TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.5K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#273
chapter 17 - so far, so close
mendengar kebenaran bahwa pawpaw dan gw adalah saudara satu ayah, gw hanya terbengong tidak percaya.
pawpaw yang selama ini homo, tapi dia tidak mencoba untuk merudapaksa gw meskipun bayangan itu selalu terngiang dikepala gw sehingga gw giat berlatih agar gw bisa lolos dari sergapannya disaat tidur. tapi pawpaw is dead.
mendengar kebenaran dan kenyataan yang begitu pahit bahwa abang gw baru aja mati membuat gw sedikit bingung gw harus bertindak apa.
"GAK MUNGKIN PAWPAW ABANG GW!!!" teriak gw sambil berlutut menghantam lantai ruangan dokter jap. "DIA HOMO, GW NORMAL. DIA KATRO, GW POPULER. nonesense!! whaah... " lanjut gw sambil mengangis dan menyembunyikan wajah gw yang sedang menangis menghadap lantai.
dokter jap alias kakek gw yang selama ini tidak memberitahu gw hanya diam sambil memandangi foto anaknya yang sekaligus ayah kandung gw. "chen, ayah gagal sebagai ayah. dan ayah hampir gagal sebagai kakek" ujarnya dengan nada sedih.
dia juga memberikan secarik kertas hasil tes DNA yang dia berikan kepada gw. dan dari DNA itu tertulis 3 nama yaitu 'JAP', 'RIEN', "ANTONIUS'. dan tertulis dari hasil tes DNA bahwa memang benar kami bersaudara.
BRAGH gw menggebrak lantai dan bangkit berdiri lalu menghampiri kakek gw. gw memandang kembali kearah foto wajah bokap gw dan gw mencoba mengingat dimana gw melihat wajah itu.
"MURENA!!" teriak gw dalam hati yang sedikit mengejutkan engkong jap. "engkong, apakah babe punya simpenan di bellato?" tanya gw ke dokter jap yang masih bingung mendengar gw menyebutkan nama murena.
"apa maksudmu?" tanya engkong jap ke gw dengan nada penasaran.
"gw liad poto si babe punya anak lagi di bellato, dan beberapa hari kemaren gw baru ketemu dia." jelas gw singkat dengan nada menggebu-gebu. "jika benar, artinya murena adek gw."
"wah maaf, kong kurang tau. si babe dari muda udah suka maen gila. dia kimpoi sama calliana juga kong ga tau, dia kimpoi sama elf juga kong kagak bisa nebak" jelasnya kembali sambil menarik jenggot putihnya yang panjang dan tampak wajah yang sedikit bangga saat menceritakan tingkah ayah gw.
bagus, sekarang gw jadi berpandangan negatif sama bapak kandung gw sendiri. untung ga pernah ketemu.
"rien, jika kamu yakin, bawalah murena kemari. biar aku mencocokan DNA dengannya untuk membuktikannya." perintah dokter jap kepada gw.
"iya engkong. enkong janji, jangan sampai kita berpisah lagi. udah cukup saya kehilangan orang berarti, dan saya ga mao kehilangan lagi" ujar gw kepada kakek gw dan gw memeluknya dengan perasaan senang bercampur sedih karena gw memiliki keluarga yang masih tersisa.
gw segera berangkat ke crag mine berharap menemukan murena sedang berperang membantu bellato. gw langsung pergi ke crag mine dan menulusuri tambang tengah yang menjadi pusat peperangan setelah battle lost yang dialami accretia.
"murena, jangan sampai kenapa-napa. jika benar, kita harus berkumpul bersama kakek" ujar gw sambil menumpulkan chi di kaki dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
memang kondisi perang, selama perjalanan pasti tidak berjalan mulus. wujud gw yang tidak jelas menjadi perhatian bagi masyarakat bellato dan cora.
"MATI KAU CORO RAS MAHO!!" teriak seorang bellato yang berlari menghampiri gw di bunderan turunan tambang tengah.
"BERISIK!! MINGGIR!!" ujar gw sembari mengumpulkan chi di telapak tangan gw dan lansung menampar keningnya dengan FAJIN.
BLAK, tamparan yang terlihat lemah itu memiliki energi potensial yang dapat membunuh orang dalam satu pukulan jika diarahkan ke saraf. namun latihan gw masih kurang, dan gw juga ga berniat membunuh jadi seorang bellato dengan pedang divine beam sword itu langsung bergetar dan sempoyongan sampai akhirnya terjatuh.
gw terus berlari menerjang dan melewati barisan bellato dengan kecepatan setara dengan 3x increase speed milik cora dan bellato.
memang situasi war tidak mengijinkan siapapun lari dari arena pertempuran, sebuah MAU berwarna hijau mengikat kaki gw dengan jaring magnet dan membuat gw jatuh kesandung. UWAAAA BUGH.
bemo ijo itu langsung menghampiri gw dan siap melindes badan gw. melihat gw yang sedang terikat, gw menjadi sasaran empuk bagi beberapa belato yang sedang membuat barikade untuk menghalangi cora dan accretia yang mencoba memberikan bantuan untuk menghajar HSK di tengah tambang.
NGGGOOOK, bemo itu mengangkat kakinya dan siap menginjak gw. gw langsung mengambil pedang pemberian kakek gw dan mengalirkan chi kedalamnya. zlazz dalam sekali tebas gw memotong bagian kaki yang menjadi penopang bemo ijo itu, dan bemo itu terjatuh dan gw berusaha meloloskan diri dari jeratan jaring magnet tersebut.
gw berhasil lolos, namun semua patriot bells yang menyangka gw cora kembali menyusun barisan dan siap memborbardir gw tanpa ampun. "LABORING BREATH" teriak seorang berseker yang mengcast jurus yang membuat langkah gw menjadi berat.
"TECTONIC MIGHT" getaran tanah tempat gw berpijak membuat gw sadar akan batu yang siap menghantam gw dari tanah. gw langsung meringankan badan gw dan bersiap memindahkan pijakan gw kearah tanah yang naik agar tidak menghantam badan gw.
BUAGH, gw melompat sukses, namun dari belakang seorang berseker yang mengcast laboring breath ke gw sudah siap dan sambil bersalto dia menyerang gw. "PPRESSURE BOMB!!" teruaknya dengan teriakan yang keras dan sorot mata yang tajam mencoba menghancurkan badan gw dengan pedangnya.
terlambat bagi gw untuk menyadari, gw ga sempet menghindar karena ini di udara, dan gw juga ga sempat menangkis. gw menarik nafas gw dengan panjang dan mengalirkan chi keseluruh badan. "PERISAI LONCENG EMAS!" BLARRRRR teriak gw yang ditutup hantaman bagian pedang yang tajam tepat di kepala gw.
gw terjatuh, namun masih sempat berdiri. gw merasakan darah mengalir dari kepala gw membasahi mata gw. kepala gw pusing dan sakit, gw pasti mati jika tidak menggunakan jurus ini.
tidak selesai disitu, meskipun terlihat bingung, berseker itu kembali menyerang gw dengan skill dobel crash. JEDARRR tebasan pertama berhasil gw hindari, ZZEET dan saat dia menyerang dengan tebasan kedua, gw melangkah memasuki area pertahanannya dan menahan bagian sikutnya agar tidak bisa meneruskan serangan.
"my turn" kata gw dengan nada datar. gw menginjak kaki kanan berseker itu, dan gw memundurkan badan gw beberapa senti dan dengan tubuh yang miring gw memukul wajah dan perut berseker itu tanpa ampun dengan jurus banteng. BRAAAK, berseker itu mencoba menghindar, tapi kakinya terkunci injakan gw dan dengan telak terkena 2 bogem tanduk banteng yang langsung membuatnya pingsan dengan mata yang kosong terbuka.
"sial, pendarahan dikepala ini membuat gw ga kehabisan oksigen di kepala." gw kembali berjalan dengan sempoyongan dan siap menyerang siapa saja yang hendak menghalangi gw.
sebuah bemo berwarna emas melintas cukup cepat dari depan, dan saat bemo itu melintas semua bell yang menutupi jalan langsung membuka ruang agar tidak terlindes kawannya sendiri.
BLAS BLAS bemo emas itu menembakan 2 buah peluru laser ke gw. gw yang sempoyongan tidak bisa banyak bergerak. gw kembali menarik nafas dan membuat sebuah lingkarang dengan tangan gw. "apakah sinar dapat dibelokan" ujar gw dalam hati mencoba untuk bertindak nekat.
fuuuuuuhhh gw membuang nafas gw panjang dan mengumpulkan chi di kedua telapak tangan gw, dan saat peluru laser itu menghampiri gw langsung menampar peluru pertama dan peluru itu langsung berpindah arahnya. csssss "berhasi!?" gw sedikit terkejut saat melakukannya, meskipun tangan gw masih panas akibat laser itu.
peluru kedua kembali menyambar menyusul peluru pertama yang menyasar. terlihat bemo itu masih belom selesai mencharge laser untuk tembasakan selanjutnya. "baiklah, bagaimana kalau begini" ujar gw dan mempersiapkan kuda-kuda tai chi. saat peluru itu memasuki area pertahanan gw, gw langsung mengambil bagian sampingnya dengan lembut dan memutar arahnya.
setelah cukup berputar di kedua tangan gw, gw terus memutarnya dengan kencang di depan perut gw dan kecepatan laju laser itu menjadi lebih cepat. gw mengumpulkan chi kedalam aliran tangan gw, siapa tau ini berhasil. dan setelah cukup cepat, bemo itu sudah siap menembak lagi, gw segera megeser kaki kanan gw ke depan dan mengembalikan laser milik bemo itu dengan pose tangan mirip kamehameha.
belum siap menembak dan ditambah lajunya yang cukup cepat, bemo itu tidak bisa berkutik melihat lasernya kembali dan telak menghantam kakinya.
BLAAAMMM suara ledakan laser disertai kepulan asap menutupi pemandangan tersebut. bemo yang sedang melaju kencang kehilangan arahnya dan jatuh terguling cukup jauh sehingga berhenti sekitar 2 meter didepan gw. semua bell yang ada disana mulutnya menganga dan rahangnya seperti siap lepas dari mulut karena keheranan.
gw menghampiri bemo tersebut, tangan gw perih dan bau gosong tercium dari tangan gw yang hangus terbakar laser bemo. sebentar kopik bemo itu terbuka, seorang gadis bellato berwajah tegas keluar tanpa luka berat. namun dilihat dari caranya keluar, sepertinya persendian kakinya sedikit terkilir.
"kau kenal murena?" tanya gw ke gadis itu tanpa menatapnya. dia menggelengkan kepala dan gw meninggalkannya dan berjalan menghampiri bellato lain.
kau kenal murena, kau kenal murena, kau kenal murena. beberapa orang gw ajukan pertanyaan yang sama, tapi mereka tidak mengenal gadis kecil itu.
"MURENA DALAM BAHAYA!!" teriak seorang pria kecil kearah gw. gw bergegas menghampirinya dan mencari informasi mengenai murena.
"tau darimana lu!!!" tanya gw sambil menarik kerah bajunya. dan nampak dia habis diserang oleh force berelemen api karena luka bakar di tangannya.
"gw satu guild dan satu party sama dia, dan waktu gw menyelamatin diri, cora menghalangi dan menyerang kami" ujarnya.
"baiklah, beritau gw lokasinya" tanya gw ke pria ber job wizard itu.
Spoiler for 17:
mendengar kebenaran bahwa pawpaw dan gw adalah saudara satu ayah, gw hanya terbengong tidak percaya.
pawpaw yang selama ini homo, tapi dia tidak mencoba untuk merudapaksa gw meskipun bayangan itu selalu terngiang dikepala gw sehingga gw giat berlatih agar gw bisa lolos dari sergapannya disaat tidur. tapi pawpaw is dead.
mendengar kebenaran dan kenyataan yang begitu pahit bahwa abang gw baru aja mati membuat gw sedikit bingung gw harus bertindak apa.
"GAK MUNGKIN PAWPAW ABANG GW!!!" teriak gw sambil berlutut menghantam lantai ruangan dokter jap. "DIA HOMO, GW NORMAL. DIA KATRO, GW POPULER. nonesense!! whaah... " lanjut gw sambil mengangis dan menyembunyikan wajah gw yang sedang menangis menghadap lantai.
dokter jap alias kakek gw yang selama ini tidak memberitahu gw hanya diam sambil memandangi foto anaknya yang sekaligus ayah kandung gw. "chen, ayah gagal sebagai ayah. dan ayah hampir gagal sebagai kakek" ujarnya dengan nada sedih.
dia juga memberikan secarik kertas hasil tes DNA yang dia berikan kepada gw. dan dari DNA itu tertulis 3 nama yaitu 'JAP', 'RIEN', "ANTONIUS'. dan tertulis dari hasil tes DNA bahwa memang benar kami bersaudara.
BRAGH gw menggebrak lantai dan bangkit berdiri lalu menghampiri kakek gw. gw memandang kembali kearah foto wajah bokap gw dan gw mencoba mengingat dimana gw melihat wajah itu.
"MURENA!!" teriak gw dalam hati yang sedikit mengejutkan engkong jap. "engkong, apakah babe punya simpenan di bellato?" tanya gw ke dokter jap yang masih bingung mendengar gw menyebutkan nama murena.
"apa maksudmu?" tanya engkong jap ke gw dengan nada penasaran.
"gw liad poto si babe punya anak lagi di bellato, dan beberapa hari kemaren gw baru ketemu dia." jelas gw singkat dengan nada menggebu-gebu. "jika benar, artinya murena adek gw."
"wah maaf, kong kurang tau. si babe dari muda udah suka maen gila. dia kimpoi sama calliana juga kong ga tau, dia kimpoi sama elf juga kong kagak bisa nebak" jelasnya kembali sambil menarik jenggot putihnya yang panjang dan tampak wajah yang sedikit bangga saat menceritakan tingkah ayah gw.
bagus, sekarang gw jadi berpandangan negatif sama bapak kandung gw sendiri. untung ga pernah ketemu.
"rien, jika kamu yakin, bawalah murena kemari. biar aku mencocokan DNA dengannya untuk membuktikannya." perintah dokter jap kepada gw.
"iya engkong. enkong janji, jangan sampai kita berpisah lagi. udah cukup saya kehilangan orang berarti, dan saya ga mao kehilangan lagi" ujar gw kepada kakek gw dan gw memeluknya dengan perasaan senang bercampur sedih karena gw memiliki keluarga yang masih tersisa.
gw segera berangkat ke crag mine berharap menemukan murena sedang berperang membantu bellato. gw langsung pergi ke crag mine dan menulusuri tambang tengah yang menjadi pusat peperangan setelah battle lost yang dialami accretia.
"murena, jangan sampai kenapa-napa. jika benar, kita harus berkumpul bersama kakek" ujar gw sambil menumpulkan chi di kaki dan langsung melesat dengan kecepatan tinggi.
memang kondisi perang, selama perjalanan pasti tidak berjalan mulus. wujud gw yang tidak jelas menjadi perhatian bagi masyarakat bellato dan cora.
"MATI KAU CORO RAS MAHO!!" teriak seorang bellato yang berlari menghampiri gw di bunderan turunan tambang tengah.
"BERISIK!! MINGGIR!!" ujar gw sembari mengumpulkan chi di telapak tangan gw dan lansung menampar keningnya dengan FAJIN.
BLAK, tamparan yang terlihat lemah itu memiliki energi potensial yang dapat membunuh orang dalam satu pukulan jika diarahkan ke saraf. namun latihan gw masih kurang, dan gw juga ga berniat membunuh jadi seorang bellato dengan pedang divine beam sword itu langsung bergetar dan sempoyongan sampai akhirnya terjatuh.
gw terus berlari menerjang dan melewati barisan bellato dengan kecepatan setara dengan 3x increase speed milik cora dan bellato.
memang situasi war tidak mengijinkan siapapun lari dari arena pertempuran, sebuah MAU berwarna hijau mengikat kaki gw dengan jaring magnet dan membuat gw jatuh kesandung. UWAAAA BUGH.
bemo ijo itu langsung menghampiri gw dan siap melindes badan gw. melihat gw yang sedang terikat, gw menjadi sasaran empuk bagi beberapa belato yang sedang membuat barikade untuk menghalangi cora dan accretia yang mencoba memberikan bantuan untuk menghajar HSK di tengah tambang.
NGGGOOOK, bemo itu mengangkat kakinya dan siap menginjak gw. gw langsung mengambil pedang pemberian kakek gw dan mengalirkan chi kedalamnya. zlazz dalam sekali tebas gw memotong bagian kaki yang menjadi penopang bemo ijo itu, dan bemo itu terjatuh dan gw berusaha meloloskan diri dari jeratan jaring magnet tersebut.
gw berhasil lolos, namun semua patriot bells yang menyangka gw cora kembali menyusun barisan dan siap memborbardir gw tanpa ampun. "LABORING BREATH" teriak seorang berseker yang mengcast jurus yang membuat langkah gw menjadi berat.
"TECTONIC MIGHT" getaran tanah tempat gw berpijak membuat gw sadar akan batu yang siap menghantam gw dari tanah. gw langsung meringankan badan gw dan bersiap memindahkan pijakan gw kearah tanah yang naik agar tidak menghantam badan gw.
BUAGH, gw melompat sukses, namun dari belakang seorang berseker yang mengcast laboring breath ke gw sudah siap dan sambil bersalto dia menyerang gw. "PPRESSURE BOMB!!" teruaknya dengan teriakan yang keras dan sorot mata yang tajam mencoba menghancurkan badan gw dengan pedangnya.
terlambat bagi gw untuk menyadari, gw ga sempet menghindar karena ini di udara, dan gw juga ga sempat menangkis. gw menarik nafas gw dengan panjang dan mengalirkan chi keseluruh badan. "PERISAI LONCENG EMAS!" BLARRRRR teriak gw yang ditutup hantaman bagian pedang yang tajam tepat di kepala gw.
gw terjatuh, namun masih sempat berdiri. gw merasakan darah mengalir dari kepala gw membasahi mata gw. kepala gw pusing dan sakit, gw pasti mati jika tidak menggunakan jurus ini.
tidak selesai disitu, meskipun terlihat bingung, berseker itu kembali menyerang gw dengan skill dobel crash. JEDARRR tebasan pertama berhasil gw hindari, ZZEET dan saat dia menyerang dengan tebasan kedua, gw melangkah memasuki area pertahanannya dan menahan bagian sikutnya agar tidak bisa meneruskan serangan.
"my turn" kata gw dengan nada datar. gw menginjak kaki kanan berseker itu, dan gw memundurkan badan gw beberapa senti dan dengan tubuh yang miring gw memukul wajah dan perut berseker itu tanpa ampun dengan jurus banteng. BRAAAK, berseker itu mencoba menghindar, tapi kakinya terkunci injakan gw dan dengan telak terkena 2 bogem tanduk banteng yang langsung membuatnya pingsan dengan mata yang kosong terbuka.
"sial, pendarahan dikepala ini membuat gw ga kehabisan oksigen di kepala." gw kembali berjalan dengan sempoyongan dan siap menyerang siapa saja yang hendak menghalangi gw.
sebuah bemo berwarna emas melintas cukup cepat dari depan, dan saat bemo itu melintas semua bell yang menutupi jalan langsung membuka ruang agar tidak terlindes kawannya sendiri.
BLAS BLAS bemo emas itu menembakan 2 buah peluru laser ke gw. gw yang sempoyongan tidak bisa banyak bergerak. gw kembali menarik nafas dan membuat sebuah lingkarang dengan tangan gw. "apakah sinar dapat dibelokan" ujar gw dalam hati mencoba untuk bertindak nekat.
fuuuuuuhhh gw membuang nafas gw panjang dan mengumpulkan chi di kedua telapak tangan gw, dan saat peluru laser itu menghampiri gw langsung menampar peluru pertama dan peluru itu langsung berpindah arahnya. csssss "berhasi!?" gw sedikit terkejut saat melakukannya, meskipun tangan gw masih panas akibat laser itu.
peluru kedua kembali menyambar menyusul peluru pertama yang menyasar. terlihat bemo itu masih belom selesai mencharge laser untuk tembasakan selanjutnya. "baiklah, bagaimana kalau begini" ujar gw dan mempersiapkan kuda-kuda tai chi. saat peluru itu memasuki area pertahanan gw, gw langsung mengambil bagian sampingnya dengan lembut dan memutar arahnya.
setelah cukup berputar di kedua tangan gw, gw terus memutarnya dengan kencang di depan perut gw dan kecepatan laju laser itu menjadi lebih cepat. gw mengumpulkan chi kedalam aliran tangan gw, siapa tau ini berhasil. dan setelah cukup cepat, bemo itu sudah siap menembak lagi, gw segera megeser kaki kanan gw ke depan dan mengembalikan laser milik bemo itu dengan pose tangan mirip kamehameha.
belum siap menembak dan ditambah lajunya yang cukup cepat, bemo itu tidak bisa berkutik melihat lasernya kembali dan telak menghantam kakinya.
BLAAAMMM suara ledakan laser disertai kepulan asap menutupi pemandangan tersebut. bemo yang sedang melaju kencang kehilangan arahnya dan jatuh terguling cukup jauh sehingga berhenti sekitar 2 meter didepan gw. semua bell yang ada disana mulutnya menganga dan rahangnya seperti siap lepas dari mulut karena keheranan.
gw menghampiri bemo tersebut, tangan gw perih dan bau gosong tercium dari tangan gw yang hangus terbakar laser bemo. sebentar kopik bemo itu terbuka, seorang gadis bellato berwajah tegas keluar tanpa luka berat. namun dilihat dari caranya keluar, sepertinya persendian kakinya sedikit terkilir.
"kau kenal murena?" tanya gw ke gadis itu tanpa menatapnya. dia menggelengkan kepala dan gw meninggalkannya dan berjalan menghampiri bellato lain.
kau kenal murena, kau kenal murena, kau kenal murena. beberapa orang gw ajukan pertanyaan yang sama, tapi mereka tidak mengenal gadis kecil itu.
"MURENA DALAM BAHAYA!!" teriak seorang pria kecil kearah gw. gw bergegas menghampirinya dan mencari informasi mengenai murena.
"tau darimana lu!!!" tanya gw sambil menarik kerah bajunya. dan nampak dia habis diserang oleh force berelemen api karena luka bakar di tangannya.
"gw satu guild dan satu party sama dia, dan waktu gw menyelamatin diri, cora menghalangi dan menyerang kami" ujarnya.
"baiklah, beritau gw lokasinya" tanya gw ke pria ber job wizard itu.
0
Kutip
Balas