- Beranda
- Arsitektur
All About Graphisoft ArchiCAD Lovers
...
TS
berNavas
All About Graphisoft ArchiCAD Lovers

~ Introduction ~
Quote:

- Graphisoft ArchiCAD
Quote:
Graphisoft adalah pionir & penggagas awal teknologi Virtual Building Information (VIB) yang kini dikenal luas dengan konsep Building Information Modeling (BIM)
ArchiCAD pertama kali diluncurkan oleh Graphisoft sejak tahun 1982, & scra konsisten sampai saat ini slalu update dri versi yang paling awal sampai ke versi saat ini yg sedang beredar.
ArchiCAD dibuat oleh Arsitek utk Arsitek, krn ArchiCAD memang scra spesifik diperuntukkan bagi Dunia Desain Arsitektur, Enginering & Konstruksi ( A/E/C ) bukan software CAD generik biasa. Sehingga dgn ArchiCAD, para desainer akan menghasilkan sebuah model projek yang lebih fokus pada desain,dapat diprediksikan dalam pelaksanaan konstruksinya, serta lebih murah dan efisien dlm operasinya.
ArchiCAD memanfaatkan GDL (Geometric Description Language) dlm menyimpan seluruh informasi tentang element bangungan, sebagai 2D, 3D, & spesifikasi text utk dipergunakan dlm gambar, presentasi, & perhitungan quantity.
Utk rendering, ArchiCAD dapat diandalkan, krn hasilnya terbilang sgt baik,menyamai 3Dmax.
ArchiCAD slalu mendapatkan penghargaan (Award) sejak tahun 1994 & setiap periodik setiap tahunnya sampai saat ini, dri berbagai jurnal lembaga penilai independen yang ada di Eropa, Amerika & Asia.
ArchiCAD pertama kali diluncurkan oleh Graphisoft sejak tahun 1982, & scra konsisten sampai saat ini slalu update dri versi yang paling awal sampai ke versi saat ini yg sedang beredar.
ArchiCAD dibuat oleh Arsitek utk Arsitek, krn ArchiCAD memang scra spesifik diperuntukkan bagi Dunia Desain Arsitektur, Enginering & Konstruksi ( A/E/C ) bukan software CAD generik biasa. Sehingga dgn ArchiCAD, para desainer akan menghasilkan sebuah model projek yang lebih fokus pada desain,dapat diprediksikan dalam pelaksanaan konstruksinya, serta lebih murah dan efisien dlm operasinya.
ArchiCAD memanfaatkan GDL (Geometric Description Language) dlm menyimpan seluruh informasi tentang element bangungan, sebagai 2D, 3D, & spesifikasi text utk dipergunakan dlm gambar, presentasi, & perhitungan quantity.
Utk rendering, ArchiCAD dapat diandalkan, krn hasilnya terbilang sgt baik,menyamai 3Dmax.
ArchiCAD slalu mendapatkan penghargaan (Award) sejak tahun 1994 & setiap periodik setiap tahunnya sampai saat ini, dri berbagai jurnal lembaga penilai independen yang ada di Eropa, Amerika & Asia.
source : archicadindonesia
Quote:
- Index Thread :
Quote:
Spoiler for index I:
- Mengapa pilih ArchiCAD?
- penjelasn singkat konsep BIM
- Anjuran Interface AC
- Perbandingan archiCAD dan autoCAD> 2 > 3
- Antara archicad/revit building
- masukin model ke AC di library
- Perubahan AC 15
- Archicad Tutorial
- Cara seting ketebalan garis di areal gambar
- +Library & +Library
- file .skp bisa di import ke AC gak? ->>> Dan penjelasanya
- cara buka kunci setting tebal slab pada ac 11
- Ghost story
- rubah warna kusen jendela (window) ama warna pintu?
- cra ganti cat & ukuran tegel
- cara bikin jendela/ventilasi
- term and condition wall split
- bikin wall trapesium cocok aplikasi utk pondasi
- sedikit tentang kamera
- vray & ac
- import hsl Archicad ke 3dsMax
- cara munculin warna di wall
- Kualitas render ac
- Tips mrender
- Bhs soal Renderan
- Plugin material
- AC import cad
- News update AC15.
- tmpt donlot komponen
- info Archicad 16
- mengintip archicad 18 & video ac 18
Spoiler for index II:
- Tips & Tutorial :
Quote:
Menarik di simak
Quote:
- TKP Interface for Living Design Internationalby boay1304
- Bikin Ventilasi
- Bikin ventilasi X & ventilasi 2
- cra bikin atap yg lancip terus patah
- Cara ngcrop 1
- Cra ngcrop sprti dipotoshop
- ngedit wall jdi 1 segmen
- Penggunaan Complex Profile+fitur multiply component
- Tutor for roof AC15 -mengenai roof archicad 15 -melakukan editing roof
- Export to Autocad dr archicad
- 3ds export dari archicad
- Mmberi pnutup pd sisi kosong atap pelana
- Cara masukin image ke 2D & 3D AC
- TIPS presentasi 3D arsitektur pd klien
Quote:
~[FAQ] thread archicad~
Quote:
....
X : Gan, mau post hasil karya AC gw boleh...??? [mau narsis nih]
Y : Boleh gan,Silahkan
Mau di sini atau di Thread [POST]Hasil render karya Arsitekturmu Silahkan. Kalo gede baiknya di spoiler. Klo disini nanti masuk post index karya disini + reward
.
.......
X : Woi gan...!!! gw nanya nih,butuh jwbn cpt, kasih pencerahan dong
:
Y : yaelahhh.Sabar gan,klo emang jodoh psti di jawab. Tiap orang punya kesibukan masing2. Mohon pengertiannya
Dan kemungkinan pertanyaan agan repost,biasakan baca page one.
......
X : Gan, mau post hasil karya AC gw boleh...??? [mau narsis nih]
Y : Boleh gan,Silahkan
Mau di sini atau di Thread [POST]Hasil render karya Arsitekturmu Silahkan. Kalo gede baiknya di spoiler. Klo disini nanti masuk post index karya disini + reward
........
X : Woi gan...!!! gw nanya nih,butuh jwbn cpt, kasih pencerahan dong
: Y : yaelahhh.Sabar gan,klo emang jodoh psti di jawab. Tiap orang punya kesibukan masing2. Mohon pengertiannya

Dan kemungkinan pertanyaan agan repost,biasakan baca page one.
......
*akn dtmbhkn hal yg dprlkn
Quote:
Tingkatkan kembali kemampuan profesional anda di bidang Desain & Arsitektur dgn mempelajari & menggunakan archicad dlm mewujudkan ide & gagasan anda dgn sangat produktif, serta berperan serta dlm mewujudkan GREEN DESIGNpada karya anda sebagai tanggung jwb trhadap Bumi & Lingkungan dgn EcoDesigner.
slamat ber-arsitektur !



*yuks bertuker pikiran & saling berbagi
*ada kesalahan/ketidaksesuaian mohon dikoreksi
*ada kesalahan/ketidaksesuaian mohon dikoreksi
Diubah oleh berNavas 03-09-2014 06:10
arinasubagiy361 dan 4 lainnya memberi reputasi
5
388.1K
Kutip
2.1K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Arsitektur
3.4KThread•1.8KAnggota
Tampilkan semua post
boay1304
#283
Quote:
Original Posted By JunkerNthusiast►trit ini bagus sekali, sayang kalo ngga dikelola dengan baik...
saran ane untuk tips2 yg bermanfaat baiknya dipajang di pukiwan aja gan...
salam kenal gan, ane bukan orang arsitektur, hanya saja ane selalu merasa tenang manakala ane tarik garis kesana kesini dengan autocad, ane belajar sendiri coba-coba klik sana sini.
kalo cuma sekedar gambar denah sih gampang dan anak kecil juga bisa tapi ane terkendala setiap ane coba aplikasikan gambar ane ke bentuk 3D di autocad.
masih gamang dengan sumbu X, Y, Z.
oleh karena itu ane pengen coba tanya-tanya dimari...
==========
1. lebih gampang mana gan menggunakan archicad atau revit building?
2. untuk import dwg dari autocad, apakah kita harus bentuk model 3D bangunan di autocad dulu atau dari dwg denah 2D bisa langsung kita import trus kita kembangkan model 3D tersebut dengan archicad?
thanks in advance
saran ane untuk tips2 yg bermanfaat baiknya dipajang di pukiwan aja gan...
salam kenal gan, ane bukan orang arsitektur, hanya saja ane selalu merasa tenang manakala ane tarik garis kesana kesini dengan autocad, ane belajar sendiri coba-coba klik sana sini.
kalo cuma sekedar gambar denah sih gampang dan anak kecil juga bisa tapi ane terkendala setiap ane coba aplikasikan gambar ane ke bentuk 3D di autocad.
masih gamang dengan sumbu X, Y, Z.
oleh karena itu ane pengen coba tanya-tanya dimari...
==========
1. lebih gampang mana gan menggunakan archicad atau revit building?
2. untuk import dwg dari autocad, apakah kita harus bentuk model 3D bangunan di autocad dulu atau dari dwg denah 2D bisa langsung kita import trus kita kembangkan model 3D tersebut dengan archicad?
thanks in advance
Quote:
PRAKATA
Quote:
saya dan software
awalnya saya pengguna revit selama 2tahun bisa proklaim diri sendiri udah masuk sebagai ahli di revit, salah seorang dari 3 pengguna revit di angkatan ane waktu kuliah. yang lainnya autocad semua.
setelah 2tahun ane migrasi ke archicad, selama masi pake revit ane juga belajar archicad. tahun dimana saya migrasi archicad mengalami perubahan besar dengan adanya "ORBIT". klo tidak salah mulai archicad 10. sebelum versi 10 archicad untuk urusan eksplore 3d sangat bikin jengkel berbeda dengan revit pada waktu itu yang mudah hanya klik satu icon orbit dan kita putar-putar semau kita bangunan yang telah kita desain.
awalnya saya pengguna revit selama 2tahun bisa proklaim diri sendiri udah masuk sebagai ahli di revit, salah seorang dari 3 pengguna revit di angkatan ane waktu kuliah. yang lainnya autocad semua.
setelah 2tahun ane migrasi ke archicad, selama masi pake revit ane juga belajar archicad. tahun dimana saya migrasi archicad mengalami perubahan besar dengan adanya "ORBIT". klo tidak salah mulai archicad 10. sebelum versi 10 archicad untuk urusan eksplore 3d sangat bikin jengkel berbeda dengan revit pada waktu itu yang mudah hanya klik satu icon orbit dan kita putar-putar semau kita bangunan yang telah kita desain.
Quote:
REVIT dan saya
2tahun masa saya gunain revit. adapun kesan selama 2tahun
- selalu terpana dengan kuatnya revit di tebal tipis garis, settingnya juga mudah
- pengerjaan bisa total di 3D, garis 2D bisa dibuat di window 3D walaupun itu masi berupa denah. tapi setidaknya kita mudah untuk membuat pola desain dan langsung membuat di window itu juga tanpa harus bolak-balik dari window 2d ke window 3d
- real time dimensi revit juga fitur yang saya suka di revit. fitur ini ngasi semacam dimensi langsung saat kita membuat wall,
saat kita mau naro window ato door diwall. dengan fitur ini dimensi bayangan akan muncul sehingga kalo kita naro window bisa tahu jaraknya dari titik sudut terdekat dinding atau titik terdekat antara window.
- fitur tekan spasi untuk memutar furniture direvit juga asik
- klo ga salah sekarang sudah support free 3D macam 3Dmax, sehingga desain yang dibuat termasuk tidak kaku atau kotak lagi - kotak lagi desainnya bisa dihindari.
- kurang suka dengan masih digunakannya 32bit yang bikin keterbatasan pada desain, saat desain terlalu komplex saya tidak mau dibatasai dengan warning kurangnya ram komputer
- start awal berat ato banyak makan ram komputer, ini bikin jatah desain di ram komputer berkurang banyak
- belum support multiple core processor, untuk update tampak atau potongan termasuk lambat jika sudah komplex, krena hanya diproses oleh satu core saja. krena prosessnya lambat itu ane ampe habis waktu pengumpulan tugas ujian studio. dan ga lulus deh akhirnya studio.
- saya kurang tahu apa problem desain perlantai di revit sudah teratasi. problemnya ada beberapa komponen yang tidak bisa lebih dibuat lebih rendah atau lebih tinggi dari jarak lantai, tapi ini tidak pengaruh besar terhadap desain.
- masi banyak lagi
2tahun masa saya gunain revit. adapun kesan selama 2tahun
- selalu terpana dengan kuatnya revit di tebal tipis garis, settingnya juga mudah
- pengerjaan bisa total di 3D, garis 2D bisa dibuat di window 3D walaupun itu masi berupa denah. tapi setidaknya kita mudah untuk membuat pola desain dan langsung membuat di window itu juga tanpa harus bolak-balik dari window 2d ke window 3d
- real time dimensi revit juga fitur yang saya suka di revit. fitur ini ngasi semacam dimensi langsung saat kita membuat wall,
saat kita mau naro window ato door diwall. dengan fitur ini dimensi bayangan akan muncul sehingga kalo kita naro window bisa tahu jaraknya dari titik sudut terdekat dinding atau titik terdekat antara window.
- fitur tekan spasi untuk memutar furniture direvit juga asik
- klo ga salah sekarang sudah support free 3D macam 3Dmax, sehingga desain yang dibuat termasuk tidak kaku atau kotak lagi - kotak lagi desainnya bisa dihindari.
- kurang suka dengan masih digunakannya 32bit yang bikin keterbatasan pada desain, saat desain terlalu komplex saya tidak mau dibatasai dengan warning kurangnya ram komputer
- start awal berat ato banyak makan ram komputer, ini bikin jatah desain di ram komputer berkurang banyak
- belum support multiple core processor, untuk update tampak atau potongan termasuk lambat jika sudah komplex, krena hanya diproses oleh satu core saja. krena prosessnya lambat itu ane ampe habis waktu pengumpulan tugas ujian studio. dan ga lulus deh akhirnya studio.
- saya kurang tahu apa problem desain perlantai di revit sudah teratasi. problemnya ada beberapa komponen yang tidak bisa lebih dibuat lebih rendah atau lebih tinggi dari jarak lantai, tapi ini tidak pengaruh besar terhadap desain.
- masi banyak lagi
Quote:
archicad dan saya
- berbeda dengan revit untuk archicad tebal-tipis garis harus di overide settingnya. klo tidak saat kita dokumentasi desain akan ikut default system archicad sendiri. ini baru saya sadari beberapa tahun ini. dosen ane selalu bilang archicad tu jelek dalam tebal-tipis garis. yup klo udah tahu sama saja dengan revit dan autocad.
- pengerjaan tidak bisa total di 3D, kadang klo ada perubahan denah dari divisi 2D cad kita harus import dan kerjakan revisi tersebut hanya di 2D, walo sebenarnya bisa di kerjakan di total 3D window tapi harus import dalam bentuk 3DS sehingga tampak di windows 3D.
kelemahan ini juga bisa diatasi dengan fitur trace, tapi tetap masih harus pengerjaan 2D. coba ditelaah kita harus buat 3D tapi referensi revisinya 2D dan hal yang berbau 2D oleh archicad tidak bisa ditampilkan di 3D. component 2D semacam line dan hatch tidak akan ditampilkan dalam 3D windows. ini bikin ribet bolak-balik window
- masi dibilang desain yang kaku di archicad. fitur shell di archicad tidak maksimal untuk desain. merupakan proses yang termasuk panjang klo di archicad untuk organic desain. klo di revit hanya gunakan free form tool edit-edit langsung jadi.
archicad bisa banyak langkah untuk dapat bentuk free form yang sama bentuk di revit
- 64bit yang bikin penggunaan ram komputer lebih maksimal untuk desain. ga keluar warning klo dah buat gedung tinggi puluhan lantai.
- multy core processing, setidaknya sudah lebih cepat klo prosessing potongan desain
- start awal software yang lebih ringan
- dan lain-lain
- berbeda dengan revit untuk archicad tebal-tipis garis harus di overide settingnya. klo tidak saat kita dokumentasi desain akan ikut default system archicad sendiri. ini baru saya sadari beberapa tahun ini. dosen ane selalu bilang archicad tu jelek dalam tebal-tipis garis. yup klo udah tahu sama saja dengan revit dan autocad.
- pengerjaan tidak bisa total di 3D, kadang klo ada perubahan denah dari divisi 2D cad kita harus import dan kerjakan revisi tersebut hanya di 2D, walo sebenarnya bisa di kerjakan di total 3D window tapi harus import dalam bentuk 3DS sehingga tampak di windows 3D.
kelemahan ini juga bisa diatasi dengan fitur trace, tapi tetap masih harus pengerjaan 2D. coba ditelaah kita harus buat 3D tapi referensi revisinya 2D dan hal yang berbau 2D oleh archicad tidak bisa ditampilkan di 3D. component 2D semacam line dan hatch tidak akan ditampilkan dalam 3D windows. ini bikin ribet bolak-balik window
- masi dibilang desain yang kaku di archicad. fitur shell di archicad tidak maksimal untuk desain. merupakan proses yang termasuk panjang klo di archicad untuk organic desain. klo di revit hanya gunakan free form tool edit-edit langsung jadi.
archicad bisa banyak langkah untuk dapat bentuk free form yang sama bentuk di revit
- 64bit yang bikin penggunaan ram komputer lebih maksimal untuk desain. ga keluar warning klo dah buat gedung tinggi puluhan lantai.
- multy core processing, setidaknya sudah lebih cepat klo prosessing potongan desain
- start awal software yang lebih ringan
- dan lain-lain
Quote:
kesimpulan dan jawaban pertanyaan
1. lebih gampang mana, saya bilang ga ada yang lebih gampang dari kedua software tersebut, tapi revit yang saat ini unggul dalam free form akan lebih memudahkan proses desain organik.
tinggal pilih aja gan. ulik salah satunya hingga mahir. sehingga proses lama kerja jadi sama waktunya dengan software yang tidak memiliki fitur yang dapat memudahkan desain.
secara pribadi untuk kemudahan ane pilih archicad. toh lebih mudah archicad dan revit daripada autocad 3D(mungkin krena ane ga ahli autocad 3D aja ngomong gitu) setidaknya tidak bikin pusing soal sumbu xyz.
2. keduanya bisa dilakukan. bisa import 3d ataupun 2d. tapi lebih mudah jika 2D yang dikembangkan menjadi 3D di software tersebut. selain menghindari bug krena import 3D, juga memperingan kerja software.
1. lebih gampang mana, saya bilang ga ada yang lebih gampang dari kedua software tersebut, tapi revit yang saat ini unggul dalam free form akan lebih memudahkan proses desain organik.
tinggal pilih aja gan. ulik salah satunya hingga mahir. sehingga proses lama kerja jadi sama waktunya dengan software yang tidak memiliki fitur yang dapat memudahkan desain.
secara pribadi untuk kemudahan ane pilih archicad. toh lebih mudah archicad dan revit daripada autocad 3D(mungkin krena ane ga ahli autocad 3D aja ngomong gitu) setidaknya tidak bikin pusing soal sumbu xyz.
2. keduanya bisa dilakukan. bisa import 3d ataupun 2d. tapi lebih mudah jika 2D yang dikembangkan menjadi 3D di software tersebut. selain menghindari bug krena import 3D, juga memperingan kerja software.
Spoiler for soal kemudahan dan software:
di dunia ini software yang termudah untuk digunakan hanya 2
yaitu:
1. google sketchup
2. rhinoceros 3D
keduanya unggul dalam free form dan timeline yang singkat untuk belajar. kelebihan dan kekurangan ada pada di software yang ane sebut diatas. sketchup kurang free form tapi dengan adanya komunitas yang membuat plug in membuat sketchup kontender yang kuat dalam software desain
rhinoceros sangat free form dan mudah dalam penggunaannya. cuma untuk presentasi desain terbatas tidak seperti skechup yang tampilan 3dnya bisa langsung dipergunakan tanpa harus merender seperti rhinoceros
yaitu:
1. google sketchup
2. rhinoceros 3D
keduanya unggul dalam free form dan timeline yang singkat untuk belajar. kelebihan dan kekurangan ada pada di software yang ane sebut diatas. sketchup kurang free form tapi dengan adanya komunitas yang membuat plug in membuat sketchup kontender yang kuat dalam software desain
rhinoceros sangat free form dan mudah dalam penggunaannya. cuma untuk presentasi desain terbatas tidak seperti skechup yang tampilan 3dnya bisa langsung dipergunakan tanpa harus merender seperti rhinoceros
0
Kutip
Balas
