TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#315
Spoiler for "tama 3":
Selesai itu makhluk lewat (sebutan gue buat si VincerRex, karena gue enggak tau die aslinya apaan), gue pun mulai maju menyerang, sesaat gue mao meningkatkan kecepatan gue tiba - tiba kaki gue terasa berat, rasanya seperti ada rerumputan yang mengikat kaki gue, rupanya gue disantet sama spritualis yang bernama Mat Beken. Tapi WongGenDeng enggak kalah sigap die langsung aja nembak gue pake cure grenade. Selesai gue disembuhin sama Wong, gue langsung mengarahkan tembakan gue ke Mat Codet, tapi tembakan gue bisa dihindari dengan mudah oleh die. Jarak Mat Codet semakin deket sama gue, sampe saatnya die mulai mau menebas gue, Satetsu dateng menahan tebasan pedang Mat Codet. Melihat pertahanan Mat Codet terbuka karena tangkisan Satetsu, WangXiaoLong tidak menyia - nyiakan kesempatan emas tersebut. Dia lalu menembakkan anak panahnya ke arah kaki Mat Codet. Tapi tembakan itu lagi - lagi tidak berhasil mengenai Mat Codet, karena jalur tembakan tersebut dihalangi oleh sebuah perisai milik SixPek.
SharpEye yang merupakan satu - satunya ranger di kubu cora, mulai melihat kekuatan utama tim gue. Yaitu adalah keberadaan si WongGenDeng. Karena selama ini, selalu die yang nyembuhin kita - kita kalo kena santet. Langsung aja sharp eye mengarahkan busur panahnya ke WongGenDeng, dan die melepaskan 2 tembakan beruntun. "AWAS WONG!!! ITU FAST SHOT!!!" teriak gue berusaha memperingati Wong untuk segera menghindar. Tapi memang dasarnya spesialis gerakannya lelet, die hanya bisa terdiam tak bergerak, gue yang udah hampir putus asa karena bakalan ngeliat temen gue jatoh kembali bersemangat. Karena di situ ternyata ada YZRM1 dengan perisainya menghadang laju tembakan tersebut.
Pertarungan sengit pun terus berlangsung, memang diantar kami belum ada yang cidera karena sama - sama belum dapat memasukkan hit ke musuh. Tapi kami semua udah kehabisan stamina. Sampe tiba - tiba terdengar suara BRUAK!!! dari belakang tubuh gue, dan bersamaan dengan suara tersebut WongGenDeng udah tergeletak di samping gue enggak berdaya. Gue yang kaget pun langsung aja, membalikkan badan gue. Di situ gue liat ada seorang cora, yang kalo gue perhatiin dari senjata yang die pegang udah ber lvl 45++, gue perhatiin dengan seksama name tag die Rose Ravenheart. Perlahan namun pasti die melangkahkan kakinya maju ke arah genk gue. Sementara anak - anak GTO cuma bisa nyengir gue didatengin lawan tangguh.
Satetsu yang tidak dapat mengendalikan emosinya, langsung aja maju menerjang Rose. Tapi kemampuan Rose jauh diatas Satetsu, dengan sedikit tebasan ringan Satetsu pun jatuh terjerambab tak berdaya. Hanya tersisa gue, WangXiaoLong, dan YZRM1. WangXiaoLong yang merasa unggul dalam jarak serang, memanfaatkan kelebihan jaraknya dengan melakukan tembakan - tembakan dari jarak jauh, tapi tembakan - tembakan tersebut dapat ditepis dengan mudah oleh perisai Rose ini. Karena terlalu banyak mengeluarkan tembakkan, akhirnya peluru XiaoLong pun habis, langsung saja Rose mengambil kesempatan ini untuk menyerang, sesaat XiaoLong selesai mereload pelurunya segalanya sudah terlambat, Rose telah tiba di depan mata WangXiaoLong, rose menggunakan perisainya untuk memukul XiaoLong hingga terjatuh tak berdaya.
Tinggal tersisa gue dan YZRM1, Rose langsung berlari ke arah YZRM1 dan menggunakan skill PRESSURE BOMB. Tapi gue enggak kalah sigap, dari semua robot yang seangkatan sama gue. Cuma gue yang paling terkenal dalam hal keakuratan tembakan. Beberapa centimeter sebelum tebasan Rose mengenai YZRM1, gue menembak sickle knife nya dengan pestol gue, sehingga membelokkan arah tebasan Rose, dan hanya mengenai angin kosong. Selesai menembak sickle knife milik Rose, gue pun memanggil die "Oi... Lawan lu disini, jangan beraninya sama orang yang lebih lemah!!!" sambil gue mewetin mata gue ke die.
Rose pun hanya tersenyum, dan mulai meninggalkan YZRM1 sendirian. Saat Rose menuju ke arah gue, gue ngasih kode ke YZRM1 untuk pergi ke RaVN minta pertolongan. Kenapa gue minta YZRM1 untuk minta tolong ke RaVN?? Karena di seluruh novus ini cuma dia yang perduli sama gue dari kecil. Dan YZRM1 pun segera pergi ninggalin gue untuk mencari pertolongan sama si tua RaVN.
Gue yang tadinya sok berani, sekarang merasa sedikit gentar. Tapi gue berusaha enggak mao nunjukkin ketakutan gue sama musuh gue. Rose semakin mendekati gue, setelah berjarak cukup dekat die bilang ke gue "Jangan sia - siain nyawa lu di sini, berhenti ngerusuh!! Ini tanah suci, enggak boleh dikotori sama pertempuran." Gue yang enggak terima karena dibilang rusuh langsung menjawab "LU TAU APA TENTANG ALASAN GUE ADA DI SINI?!?!" sambil mengeluarkan skill andalan gue aiming shot. Tapi lagi - lagi dari jarak sedekat ini pun, die bisa menangkis serangan gue dengan mudah. Langsung aja die ngedorong gue pake perisainya, tapi gue masih bisa sedikit bergerak lompat kebelakang untuk mengurangi impact yang dihasilkan dari dorongan perisai tersebut. Walopun ternyata armor gue jadi rontok, tepatnya dibagian kiri, tangan gue remuk karena nahan serangan itu perisai.
Setelah tangan kiri gue remuk, kali ini die melakukan power cleave. Yang untungnya bisa gue tangkis pake Sharp Int Gatling Gun gue, tapi itu pestol jadi kebelah dua dan tangan gue kanan gue ikut hancur. Sesaat kedua tangan gue udah jadi rongsokan gini. Emang kuat ini coro yang bernama Rose, belum selesai gue berguman dalam hati Rose kembali melancarkan serangannya "HISTERIA!!!!" Teriaknya dengan penuh kekuatan sambil mengayunkan sickle knifenya ke arah gue. Gue yang berpikir ajal gue udah tiba, hanya bisa menutup lensa mata gue. Sampe gue ngedenger suara CLACK!!!... yang membuat mata gue terbuka. Di situ gue ngeliat RaVN sedang menangkap sickle knife tersebut dengan 2 jari, yap betul 2 jari. Semua orang yang ada di sana bengong ngeliat kehadiran RaVN yang enggak tau dateng darimana.
Next Chapter.... The Unwanted Meeting. (masih di hari ke 2 skorsing)
The Unwanted Meeting
Rose yang melihat tebasan pedangnya ditahan hanya dengan menggunakan dua jari oleh RaVN, terlihat sangat kaget atas kedatangan RaVN yang sangat tiba - tiba. Melihat kebingungan Rose, RaVN tidak menyia - nyiakan kesempatan itu diapun langsung melancarkan pukulan ke arah perut Rose. Tapi rose tidak kalah sigap, Rose sempat menangkis pukulan RaVN dengan perisainya. Namun Rose tak menyangka kalau pukulan tangan kosong RaVN sangat keras, sehingga bisa membuat dirinya terpental mundur dan terjatuh.
Sesaat Rose mulai berusaha berdiri dengan cepat, tapi lagi - lagi RaVN sudah berada di depan hadapan Rose dengan posisi berjongkok dan menahan bahu Rose dengan satu tangannya, sehingga Rose tidak dapat berdiri. Sambil menahan gerakan Rose, RaVN berbicara menggunakan bahasa cora "Ow..dari keluarga Ravenheart ternyata. Jangan kuatir, gue ke sini enggak mao cari perkara. Gue cuma mao bawa pulang tiga unit accretia yang udah lu robohin doang kok."
Belum selesai RaVN berbicara, datanglah sebuah suara dari arah lain "Wah - wah rupanya si Tua RaVN, sebagai pemegang sejati Judecker dan penguasa pertama peluru elemen lu gak malu lawan orang yang kemampuannya jauh dibawah elu??" seru pria misterius dari cora tersebut. Perlahan namun pasti gue bisa ngeliat kalo ini orang berjalan tapi kecepatan jalan die melebihi para cora - cora cupu yang sedang berlari. Gue yang enggak tau siapa pria misterius itu hanya bisa memandangnya dengan penuh ketakutan. Tapi berbeda dengan RaVN, dia memalingkan pandangannya dari Rose dan menatap sosok misterius tersebut. "Oh rupanya pasangan warlock legendaris Lendcraight, tampaknya yang digembor - gemborkan tentang bila seseorang menguasai Dark Arts secara menyeluruh menjadikannya awet muda itu benar adanya. Tapi tenang aja, kedatangan gw ke sini bukan mao ketemu sama lu ato buli - buli cora cupu. Gue mau bawa ChenJun pulang" sambil nunjuk ke arah gue.
Terlihat oleh gue bahwa begitu pasangan warlock tersebut mendengar nama ChenJun mereka sangat terkejut dan langsung menatap gue dengan tatapan yang sama percis dengan cara RaVN menatap gue, ChenJun nama yang asing buat gue. Nama yang belum pernah gue denger, tapi begitu nama itu disebut. Gue bisa ngeliat tatapan yang selama ini RaVN kasih ke gue dari mata orang lain. Yang gue heran kok bisa - bisanya RaVN menunjuk gue dan bilang kalo gue itu Chen Jun. Langsung aja RaVN berjalan ke arah gue, satu hal aneh yang gue perhatiin langkah RaVN pun enggak kalah cepet dibandingkan dua pasangan warlock legendaris tersebut. Tiba - tiba gue udah ada di punggung si RaVN.
RaVN langsung membalikkan badannya, dan berjalan meninggalkan arena pertarungan gue. "REX!!! Angkat itu kaleng - kaleng yang terluka" perintah RaVN sambil tetap berjalan meninggalkan kedua pasangan warlock tersebut. "SIAP JENDRAL!!!" jawab Rex dengan tegas sambil buru - buru mengangkat Satetsu, WongGenDeng, dan WangXiaoLong yang terluka. Tapi kedua warlock itu enggak tinggal diem saat gue dibopong oleh RaVN untuk dibawa kembali ke Accretia. Sesaat pasangan warlock tersebut ingin mengejar RaVN, RaVN langsung membentak "CUKUP!!! Berhenti sampai disitu!! Jangan tambah penderitaan anak ini lagi!!" Sambil tetap mempercepat langkahnya meninggalkan kedua warlock tersebut, kedua warlock itupun menghentikan langkah mereka, tapi gue sempet warlock yang wanita sempet netesin air mata. Air mata yang gue enggak tau buat nangisin apaan. Dan itu merupakan kata - kata terakhir yang bisa gue denger dari RaVN sebelum akhirnya gue pingsan total.
End of Day 2
Next on Day 3.... (sorry no spoiler)
to be continued
0
Kutip
Balas