TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.6K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#320
Spoiler for "18":
"hebat~!!!" puji murena sambil terkagum-kagum. "berapa lama tuh kakak latihan kayak begitu?"
"hmmmm... kalo ga salah hampir 4 taon. tapi abang latihan jurus dulu selama setaon" balas gw menjelaskan waktu yang telah gw lalui untuk menjadi kuat.
gw kembali melanjutkan latihan gw dengan mengalahkan setiap binatang buas yang mencoba menghalangi gw. murena hanya bisa takjub menyaksikan 1 per 1 monster buas jatuh dibawah kaki gw.
setelah cukup lama melakukan latihan dan gw merasa sedikit lelah, gw mengajak murena untuk pulang. "murena, latihan udah selesai. sekarang kita pulang yuk" ajak gw ke adik gw.
sambil mengagguk, dia pun langsung mengeluarkan portal accretia HQ dan mencoba menekannya. tapi gw langsung membatalkan aksinya tersebut dan memberi tambahan "abis cape2 ga boleh langsung tidur. harus ada pendinginan" sela gw sambil menunjuk kearah volcano.
"HAH!!! cape atuh koh... daritadi ga istirahat, masa pulangnya harus JAKI?!" gerutunya sambil mencoba menekan portal accretia kembali.
"kalo ga pendinginan, 1 badan akan sakit merentek. buat ngangkat pala dari kasur juga berat, pandangan jadi berbayang, betis membengkak, dan akan menyebabkan masuk angin selama beberapa hari." jelas gw kembali. "jadi intinya, kalo ga pendinginan maka akan tambah sakit"
dengan wajah yang kecewa murena mengurungkan niatnya untuk menekan portal dan terpaksa mengikuti gw jalan kaki menuju portal accretia di sette. dengan terpaksa, akhirnya murena mengikuti gw berjalan kearah cauldron.
"aduh kapok, mulai besok gw ga mao ikut nonton latihan lagi." gerutu murena selama perjalanan sampai di mulut cauldron.
"hahaha, makanya gw bilang, jangan ngeluh karena semua orang selalu ngeluh ga kuat. termasuk gw dulu" balas gw sambil tertawa melihat murena yang sedang bete karena lelah.
DEG, sesuatu yang tidak mengenakan insting gw muncul dari balik mulut tebing cauldron. sesuatu yang buruk serasa akan menghampiri dari baliknya. gw menghentikan langkah ga dan mengisyaratkan murena untuk berhenti.
"kenapa kakak?" tanya murena dengan begitu polosnya tanpa merasakan apa yang gw rasakan.
"cora..." jelas gw singkat kepada murena dan pada saat yang bersamaan, sebuah aura berwarna ungu bersinar dari balik tebing penghubung cauldron dan beast mountain.
karena takut murena menjadi sasaran empuk buat GB CPT, gw langsung memberikan serangan dadakan ke orang yang berdiri pada bagian terdepan dari barisan cora. "TOOOREEAAAA, RIDER KICK!!" DUAGH tendangan gw sukses membuat seorang cora wanita dengan rambut hitam yang diikat model buntut kuda terpental.
gadis itu bangkit dari tempat dia tergeletak, rambutnya yang tersusun rapi menjadi berantakan dan wajahnya yang halus dan cantik harus ternoda dengan ceplakan sepatu gw. gw memperhatikan wajahnya dengan seksama, lalu gw merasakan hal yang lebih buruk terjadi.
"MAMPUS DEH GW!!! GW BARU AJA BANGKITIN SETAN DARI TIDUR!!!" ujar gw dalam hati begitu menyadari gadis cora yang gw tendang adalah regina. tidak hanya disitu, ancaman bahaya yang lain terasa menyusul dari belakang regina. ada sekitar 4 bayangan cora lain yang menyusul, dan setelah wujud mereka tampak jelas gw dapat mengenali mereka semua.
4 orang cora yang ada di belakang regina hanya bisa terkejut melihat kehadiran gw. memang cora banyak yang tidak tahu mengenai keberadaan gw dan hanya beberapa orang saja yang benar-benar tahu bahwa gw masih hidup.
"bagaimana mungkin?" sebuah kata penuh keheranan muncul dari bibir seorang archon cora yang telah membunuh gw di masa yang lalu.
"bisa donk" ujar gw sambil mengumpulkan chi untuk siap bertarung melawan 5 orang cora yang ada dihadapan gw.
"gak mungkin! jantung lu udah tembus sama blazing lance!" teriaknya kembali tidak percaya.
"maksud lu ini?" ujar gw sambil memamerkan dada kiri gw yang dihiasi sebuah luka bakar yang gw dapat dari shandel. "murena, lari."
saat gw melihat shandel dan 2 orang lainnya mulai bersiap memasuki mode bertarung, gw langsung melaju kedepan shandel.
shandel yang terkejut melihat gw sudah berada dibawah di tidak sempat menggemgam saint staff miliknya. "EAT THIS!! SHO RYU KEN!!" teriak gw sambil menirukan jurus KEN dari game strit pekter yang pernah gw maenin di 'galak sih es dua' gw kearah dagu shandel.
DUUUGGG kepalan tangan gw dengan telak mencium dagu shandel. uppercut yang keras itu pun dengan sukses membuat shandel melayang di udara. tak senang melihat pemimpinnya diserang, seorang blackknight yang bernama kaizen mencoba menyerang gw dengan leon knifenya.
gw menggunakan sikut untuk menangkis serangan kaizen tepat di pergelangan tangannya. KRETEK suara tulang pergelangan tangan tergeser membuatnya terlihat menikmati rasa sakit itu meskipun pedangnya terlepas dari tangannya.
"AHHH, NIKMAT!! GIVE ME MORE PAIN" teriak kaizen sambil membenarkan posisi tulang pergelangan tangannya.
"gawat, dia macocis. gw harus habisin dia cepet sebelom makin menyebalkan." gw pun mendekatinya dan mengambil sebuah senjata kuno yang disebut Guan Dao. tongkat yang panjang muncul dari mulut kantong ajaib gw, lalu ujung lainnya dihiasi oleh sebuah golok pembunuh berukuran besar yang dapat membelah tubuh manusia dalam sekali tebas.
WWHUUUSSSS JRAATS tebasan vertikal dari bawah keatas dengan telak menembus armor kaizen dan memuncratkan darah segar kewajah gw.
"AHAHHHHHH~~~~~ I NEVER FELT IN PAIN LIKE THIS!!" teriak kaizen sambil mendesah dan wajahnya yang sedang dipenuhi hawa nafsu itu menerjang gw dengan sebuah headbutt telak dihidung gw.
DUAGH, zrootts. "ughh" benturan kepalanya dengan telak membuat hidung gw bocor. gw pun melompat menjauhi blackknight sinting ini dan mengambil jarak. "sial, kuat bener ini badak." gerutu gw kesulitan saat melawan kaizen. gw pun mencuri pandangan kearah regina dan 2 orang lainnya, laotha dan goibert yang hanya diam saja melihat pertarungan gw.
"GIVE ME MOOOOREEEE!!!" teriak kaizen sambil berlari dengan tamengnya yang dia gunakan untuk mencoba menubruk gw.
"is that what you want? then eat this." balas gw sambil menghindari tubrukan kaizen dengan cara berputar kesampin dan menebas punggungnya. ZROOOTTS sebuah tebasan kuat disertai putaran badan berhasil menembus jubah perang kaizen yang tebal dan membuat luka tebasan yang cukup dalam pada punggung badan kaizen.
"not done yet." lanjut gw sambil memutar guan dao gw diatas kepala dan bersiap membacok pundak kanan kaizen.
DINNGGG serangan gw berhasil dihentikan oleh seseorang yang menahan ujung mata golok gw dengan 2 bilah pedang metal elven. "sorry bro, gw ga bisa biarin lu bunuh dia" ujar goibert sambil terus menahan beban dari guan dao gw.
"HEH jangan becanda. gw ga akan mati kena cincang golok babi" ujar kaizen sambil mengusap darah di punggungnya dan menjilatinya dengan penuh nafsu. "ahhhh~ nikmat, lu juga harus rasain kenikmatan ini" lanjutnya sambil memberikan tatapan penuh hawa nafsu kearah gw.
"gw sangka badak, tapi baru mao kena bacok udah ditolong temen." ujar gw memprovokasi kaizen. "gw ga ada urusan sama lo goi, minggir"
"lu ga ada urusan sama gw, tapi keberadaan lo sekarang akan menjadi urusan bangsa cora." ujar goi dengan nada tenang yang terdengar sedikit berat.
mendengar ucapan goibert gw menjadi bingung kenapa bangsa cora menginginkan kematian gw sampai akhirnya sebuah pertanyaan secara mendadak keluar dari mulut gw. "why you guys hunt me down?"
"karena keberadaanmu mengancam existensi DECEM" ujar shandel suara yang tiba-tiba muncul entah darimana setelah terpental akibat uppercut gw.
"masuk akal...." ujar gw sambil sambil mendorong goibert agar menjauh dari gw. "jadi selama ini lu semua tau kalo gw lagi ngeden pas boker sambil ngomong .... HHMMDDCEMMM, lalu PLUNG, bom atom pun jatuh." maki gw dengan kata-kata rasis yang membuat goibert dan dewannya menjadi naik pitam.
"maaf, penghinaanmu sudah cukup melewati batas." balas goibert sambil mengangkat stafnya dan mengumpulkan energi sihir pada ujung staffnya.
"kalo mao yang lebih parah mah masuk FIGHT CLUB aja" balas gw sambil meremehkan amarah shandel dan membuatnya semakin naik pitam.
"eh rien, FIGHT CLUB udah ditutup mimin tau." balas goibert menanggapi ucapan gw.
"HEH?! KAPAN??!! KOK GW GA TAU" teriak gw diselingi rasa kecewa mendengar fight club yang merupakan salah satu subforum favorit gw di [url]www.ask-us.k[/url] telah ditutup.
"FIREBALL!" teriak shandel memecahkan rasa kecewa gw dengan force berbentuk bola api yang melayang kearah gw.
melihat bola melambung kearah gw, reflek gw langsung bersiap dan gw kumpulin energi pada kaki. gw mengangkat kaki kanan gw tinggi2 ala kapten tsusubashi dan berteriak "TENDANGAN RAJAWALI!!!" (setel lagu kapten tsubasa pas lagi pertandingan)
DUSSSSS
WWHUUUUUSSS bola energi berelemen api itu melambung tinggi dan secara tiba-tiba bola menukik dengan tajam kearah shandel dan kecepatannya terus bertambah akibat tekanan gravitasi.
"AKAN KUHENTIKAN!!!" teriak kaizen yang langsung menghadang bola itu dengan tubuhnya.
BBUUUAAAAAGGGGHHH!! bola api itu beradu dengan perut kaizen. meskipun bola itu ditahan dengan tubuhnya, bola tidak berhenti berputar dan terus mendorong kaizen kebelakang.
kaizen yang tidak mau kalah pun mulai menguatkan pertahanannya sampai membuat tanah tempat dia berpijak melesap kedalam akibat kekuatan telapak kakinya.
namun bola itu tetap tidak mau berhenti. karena tidak bisa melaju bola api itu terus berputar dan membuat kobarannya semakin besar dan hampir melahap seluruh tubuh kaizen.
"AAHHHHHHH~~~~ NIKMATTTTTTTTTT!!!!" teriak kaizen dengan wajah yang hampir menangis menahan rasa sakit dan perih dari bola api yang menukik bagaikan rajawali memangsa tikus. gw dan shandel yang menciptakan bola itu hanya bisa tercengang melihat kekuatan yang dihasilkannya. bahkan armor kaizen yang sangat tebal dan kulit yang dilapisi kekuatan mental pun hangus terbakar.
0
Kutip
Balas