- Beranda
- Help, Tips & Tutorial Music
Ableton Live Group
...
TS
crystalmsc
Ableton Live Group

Poster dan Kontributor:
http://www.kaskus.co.id/misc/whopost...00000007114505
AbletonIndo, adalah tempat berkumpul dan berbagi di antara sesama pengguna Ableton Live. Mohon support dan dukungan serta kontribusi dari seluruh pengguna dan penggemar Ableton Live. Semoga bisa turut memperkaya wawasan serta skill dalam menggunakan DAW interaktif kesayangan kita ini!
Quote:
Untuk sesepuh dan senior mohon untuk berbagi ilmu n memberi bimbingan. Bagi nubie, jgn segan2 untuk bertanya..karena malu bertanya, sesat di DAW
Meskipun itu pertanyaan sederhana..tidak ada istilah "Nubitol" disini, semua adalah sesama anak warung, yg nongkrong, saling membantu, memajukan n yg terpenting ngupi bareng 
Warung kita ini terbuka untuk berbagai hal seru yang positif, membangun dan bermanfaat..mulai dari pembahasan hardware, software, drum machine dan synthesizer..sample, musik ethnic, VST, iPAD...teknik bermain musik dan live performance, beatbox, chiptune, lo-fi...mixing dan mastering, sampe film yg musiknya keren atau sound fxnya ajib..hingga Native Instruments dan Traktor, khususnya segala sesuatu mengenai Ableton Live dan hardware/software pendukungnya.
Buat temen2 yg baru n silent reader..jgn ragu2 posting yaa, meskipun itu cuma sekedar posting persahabatan. yg penting dengan tujuan untuk membuat warung semakin mengenal satu dengan lainnya..karena tak kenal maka tak sayang

Sebelumnya harap memperkenalkan diri, biar kita bisa lebih kenal satu dengan yang lain n lebih akrab pas kumpul-kumpul.
Spoiler for Intro:
Visi dan Misi
Spoiler for Visi:
Spoiler for Misi:
Quote:
Activities
Spoiler for Activities:
Quote:
Network:
Page: http://www.facebook.com/AbletonLiveIndonesia
Group: https://www.facebook.com/groups/AbletonIndo
Twitter: http://twitter.com/AbletonIndo
Soundcloud: [url]https://S E N S O Rallforlive[/url]
Groupee: http://www.kaskus.co.id/group/11186
Kompilasi:
[URL="https://S E N S O Rallforlive"]ALL for Live![/URL]
[URL="https://S E N S O Rallforlive/sets/all-4-live-the-sequel-side-a"]ALL for Live! "The Sequel" part 1[/URL]
[URL="https://S E N S O Rallforlive/sets/all-4-live-the-sequel-side-b"]ALL for Live! "The Sequel" part 2[/URL]
Diubah oleh crystalmsc 21-02-2019 11:32
0
326.2K
7.6K
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Help, Tips & Tutorial Music
3.9KThread•2.1KAnggota
Tampilkan semua post
Elevation
#4447
Review Lemur for Ipad VS TouchOSC
Ane mau kasih review lemur for ipad keluarannya Liine neh.
Setelah kemaren ane mencoba TouchOSC,Touchable,dan Griid. Sekarang ane udah coba lemur nih mas bro sekalian. Dan ane mau kasih reviewnya ya.
Pertama-tama Lemur ini setelah memiliki lemur daemon menjadi lebih mudah untuk disetup dengan Ableton live, gak perlu pake max for live karena lemur daemon menggunakan MIDI bukannya OSC. Biarpun akan lebih maksimal jika menggunakan max for live tapi no problem lah selama bisa saling kirim sinyal midi.
Berikutnya ane mencoba template bawaannya lemur yaitu lemur studio control, dan well langsung keliatan dimana keunggulannya yaitu physics yang mana pergerakan parameter-parameter berdasarkan hukum fisika kalo kata mereka sih. physics membuat lemur jadi hidup karena membuat parameter yang kita gerakan bergerak secara natural dan dapat diatur juga.kalau di TouchOSC, Touchable, dan Griid kontrolnya terkesan tidak natural.
Mengenai tampilan menurut ane sih tampilannya enggak banget. kerenan TouchOSC kemana-kemana.
Berikutnya ane mencoba Lemur Editor untuk membuat template lemur. Nah disini lagi letak keunggulan lemur menurut ane dibanding TouchOSC apalagi bagi yang suka ngutak-ngutik, kalo di TouchOSC ane gak bisa membuat script atau variabel buatan sendiri tapi kalo di lemur editor kita bisa membuat scrip dan variabel sendiri bahkan kita bisa bikin ada komunikasi antar parameter didalam sebuah template ini menurut ane keren banget.
:
: Cuma kelemahannya lagi adalah cara pembuatan templatenya ribet banget gak sesimpel TouchOSC dan menurut ane parameter yang disediakan TouchOSC itu lebih bagus dibanding yang disediakan lemur seperti fader atau knobnya.
Tapi bagi yang gak suka ngutak-ngutik juga gak papa kok karena banyak banget template buatan user yang dishare. Nah tapi ini masalahnya karena dibanding template2 lemur yang dibuat orang-orang menurut ane masih kerenan Touchable untuk mengontrol Ableton live. apalagi harga touchable jauh lebih murah dibanding lemur. So mana yang harus dibeli?
Kesimpulannya :
Lemur merupakan aplikasi killer apalagi dengan adanya Physics dan lemur editor yang cukup powerful. Tapi untuk mengontrol Ableton Live tanpa max for live harga lemur terlalu mahal dibanding TouchOSC yang cuma $1.5 atau Touchable yang cuma $34, harga lemur itu $49. apalagi template lemur untuk ableton live yang bisa dibilang worth itu cuma MU yang harus menggunakan Max for live. So saran saya kalo anda mau repot-repot belajar script lemur atau ada niat untuk bikin controller yang ribet untuk anda sendiri silahkan beli Lemur. Tapi kalo anda yang tidak mau repot dan tidak mau mahal lebih baik beli TouchOSC atau Touchable saja.
Mampir kemari owm
[URL="http://S E N S O Rkleine"]kleine[/URL]
[URL="http://S E N S O Rgroovy-mechanics"]groovy-mechanics[/URL]
Note : sayang banget di Ableton Live 8 masih belum support OSC, mudah-mudahan kedepannya di Live 9 udah support OSC ya. Ane udh bisa ngebayangin dimasa depan MIDI udah jarang dipake dan semua menggunakan OSC dan cuma membutuhkan network aja tanpa kabel-kabelan.
Setelah kemaren ane mencoba TouchOSC,Touchable,dan Griid. Sekarang ane udah coba lemur nih mas bro sekalian. Dan ane mau kasih reviewnya ya.
Pertama-tama Lemur ini setelah memiliki lemur daemon menjadi lebih mudah untuk disetup dengan Ableton live, gak perlu pake max for live karena lemur daemon menggunakan MIDI bukannya OSC. Biarpun akan lebih maksimal jika menggunakan max for live tapi no problem lah selama bisa saling kirim sinyal midi.
Berikutnya ane mencoba template bawaannya lemur yaitu lemur studio control, dan well langsung keliatan dimana keunggulannya yaitu physics yang mana pergerakan parameter-parameter berdasarkan hukum fisika kalo kata mereka sih. physics membuat lemur jadi hidup karena membuat parameter yang kita gerakan bergerak secara natural dan dapat diatur juga.kalau di TouchOSC, Touchable, dan Griid kontrolnya terkesan tidak natural.
Mengenai tampilan menurut ane sih tampilannya enggak banget. kerenan TouchOSC kemana-kemana.
Berikutnya ane mencoba Lemur Editor untuk membuat template lemur. Nah disini lagi letak keunggulan lemur menurut ane dibanding TouchOSC apalagi bagi yang suka ngutak-ngutik, kalo di TouchOSC ane gak bisa membuat script atau variabel buatan sendiri tapi kalo di lemur editor kita bisa membuat scrip dan variabel sendiri bahkan kita bisa bikin ada komunikasi antar parameter didalam sebuah template ini menurut ane keren banget.
:
: Cuma kelemahannya lagi adalah cara pembuatan templatenya ribet banget gak sesimpel TouchOSC dan menurut ane parameter yang disediakan TouchOSC itu lebih bagus dibanding yang disediakan lemur seperti fader atau knobnya.
Spoiler for screenshot lemur editor:
Tapi bagi yang gak suka ngutak-ngutik juga gak papa kok karena banyak banget template buatan user yang dishare. Nah tapi ini masalahnya karena dibanding template2 lemur yang dibuat orang-orang menurut ane masih kerenan Touchable untuk mengontrol Ableton live. apalagi harga touchable jauh lebih murah dibanding lemur. So mana yang harus dibeli?
Kesimpulannya :
Lemur merupakan aplikasi killer apalagi dengan adanya Physics dan lemur editor yang cukup powerful. Tapi untuk mengontrol Ableton Live tanpa max for live harga lemur terlalu mahal dibanding TouchOSC yang cuma $1.5 atau Touchable yang cuma $34, harga lemur itu $49. apalagi template lemur untuk ableton live yang bisa dibilang worth itu cuma MU yang harus menggunakan Max for live. So saran saya kalo anda mau repot-repot belajar script lemur atau ada niat untuk bikin controller yang ribet untuk anda sendiri silahkan beli Lemur. Tapi kalo anda yang tidak mau repot dan tidak mau mahal lebih baik beli TouchOSC atau Touchable saja.
Mampir kemari owm
[URL="http://S E N S O Rkleine"]kleine[/URL]
[URL="http://S E N S O Rgroovy-mechanics"]groovy-mechanics[/URL]
Note : sayang banget di Ableton Live 8 masih belum support OSC, mudah-mudahan kedepannya di Live 9 udah support OSC ya. Ane udh bisa ngebayangin dimasa depan MIDI udah jarang dipake dan semua menggunakan OSC dan cuma membutuhkan network aja tanpa kabel-kabelan.
0


