Kaskus

Story

gelaragusniAvatar border
TS
gelaragusni
(based on true Story) "Si Cupu dan Si buah dada" (kisah konyol antara gw dan wanita)
prologue:
Quote:


Quote:


Quote:

Polling
Poll ini sudah ditutup. - 22 suara
Menurut Agan/Aganwati, untuk cerita selanjutnya ane nyeritain kisah ane yang mana??
Romansa Barista (keterangan cerita lihat dibawah index)
55%
Penghuni Lain (keterangan cerita lihat dibawah index)
45%
Diubah oleh gelar_putra 16-04-2016 23:05
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
75.8K
441
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Tampilkan semua post
gelaragusniAvatar border
TS
gelaragusni
#98
“maaf, tapi saya tidak bisa”
semenjak pacaran sama Sinta, mau ga mau gw harus meningkatkan “kedewasaan” gw yang sepertinya jauh dibawah rata-rata. Sesuai saran dari Hanif, setiap malam gw menjadi rajin menonton sinetron tersanjung, dan akhirnya gw pun mengerti apa itu pacaran.

\tKarena tingkat “kedewasaan” gw bertambah, akhirnya gw mulai menikmati sentuhan-sentuhan lembut yang diberikan oleh Sinta. Pernah suatu hari gw mencoba untuk bolos dari jadwal pelajaran tambahan di sekolah, dimana gw, hanif, rangga, dan sugih diam-diam berjalan keluar melewati pintu belakang. Tapi tanpa gw duga, Sinta udah standby berdiri didepan pintu belakang, sambil mengangkat kedua tangannya kepinggang, Sinta melihat gw dengan tatapan jutek dari kejauhan.

“hayooo, mau kemana kamu?” tanya Sinta dengan nada sedikit marah dan tidak lupa tatapan juteknya,
“aku Cuma mau keluar sebentar kok, bukan mau pulang”
“itu tas ngapain dibawa-bawa hayoo?”
“eeee....aku......”

Tanpa basa basi, Sinta langsung merangkul lengan gw dan gw digiring kembali menuju kelas, disaat itu, gw merasakan sentuhan lembut dan hangat dilengan kanan gw,sungguh sensasi yang luar biasa, dan gw pikir itu berasal dari dadanya,hahahaha

Setibanya dikelas, gw hanya bisa termenung membayangkan sensasi luar biasa yang baru saja gw rasakan, dan gw terus bertanya-tanya kapan gw bisa merasakannya lagi.

Sebelum gw melanjutkan ceritanya, gw ingin bertanya ke loe yang sepertinya mulai kangen sama dada pacar masing-masing,hahahaha. Kapan pertama kali kesetiaan loe diuji? Karena kesetiaan gw diuji ketika kelas empat SD.

Satu minggu setelah gw pacaran, berturut-turut gw ditembak oleh 2 cewek. Dan setelah kejadian itu gw sadar bahwa walaupun tingkat kedewasaan gw jauh dibawah rata-rata, tapi tingkat ketampanan gw diatas rata-rata,hahahahaha.

Dimulai dari hari pertama, disaat jam istirahat, gw melihat teman gw widya sedang diganggu oleh teman gw Handoko, yang memang terkenal usil dikelas. Gw lupa waktu itu widya lagi diisengin apa, tapi yang jelas bukan digrepe-grepe atau pelecehan seksual lainnya. Ya mungkin sebatas mengolok-ngolok nama orang tua atau menakut-nakuti dengan suatu alat kenyal yang bisa bergetar,hahahaha.

Disaat widya sedang hampir menangis, gw datang mencoba menghentikan keisengan handoko. Singkat cerita gw berhasil membuat handoko pergi dan nyawa widya terselamatkan (lebaaaay). Setelah kejadian itu, widya jadi sering memperhatikan gw, ga jarang gw melihat dia tersenyum kearah gw. Dan siang hari disaat bel pulang berbunyi, ketika gw mencoba untuk ke gerbang utama,tiba-tiba saja widya memanggil gw.

“gelar, makasih ya tadi udah bantuin aku, aku sebel banget tadi sama handoko”
“ouwh, ga masalah kok, kita kan teman,jadi wajar saling bantu”
“hmmmmh, tapi tetep aja kamu udah nolong aku,aku harus balas budi”
“aah ga usah, santai aja”
“hmmmmh...sebagai ucapan terimakasih,kamu boleh pegang dada aku” ucap widya sambil membuka perlahan kancingnya.
Hahaha,sorry-sorry intermezo,....
“gelar, aku suka sama kamu” ucap widya singkat dan terlihat wajahnya sangat malu ketika itu.
“kok bisa suka sama aku??”
“iya, habis kamu nolongin aku kan tadi pas istirahat”
“ouwh,tapi aku ga suka sama kamu” jawab gw singkat sambil ninggalin widya dengan santai. Yang gw inget, setelah ucapan itu, wajah widya sangat datar, sepertinya kaget dengan ucapan singkat gw yang sangat jelas dan padat,hahahaha

Keesokan harinya, lagi-lagi gw ditembak oleh seorang cewek, kali ini tembakan itu berasal dari Ony. Cewek yang menjadi perantara disaat Sinta ingin memberikan surat ke gw. Saat itu kejadiannya didalam mobil jemputan,didalam mobil itu hanya ada gw, Ony,dan Bowo.

“gelar, ada yang pengen aku kasih kekamu”
“apa ony?”tanya gw sedikit penasaran
Saat itu posisi duduknya gw berada dijok mobil paling belakang, sementara Ony ditengah.
“tapi janji ya jangan dibuang kalo udah aku kasih”
“hmmmh..iya deh janji”

Ga lama Ony pun memberikan sebuah surat ke gw, dan karena perjalanan kerumah gw masih lumayan jauh, gw sempatkan untuk membaca surat itu didalam mobil jemputan. Dan ternyata itu adalah surat penembakan ony untuk gw.

Saat itu gw berpikir, ada apa dengan ony, dia kan tau gw udah punya pacar, kok masih aja ngarepin gw jadi cowoknya,sungguh terlalu (teeeeet,suara gitar).

Diam-diam ketika ony lagi melihat kearah depan, gw buang suratnya disaat mobil jemputan berhenti didepan rumah bowo.

“aku pulang dulu ya..” ucap bowo sambil keluar dari dalam mobil.

Setelah memberikan surat itu, ony hanya bisa duduk diam, sepertinya dia malu dan deg-degan mengharapkan sebuah jawaban dari gw, tapi gw juga lebih memilih diam karena gw sama sekali ga tertarik untuk melanjutkan pembicaraan kearah surat.

Keesokan harinya, didalam mobil jemputan dan saat itu kondisi masih sama, yaitu tinggal gw, bowo, dan ony.

“gelar, kemarin kamu ngejatuhin sesuatu didepan rumahku, untung aku lihat, ni aku kembalikan” ucap bowo sambil menyerahkan surat ony yang gw buang.
Melihat hal itu, spontan Ony terkejut, dan gw yang ga bisa ngomong apa-apa.
“hmmmh, ia wo, makasih yaah” , dan ketika gw ngeliat kearah Ony, dia menunduk. Sepertinya dia menangis.

Aah, ingin rasanya gw panggang si bowo ketika itu, bowo adalah adik kelas gw, dan sepertinya tingkat kedewasaannya sangat jauh dibawah gw. Buktinya dia sama sekali ga merasa berdosa dan ga sadar atas tindakan bodohnya.

“ony kok nangis??” tanya bowo dengan muka polos,
Ditanya seperti itu, nangis Ony pun makin jadi.
“gelar jahat” ucapnya sambil terus nangis,
Aaaah...hari itu ingin rasanya melempar bowo dari mobil, tapi sepertinya ga mungin karena badannya yang lebih besar dan gempal dibanding gw. Saat itu gw Cuma bisa diam dan pasrah. Mungkin saat itu adalah kali pertama gw membuat seorang cewe menangis.
Diubah oleh gelar_putra 13-04-2016 18:37
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.