TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
6.8K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#114
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 4.1
[Yogyakarta, 13 Januari 2010]
Malam itu Indra hampir tidak tidur. Dia masih memikirkan kejadian yang tidak masuk akal, yang baru saja dia alami. Semalaman Indra hanya berbaring di atas kasurnya sambil memegangi lehernya. Anehnya, luka gigitan si drakula itu sudah tidak ada, dan lebih aneh lagi, pergelangan tangannya yang tadi retak juga sudah pulih. Keanehan ini membuat Indra semakin tidak bisa tidur. Dia hampir tidak sabar untuk menunggu datangnya pagi.
Kalau yang dia ketahui mengenai vampir dan drakula itu benar, maka seharusnya Indra tidak bisa berjalan di bawah sinar matahari. Berdasarkan cerita-cerita yang dia ketahui, sinar matahari akan membakar tubuh vampir atau drakula. Setelah menunggu selama berjam-jam, akhirnya pagi pun tiba.
Semburat sinar keemasan menembus kamar Indra dari celah korden di jendela kamarnya. Indra memandang sinar matahari itu dengan takut.
Kalau aku memang akan berubah menjadi makhluk penghisap darah maka cahaya matahari akan membakar tubuhku jadi abu . gumam Indra dalam hati.
Perlahan-lahan, Indra menjulurkan tangannya ke arah cahaya matahari yang menembus celah kordennya. Sambil menutup mata dan bersiap merasakan rasa sakit, Indra menjulurkan tangannya hingga cahaya matahari pagi menimpa telapak tangannya. Pemuda itu menunggu cukup lama, lalu memandangi telapak tangannya.
Tidak terjadi apapun.
Telapak tangannya tidak melepuh atau langsung mendesis dan terbakar jadi abu, seperti yang pernah dia lihat di film. Indra langsung menghela nafas lega. Sepertinya dia tidak berubah menjadi vampir atau drakula. Tapi dia masih belum pasti. Dia berpikir kalau mungkin prosesnya masih belum sempurna. Dia harus memastikannya.
Indra langsung berdiri di depan kordennya, lalu dengan satu sentakan dia membuka kordennya. Alih-alih terbakar, Indra justru tidak merasakan apapun kecuali kehangatan sinar matahari pagi. Hanya saja, entah mengapa matanya jadi sensitif sekali, sehingga cahaya matahari yang belum terlalu kuat itu membuat dia terpaksa menutup matanya.
Indra langsung merasa kalau ini aneh.
Ugh kenapa sepertinya mataku jadi sensitif sekali? gumamnya, dia langsung tegang.
Mungkinkah ini salah satu tanda bahwa aku sudah berubah??
Dengan panik, Indra langsung menyingkir dari jendela dan mengambil kacamata hitam yang ada di laci mejanya. Pemuda itu langsung mengenakan kacamata itu dan kembali menatap ke luar jendela. Kemudian, Indra menyadari kalau keanehan ini bukan hanya terjadi pada matanya, tapi pada telinga dan hidungnya. Pendengarannya jadi sangat tajam dan bisa menangkap berbagai macam suara yang sebelumnya tidak bisa dia dengar. Begitupula dengan hidungnya, udara kini dipenuhi oleh berbagai bau yang begitu kuat, beberapa bahkan membuat Indra mual. Indra langsung kebingungan, sekarang terbukti memang benar kalau dia sudah berubah jadi vampir. Hanya saja ada satu lagi hal yang menjadi ciri khas vampir, tapi belum dia rasakan.
Keinginan untuk minum darah manusia.
Indra bersyukur karena keinginan ini belum muncul. Tapi pemuda itu yakin kalau cepat atau lambat, dia pasti akan mengalaminya. Dan saat itu terjadi, Indra tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Seharusnya dia sekarang pergi sekolah, tapi dia ragu. Kalau dia memang sudah berubah menjadi vampir, maka dia bisa membahayakan teman-temannya. Bisa saja dia tiba-tiba menjadi buas dan menyerang teman-temannya.
Karena memikirkan hal itu, Indra langsung mengurungkan niatnya untuk pergi sekolah. Untung saja kedua orang tua Indra juga sedang tidak berada di rumah karena sedang tugas keluar negeri, jadi dia hanya sendirian. Indra jadi bingung, kalau dia memang akan berubah menjadi vampir, apa yang akan dia katakan pada kedua orang tuanya?
Indra langsung duduk kembali di atas kasurnya. Dia bingung harus bagaimana. Kalau sudah seperti ini, siapa yang bisa membantunya? Karena tidak menemukan jawabannya, Indra langsung membaringkan tubuhnya dan menutup matanya.
Kenapa ini terjadi padaku? tanya Indra pada dirinya sendiri.
Tanpa sadar, pemuda itu kembali tertidur pulas.
Ketika dia membuka matanya lagi, hari sudah gelap. Pemuda itu langsung melirik ke arah jam dindingnya dan rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia baru saja tertidur lebih dari 12 jam!
Saat bangun, hal pertama yang dia rasakan adalah rasa haus yang menyiksa. Tenggorokan Indra terasa kering dan terbakar. Indra langsung berjalan keluar kamar menuju dapur. Dia langsung membuka lemari es dan mengambil botol air yang ada di rak dalam lemari es itu, kemudian meneguk isinya.
Anehnya, tidak peduli berapa banyakpun dia minum, rasa terbakar di lehernya tidak hilang. Bahkan terasa semakin menyiksa. Indra lalu meletakkan kembali botol air kosong ke dalam lemari esnya. Dia lalu berjalan berputar-putar seperti orang bodoh sambil memegangi lehernya.
Kenapa tenggorokanku terasa terbakar seperti ini?! serunya dalam hati.
Kemudian, tanpa diduga-duga, Indra merasa kalau seseorang memanggilnya. Indra berusaha mengabaikan panggilan itu, tapi semakin lama, suara itu semakin keras terdengar dalam kepalanya. Seiring dengan bertambah kerasnya suara itu, seakan-akan kesadaran Indra semakin berkurang. Seakan-akan suara itu berusaha menghipnotisnya untuk memenuhi panggilannya.
Datanglah padaku!
Suara itu berulang kali mengucapkan kata-kata yang sama. Indra masih berusaha mengendalikan dirinya, tapi semakin lama hal itu menjadi semakin sulit.
Siapa itu?! seru Indra dalam hati.
Datanglah padaku!
Suara itu mengulangi perkataannya lagi.
Siapa itu!? Sialan! Apa yang sedang terjadi padaku!? umpat Indra dalam hati.
Entah mengapa, kali ini suara misterius itu langsung menjawab pertanyaan Indra.
Hahahaha! Menarik sekali. Kau masih bisa bertahan menghadapi pengaruhku. Tapi jangan khawatir, tidak lama lagi kau juga akan seperti yang lainnya. Kau akan segera menikmati hidup barumu. ujar suara misterius itu dalam kepala Indra Sekarang, datanglah padaku! Wahai pengikut-pengikutku!
Kata-kata terakhir itu terasa begitu kuat, sehingga pada saat yang bersamaan, kesadaran Indra langsung hilang sepenuhnya. Dia sama sekali tidak ingat siapa dirinya. Pemuda itu berjalan tanpa sadar keluar dari rumahnya, lalu dengan sekali lompatan, dia melesat 10 meter ke udara dan segera menghilang dari pandangan.
Ketika kesadarannya kembali, dia tahu-tahu sudah berada di dalam stadion Mandala Krida. Entah apa yang sedang dia lakukan disana, dia sama sekali tidak tahu. Lebih tepatnya tidak ingat.
Kenapa aku bisa berada di sini? tanya pemuda itu dalam hati.
Dia memandang berkeliling dan mendapati ada 7 orang yang duduk di dekatnya. Semuanya tampak menatap ke depan dengan tatapan kosong, seakan-akan mereka semua sedang terhipnotis.
Selamat datang pengikut-pengikutku.
Tiba-tiba Indra mendengar suara seseorang dari belakangnya, pemuda itu spontan langsung menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang berbicara. Dia langsung terpaku di tempat ketika melihat drakula, yang kemarin malam menyerangnya, berdiri di atas bangku, tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Sosoknya yang mengenakan jubah panjang berwarna hitam sangat menakutkan dengan latar belakang bulan sabit yang bersinar terang di langit. Drakula itu tersenyum lebar dan menampakkan taringnya yang panjang.
Aku senang sekali kalian semua bersedia datang kemari untuk memenuhi ajakanku untuk makan malam, ujarnya sambil membungkuk dan memberi hormat gaya bangsawan eropa. Malam ini malam yang indah. Bulan sabit yang cantik sedang bersinar di langit yang cerah. Dan malam ini, kita akan menikmati santapan kita dibawah sinar rembulan.
Drakula itu melompat tinggi dan mendarat dengan suara lembut jauh di bawah. Serentak, semua orang yang ada di podium penonton stadion itu langsung berbalik. Tapi mereka semua bergerak serempak seperti robot, kecuali Indra. Dia sepertinya satu-satunya orang diantara mereka yang tampak memiliki kesadaran.
Nah pengikut-pengkutku. Kalian semua pasti haus. Sekarang mari kita mulai pesta makan malamnya, ujar drakula itu sambil merentangkan kedua tangannya. Mari ikuti aku!
Drakula itu lalu berjalan dengan langkah ringan ke arah pintu keluar podium. Tapi sebelum dia berhasil mencapai pintu keluar, Indra sudah berlari dan menghadangnya. Pemuda itu tanpa takut menghadang sang makhluk penghisap darah.
Kau! Apa yang sudah terjadi padaku!? seru Indra marah sambil memegangi tenggorokannya yang terasa terbakar.
Drakula itu tampak terkejut melihat Indra, tapi kemudian dia tertawa keras. Suara tawanya bergema di seluruh stadion dan membuat bulu kuduk Indra langsung berdiri.
Luar biasa! seru drakula itu. Aku ingat kau. Kau mangsa yang berani balas menggigit leherku kemarin malam. Tidak kusangka kau bisa mempertahankan kesadaranmu seperti ini. Luar biasa!
Begitu drakula itu mulai bicara, kesadaran Indra kembali memudar. Seakan-akan setiap kata dari drakula itu berusaha membuatnya kembali terhipnotis. Tapi dengan sekuat tenaga dia berhasil menahan pengaruhnya.
Dengarkan pertanyaanku! Apa yang terjadi padaku!? Kenapa aku merasa kalau tenggorokanku terbakar seperti ini!? bentak Indra.
Spoiler for "Part 4.1":
[Yogyakarta, 13 Januari 2010]
Malam itu Indra hampir tidak tidur. Dia masih memikirkan kejadian yang tidak masuk akal, yang baru saja dia alami. Semalaman Indra hanya berbaring di atas kasurnya sambil memegangi lehernya. Anehnya, luka gigitan si drakula itu sudah tidak ada, dan lebih aneh lagi, pergelangan tangannya yang tadi retak juga sudah pulih. Keanehan ini membuat Indra semakin tidak bisa tidur. Dia hampir tidak sabar untuk menunggu datangnya pagi.
Kalau yang dia ketahui mengenai vampir dan drakula itu benar, maka seharusnya Indra tidak bisa berjalan di bawah sinar matahari. Berdasarkan cerita-cerita yang dia ketahui, sinar matahari akan membakar tubuh vampir atau drakula. Setelah menunggu selama berjam-jam, akhirnya pagi pun tiba.
Semburat sinar keemasan menembus kamar Indra dari celah korden di jendela kamarnya. Indra memandang sinar matahari itu dengan takut.
Kalau aku memang akan berubah menjadi makhluk penghisap darah maka cahaya matahari akan membakar tubuhku jadi abu . gumam Indra dalam hati.
Perlahan-lahan, Indra menjulurkan tangannya ke arah cahaya matahari yang menembus celah kordennya. Sambil menutup mata dan bersiap merasakan rasa sakit, Indra menjulurkan tangannya hingga cahaya matahari pagi menimpa telapak tangannya. Pemuda itu menunggu cukup lama, lalu memandangi telapak tangannya.
Tidak terjadi apapun.
Telapak tangannya tidak melepuh atau langsung mendesis dan terbakar jadi abu, seperti yang pernah dia lihat di film. Indra langsung menghela nafas lega. Sepertinya dia tidak berubah menjadi vampir atau drakula. Tapi dia masih belum pasti. Dia berpikir kalau mungkin prosesnya masih belum sempurna. Dia harus memastikannya.
Indra langsung berdiri di depan kordennya, lalu dengan satu sentakan dia membuka kordennya. Alih-alih terbakar, Indra justru tidak merasakan apapun kecuali kehangatan sinar matahari pagi. Hanya saja, entah mengapa matanya jadi sensitif sekali, sehingga cahaya matahari yang belum terlalu kuat itu membuat dia terpaksa menutup matanya.
Indra langsung merasa kalau ini aneh.
Ugh kenapa sepertinya mataku jadi sensitif sekali? gumamnya, dia langsung tegang.
Mungkinkah ini salah satu tanda bahwa aku sudah berubah??
Dengan panik, Indra langsung menyingkir dari jendela dan mengambil kacamata hitam yang ada di laci mejanya. Pemuda itu langsung mengenakan kacamata itu dan kembali menatap ke luar jendela. Kemudian, Indra menyadari kalau keanehan ini bukan hanya terjadi pada matanya, tapi pada telinga dan hidungnya. Pendengarannya jadi sangat tajam dan bisa menangkap berbagai macam suara yang sebelumnya tidak bisa dia dengar. Begitupula dengan hidungnya, udara kini dipenuhi oleh berbagai bau yang begitu kuat, beberapa bahkan membuat Indra mual. Indra langsung kebingungan, sekarang terbukti memang benar kalau dia sudah berubah jadi vampir. Hanya saja ada satu lagi hal yang menjadi ciri khas vampir, tapi belum dia rasakan.
Keinginan untuk minum darah manusia.
Indra bersyukur karena keinginan ini belum muncul. Tapi pemuda itu yakin kalau cepat atau lambat, dia pasti akan mengalaminya. Dan saat itu terjadi, Indra tidak tahu apa yang harus dia lakukan.
Seharusnya dia sekarang pergi sekolah, tapi dia ragu. Kalau dia memang sudah berubah menjadi vampir, maka dia bisa membahayakan teman-temannya. Bisa saja dia tiba-tiba menjadi buas dan menyerang teman-temannya.
Karena memikirkan hal itu, Indra langsung mengurungkan niatnya untuk pergi sekolah. Untung saja kedua orang tua Indra juga sedang tidak berada di rumah karena sedang tugas keluar negeri, jadi dia hanya sendirian. Indra jadi bingung, kalau dia memang akan berubah menjadi vampir, apa yang akan dia katakan pada kedua orang tuanya?
Indra langsung duduk kembali di atas kasurnya. Dia bingung harus bagaimana. Kalau sudah seperti ini, siapa yang bisa membantunya? Karena tidak menemukan jawabannya, Indra langsung membaringkan tubuhnya dan menutup matanya.
Kenapa ini terjadi padaku? tanya Indra pada dirinya sendiri.
Tanpa sadar, pemuda itu kembali tertidur pulas.
Ketika dia membuka matanya lagi, hari sudah gelap. Pemuda itu langsung melirik ke arah jam dindingnya dan rupanya waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dia baru saja tertidur lebih dari 12 jam!
Saat bangun, hal pertama yang dia rasakan adalah rasa haus yang menyiksa. Tenggorokan Indra terasa kering dan terbakar. Indra langsung berjalan keluar kamar menuju dapur. Dia langsung membuka lemari es dan mengambil botol air yang ada di rak dalam lemari es itu, kemudian meneguk isinya.
Anehnya, tidak peduli berapa banyakpun dia minum, rasa terbakar di lehernya tidak hilang. Bahkan terasa semakin menyiksa. Indra lalu meletakkan kembali botol air kosong ke dalam lemari esnya. Dia lalu berjalan berputar-putar seperti orang bodoh sambil memegangi lehernya.
Kenapa tenggorokanku terasa terbakar seperti ini?! serunya dalam hati.
Kemudian, tanpa diduga-duga, Indra merasa kalau seseorang memanggilnya. Indra berusaha mengabaikan panggilan itu, tapi semakin lama, suara itu semakin keras terdengar dalam kepalanya. Seiring dengan bertambah kerasnya suara itu, seakan-akan kesadaran Indra semakin berkurang. Seakan-akan suara itu berusaha menghipnotisnya untuk memenuhi panggilannya.
Datanglah padaku!
Suara itu berulang kali mengucapkan kata-kata yang sama. Indra masih berusaha mengendalikan dirinya, tapi semakin lama hal itu menjadi semakin sulit.
Siapa itu?! seru Indra dalam hati.
Datanglah padaku!
Suara itu mengulangi perkataannya lagi.
Siapa itu!? Sialan! Apa yang sedang terjadi padaku!? umpat Indra dalam hati.
Entah mengapa, kali ini suara misterius itu langsung menjawab pertanyaan Indra.
Hahahaha! Menarik sekali. Kau masih bisa bertahan menghadapi pengaruhku. Tapi jangan khawatir, tidak lama lagi kau juga akan seperti yang lainnya. Kau akan segera menikmati hidup barumu. ujar suara misterius itu dalam kepala Indra Sekarang, datanglah padaku! Wahai pengikut-pengikutku!
Kata-kata terakhir itu terasa begitu kuat, sehingga pada saat yang bersamaan, kesadaran Indra langsung hilang sepenuhnya. Dia sama sekali tidak ingat siapa dirinya. Pemuda itu berjalan tanpa sadar keluar dari rumahnya, lalu dengan sekali lompatan, dia melesat 10 meter ke udara dan segera menghilang dari pandangan.
Ketika kesadarannya kembali, dia tahu-tahu sudah berada di dalam stadion Mandala Krida. Entah apa yang sedang dia lakukan disana, dia sama sekali tidak tahu. Lebih tepatnya tidak ingat.
Kenapa aku bisa berada di sini? tanya pemuda itu dalam hati.
Dia memandang berkeliling dan mendapati ada 7 orang yang duduk di dekatnya. Semuanya tampak menatap ke depan dengan tatapan kosong, seakan-akan mereka semua sedang terhipnotis.
Selamat datang pengikut-pengikutku.
Tiba-tiba Indra mendengar suara seseorang dari belakangnya, pemuda itu spontan langsung menoleh kebelakang untuk melihat siapa yang berbicara. Dia langsung terpaku di tempat ketika melihat drakula, yang kemarin malam menyerangnya, berdiri di atas bangku, tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Sosoknya yang mengenakan jubah panjang berwarna hitam sangat menakutkan dengan latar belakang bulan sabit yang bersinar terang di langit. Drakula itu tersenyum lebar dan menampakkan taringnya yang panjang.
Aku senang sekali kalian semua bersedia datang kemari untuk memenuhi ajakanku untuk makan malam, ujarnya sambil membungkuk dan memberi hormat gaya bangsawan eropa. Malam ini malam yang indah. Bulan sabit yang cantik sedang bersinar di langit yang cerah. Dan malam ini, kita akan menikmati santapan kita dibawah sinar rembulan.
Drakula itu melompat tinggi dan mendarat dengan suara lembut jauh di bawah. Serentak, semua orang yang ada di podium penonton stadion itu langsung berbalik. Tapi mereka semua bergerak serempak seperti robot, kecuali Indra. Dia sepertinya satu-satunya orang diantara mereka yang tampak memiliki kesadaran.
Nah pengikut-pengkutku. Kalian semua pasti haus. Sekarang mari kita mulai pesta makan malamnya, ujar drakula itu sambil merentangkan kedua tangannya. Mari ikuti aku!
Drakula itu lalu berjalan dengan langkah ringan ke arah pintu keluar podium. Tapi sebelum dia berhasil mencapai pintu keluar, Indra sudah berlari dan menghadangnya. Pemuda itu tanpa takut menghadang sang makhluk penghisap darah.
Kau! Apa yang sudah terjadi padaku!? seru Indra marah sambil memegangi tenggorokannya yang terasa terbakar.
Drakula itu tampak terkejut melihat Indra, tapi kemudian dia tertawa keras. Suara tawanya bergema di seluruh stadion dan membuat bulu kuduk Indra langsung berdiri.
Luar biasa! seru drakula itu. Aku ingat kau. Kau mangsa yang berani balas menggigit leherku kemarin malam. Tidak kusangka kau bisa mempertahankan kesadaranmu seperti ini. Luar biasa!
Begitu drakula itu mulai bicara, kesadaran Indra kembali memudar. Seakan-akan setiap kata dari drakula itu berusaha membuatnya kembali terhipnotis. Tapi dengan sekuat tenaga dia berhasil menahan pengaruhnya.
Dengarkan pertanyaanku! Apa yang terjadi padaku!? Kenapa aku merasa kalau tenggorokanku terbakar seperti ini!? bentak Indra.
0
Kutip
Balas