TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
7K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#113
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 3
[Yogyakarta, 12 Januari 2010]
Indra Pratama berjalan sambil menuntun sepeda motornya. Dia sama sekali tidak mempercayai kalau hari ini keberuntungannya sedang begitu buruk. Matahari sudah terbenam sejak setengah jam yang lalu dan dia masih belum berada di rumahnya. Baru saja sepeda motor yang dia kendarai kehabisan bensin dan sekarang dia harus menuntunnya menuju pom bensin, atau penjual bensin terdekat. Untuk menambah penderitaannya, sekarang dia berada di jalan yang sangat sepi. Tadinya Indra berniat mengambil jalan pintas untuk pulang ke rumahnya, setelah dia bermain seharian di rumah temannya. Tapi rupanya dia lupa untuk mengisi bensin motornya dan beginilah keadaannya sekarang. Terjebak di jalan yang sangat sepi dan menyeramkan, dengan motor yang kehabisan bensin.
Keteledorannya itu tidak hanya berakibat dia jadi terlambat pulang ke rumah, tapi juga pada akhirnya mengakibatkan seluruh hidupnya berubah drastis.
Aagh! Kenapa aku tadi tidak memperhatikan kalau meteran bensinnya sudah menunjuk ke arah empty! gerutu Indra sambil mendorong motornya. Sudah begitu, tidak ada tanda-tanda orang yang menjual bensin di sepanjang jalan ini!
Dia tidak berhenti mengeluh dan menggerutu, tapi dia tidak berhenti berjalan. Suasana angker yang dengan sukses diciptakan oleh jalanan sepi yang minim penerangan ini membuatnya tidak mau berhenti sedetikpun.
Indra memang bukan pemuda yang penakut dan dia tidak pernah percaya dengan hal-hal yang bersifat supranatural, seperti hantu atau jin. Tapi saat ini suasananya terlalu mendukung, sehingga mau tidak mau dia harus mengakui kalau dia takut.
Kenapa di kota Yogyakarta yang sudah cukup maju ini masih saja ada jalan dengan penerangan seminim ini, gerutu Indra dalam hati.
Dia menoleh ke belakang, hanya untuk memastikan kalau dibelakangnya tidak ada apa-apa. Dengan lega dia menghela nafasnya karena dibelakangnya memang tidak ada apapun, namun pada saat yang sama dia merasa gelisah karena sedari tadi dia tidak bertemu dengan seorangpun. Jalanan yang dia lalui memang berada diantara petak-petak sawah dan meskipun ada banyak rumah di sepanjang jalan, dari tadi dia belum melihat satu orangpun di jalan yang dia lalui. Seakan-akan dia baru saja melalui jalan yang dibuat tidak untuk dilalui manusia.
Indra bergidik dan berusaha menghilangkan rasa takutnya.
Tenang. Tidak ada apa-apa disekitar sini, ujar Indra pada dirinya sendiri. Yang harus kutakuti sekarang bukanlah makhluk gaib, tapi perampok .
Indra terus menuntun motornya menyusuri jalanan sepi itu, hingga pada akhirnya dia tiba-tiba berhenti mendadak karena mendengar sesuatu.
Tubuhnya langsung kaku.
Dia baru saja mendengar suara kelebatan di belakangnya, seperti ada sesuatu yang besar sedang terbang mengikutinya. Sebenarnya dia tidak benar-benar tahu kalau ada sesuatu di belakangnya, dia hanya merasa kalau ada sesuatu di belakangnya. Sesuatu yang sama sekali tidak baik. Indra langsung menegakkan motornya pada standar sampingnya. Perlahan-lahan dia menoleh ke belakang. Tapi di belakangnya tidak ada apa-apa. Pemuda itu lalu menarik nafas lega karena ketakutannya tidak beralasan. Tapi kemudian dia mendengar sesuatu, atau tepatnya, seseorang berbicara padanya dengan aksen orang barat kalau bicara dengan bahasa Indonesia.
Kau bisa merasakan kehadiranku? Jarang sekali ada mangsa yang bisa melakukan itu.
Indra langsung berbalik dan mendapati seorang pria yang mengenakan jubah hitam panjang berdiri di depannya. Sekali lihat Indra tahu kalau pria yang di depannya sama sekali tidak berniat baik. Karena gelap, Indra tidak terlalu memperhatikan wajah pucat pria itu atau kedua telinganya yang lancip. Yang dia perhatikan adalah kedua matanya yang berwarna merah menyala, ketika menatap mata itu, Indra merasa tubuhnya terasa agak kaku dan sulit digerakkan. Indra berusaha menggerakkan kedua kakinya, tapi kakinya terasa baru saja dipaku di tanah. Dia tidak bisa bergerak sediktipun.
Hahahaha! Jangan melawan. Kau tidak mungkin bisa kabur setelah menatap mataku.
Lelaki misterius itu tertawa terbahak-bahak. Indra langsung mematung begitu menyadari kalau kedua taring pria itu jauh lebih panjang dari taring manusia normal. Disatukan dengan penampilannya, dalam kepala Indra hanya ada satu kata: drakula!
Sekali lagi Indra berusaha melarikan diri, tapi kedua kakinya sama sekali tidak mau menurut. Kemudian, entah apa sebabnya, Indra langsung melakukan sesuatu yang sama sekali tidak dia pikirkan. Karena hanya tubuh bagian bawahnya saja yang tidak bisa digerakkan, Indra langsung menggunakan bagian tubuh yang bisa bergerak, kedua tangannya. Dengan cepat, Indra mengayunkan tinjunya ke arah drakula yang ada di depannya. Pria pucat itu sama sekali tidak menghindar karena terkejut dan tidak menyangka kalau korbannya ini akan berbalik melawannya, meskipun dia tadi sudah menatap ke arah matanya.
Pukulan Indra dengan telak menghantam pipi drakula itu, tapi makhluk penghisap darah menakutkan itu sama sekali tidak terpengaruh. Seakan-akan pukulan yang dilayangkan Indra dengan sekuat tenaga itu bukan apa-apa.
Drakula itu justru tersenyum lebar dan mencengkram pergelangan tangan Indra. Kekuatan genggamannya begitu kuat sehingga Indra rasa pergelangan tangannya baru saja retak. Nyeri yang tidak tertahankan terasa di pergelangan tangannya.
Aaagh!!! serunya kesakitan.
Pada saat yang sama, rasa kaku di kakinya hilang, sialnya kedua kakinya sekarang malah terasa seperti jelly. Dia langsung jatuh tapi ditahan oleh si drakula yang masih mencengkram erat pergelangan tangannya.
Mangsa yang berani. Aku suka mangsa yang bersemangat. Darahmu pasti akan terasa lebih enak, ujar drakula itu sambil mendekatkan wajahnya ke arah leher Indra.
Indra tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya, dan dia tidak mau itu terjadi. Meskipun tahu dia tidak akan bisa melarikan diri dari makhluk yang menahannya, dia tidak mau mati begitu saja. Indra langsung melayangkan tinjunya dengan tangannya yang bebas ke arah wajah Drakula itu.
Drakula itu sama sekali tidak peduli, meskipun tinju Indra mendarat telak di hidungnya. Makhluk penghisap darah itu bahkan merasa lebih bersemangat lagi.
Hahahahahaha! Bagus! Meronta lagi!
Serunya bersemangat, lalu dengan cepat, makhluk penghisap darah itu membenamkan taringnya ke leher Indra. Rasa sakit disertai dengan perasaan lumpuh langsung melanda sekujur tubuh Indra. Indra langsung merasa kalau seluruh indra di tubuhnya melemah. Dia tahu kalau dia akan segera mati ditangan drakula itu.
Masih dipenuhi oleh keinginan untuk bertahan hidup, pemuda itu melakukan hal yang sama sekali tidak diduga oleh si drakula.
Kau mau menghisap semua darahku?! Jangan harap! seru Indra dalam hati.
Pemuda itu lalu menatap ke arah leher si drakula yang putih pucat. Lalu tanpa berpikir, Indra membuka mulutnya, dan dengan sekuat tenaga, dia menggigit leher drakula itu. Gigitan Indra cukup kuat hingga kulit si Drakula terluka dan darah berwarna hitam, yang rasanya sangat pahit, mengalir dan memasuki mulut Indra.
Si Drakula langsung membelalakkan matanya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Penghisap darah itu langsung melepaskan gigitannya dan mendorong Indra menjauh. Kekuatan fisik drakula itu terlalu kuat hingga Indra terlempar dan berguling-guling di jalan.
Drakula itu perlahan-lahan menyentuh lehernya dan mengamati darahnya yang berwarna hitam. Dia lalu memandang ke arah Indra dan senyum mengerikan terkembang di wajahnya. Sementara itu, Indra langsung berusaha bangkit, tapi karena tadi darahnya sudah diminum cukup banyak, dia langsung merasa anemia.
Kau?! ujar si drakula dengan nada tidak percaya. Kau? Manusia? Kau? Kau meminum darahku?
Indra masih memandang drakula itu dengan tatapan tajam. Semangatnya untuk bertahan hidup masih belum pudar, apalagi karena dia baru berhasil membuat Drakula itu tampak kebingungan. Indra meludah, berusaha menghilangkan rasa pahit dan menjijikkan yang dia rasakan ketika menelan darah si Drakula. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Mungkin karena prinsip mata dibayar mata, artinya gigitan dibayar gigitan.
Tanpa terduga, Drakula itu langsung tertawa terbahak-bahak.
AHAHAHAHAHA !!! tawanya Tidak kusangka akan ada manusia yang begitu berani sepertimu. Selamat manusia! Kau baru saja menjadi salah satu dari kami!
Kedua mata Indra langsung terbelalak lebar. Dia masih belum mengerti maksud dari perkataan drakula itu. Tapi dia juga tidak sempat berpikir lama-lama, karena makhluk penghisap darah itu tiba-tiba sudah berdiri di depannya.
Nikmatilah hidupmu nak, karena kau baru saja naik derajat dari mangsa menjadi pemangsa, ujar drakula itu.
Setelah mengatakan hal itu,drakula itu langsung melompat tinggi ke udara dan langsung terbang tinggi. Sepasang sayap kelelawar tampak tumbuh dari punggung makhluk itu. Dalam waktu singkat, sosok makhluk itu sudah tidak terlihat lagi.
Sementara itu, Indra masih terpaku di tempat. Setelah terdiam cukup lama, Indra baru memahami maksud dari perkataandrakula itu.
Aku tergigit! Dan kalau cerita mengenai vampir dan drakula itu memang benar maka sekarang aku akan segera berubah menjadi makhluk seperti mereka ! seru Indra panik dalam hati.
Pemuda itu sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Tapi ada satu hal yang pasti, setidaknya dia harus pulang ke rumah. Baru setelah itu dia akan memikirkan lagi apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
Kalau memang dia akan segera menjadi makhluk penghisap darah, maka dia harus memikirkan sesuatu untuk mencegahnya menghisap darah orang.
__________________________________________________ _
Spoiler for "Part 3":
[Yogyakarta, 12 Januari 2010]
Indra Pratama berjalan sambil menuntun sepeda motornya. Dia sama sekali tidak mempercayai kalau hari ini keberuntungannya sedang begitu buruk. Matahari sudah terbenam sejak setengah jam yang lalu dan dia masih belum berada di rumahnya. Baru saja sepeda motor yang dia kendarai kehabisan bensin dan sekarang dia harus menuntunnya menuju pom bensin, atau penjual bensin terdekat. Untuk menambah penderitaannya, sekarang dia berada di jalan yang sangat sepi. Tadinya Indra berniat mengambil jalan pintas untuk pulang ke rumahnya, setelah dia bermain seharian di rumah temannya. Tapi rupanya dia lupa untuk mengisi bensin motornya dan beginilah keadaannya sekarang. Terjebak di jalan yang sangat sepi dan menyeramkan, dengan motor yang kehabisan bensin.
Keteledorannya itu tidak hanya berakibat dia jadi terlambat pulang ke rumah, tapi juga pada akhirnya mengakibatkan seluruh hidupnya berubah drastis.
Aagh! Kenapa aku tadi tidak memperhatikan kalau meteran bensinnya sudah menunjuk ke arah empty! gerutu Indra sambil mendorong motornya. Sudah begitu, tidak ada tanda-tanda orang yang menjual bensin di sepanjang jalan ini!
Dia tidak berhenti mengeluh dan menggerutu, tapi dia tidak berhenti berjalan. Suasana angker yang dengan sukses diciptakan oleh jalanan sepi yang minim penerangan ini membuatnya tidak mau berhenti sedetikpun.
Indra memang bukan pemuda yang penakut dan dia tidak pernah percaya dengan hal-hal yang bersifat supranatural, seperti hantu atau jin. Tapi saat ini suasananya terlalu mendukung, sehingga mau tidak mau dia harus mengakui kalau dia takut.
Kenapa di kota Yogyakarta yang sudah cukup maju ini masih saja ada jalan dengan penerangan seminim ini, gerutu Indra dalam hati.
Dia menoleh ke belakang, hanya untuk memastikan kalau dibelakangnya tidak ada apa-apa. Dengan lega dia menghela nafasnya karena dibelakangnya memang tidak ada apapun, namun pada saat yang sama dia merasa gelisah karena sedari tadi dia tidak bertemu dengan seorangpun. Jalanan yang dia lalui memang berada diantara petak-petak sawah dan meskipun ada banyak rumah di sepanjang jalan, dari tadi dia belum melihat satu orangpun di jalan yang dia lalui. Seakan-akan dia baru saja melalui jalan yang dibuat tidak untuk dilalui manusia.
Indra bergidik dan berusaha menghilangkan rasa takutnya.
Tenang. Tidak ada apa-apa disekitar sini, ujar Indra pada dirinya sendiri. Yang harus kutakuti sekarang bukanlah makhluk gaib, tapi perampok .
Indra terus menuntun motornya menyusuri jalanan sepi itu, hingga pada akhirnya dia tiba-tiba berhenti mendadak karena mendengar sesuatu.
Tubuhnya langsung kaku.
Dia baru saja mendengar suara kelebatan di belakangnya, seperti ada sesuatu yang besar sedang terbang mengikutinya. Sebenarnya dia tidak benar-benar tahu kalau ada sesuatu di belakangnya, dia hanya merasa kalau ada sesuatu di belakangnya. Sesuatu yang sama sekali tidak baik. Indra langsung menegakkan motornya pada standar sampingnya. Perlahan-lahan dia menoleh ke belakang. Tapi di belakangnya tidak ada apa-apa. Pemuda itu lalu menarik nafas lega karena ketakutannya tidak beralasan. Tapi kemudian dia mendengar sesuatu, atau tepatnya, seseorang berbicara padanya dengan aksen orang barat kalau bicara dengan bahasa Indonesia.
Kau bisa merasakan kehadiranku? Jarang sekali ada mangsa yang bisa melakukan itu.
Indra langsung berbalik dan mendapati seorang pria yang mengenakan jubah hitam panjang berdiri di depannya. Sekali lihat Indra tahu kalau pria yang di depannya sama sekali tidak berniat baik. Karena gelap, Indra tidak terlalu memperhatikan wajah pucat pria itu atau kedua telinganya yang lancip. Yang dia perhatikan adalah kedua matanya yang berwarna merah menyala, ketika menatap mata itu, Indra merasa tubuhnya terasa agak kaku dan sulit digerakkan. Indra berusaha menggerakkan kedua kakinya, tapi kakinya terasa baru saja dipaku di tanah. Dia tidak bisa bergerak sediktipun.
Hahahaha! Jangan melawan. Kau tidak mungkin bisa kabur setelah menatap mataku.
Lelaki misterius itu tertawa terbahak-bahak. Indra langsung mematung begitu menyadari kalau kedua taring pria itu jauh lebih panjang dari taring manusia normal. Disatukan dengan penampilannya, dalam kepala Indra hanya ada satu kata: drakula!
Sekali lagi Indra berusaha melarikan diri, tapi kedua kakinya sama sekali tidak mau menurut. Kemudian, entah apa sebabnya, Indra langsung melakukan sesuatu yang sama sekali tidak dia pikirkan. Karena hanya tubuh bagian bawahnya saja yang tidak bisa digerakkan, Indra langsung menggunakan bagian tubuh yang bisa bergerak, kedua tangannya. Dengan cepat, Indra mengayunkan tinjunya ke arah drakula yang ada di depannya. Pria pucat itu sama sekali tidak menghindar karena terkejut dan tidak menyangka kalau korbannya ini akan berbalik melawannya, meskipun dia tadi sudah menatap ke arah matanya.
Pukulan Indra dengan telak menghantam pipi drakula itu, tapi makhluk penghisap darah menakutkan itu sama sekali tidak terpengaruh. Seakan-akan pukulan yang dilayangkan Indra dengan sekuat tenaga itu bukan apa-apa.
Drakula itu justru tersenyum lebar dan mencengkram pergelangan tangan Indra. Kekuatan genggamannya begitu kuat sehingga Indra rasa pergelangan tangannya baru saja retak. Nyeri yang tidak tertahankan terasa di pergelangan tangannya.
Aaagh!!! serunya kesakitan.
Pada saat yang sama, rasa kaku di kakinya hilang, sialnya kedua kakinya sekarang malah terasa seperti jelly. Dia langsung jatuh tapi ditahan oleh si drakula yang masih mencengkram erat pergelangan tangannya.
Mangsa yang berani. Aku suka mangsa yang bersemangat. Darahmu pasti akan terasa lebih enak, ujar drakula itu sambil mendekatkan wajahnya ke arah leher Indra.
Indra tahu persis apa yang akan terjadi selanjutnya, dan dia tidak mau itu terjadi. Meskipun tahu dia tidak akan bisa melarikan diri dari makhluk yang menahannya, dia tidak mau mati begitu saja. Indra langsung melayangkan tinjunya dengan tangannya yang bebas ke arah wajah Drakula itu.
Drakula itu sama sekali tidak peduli, meskipun tinju Indra mendarat telak di hidungnya. Makhluk penghisap darah itu bahkan merasa lebih bersemangat lagi.
Hahahahahaha! Bagus! Meronta lagi!
Serunya bersemangat, lalu dengan cepat, makhluk penghisap darah itu membenamkan taringnya ke leher Indra. Rasa sakit disertai dengan perasaan lumpuh langsung melanda sekujur tubuh Indra. Indra langsung merasa kalau seluruh indra di tubuhnya melemah. Dia tahu kalau dia akan segera mati ditangan drakula itu.
Masih dipenuhi oleh keinginan untuk bertahan hidup, pemuda itu melakukan hal yang sama sekali tidak diduga oleh si drakula.
Kau mau menghisap semua darahku?! Jangan harap! seru Indra dalam hati.
Pemuda itu lalu menatap ke arah leher si drakula yang putih pucat. Lalu tanpa berpikir, Indra membuka mulutnya, dan dengan sekuat tenaga, dia menggigit leher drakula itu. Gigitan Indra cukup kuat hingga kulit si Drakula terluka dan darah berwarna hitam, yang rasanya sangat pahit, mengalir dan memasuki mulut Indra.
Si Drakula langsung membelalakkan matanya. Dia tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Penghisap darah itu langsung melepaskan gigitannya dan mendorong Indra menjauh. Kekuatan fisik drakula itu terlalu kuat hingga Indra terlempar dan berguling-guling di jalan.
Drakula itu perlahan-lahan menyentuh lehernya dan mengamati darahnya yang berwarna hitam. Dia lalu memandang ke arah Indra dan senyum mengerikan terkembang di wajahnya. Sementara itu, Indra langsung berusaha bangkit, tapi karena tadi darahnya sudah diminum cukup banyak, dia langsung merasa anemia.
Kau?! ujar si drakula dengan nada tidak percaya. Kau? Manusia? Kau? Kau meminum darahku?
Indra masih memandang drakula itu dengan tatapan tajam. Semangatnya untuk bertahan hidup masih belum pudar, apalagi karena dia baru berhasil membuat Drakula itu tampak kebingungan. Indra meludah, berusaha menghilangkan rasa pahit dan menjijikkan yang dia rasakan ketika menelan darah si Drakula. Dia sendiri tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Mungkin karena prinsip mata dibayar mata, artinya gigitan dibayar gigitan.
Tanpa terduga, Drakula itu langsung tertawa terbahak-bahak.
AHAHAHAHAHA !!! tawanya Tidak kusangka akan ada manusia yang begitu berani sepertimu. Selamat manusia! Kau baru saja menjadi salah satu dari kami!
Kedua mata Indra langsung terbelalak lebar. Dia masih belum mengerti maksud dari perkataan drakula itu. Tapi dia juga tidak sempat berpikir lama-lama, karena makhluk penghisap darah itu tiba-tiba sudah berdiri di depannya.
Nikmatilah hidupmu nak, karena kau baru saja naik derajat dari mangsa menjadi pemangsa, ujar drakula itu.
Setelah mengatakan hal itu,drakula itu langsung melompat tinggi ke udara dan langsung terbang tinggi. Sepasang sayap kelelawar tampak tumbuh dari punggung makhluk itu. Dalam waktu singkat, sosok makhluk itu sudah tidak terlihat lagi.
Sementara itu, Indra masih terpaku di tempat. Setelah terdiam cukup lama, Indra baru memahami maksud dari perkataandrakula itu.
Aku tergigit! Dan kalau cerita mengenai vampir dan drakula itu memang benar maka sekarang aku akan segera berubah menjadi makhluk seperti mereka ! seru Indra panik dalam hati.
Pemuda itu sama sekali tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang. Tapi ada satu hal yang pasti, setidaknya dia harus pulang ke rumah. Baru setelah itu dia akan memikirkan lagi apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
Kalau memang dia akan segera menjadi makhluk penghisap darah, maka dia harus memikirkan sesuatu untuk mencegahnya menghisap darah orang.
__________________________________________________ _
0
Kutip
Balas