TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.7K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#275
Spoiler for 17:
ZLASH ZLASH, 2 sabetan isis berwarna merah gelap menebas gw dengan telak. luka besar berbentuk X menyilang di perut gw. CROOOTTTSSS darah segar muncrat membasahi area crag mine yang sepi ini.
gw terjatuh berlutut ditanah karena sudah terlalu lemas. "gw ga boleh mati. gw belom ngalamin kebahagiaan dalam hidup" ujar gw dalam hati sambil menggenggam tanah tempat gw menopang tubuh dengan kedua tangan gw.
isis palauw melihat gw masih sanggup berdiri langsung menggunakan pedangnya dan terbang mencoba menusuk gw. JELB, pedang kanan isis tersebut telak menusuk dada kanan gw tepat diatas luka yang diberikan shandel sebelumnya.
TAP gw menahan pedangnya agar tetap tertancap, lalu isis itu kembali mencoba menusuk gw dengan pedangnya yang satu lagi. "kesalahan pertama" ujar gw sambil menatap tajam kearah isis palauw yang tampil seksi dihadapan gw.
"jangan bertarung dalam jarak dekat dengan ahli beladiri, karena ahli beladiri ga pernah kalah sama mahluk brutal" lanjut gw bersiap untuk mengadu lengan tangan kanan gw dengan tangan kiri isis yang siap menusuk gw dengan pedangnya.
KRAAAKKK, tulang lengan isis tadi terdengar patah dan pedangnya pun terjatuh menancap tanah. "kedua, lu masuk jarak serang gw". dengan tangan kiri gw yang sebelumnya menahan pedang isis yang tertancap dan bantuan tangan kanan, gw memberikan tinju keras ke gagang pedang sehingga pedang isis itu terpisah dari tangannya.
gw menarik tali BH isis yang nutupin kedua belah gunung kembarnya dengan tangan kiri gw, sehingga mahluk penuh pesona itu makin dekat dengan gw.
gw menggunakan telapak tangan kanan gw untuk memberi tamparan FAJIN kearah telinga isis itu. BUAAAAGH dalam satu pukulan isis itu mulai celeng dan darah segar mengalir dari telinganya. "otaknya kena"
gw kembali menarik tali BH isis itu dan membantingnya kebawah sehingga gw menimpanya. saat gw sedang dalam MOUNT position, gw menyiapkan kedua jari tangan kanan gw untuk melancarkan serangan pelumpuh.
CRAAAATSSS kedua mata isis itu gw colok dengan jari-jari gw, dan dalam seketika mahluk itu menjerit kesakitan dan menyerang tanpa arah.
gw mundur beberapa langkah agar tidak terkena amukan dari mahluk cantik yang menjadi buas tersebut, gw mengeluarkan pedang dan menyerangnya dengan tebasan horizontal tepat dikepala isis. ZRAT dalam sekejap kepala mahluk itu sudah terpisah dari tubuhnya.
usai membereskan party punker tersebut gw menghampiri murena. dia ketakutan, gw mengangkatnya dan memeluknya. "ayo pulang" ujar gw sambil menekan portal rahasia yang langsung menuju ke ruangan kakek Jap.
NGUNNGGG kami berdua langsung tiba di tempat dokter jap. gw liat dia udah nungguin kedatangan gw daritadi dan tampang cemas langsung menghiasi wajahnya.
"RIEN!!" ujarnya langsung memapah gw yang hampir terjatuh lemas. "kau pasti murena, tunggu disini dan jangan kemana-mana" perintah engkong ke murena dan dia langsung membawa gw ke UGD.
==============================================================
(murena point of view)
"siapa kakek tua itu? kenapa si rien ngajak pulang ke tempat aneh ini" hal yang bikin gw bingung bin penasaran karena gw ga tau kejelasan yang sebenarnya. tapi gw seneng karena gw berhasil selamat dari tindakan tidak senonoh yang dilakukan punker cora.
gw duduk disebuah bangku yang ada di depan meja. dan diatas meja itu gw melihat sebuah foto laki-laki yang sering gw lihat. "foto ayah? kenapa ada disini? apa cuma mirip yach.. tapi ini ketinggian kalo jadi bellato." tanya gw dengan penasaran. bertambah aja rasa penasaran gw.
gw mencari orang yang bisa gw tanya, tapi disekeliling gw ga ada apa-apa selaen tembok, jadi gw memutuskan untuk duduk dan menunggu kakek tua tadi. semoga aja dia tau sesuatu.
setengah jam kemudian........
NGGGIIIIKK pintu otomatis terbuka, gw langsung melompat dari tempat duduk gw dan melihat siapa yang datang. ternyata kakek itu datang dan menghampiri gw.
"kamu murena? apaka kamu anak chen" tanya kakek itu dengan wajah serius.
"chen? siapa itu kek? apakah chen itu orang yang ada di foto itu?" gw balik bertanya keheranan sambil menaruh jari telunjuk gw dibawah bibir dan gw menunjuk foto laki-laki yang ada diatas meja. "by the way, rien ga napa-napa kan kek"
"rien bisa diselamatkan, tapi kondisinya sangat kritis dan akan memakan waktu lama untuk penyembuhan" balas kakek itu sambil menghela nafas panjang.
tak lama dia mengambil foto pria yang ada di meja, lalu dia memanggil nama pria tersebut. "chen, chen, chen...."
"kek, chen itu yang difoto kan? kok dia mirip ayah saya?" ujar gw ke kakek tua itu sambil menarik-narik lengan bajunya.
tanpa basa-basi kakek tua itu langsung menarik gw, dan dengan kasar dia menusuk ujung jari gw dengan jarum dan meneteskannya ke dalam tabung kimia. "auuu, pelan-pelan kek" ujar gw sambil menarik paksa tangan gw dari cengkraman kakek itu.
"lihat ini baik-baik" kakek itu langsung menggemgam bagian tajam dari sebuah pisau kecil yang ada didekat sana, lalu dia membeset tangannya sehingga darah menetes membasahi ember yang ada di dekat tabung kimia tersebut.
"idih ini kakek psycho amat. gw cuma pakek setetes masa dia pake sebaskom." ujar gw dalam hati diiringi perasaan merinding dan kaget.
tiba-tiba sebuah alat berbentuk kamera menghampiri darah kami berdua. lalu dalam sekejap keluar sebuah layar yang menggambarkan DNA gw dan kakek itu.
"tidak mungkin" ujar gw dengan setengah suara tidak percaya melihat hasil DNA gw sama dengan kakek yang tidak ada kemiripannya sama sekali dengan gw maupun bellato lainnya.
"chen 100% ayahmu. aku kakekmu dan aku manusia. sedangkan rien, dia kakak dari ayah yang sama denganmu." ujar kakek tua itu yakin dengan keakuratan dari hasil tes DNA tersebut.
(end of murena point of view)
=============================================================
gw masih setengah sadar karena aksi penyelamatan gw yang sangat heroic menyebabkan luka parah di badan gw. gw sedikit membuka mata gw dan melihat tangan-tangan robot sedang menjahit luka dan membersihkannya dari tubuh gw.
setelah usai membersihkan luka, sebuah alat bantu pernafasan dipasang dihidung gw dan gw mulai mengantuk. sepertinya alat pernafasan itu diberi obat bius agar gw dapat beristirahat dengan tenang. "tuhan, jika boleh aku ingin hidup bersama dengan keluargaku dan tidak akan terpisah lagi" ujar gw sebelum obat bius itu benar-benar bekerja dan membuat gw terlelap.
end of chapter 17
0
Kutip
Balas