TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.6K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#319
chapter 18 - lmprovise, adapt, overcome.
1 bulan lebih telah berlalu sejak kombinasi heroic antara gw dan adidas demi menyelamatkan adik gw, murena.
selama 1 bulan gw dirawat intensif demi kesembuhan gw. yah berkat kemajuan teknologi accretia yang canggih jadi gw bisa sembuh dengan cepat dan luka-luka di tubuh gw hampir tidak muncul lagi. padahal kalo ada luka goretan kan keren, jadi maco dan sangar gitu.
seseorang membuka pintu ruang rawat gw. gw ngeliat engkong jap memasuki ruang perawatan gw dan murena menyusul engkong dari belakang.
"kakak~" ujar murena sambil melambai tangannya. senyumnya yang riang serasa mengisi kesepian dan kebosanan gw yang tiap hari tiduran.
murena sekarang tinggal bersama dengan gw dan dokter jap. meskipun awalnya murena menolak untuk tinggal bersama karena dia takut dengan accretia. tapi setelah engkong memohon-mohon sampai mencucurkan air mata dan ingusnya meler sampe masuk mulut hati murena goyah dan dia tidak tega untuk meninggalkan kakek kandungnya.
"hai dik" balas gw sambil bangun dari tempat tidur dan menatap mereka berdua.
murena menghampiri gw dengan wajah gembira. dia kemudian duduk disebelah gw dan menaruh dagunya di pinggiran kasur dengan tangan sebagai penyangganya.
"IMUT BANGET ADEK GW!!!!" gw menjerit dalam hati melihat kelucuan dan keluguan adek gw yang imut. gw ga bisa menahan hasrat gw untuk mengusap kepalanya dan mencubit kedua pipinya dengan keras. GYUTTTTT
"hakiiik hahak (sakit kakak)" ujar murena sambil menahan sakit dikedua belah pipinya yang membengkak merah akibat cubitan gw.
"hahahahaha" gw tertawa pelan dan melepaskan cubitan gw. "kamu lucu banget sih..." lanjut gw sambil nguyek2 kedua pipi murena yang merah dengan telapak tangan gw.
"ehem" dokter jap memotong. "rien, karena kamu sudah lama berbaring dan ga latihan, nanti jangan lupa latihan yah."
benar juga kata kakek. setelah berbaring cukup lama badan gw serasa kaku. dan emang sepertinya gw harus latihan buat manasin otot gw yang udah lama nganggur ini. "baiklah" balas gw.
"hmmm, kakak latiannya kayak gimana? aku boleh ikut ga?" tanya murena yang bingung sama jenis latian yang diberikan engkong.
"yang jelas.... anak kecil maen berbi aja yah. hahahaha" balas gw ke murena sambil meledek dan menepuk-nepuk kepalanya. murena yang merasa jengkel hanya bisa ngambek pasrah sambil gw tepok2. "yaudah, kalo mao ikut ayo. tapi ada siaratnya." lanjut gw sambil mengangkat jari telunjuk gw keatas.
"hmm hmm" murena mengangguk dengan mata yang penuh ingin tahu.
"jangan ngeluh sama sekali" ujar gw menjelaskan siarat yang harus dipenuhi murena dan sepertinya dia setuju.
akhirnya gw dan murena berjalan menuju portal HQ, disana gw menjelaskan kepada dia kalau kita akan ke gurun sette.
sesampai disette, panasnya hawa gurun tidak jadi masalah bagi gw, tapi keliatan murena yang baru beberapa detik disini sudah sedikit berkeringat.
"latihan gw dibagi jadi 4 tahap di 3 tempat." ujar gw menjelaskan murena mengenai tahap awal dari latihan gw. "tahap pertama, kita lari dari sini ga boleh berenti sampe ke volcano dan harus sprint!"
"HAH!!!" murena menganga bengong mendengar penjelasan gw. "volcano jauh banget koooo!!! masa disuruh sprint sambil panas-panasan gini?!" protesnya sambil mengeluh.
"siaratnya, no ngeluh...." ujar gw sambil menunju portal ke arah accretia HQ kepada murena.
"iya iya iya." balasnya dengan wajah kesal namun tetap imut.
"now go" gw berlari sangat cepat tanpa menghiraukan teriknya udara gurun disini. saking cepatnya gw lari, bayangan gw seakan-akan berpindah tempat dalam pandangan murena (cheat BLINK).
setelah berlari sampai volcano, gw mengatur nafas gw agar tidak ngos-ngosan lari jauh sambil panas-panasan, tapi murena sudah mandi keringet dan rambutnya lepek oleh pasir.
"udah sampe VC, disini udara jauh lebih panas daripada sete." jelas gw kepada murena yang terlihat hampir terkapar dan sepertinya dia ga mendengar penjelasan gw. "latihan kedua, panjat tebing turun bukit (WALL HACK)" gw langsung mengikat pinggang murena dan memaksanya ikut gw memanjat tebing dan menuruni bukitnya.
setelah melewati bukit, tepat didepan gw ada sekumpulan kawah yang berisi cairan magma yang setengah padat. "ini latihan selanjutnya, LATIHAN KONSENTRASI! jalan diatas bara api (terain exploit alias ngebug)" tampaknya murena sudah pingsan di punggung gw saat gw berjalan ala debus diatas nyala bara api.
gw pun melewati bara api tanpa luka bakar sedikitpun berkat latihan konsentrasi yang nyaris membuat gw hampir gila, tapi sepertinya adik gw ga bisa mengikuti gw melanjutkan latihan. jadi gw berjalan kearah beast mountain dan beristirahat sambil membaringkan murena disana.
beast mountain adalah tempat dimana mahluk buas yang sangat kuat hidup. hutan yang lembab karena curah hujan yang tinggi, berbeda terbalik dengan volcano yang hujan air menjadi keajaiban jika terjadi disana.
"ADA NYAMUK!!" teriak gw sambil membejek seekor nyamuk raksasa sebesar kepala orang yang sempat hinggap dileher murena yang sedang tidur.
JRATSS gw bejek badan itu nyamuk sampe benyek dan darah serta cairan tubuhnya membasahi wajah murena yang sedang istirahat.
tetesan lendir berwarna putih kehijau-hijauan membangunkan murena. dia membuka matanya dan melihat gw sedang mainin string host marr yang gw pites dan saat ini gw sedang misahin kakinya, sayapnya, dan sungutnya dari tubuhnya.
"IIIIIKKKKK" murena berteriak jijik dan ketakutan dan dia langsung merangkak mundur kebelakang dalam keadaan duduk.
"OI JANGAN KESONO!!!" teriak gw yang menyadari dibelakang murena ada seekor warbeast yang sedang lapar. BUGH, punggung murena sekarang tersandar pada paha belakang warbeast itu, dan mahluk buas yang kelaparan itupun langsung menindih murena dan siap menggigitnya sebagai appertizer utamanya.
gw berusaha menerjang warbeast yang mencoba memakan adik gw. dan disaat yang bersamaan mahluk itu memindahkan tatapannya kearah gw.
BUAGH sebuah tentangan dari bawah keatas tepat menghajar mahluk itu, tapi level mahluk disini cukup kuat jadi tendangan gw tidak akan membuat dia langsung mati.
warbeast tersebut sedikit kesakitan, dia berdiri dengan kedua kakiknya karena tubuhnya terangkat akibat tendangan gw. dia pun kembali dalam posisi 4 kaki dan langsung menerkam gw.
WWUAAOOOM mahluk itu mengaum saat menerkam gw. gw terjatuh dan tubuh gw dan binatang itu berguling-guling menjauhi murena. "NGUMPET BURUAN!!" perintah gw kepada adik gw, dan dia langsung bersembunyi di balik sebuah pohon.
warbeast berhasil berdiri diatas tubuh gw yang sedang rebahan, dia mencoba untuk nyosor kearah leher gw, dan gw menahan dagu dan hidungnya dengan kedua tangan gw.
gw beradu kekuatan dengan hewan buas ini, tapi hewan ini cukup cerdas dengan menggunakan tangannya yang memiliki cakar tajam dia menggaruk pipi gw.
cratss, meskipun berhasil menghindari luka fatal, tapi pipi gw tetap lecet dan mengalirkan darah. warbeast itu semakin semangat setelah mencium bau darah dari tubuh gw.
GRRRRRRR dia terus mengeram mencoba menjilat darah dipipi gw. "enak aja lu mao nyicipin darah gw! TUNGGU LU EVOLUSI JADI ORANG BARU BISA!!" ujar gw sembari memberikan hantaman telapak tangan kearah telinganya.
DUAAGHHH nggiiiinnngg, sepertinya mahluk itu lagi pengeng akibat gw tabok kupingnya. tenaganya sedikit menghilang, gw memanfaatkan kesempatan untuk melemparnya kebelakang.
gw menghantam perutnya dengan dengkul gw sampai dia terangkat sedikit, lalu kaki gw yang lain mendorongnya agar terpental kebelakang. bugh, mahluk itu jatuh terbaring di tanah, dan dia kembali berdiri.
meskipun telah menerima serangan dititik vital, bukan mahluk buas jika dia takut dan lari. mahluk buas yang takut akan semakin buas dan berusaha menghabisi lawannya.
warbeast itu kembali menyerang gw dan saat dia melompat menerkam, gw sudah menduga hal itu dan gw lansung mengangkat tubuhnya dengan tendangan kearah dagu.
tubuh gw dan warbeast itu melayang diudara, lalu gw memutar pinggang gw dan menendang perut mahluk itu dengan kaki kanan. BRAAAAKK BUGH mahluk itu terpental dan menabrak pinggiran tebing dan dia roboh.
"fyuh, biar 4 taon latihan disini, tetep aja 1 beast emang galak" ujar gw sambil menghela keringat dan menghampiri murena. "de, lu ga nape-nape kan?"
murena muncul dari balik pohon dan dia terlihat sudah tenang. PLOK PLOK PLOK murena menepuk tangannya salut akan kemampuan gw "kakak gw emang hebat" ujarnya dengan wajah gembira.
"hahaha, jangan bilang hebat kalo gw belom bikin ini mahluk berenti nyerang" gw langsung memutar tubuh dan dengan sikut yang siap gw gunakan untuk menghantam warbeast yang sempat berdiri dan mencoba menyerang gw lagi.
hantaman sikut gw dengan telak mengenai pelipis warbeast dan langsung membuatnya pingsan. tanpa menghiraukan tubuh warbeast yang tergeletak, gw menatap adik gw yag sedang terkagum-kagum melihat kekuatan gw yang berhasil melumpuhkan mahluk buas dengan tangan kosong.
Spoiler for "18":
1 bulan lebih telah berlalu sejak kombinasi heroic antara gw dan adidas demi menyelamatkan adik gw, murena.
selama 1 bulan gw dirawat intensif demi kesembuhan gw. yah berkat kemajuan teknologi accretia yang canggih jadi gw bisa sembuh dengan cepat dan luka-luka di tubuh gw hampir tidak muncul lagi. padahal kalo ada luka goretan kan keren, jadi maco dan sangar gitu.
seseorang membuka pintu ruang rawat gw. gw ngeliat engkong jap memasuki ruang perawatan gw dan murena menyusul engkong dari belakang.
"kakak~" ujar murena sambil melambai tangannya. senyumnya yang riang serasa mengisi kesepian dan kebosanan gw yang tiap hari tiduran.
murena sekarang tinggal bersama dengan gw dan dokter jap. meskipun awalnya murena menolak untuk tinggal bersama karena dia takut dengan accretia. tapi setelah engkong memohon-mohon sampai mencucurkan air mata dan ingusnya meler sampe masuk mulut hati murena goyah dan dia tidak tega untuk meninggalkan kakek kandungnya.
"hai dik" balas gw sambil bangun dari tempat tidur dan menatap mereka berdua.
murena menghampiri gw dengan wajah gembira. dia kemudian duduk disebelah gw dan menaruh dagunya di pinggiran kasur dengan tangan sebagai penyangganya.
"IMUT BANGET ADEK GW!!!!" gw menjerit dalam hati melihat kelucuan dan keluguan adek gw yang imut. gw ga bisa menahan hasrat gw untuk mengusap kepalanya dan mencubit kedua pipinya dengan keras. GYUTTTTT
"hakiiik hahak (sakit kakak)" ujar murena sambil menahan sakit dikedua belah pipinya yang membengkak merah akibat cubitan gw.
"hahahahaha" gw tertawa pelan dan melepaskan cubitan gw. "kamu lucu banget sih..." lanjut gw sambil nguyek2 kedua pipi murena yang merah dengan telapak tangan gw.
"ehem" dokter jap memotong. "rien, karena kamu sudah lama berbaring dan ga latihan, nanti jangan lupa latihan yah."
benar juga kata kakek. setelah berbaring cukup lama badan gw serasa kaku. dan emang sepertinya gw harus latihan buat manasin otot gw yang udah lama nganggur ini. "baiklah" balas gw.
"hmmm, kakak latiannya kayak gimana? aku boleh ikut ga?" tanya murena yang bingung sama jenis latian yang diberikan engkong.
"yang jelas.... anak kecil maen berbi aja yah. hahahaha" balas gw ke murena sambil meledek dan menepuk-nepuk kepalanya. murena yang merasa jengkel hanya bisa ngambek pasrah sambil gw tepok2. "yaudah, kalo mao ikut ayo. tapi ada siaratnya." lanjut gw sambil mengangkat jari telunjuk gw keatas.
"hmm hmm" murena mengangguk dengan mata yang penuh ingin tahu.
"jangan ngeluh sama sekali" ujar gw menjelaskan siarat yang harus dipenuhi murena dan sepertinya dia setuju.
akhirnya gw dan murena berjalan menuju portal HQ, disana gw menjelaskan kepada dia kalau kita akan ke gurun sette.
sesampai disette, panasnya hawa gurun tidak jadi masalah bagi gw, tapi keliatan murena yang baru beberapa detik disini sudah sedikit berkeringat.
"latihan gw dibagi jadi 4 tahap di 3 tempat." ujar gw menjelaskan murena mengenai tahap awal dari latihan gw. "tahap pertama, kita lari dari sini ga boleh berenti sampe ke volcano dan harus sprint!"
"HAH!!!" murena menganga bengong mendengar penjelasan gw. "volcano jauh banget koooo!!! masa disuruh sprint sambil panas-panasan gini?!" protesnya sambil mengeluh.
"siaratnya, no ngeluh...." ujar gw sambil menunju portal ke arah accretia HQ kepada murena.
"iya iya iya." balasnya dengan wajah kesal namun tetap imut.
"now go" gw berlari sangat cepat tanpa menghiraukan teriknya udara gurun disini. saking cepatnya gw lari, bayangan gw seakan-akan berpindah tempat dalam pandangan murena (cheat BLINK).
setelah berlari sampai volcano, gw mengatur nafas gw agar tidak ngos-ngosan lari jauh sambil panas-panasan, tapi murena sudah mandi keringet dan rambutnya lepek oleh pasir.
"udah sampe VC, disini udara jauh lebih panas daripada sete." jelas gw kepada murena yang terlihat hampir terkapar dan sepertinya dia ga mendengar penjelasan gw. "latihan kedua, panjat tebing turun bukit (WALL HACK)" gw langsung mengikat pinggang murena dan memaksanya ikut gw memanjat tebing dan menuruni bukitnya.
setelah melewati bukit, tepat didepan gw ada sekumpulan kawah yang berisi cairan magma yang setengah padat. "ini latihan selanjutnya, LATIHAN KONSENTRASI! jalan diatas bara api (terain exploit alias ngebug)" tampaknya murena sudah pingsan di punggung gw saat gw berjalan ala debus diatas nyala bara api.
gw pun melewati bara api tanpa luka bakar sedikitpun berkat latihan konsentrasi yang nyaris membuat gw hampir gila, tapi sepertinya adik gw ga bisa mengikuti gw melanjutkan latihan. jadi gw berjalan kearah beast mountain dan beristirahat sambil membaringkan murena disana.
beast mountain adalah tempat dimana mahluk buas yang sangat kuat hidup. hutan yang lembab karena curah hujan yang tinggi, berbeda terbalik dengan volcano yang hujan air menjadi keajaiban jika terjadi disana.
"ADA NYAMUK!!" teriak gw sambil membejek seekor nyamuk raksasa sebesar kepala orang yang sempat hinggap dileher murena yang sedang tidur.
JRATSS gw bejek badan itu nyamuk sampe benyek dan darah serta cairan tubuhnya membasahi wajah murena yang sedang istirahat.
tetesan lendir berwarna putih kehijau-hijauan membangunkan murena. dia membuka matanya dan melihat gw sedang mainin string host marr yang gw pites dan saat ini gw sedang misahin kakinya, sayapnya, dan sungutnya dari tubuhnya.
"IIIIIKKKKK" murena berteriak jijik dan ketakutan dan dia langsung merangkak mundur kebelakang dalam keadaan duduk.
"OI JANGAN KESONO!!!" teriak gw yang menyadari dibelakang murena ada seekor warbeast yang sedang lapar. BUGH, punggung murena sekarang tersandar pada paha belakang warbeast itu, dan mahluk buas yang kelaparan itupun langsung menindih murena dan siap menggigitnya sebagai appertizer utamanya.
gw berusaha menerjang warbeast yang mencoba memakan adik gw. dan disaat yang bersamaan mahluk itu memindahkan tatapannya kearah gw.
BUAGH sebuah tentangan dari bawah keatas tepat menghajar mahluk itu, tapi level mahluk disini cukup kuat jadi tendangan gw tidak akan membuat dia langsung mati.
warbeast tersebut sedikit kesakitan, dia berdiri dengan kedua kakiknya karena tubuhnya terangkat akibat tendangan gw. dia pun kembali dalam posisi 4 kaki dan langsung menerkam gw.
WWUAAOOOM mahluk itu mengaum saat menerkam gw. gw terjatuh dan tubuh gw dan binatang itu berguling-guling menjauhi murena. "NGUMPET BURUAN!!" perintah gw kepada adik gw, dan dia langsung bersembunyi di balik sebuah pohon.
warbeast berhasil berdiri diatas tubuh gw yang sedang rebahan, dia mencoba untuk nyosor kearah leher gw, dan gw menahan dagu dan hidungnya dengan kedua tangan gw.
gw beradu kekuatan dengan hewan buas ini, tapi hewan ini cukup cerdas dengan menggunakan tangannya yang memiliki cakar tajam dia menggaruk pipi gw.
cratss, meskipun berhasil menghindari luka fatal, tapi pipi gw tetap lecet dan mengalirkan darah. warbeast itu semakin semangat setelah mencium bau darah dari tubuh gw.
GRRRRRRR dia terus mengeram mencoba menjilat darah dipipi gw. "enak aja lu mao nyicipin darah gw! TUNGGU LU EVOLUSI JADI ORANG BARU BISA!!" ujar gw sembari memberikan hantaman telapak tangan kearah telinganya.
DUAAGHHH nggiiiinnngg, sepertinya mahluk itu lagi pengeng akibat gw tabok kupingnya. tenaganya sedikit menghilang, gw memanfaatkan kesempatan untuk melemparnya kebelakang.
gw menghantam perutnya dengan dengkul gw sampai dia terangkat sedikit, lalu kaki gw yang lain mendorongnya agar terpental kebelakang. bugh, mahluk itu jatuh terbaring di tanah, dan dia kembali berdiri.
meskipun telah menerima serangan dititik vital, bukan mahluk buas jika dia takut dan lari. mahluk buas yang takut akan semakin buas dan berusaha menghabisi lawannya.
warbeast itu kembali menyerang gw dan saat dia melompat menerkam, gw sudah menduga hal itu dan gw lansung mengangkat tubuhnya dengan tendangan kearah dagu.
tubuh gw dan warbeast itu melayang diudara, lalu gw memutar pinggang gw dan menendang perut mahluk itu dengan kaki kanan. BRAAAAKK BUGH mahluk itu terpental dan menabrak pinggiran tebing dan dia roboh.
"fyuh, biar 4 taon latihan disini, tetep aja 1 beast emang galak" ujar gw sambil menghela keringat dan menghampiri murena. "de, lu ga nape-nape kan?"
murena muncul dari balik pohon dan dia terlihat sudah tenang. PLOK PLOK PLOK murena menepuk tangannya salut akan kemampuan gw "kakak gw emang hebat" ujarnya dengan wajah gembira.
"hahaha, jangan bilang hebat kalo gw belom bikin ini mahluk berenti nyerang" gw langsung memutar tubuh dan dengan sikut yang siap gw gunakan untuk menghantam warbeast yang sempat berdiri dan mencoba menyerang gw lagi.
hantaman sikut gw dengan telak mengenai pelipis warbeast dan langsung membuatnya pingsan. tanpa menghiraukan tubuh warbeast yang tergeletak, gw menatap adik gw yag sedang terkagum-kagum melihat kekuatan gw yang berhasil melumpuhkan mahluk buas dengan tangan kosong.
0
Kutip
Balas