Kaskus

Story

gelaragusniAvatar border
TS
gelaragusni
(based on true Story) "Si Cupu dan Si buah dada" (kisah konyol antara gw dan wanita)
prologue:
Quote:


Quote:


Quote:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 22 suara
Menurut Agan/Aganwati, untuk cerita selanjutnya ane nyeritain kisah ane yang mana??
Romansa Barista (keterangan cerita lihat dibawah index)
55%
Penghuni Lain (keterangan cerita lihat dibawah index)
45%
Diubah oleh gelar_putra 16-04-2016 23:05
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
75.6K
441
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.4KAnggota
Tampilkan semua post
gelaragusniAvatar border
TS
gelaragusni
#157
“Ternyata.....”
Satu tahun sudah gw berada di Medan, dan gw telah melupakan kenangan-kenangan indah saat gw berada di Semarang. Gw udah lupa dengan Lia karena ternyata Medan adalah sebuah kota besar yang menarik dimana banyak terdapat cewek-cewek cantik. Setan itu hanif yang mengatakan gw bakal digigit harimau,hahahaha.

\tGw melanjutkan sekolah gw di SD Pertiwi Medan, dimana ternyata eh ternyata Rini sang Juara Indonesian Idol adalah junior satu tingkat gw saat itu. Kalo tau dia bakal jadi artis, mungkin saat itu,gw akan coba pacarin dia,ahahahaha

\tBanyak perubahan yang gw rasakan, dan yang paling bikin gw stress adalah gw harus belajar bahasa aksara arab melayu dan bahasa melayu. Coba loe bayangin, selama gw di Semarang, gw udah cukup terbiasa dengan huruf aksara jawa ho no co ro ko, dan ketika di Medan, gw harus belajar membaca huruf Arab Gundul dan bahasa melayu,so udah jaminan nilai gw merah untuk kedua mata pelajaran tersebut.

\tOia, satu lagi perubahan yang sangat terasa adalah hilangnya kepopuleran diri gw dimata wanita. Mungkin loe masih inget kalo selama di Semarang, gw punya pacar cantik bernama Lia dan gw pernah di tembak oleh beberapa cewek yang pada akhirnya membuat gw merasa populer, tapi hal tersebut tidak terjadi di Medan. Gw merasa minder dengan pergaulan yang ada, ditambah entah kutukan dari dukun mana, di jidat gw terdapat Panu yang sangat mengganggu dan berhasil menurunkan rasa percaya diri gw.

\tSegala macam obat udah gw coba, dari mulai salep sampe cairan panas,dan tetap engga berhasil membuat Panu itu hilang. Solusi terakhir yang bisa gw pakai adalah menutupinya dengan poni rambut, dan itu berhasil.hehehe

\tSaat itu gw udah kelas lima SD, udah hampir 2 minggu gw berhasil menutupi penyakit hina itu dari temen-temen kelas gw. Hingga pada akhirnya, suatu hari disaat jam pelajaran olahraga, tanpa sengaja karena saat itu gw udah kecapekan karena habis lari keliling lapangan,gw menyeka poni rambut gw kesamping dan terlihatlah dengan jelas panu indah gw didepan teman-teman. Saat itu yang pertama kali melihat adalah Rahmat.

“waaah, gelar panuan....gelar panuan...hahahahahaha”

Teriakan keras Rahmat berhasil membuat teman-teman yang berada disekitar melihat ke arah gw, dan tanpa aba-aba mereka langsung tertawa. Sumpah, saat itu kalo twitter udah diciptakan, ingin rasanya langsung ngetweet “gw pengen mati aja”. Harga diri gw rasanya udah ilang, dan gw merasa kalo hari hari gw kedepan akan terasa berat.(ahahaha lebaay banget ya gw). Gw Cuma bisa diam dan ga tau harus berbuat apa.

“lar, kau jorok sekali punya panu,bersihkan lah pakai obat” ucap rahmat sambil terus menahan tawa.
“iya mat, ini aku udah coba macam-macam obat, tapi engga ngaruh,bingung aku” jawab gw dengan wajah datar.

Beberapa hari setelah kejadian itu, gw menjadi lebih pendiam dan semakin engga Pede untuk ngobrol sama cewek.

“kau kenapa gelar,kok jadi lebih pendiam dari biasanya?”

sebuah pertanyaan singkat yang berhasil membuat gw gerogi disko karena pertanyaan itu berasal dari Icha, seorang gadis yang cukup populer di Sekolah. Hampir semua cowok disekolah mengenalnya. Memiliki paras yang cantik, Pintar dan suaranya cukup merdu jika ia menyanyi, so wajar kalau Icha menjadi salah satu cewek populer ketika itu.

“aah, aku biasa aja kok cha, ga sakit kok,hehehe”

Akhirnya terjadilah pembicaraan cukup panjang dengan Icha,dimana saat itu kita sedang berada didalam kelas dan Pak Daulay selaku wali kelas belum juga hadir hingga....

“ngobrol sama kau itu seru ya lar, aku nyaman dan ya kau beda sama cowok-cowok lain yang aku kenal” ucap icha dengan sebuah senyum simpul manisnya.

Mendengar perkataannya, wajah gw memerah, akhirnya setelah sekian lama, ada seorang wanita cantik yang memuji gw.percaya diri gw yang sempat hilang karena KPK, Kutukan Panu Keparat, akhirnya kembali.

“aah kau bisa aja cha, aku biasa aja kali” jawab gw singkat,
“hmmmh..nanti setelah pulang sekolah aku tunggu di Kantin ya? Ada yang pengen aku omongin sama kamu”
“hah? Ngobrol berdua dikantin? Ngapain?” tanya gw heran.
“ada yang pengen aku omongin, kau engga mau ya lar?”
“eh iya aku mau kok,hehe”

Gw benar-benar penasaran, sebenarnya apa yang pengen diomongin sama Icha. Apakah Icha akan menembak gw? Gw ga boleh kepedean dulu, tapi kalo dilihat dari realita yang ada, dari tanda-tanda omongan dia yang memuji gw dan tiba-tiba mengajak gw ngobrol berdua di kantin, 90% sepertinya Icha akan menembak gw.

Ouuh Tuhan, terimakasih atas kesempatan yang engkau berikan, ucap gw dalam hati. Benar-benar ga sabar gw menunggu bel pulang sekolah berbunyi.

“kenapa kau daritadi senyam senyum terus?” tanya Dika.

Dika adalah teman sebangku gw, sekaligus tetangga gw dirumah. Dia adalah teman pertama gw di Medan. perawakannya yang mirip Rikishi, seorang pemain Gulat WWF,membuat gw merasa aman jika sedang berjalan bersamanya,hehehe

“tapi kau jangan berisik ya, Icha ngajakin aku ngobrol di kantin setelah pelajaran selesai”
“ah serius kau? Ngapain dia ngajak kau ngobrol berdua dikantin?”
“aku engga tau, tapi sebelum dia ngajak ngobrol itu, dia bilang kalo dia nyaman ngobrol sama aku, dan katanya aku beda dibanding cowok-cowok yang dia kenal dik”
“ah,macam mana pula, masa iya si Icha suka sama kau,wajah kau kan panuan” ucap dika dengan wajah tanpa dosa

Mendengar perkataannya, gw sama sekali ga nafsu untuk membalas ucapannya, awas aja kau dik, nanti kau sendiri yang akan terkejut kalo besok mendengar kabar kalo gw pacaran sama Icha, akan gw buktikan bahwa walau gw panuan,tapi gw tetap populer dimata wanita, ucap gw dalam hati,hahaha

“hei,kenapa kau diam???”
“au ah dik”
Bel pulang pun berbunyi, dan sesuai janji gw bertemu dengan icha di kantin yang saat itu keadaanya sudah cukup sepi.
“sebenarnya ada apa cha, apa yang pengen kau omongin?” tanya gw memulai pembicaraan.
“hmmmh...tapi janji ya kau jangan marah,aku pengen jujur sama kau lar”
Saat itu, gw melihat wajah Icha terlihat malu-malu ngobrol sama gw, dan gw berpikir wajar lah, walaupun dia cewek populer, tetap saja dia akan malu jika harus ngomongin perasaannya ke gw.
“aku ga akan marah kok, kau jujur aja sama aku”
“janji engga marah??”
“engga cha, aku janji “ ucap gw sambil memberikan senyuman termanis gw,hueeeeeeeeeeek
“hmmmh...sebenarnya,,,sebenarnya...aku udah lama pengen ngomong hal ini ke kau lar..”
“iyaaaa cha? Apaa?”
“hmmmmh...aku....aku...aku penasaran pengen lihat Panu kau”
“hah???”
“iyaa...kata rahmat kamu panuan? Aku penasaran pengen lihat, soalnya aku belum pernah lihat panu, aku ga mau ngomong langsung dikelas takut kamu diketawain sama teman-teman nanti,maav ya...”
“iyaa cha,iyaaa” jawab gw sambil melihatkan panu gw ke Icha
“ouwwh itu ya Panu..hmmmh..yauda deh..makasih ya Gelar, aku pulang dulu”

Icha pun pergi, dan gw hanya bisa terdiam.Benar kata Dika, mana ada cewek yang suka sama cowok panuan. Andai gw ga kepedean,dan akhirnya kepercayaan gw yang sempat bangkit kembali, hilang untuk waktu yang cukup lama.

Beberapa hari kemudian, suatu hari tiba-tiba saja rahmat menghampiri gw.

“sorry ya lar kalau aku sering mengejek kau panuan, mulai sekarang aku berhenti ngejek kau” ucap rahmat sambil merangkul pundak gw. Gw bingung, entah angin apa yang membuat rahmat jadi baik begini.
“ouwh iya,engga apa-apa kok, memangnya kenapa?”
“soalnya, kau lihat ini, dileherku ternyata muncul panu,sama seperti kau,mungkin aku kualat ya,hehehe” ucap rahmat sambil memperlihatkan deretan panu berbaris rapih vertikal dilehernya.
Kita pun tertawa dan semenjak itu Rahmat menjadi salah satu sahabat gw.



--------------------------------
Quote:


kayaknya banyak yg penasaran sama kisah gw dengan LIA ya?
hmmmmmh....tungguin aja ya gan.. cerita gw masih panjang sampe gw menceritakan kisah Lia lagi emoticon-Big Grin
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.