetapi membuka skep kupu-kupu lebih dahulu baru kemudian membuka skep utama. Pada teknologi karburator CV, buka-tutup kabel gas hanya sebagai pemancing saja. Sementara membran karet karburator CV menjadi alat pengatur otomatis permintaan bahan bakar.

Naik turun jarum skep pada karburator CV ditentukan oleh kevakuman di ruang bakar. Saat putaran mesin masih rendah dan tingkat kevakuman rendah, skep hanya membuka dengan lubang yang kecil. Begitu putaran mesin naik dan tingkat kevakuman meningkat, skep akan membuka lebar-lebar untuk mengalirkan bahan bakar. Permintaan bahar bakar pun akan sesuai dengan keperluan mesin, sehingga konsumsinya jauh lebih hemat dibandingkan karburator konvensional.

Dibalik kecanggihan teknologinya, karburator CV juga memiliki kelemahan, yaitu lambat pada akselerasi awal. Penyebabnya saat putaran mesin rendah, skep akan membuka rendah pula. Otomotis bahan bakar yang masuk ke ruang bakar tidak begitu banyak sehingga tenaga yang dikeluarkan tidak besar.

Walaupun gas dipelintir dalam-dalam, skep karburator tidak akan membuka secara spontan mengikuti putaran grip gas. Yang terjadi adalah udara dipaksa masuk sebanyak-banyaknya ke dalam ruang bakar, sedangkan debit bahan bakar sedikit. Hasilnya pembakaran pun tidak optimal dan tenaga seperti kosong sesaat. Tenaga baru akan mengisi kembali pada durasi waktu sekira 1 detik.

Spoiler for Prinsip Kerja Karburator Vakum (CV):


Spoiler for Prinsip Kerja Karburator Vakum (CV)2:


Spoiler for contoh constant vacuum carburetor (CVK):


Spoiler for contoh constant vacuum carburetor (CVK):


Spoiler for contoh constant vacuum carburetor (CVK) Harley Davidson:
0
36.6K
58
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Kendaraan Roda 2
Kendaraan Roda 2
KASKUS Official
19.2KThread15.5KAnggota
Tampilkan semua post
gunawanspursAvatar border
gunawanspurs
#24
Quote:


Setahu saia TVS Apache jg pakai karbu vakum mas bro, maklum d India walau pengen performa motor ganas, tp klo ga irit motornya jg susah laku.

TVS Apache 180 RTR setahu saia pake Mikuni BS29 (setara dgn BAJAJ Pulsar 200 dan 180 UG4), kalo yg 160 RTR pake Mikuni BS26 (setara Pulsar 180 UG3 atau 135 LS).

Ndak usah khawatir bro, ane udah lewat masa2 versus2an, ane udah yakin kok smw motor ada kelebihan & kekurangan, yg cocok bwt satu orang blom tentu cocok bwt orang lain. TVS & BAJAJ sama2 motor Indihe yg menawarkan value tinggi, so kita sama2 pecinta motor value tinggi, hehehe. emoticon-Angkat Beer

Masalah apa bisa tukar guling, saia fikir bisa2 saja, selama tipe & ukuran venturinya sama, dimensi spuyernya jg mestinya sama saja (universal), tinggal cari ukuran yg spesifik sesuai spek motor yg dimaksud. Mungkin ada detail2 yg rada beda (spt karbu Pulsar, choke yg manual pake tombol tarik di bodi karbu, dan sama2 Ucal Mikuni BS26, di P180 UG3 choke manual, di P135 LS choke otomatis yg berarti harus ada sensor suhunya).

Ini cma opini nubie yg bisa jadi ngaco belo, so monggo cari2 info k thread/forum Pulsar. emoticon-Smilie

Quote:


Kayaknya krn cara kerja karbu vakum berdasarkan kevakuman ruang bakar & throttle tdk instan spt d karbu konvensional venturi, d karbu vakum ga ada pompa akselerasi deh. Kalo semacam valve tambahan dgn spuyer extra (katakan utk tambahan BBM di RPM tinggi, power jet), itu bisa2 saja. CMIIW. emoticon-Smilie
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.