- Beranda
- The Lounge
BAHAYA MENGGUNAKAN EARPHONE BERLAMA-LAMA [Masuk]
...
TS
romiboy27
BAHAYA MENGGUNAKAN EARPHONE BERLAMA-LAMA [Masuk]
thread ni mungkin berguna buat agan yang sering menggunakan musik menggunakan earphone berlama lama ..
nih thread ane gak
gan
Memakai earphone berlama-lama ternyata bisa mengganggu pendengaran lho ..Kenapa dan bagaimana mengatasinya?
Telinga manusia ternyata memiliki struktur dan fungsi yang luar biasa. Selain proses menghantarkan bunyi sehingga kita bisa mendengar, di dalam telinga juga terdapat proses untuk mengurangi paparan bising.
Secara otomatis, telinga memiliki kemampuan untuk meredam suara yang keras menjadi tidak bermasalah bagi pendengaran. Namun, telinga juga memiliki batas kemampuan untuk mendengar, sehingga dosis atau batas berapa lama ia boleh terpapar bunyi tertentu tidak boleh melebihi dosis.
Misalnya, untuk bunyi letusan senapan yang memiliki intensitas sekitar 110 desibel dan frekuensi yang cukup tinggi, telinga hanya boleh terpapar tidak lebih dari 30 detik.
Lebih dari itu, maka risiko terjadinya penurunan fungsi pendengaran atau trauma bising akan menjadi lebih besar.
Intinya, telinga memiliki kemampuan yang terbatas untuk mendengar suara pada intensitas tertentu. Semakin tinggi intensitasnya, telinga hanya boleh mendengar dalam waktu singkat. Dosis ini berlaku untuk semua usia.
Beberapa tempat atau kegiatan tertentu ternyata juga memiliki intensitas dan frekuensi bunyi yang bisa membahayakan pendengaran jika terlalu lama terpapar.
Bahkan, referensi menunjukkan bahwa pusat-pusat kebugaran yang kerap memutar musik dengan volume tinggi juga menyimpan risiko terjadinya trauma bising bahkan ketulian. Profesi sebagai pilot atau mereka yang bekerja di bandara berisiko lebih besar. Karena, bising pesawat terbang memiliki intensitas yang sangat besar, yaitu 145 desibel. Coba bandingkan dengan bunyi letusan senapan di atas.
Kenapa? Jika intensitas suara lebih dari dosis yang diperkenankan, maka akan terjadi gangguan pada rumah siput (cochlea), dimana di sini terjadi proses perubahan energi mekanik menjadi energi listrik. Sel-sel rambut getar yang harusnya mentransimi suara mekanik menjadi rusak.
Bentuk rumah siput kita unik, seperti bentuk dua setengah lingkaran. Frekuensi tinggi ada di sebelah kiri, dan rendah di kanan. Jadi, kebalikan dari piano. Nah, rambut getar bertugas mengubah bunyi sesuai dengan frekuensinya, baik tinggi, sedang atau rendah.
Lifestyle yang modern juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan pendengaran. Belum lagi lingkungan kita yang ternyata penuh dengan kebisingan.
Sebagai contoh, pusat permainan di mal-mal yang ternyata sangat bising. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bising ruangan di tempat tersebut berkisar antara 40-60 desibel. Ini cukup tinggi. Anak yang bermain di tempat tersebut mempunyai paparan bising yang besar, sehingga ada risiko menderita trauma bising atau gangguan pendengaran akibat bunyi yang sangat keras (noise-induced hearing loss).
![BAHAYA MENGGUNAKAN EARPHONE BERLAMA-LAMA [Masuk]](https://dl.kaskus.id/i42.tinypic.com/rrkvhu.jpg)
Demikian juga dengan pemakaian headset, earphone, MP3 atau MP4 player, dan perangkat pemutar musik portabel lainnya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik digital yang disambungkan dengan earphone diputar pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari.
Pada volume 90 persen (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 persen (80 desibel), hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70 persen (70 desibel), hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari.
Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.
Ingat dengan pepatah yang mengatakan, if it is too loud you are too old? Semakin sering kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras, maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia sesungguhnya karena pendengaran kita terganggu.
Fakta menarik lain adalah orang-orang dengan trauma bising ternyata lebih sering mengalami gangguan pendengaran khususnya pada frekuensi tinggi.
Gambaran audiometrik rekam pendengarannya menunjukkan gambaran takik (notch/penurunan) pada frekuensi 4000 Hertz. Ini yang membuat orang awalnya tidak merasa, karena frekuensi pembicaraan kita sehari-hari ada di antara 500 2000 Hertz. Sehingga, ketika mengobrol biasa, rasanya tidak ada gangguan. Baru setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui terjadi penurunan yang tajam pada frekuensi 4000 Hertz. Sebagian besar kasus gangguan pendengaran akibat bising ditemukan pada saat medical check up.
Tentu, jika ini tidak segera ditangani, penurunan pendengaran akan terjadi di semua frekuensi, tak hanya pada frekuensi tinggi 4000 Hertz. Kalau tadinya hanya di 4000 Hertz, lama-lama terjadi takik di semua frekuensi alias tuli.
Apa, sih, gejala trauma bising? Hampir 90 persen kasus menunjukkan gejala telinga berdenging (tinnitus).
Denging yang dialami ini ada dua macam, yaitu denging nada tinggi seperti bunyi pesawat dan nada rendah seperti bunyi air conditioner (AC).
Dua-duanya bisa terjadi dan ini biasanya disertai gangguan pendengaran. Seringkali, yang terjadi adalah cocktail party deafness atau tuli di keramaian.
Pada saat berada di tempat yang ramai, orang sulit mendengar karena fungsi cochlea menurun. Bising di latar belakang akan sangat mengganggu kualitas penerimaan bunyi oleh cochlea. Misalnya, ketika berada di mal, ia akan bingung karena tidak bisa mendengar.
Sebetulnya, kasus trauma bising ini bisa dicegah 100 persen. Yang pertama dengan upaya promotif preventif. Caranya, waspada terhadap bising di sekitar kita. Misalnya pakai perangkat pemutar musik tapi tak perlu disetel dengan volume (tingkat suara) penuh.
Atau, ketika orang tua mengajak anak-anak ke mal, sebaiknya perhatikan seberapa bising tempat tersebut. Jika memang terlalu bising, sebaiknya tak perlu berlama-lama. Kita harus menghindari atau mengurangi paparan bising secara aktif.
Yang tak kalah penting adalah kesadaran para pemilik tempat usaha, seperti mal. Ada baiknya mereka mengukur kebisingan ruangan (sound level meter) dan mengumumkannya kepada pengunjung.
Efek trauma bising sendiri ada dua, yaitu temporer dan permanen. Pada trauma bising temporer, dengan istirahat cukup, fungsi telinga bisa dipulihkan. Namun, trauma bising permanen sulit disembuhkan.
Akan tetapi, lebih baik kita mencegah daripada mengobati, kan?
buat agan" yang udah pernah mengalami / ingin memberi saran PM ane ya , sory ya agan" sekalian ga bisa pejwan karena long post ane pindahin
nah berdasar kan hal" di atas , apa yang dapat di simpulkan agan" sekalian ?
jika berkenan ane minta
yaa , kalo misal nya
jangan di
yaa
kalo bisa
gan 
SPECIAL THANKS TO OM MIMIN AMA MOMOD KARENA JADIIN HOT THREAD
nih thread ane gak
gan
Spoiler for pembukaan:
Spoiler for image:
Telinga manusia ternyata memiliki struktur dan fungsi yang luar biasa. Selain proses menghantarkan bunyi sehingga kita bisa mendengar, di dalam telinga juga terdapat proses untuk mengurangi paparan bising.
Secara otomatis, telinga memiliki kemampuan untuk meredam suara yang keras menjadi tidak bermasalah bagi pendengaran. Namun, telinga juga memiliki batas kemampuan untuk mendengar, sehingga dosis atau batas berapa lama ia boleh terpapar bunyi tertentu tidak boleh melebihi dosis.
Misalnya, untuk bunyi letusan senapan yang memiliki intensitas sekitar 110 desibel dan frekuensi yang cukup tinggi, telinga hanya boleh terpapar tidak lebih dari 30 detik.
Lebih dari itu, maka risiko terjadinya penurunan fungsi pendengaran atau trauma bising akan menjadi lebih besar.
Intinya, telinga memiliki kemampuan yang terbatas untuk mendengar suara pada intensitas tertentu. Semakin tinggi intensitasnya, telinga hanya boleh mendengar dalam waktu singkat. Dosis ini berlaku untuk semua usia.
Beberapa tempat atau kegiatan tertentu ternyata juga memiliki intensitas dan frekuensi bunyi yang bisa membahayakan pendengaran jika terlalu lama terpapar.
Bahkan, referensi menunjukkan bahwa pusat-pusat kebugaran yang kerap memutar musik dengan volume tinggi juga menyimpan risiko terjadinya trauma bising bahkan ketulian. Profesi sebagai pilot atau mereka yang bekerja di bandara berisiko lebih besar. Karena, bising pesawat terbang memiliki intensitas yang sangat besar, yaitu 145 desibel. Coba bandingkan dengan bunyi letusan senapan di atas.
Kenapa? Jika intensitas suara lebih dari dosis yang diperkenankan, maka akan terjadi gangguan pada rumah siput (cochlea), dimana di sini terjadi proses perubahan energi mekanik menjadi energi listrik. Sel-sel rambut getar yang harusnya mentransimi suara mekanik menjadi rusak.
Bentuk rumah siput kita unik, seperti bentuk dua setengah lingkaran. Frekuensi tinggi ada di sebelah kiri, dan rendah di kanan. Jadi, kebalikan dari piano. Nah, rambut getar bertugas mengubah bunyi sesuai dengan frekuensinya, baik tinggi, sedang atau rendah.
Spoiler for 5 menit per hari:
Lifestyle yang modern juga sangat berpengaruh terhadap kesehatan pendengaran. Belum lagi lingkungan kita yang ternyata penuh dengan kebisingan.
Sebagai contoh, pusat permainan di mal-mal yang ternyata sangat bising. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa bising ruangan di tempat tersebut berkisar antara 40-60 desibel. Ini cukup tinggi. Anak yang bermain di tempat tersebut mempunyai paparan bising yang besar, sehingga ada risiko menderita trauma bising atau gangguan pendengaran akibat bunyi yang sangat keras (noise-induced hearing loss).
Spoiler for resiko pemutar musik:
Spoiler for gambar:
![BAHAYA MENGGUNAKAN EARPHONE BERLAMA-LAMA [Masuk]](https://dl.kaskus.id/i42.tinypic.com/rrkvhu.jpg)
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketika alat pemutar musik digital yang disambungkan dengan earphone diputar pada volume optimal atau maksimal (intensitas sekitar 100 desibel), telinga hanya boleh terpapar maksimal 5 menit per hari.
Pada volume 90 persen (90 desibel) hanya boleh terpapar selama 18 menit. Pada volume 80 persen (80 desibel), hanya boleh 1,2 jam dosis maksimal per hari. Dan, pada volume 70 persen (70 desibel), hanya boleh sekitar 4,6 jam maksimal per hari.
Lebih dari itu, risiko terjadinya trauma bising akan lebih besar. Jadi, sebaiknya dipakai pada volume rendah karena akan lebih aman.
Ingat dengan pepatah yang mengatakan, if it is too loud you are too old? Semakin sering kita mendengarkan bunyi yang terlalu keras, maka usia kita akan jauh lebih tua dari usia sesungguhnya karena pendengaran kita terganggu.
Fakta menarik lain adalah orang-orang dengan trauma bising ternyata lebih sering mengalami gangguan pendengaran khususnya pada frekuensi tinggi.
Gambaran audiometrik rekam pendengarannya menunjukkan gambaran takik (notch/penurunan) pada frekuensi 4000 Hertz. Ini yang membuat orang awalnya tidak merasa, karena frekuensi pembicaraan kita sehari-hari ada di antara 500 2000 Hertz. Sehingga, ketika mengobrol biasa, rasanya tidak ada gangguan. Baru setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui terjadi penurunan yang tajam pada frekuensi 4000 Hertz. Sebagian besar kasus gangguan pendengaran akibat bising ditemukan pada saat medical check up.
Tentu, jika ini tidak segera ditangani, penurunan pendengaran akan terjadi di semua frekuensi, tak hanya pada frekuensi tinggi 4000 Hertz. Kalau tadinya hanya di 4000 Hertz, lama-lama terjadi takik di semua frekuensi alias tuli.
Spoiler for telinga berdenging:
Spoiler for gambar:
Denging yang dialami ini ada dua macam, yaitu denging nada tinggi seperti bunyi pesawat dan nada rendah seperti bunyi air conditioner (AC).
Dua-duanya bisa terjadi dan ini biasanya disertai gangguan pendengaran. Seringkali, yang terjadi adalah cocktail party deafness atau tuli di keramaian.
Pada saat berada di tempat yang ramai, orang sulit mendengar karena fungsi cochlea menurun. Bising di latar belakang akan sangat mengganggu kualitas penerimaan bunyi oleh cochlea. Misalnya, ketika berada di mal, ia akan bingung karena tidak bisa mendengar.
Sebetulnya, kasus trauma bising ini bisa dicegah 100 persen. Yang pertama dengan upaya promotif preventif. Caranya, waspada terhadap bising di sekitar kita. Misalnya pakai perangkat pemutar musik tapi tak perlu disetel dengan volume (tingkat suara) penuh.
Atau, ketika orang tua mengajak anak-anak ke mal, sebaiknya perhatikan seberapa bising tempat tersebut. Jika memang terlalu bising, sebaiknya tak perlu berlama-lama. Kita harus menghindari atau mengurangi paparan bising secara aktif.
Yang tak kalah penting adalah kesadaran para pemilik tempat usaha, seperti mal. Ada baiknya mereka mengukur kebisingan ruangan (sound level meter) dan mengumumkannya kepada pengunjung.
Efek trauma bising sendiri ada dua, yaitu temporer dan permanen. Pada trauma bising temporer, dengan istirahat cukup, fungsi telinga bisa dipulihkan. Namun, trauma bising permanen sulit disembuhkan.
Akan tetapi, lebih baik kita mencegah daripada mengobati, kan?
Spoiler for updated:
UPDATED MENGOBATI TINNITUS ADA DI PAGE 18
Spoiler for link:
buat agan" yang udah pernah mengalami / ingin memberi saran PM ane ya , sory ya agan" sekalian ga bisa pejwan karena long post ane pindahin
Spoiler for disini:
Spoiler for sumber:
nah berdasar kan hal" di atas , apa yang dapat di simpulkan agan" sekalian ?
jika berkenan ane minta
yaa , kalo misal nya
jangan di
yaa kalo bisa
gan 
SPECIAL THANKS TO OM MIMIN AMA MOMOD KARENA JADIIN HOT THREAD

Spoiler for HOT THREAD ANE YG PERTAMA:
0
78.7K
Kutip
6.1K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
romiboy27
#605
INI AGAN-AGAN YANG UDAH PERNAH MENGALAMI / INGIN MEMBERI COMENT YANG BERMANFAAT 
COMENT dari yang pernah mengalami gan

Spoiler for koment bermanfaat:
Spoiler for dari dokter THT :
Quote:
Original Posted By cikakak105►sesuai dengan avatar ane THT.
ane bekerja di bidang kesehatan tepatnya sebagai Audiologis
semakin hari semakin banyak pasien gangguan pendengaran.
statistiknya tiap tahun meningkat.
ane di RS. THT. Proklamasi
depan taman Proklamasi
PEJWAN
ane bekerja di bidang kesehatan tepatnya sebagai Audiologis
semakin hari semakin banyak pasien gangguan pendengaran.
statistiknya tiap tahun meningkat.
ane di RS. THT. Proklamasi
depan taman Proklamasi
PEJWAN
COMENT dari yang pernah mengalami gan

Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By Si.U►Ane terkena Sudden Deafness (tiba2 tidak mendengar sebelah kanan sebangun dari tidur) tanpa sebab.
setelah cek ke Rumah Sakit dan di tangani 3 dokter specialis THT, CT Scan, MRI, Audio Test dan lain2
kalau di total selama 6 bulan ane berusaha dalam segi medis itu kykna bisa dapet Ninja 250cc
:
ternyata tetap tidak ditemukan penyebab penyakit dan pusat penyakitnya dan tidak ada cara menyembuhkan penyakit ini.
Sudden Deafness menurut Dokter ane ... belum ditemukan penyebab yang pasti
salah satu penyebabnya adalah Suka Bising atau Suka pakai Earphone atau terjadinya penyumbatan di Syaraf.
Saran ane. jangan terlalu suka memakai Earphone
Hindari bunyi2an nyaring atau bising
kurangi radiasi di tempat anda
PEJWAN
setelah cek ke Rumah Sakit dan di tangani 3 dokter specialis THT, CT Scan, MRI, Audio Test dan lain2
kalau di total selama 6 bulan ane berusaha dalam segi medis itu kykna bisa dapet Ninja 250cc
:ternyata tetap tidak ditemukan penyebab penyakit dan pusat penyakitnya dan tidak ada cara menyembuhkan penyakit ini.
Sudden Deafness menurut Dokter ane ... belum ditemukan penyebab yang pasti
salah satu penyebabnya adalah Suka Bising atau Suka pakai Earphone atau terjadinya penyumbatan di Syaraf.
Saran ane. jangan terlalu suka memakai Earphone
Hindari bunyi2an nyaring atau bising
kurangi radiasi di tempat anda
PEJWAN
Spoiler for koment 1 lagi gan dari yang mengalami :
Quote:
Original Posted By thecrasher►betul banget... dulu gue selalu pake headphone kalo lagi di motor dalam perjalanan jauh, jaraknya kira kira 3 sampai 4 jam perjalanan dan itu nonstop headphone terus bunyi. dan hasilnya sekarang gue kapok pake headphone gan, ampun dah sekarang telinga kanan berdengung gitu
kapok maaaak 
damn you headphone
:
tapi lama2 setelah pensiun pake headphone suara dengungnya agak sedikit berkurang walaupun masih ada. semoga suatu hari hilang sendiri
buat agan2 yang masih doyan dengerin musik lewat headphone, hati2 aja gan, kalo bisa jangan terlalu sering
entah itu volume kenceng atau pelan meunurut gue sama aja namanya keseringan bisa bahaya.
dengerin lewat Speaker aktif aja yg keras biar puas dan aman paling diomelin tetangga
kapok maaaak 
damn you headphone
:tapi lama2 setelah pensiun pake headphone suara dengungnya agak sedikit berkurang walaupun masih ada. semoga suatu hari hilang sendiri

buat agan2 yang masih doyan dengerin musik lewat headphone, hati2 aja gan, kalo bisa jangan terlalu sering
entah itu volume kenceng atau pelan meunurut gue sama aja namanya keseringan bisa bahaya. dengerin lewat Speaker aktif aja yg keras biar puas dan aman paling diomelin tetangga

Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By adezta►akhirnya ada juga yang bikin thread kayak gini.. dari dulu gw udh berpikir harus bikin thread kyk gini 
taruh pejwan gan,
ane itu tunarungu lho alias gak bisa mendengar. kanan-kiri ane 110 desibel.
ane menderita itu sejak lahir gan karena saat ane di kandungan ibu ane, beliau menderita rubella.
stlh itu ane dah besar, ane mulai suka maen komp, trus ane coba googling
ada penyebab gangguan pendengaran di antaranya
virus TORCH , mendengar earphone terlalu lama dan lain2
saat itu ane juga pernah baca cerita seorang gadis yg mendengarkan earphone terlalu lama, dan suaranya mulai hilang perlahan2 .
bagi yang pendengarannya kurang, bisa dipakai alat bantu dengar. dulu ane pakai alat bantu dengar dari kecil sampai umur 11 th, umur 12 th ane operasi koklea implant di RS THT Proklamasi.
taruh pejwan ya biar smua org tahu

taruh pejwan gan,
ane itu tunarungu lho alias gak bisa mendengar. kanan-kiri ane 110 desibel.
ane menderita itu sejak lahir gan karena saat ane di kandungan ibu ane, beliau menderita rubella.
stlh itu ane dah besar, ane mulai suka maen komp, trus ane coba googling
ada penyebab gangguan pendengaran di antaranya
virus TORCH , mendengar earphone terlalu lama dan lain2
saat itu ane juga pernah baca cerita seorang gadis yg mendengarkan earphone terlalu lama, dan suaranya mulai hilang perlahan2 .
bagi yang pendengarannya kurang, bisa dipakai alat bantu dengar. dulu ane pakai alat bantu dengar dari kecil sampai umur 11 th, umur 12 th ane operasi koklea implant di RS THT Proklamasi.
taruh pejwan ya biar smua org tahu

Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By raidergummi►Pantesan gan...ane sering banget sakit telinga setelah perjalanan panjang +- 18 jam, soalnya sebagian besar dari perjalanan ane gunain buat dengerin musik pake headset...
nice share gan...
lain kali ane bakal lebi ngati-ati kalo pake headset...
nice share gan...

lain kali ane bakal lebi ngati-ati kalo pake headset...

Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By bungbungpow►PADAHAL GUA MANIAK GAME...DAN SERINGNYA PAKEK HEADPHONE....
UDAH KENA TINNITUS DEH KAYAKNYA...KALAU TELINGA DI TUTUP BUNYI "Ngingg..........." DAN PENDENGARAN BERKURANG






UDAH KENA TINNITUS DEH KAYAKNYA...KALAU TELINGA DI TUTUP BUNYI "Ngingg..........." DAN PENDENGARAN BERKURANG






Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By gembosijo►Bener banget tuh,ane jg pernah ngalamin beberapa bulan yg lalu bahkan pernah ane tanyain ma forum dokter kaskus.Sebabnya ane dengerin musik 5-8jam perhari,apalagi dap ma earphonen yg dipakai karakternya bright.Ya udah telinga ane berdenging n skrg dah mulai sembuh,paling parah bulan maret lalu.Sekarang udah ane jual dap merek sa*****,beralih ke dap yg karakternya smooth warm trus makenya skrg juarang buanget sebulan ga mesti soalnya kabel chargenya ilang
,rencananya mo beralih ke speaker aja,biar dikatain sok berisik-lah alay-lah ma mahal yg ptg aman!
,rencananya mo beralih ke speaker aja,biar dikatain sok berisik-lah alay-lah ma mahal yg ptg aman!
Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By SayapIkarus►bener banget nih info..
salah satu temen kerja ane juga ngalamin hal yang buruk dengan sering memakai earphone
entah secara langsung atau tidak langsung, teman kerja ane mengalami masalah di otaknya,..
ane kaga ngerti penyakit apa, tapi yang jelas teman ane jadi agak lambat dalam memproses daya pikirnya..
salah satu temen kerja ane juga ngalamin hal yang buruk dengan sering memakai earphone
entah secara langsung atau tidak langsung, teman kerja ane mengalami masalah di otaknya,..
ane kaga ngerti penyakit apa, tapi yang jelas teman ane jadi agak lambat dalam memproses daya pikirnya..
Spoiler for coment:
Quote:
Original Posted By Sastro0►
ane setuju ama TSnya trus ane numpang sharing gan, dulu maen di portable audio gan, saking seriusnya ane beli dan bikin ampli sendiri namanya cmoy, fungsi cmoy adalahnya memperbaiki kualitas suara headphone selain itu juga meningkatkan gain nya... tapi sebelum ane kena penyakit itu ane pensiun dini dan beralih ke audio speaker... ane dengerin dikamar, dan itupun gk kenceng2 kok... jadi buat yg suka portable volume teraman menurut temen ane yg dokter, itu tidak melebihi kebisingan tempat normal, jadi kalo di musik karena rentang frekuensi musik itu sangat besar sekitar 20hz-2Khz jadi kita harus set volume 30-40% aja di handset kita... nah biasanya di volume itu kita gk akan bisa menikmati lagu, karena earphone di level itu belum mengeluarkan kemampuan terbaiknya atau suara musik ada yg tidak keluar... jadi intinya kita gk akan bisa menikmati musik via earphone dengan level aman untuk telinga kita...
apalagi ada jenis earphone namanya IEM (in ear monitor) ni headphone masukke liang telinga dan sangat kedap suara luar ini yg ane punya dulu
, UM triple fi 10 harganya almost 2jt, dah harganya mahal gk sehat buat telinga lagi 
![kaskus-image]()
saran ane si : boleh pake earphone tapi set volume mentok 50% lah, kalo bisa sdengerin musiknya via spone tapi set volume mentok 50% lah, kalo bisa sdengerin musiknya via speaker aja emang ribet tapi efek untuk jangka panjangnya lebih aman... lebih baik menghindari drpd mengobati, ane dulu maen cmoy, gamma2, headset ane Beyer DT 770, DAP ane amp3 studio, semua ane jual kecuali mp3 playernya sekarang ane main gainclone ajah, buat yg suka audio pasti tau
trust me
apalagi ada jenis earphone namanya IEM (in ear monitor) ni headphone masukke liang telinga dan sangat kedap suara luar ini yg ane punya dulu
, UM triple fi 10 harganya almost 2jt, dah harganya mahal gk sehat buat telinga lagi 
Spoiler for iem-um tf-10:

saran ane si : boleh pake earphone tapi set volume mentok 50% lah, kalo bisa sdengerin musiknya via spone tapi set volume mentok 50% lah, kalo bisa sdengerin musiknya via speaker aja emang ribet tapi efek untuk jangka panjangnya lebih aman... lebih baik menghindari drpd mengobati, ane dulu maen cmoy, gamma2, headset ane Beyer DT 770, DAP ane amp3 studio, semua ane jual kecuali mp3 playernya sekarang ane main gainclone ajah, buat yg suka audio pasti tau

trust me
Spoiler for coment:
mau sedikit berbagi pengalaman pribadi. saya pemain musik (drummer) yg punya resiko gangguan pendengaran yg sangat besar. sudah 4 tahun ini saya menggunakan In Ear Monitor (earphone yg masuk ke kanal telinga) saat bermain drum (stage monitoring)
sebelumnya selama bertahun2 saya selalu memakai speaker (floor monitor) untuk stage monitoring. setiap selesai manggung serasa ada yg berdenging di telinga saya. ini berlangsung selama 1-2 hari.
sampai akhirnya saya menemukan sebuah artikel tentang in ear monitor. di artikel tersebut dijelaskan berbagai keunggulan dari in ear monitor (IEM) dibanding dengan floor monitor. salah satunya adalah mengurangi resiko gangguan pendengaran bagi musisi.
dan benar saja, sejak saya pake in ear monitor, tidak ada lagi suara berdenging di telinga saya setiap selesai manggung. kok bisa ??
IEM yg saya pake punya isolasi yg luar biasa. super kedap. silahkan googling dengan keyword WESTONE UM2. karena sangat kedap, saya tidak perlu menggunakan volume tinggi. cukup pake volume 1/4 atau arah jam 9 saja saya sudah bisa mendengarkan dengan jelas suara instrumen yg dimainkan oleh teman2 saya atau instrumen yg saya mainkan sendiri.tiap tahun saya juga rutin check up ke dokter THT. dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah berarti dengan indra pendengaran saya.
poin yg mau saya sampaikan adalah saya tidak setuju kalau ada yg mengatakan earphone lebih berbahaya daripada speaker. lihat kondisinya dulu. kalau kondisinya seperti saya, maka speaker jauh lebih berbahaya daripada earphone. beberapa teman saya yg bekerja di studio rekaman rata2 mengalami gangguan pendengaran. mungkin karena tiap hari mereka berteman dengan speaker (bukan earphone/headphone lho). JADI MENURUT SAYA BAIK EARPHONE ATAU SPEAKER, MASING2 AKAN PUNYA DAMPAK NEGATIF TERHADAP PENDENGARAN JIKA PENGGUNAANNYA KURANG TEPAT.
saya juga penggila portable audio. ada yg bilang kalo nggak kenceng, nggak nikmat. Lho, saya masih bisa enjoy kok mendengarkan musik dengan level aman. menurut saya ini hanya masalah kebiasaan saja.
so mulai dari sekarang, gunakan level yg aman dan kurangi durasi pemakaiannya (baik earphone ataupun speaker). jangan lupa untuk check up ke dokter THT secara rutin
by:tukutempe
sebelumnya selama bertahun2 saya selalu memakai speaker (floor monitor) untuk stage monitoring. setiap selesai manggung serasa ada yg berdenging di telinga saya. ini berlangsung selama 1-2 hari.
sampai akhirnya saya menemukan sebuah artikel tentang in ear monitor. di artikel tersebut dijelaskan berbagai keunggulan dari in ear monitor (IEM) dibanding dengan floor monitor. salah satunya adalah mengurangi resiko gangguan pendengaran bagi musisi.
dan benar saja, sejak saya pake in ear monitor, tidak ada lagi suara berdenging di telinga saya setiap selesai manggung. kok bisa ??
IEM yg saya pake punya isolasi yg luar biasa. super kedap. silahkan googling dengan keyword WESTONE UM2. karena sangat kedap, saya tidak perlu menggunakan volume tinggi. cukup pake volume 1/4 atau arah jam 9 saja saya sudah bisa mendengarkan dengan jelas suara instrumen yg dimainkan oleh teman2 saya atau instrumen yg saya mainkan sendiri.tiap tahun saya juga rutin check up ke dokter THT. dan alhamdulillah sejauh ini tidak ada masalah berarti dengan indra pendengaran saya.
poin yg mau saya sampaikan adalah saya tidak setuju kalau ada yg mengatakan earphone lebih berbahaya daripada speaker. lihat kondisinya dulu. kalau kondisinya seperti saya, maka speaker jauh lebih berbahaya daripada earphone. beberapa teman saya yg bekerja di studio rekaman rata2 mengalami gangguan pendengaran. mungkin karena tiap hari mereka berteman dengan speaker (bukan earphone/headphone lho). JADI MENURUT SAYA BAIK EARPHONE ATAU SPEAKER, MASING2 AKAN PUNYA DAMPAK NEGATIF TERHADAP PENDENGARAN JIKA PENGGUNAANNYA KURANG TEPAT.
saya juga penggila portable audio. ada yg bilang kalo nggak kenceng, nggak nikmat. Lho, saya masih bisa enjoy kok mendengarkan musik dengan level aman. menurut saya ini hanya masalah kebiasaan saja.
so mulai dari sekarang, gunakan level yg aman dan kurangi durasi pemakaiannya (baik earphone ataupun speaker). jangan lupa untuk check up ke dokter THT secara rutin
by:tukutempe
0
Kutip
Balas