- Beranda
- Entrepreneur Corner
DISKUSI Investasi Perak
...
TS
:: carbonex ::
DISKUSI Investasi Perak
Live Silver Price USD/Troy Onz

Join Group

Diskusi Investasi Perak
Spoiler for PERATURAN TRIT:
DILARANG NGIKLAN DAGANGAN
atau dapet Hadiah

Spoiler for INDEX:
Artikel yg dianjurkan untuk dibaca
Ratio Emas : Silver
Tentang Dirham
Nilai Intrinsik Perak
Perak dan Bea Cukai
Penampakan Perak OLHO
Penampakan silver granule lokal dan import
Relation antara HMV Bullion dan Antam
FAKTA, Perak lebih jarang dari emas
Track Record Pemilik HMV
Spread Harga Perak
PPN Perak
Kadar Perak
Movie, Why Gold and Silver ?
Cara perawatan perak
Berat Dirham 1/10 Troy ounce
Chamsah LM vs Khamsa WIN
Benarkah harga perak dimanipulasi?
Perak sebagai investasi jangka panjang
VIDEO, cara Membersihkan perak
Hati-Hati KEtika Membersihkan Perak
Perak Anda berubah warna?? Itu Normal
VIDEO : Debt Collapse. Mike Maloney On Gold, Silver & Economics
Sertifikasi Perak
Sejarah Singkat Uang Kertas
Penerbit Dirham di Indonesia
Nilai intrinsik & Numismatik
Video, proses pencetakan Koin Perak
Perak Palsu
Cara Menguji perak asli atau palsu
Logam Serupa Perak (Alpaca)
Legal Tender
Plus MInus Invest Perak
Tips membeli perak
Zakat Perak
Perak mudah teroksidasi
Cara membersihkan perak dg silver polish
Seputar Dirham
Dirham Kelantan
Dirham vs Perak Batangan
PIlih 22 atau 24k?
All About Dinar first
pengalaman beli PErak di HMV
HMV vs Batangan Lokal
Kopdar Perak
Silver lunar australia (Limited)
Perak Numismatik
Ratio Perbandingan Cadangan Stock Perak vs Emas
Tingkat Kemurnian Perak dan Emas dalam Persentase
BEli Perak Batangan Lokal atau Import?
Perak Asli versus Palsu
Sejarah Singkat Istilah-istilah Satuan Perak dll dalam Mata Uang
Perawatan Perak
Goldquest = Investasi / MLM / Penipuan ???
Teori Konspirasi Perak di Dunia
Founder HMV kena kasus, masih amankah ?
Daftar seller Perak (Granule/Bar/Coin)
Tips perawatan SILVER
Sertifikat ANTAM perak Lokal
Kenapa Invest Perak ?? Kenapa Sekarang ?
Tips investasi perak
5 alasan investasi di Perak
Salah Satu Cara MEnjaga Perak Tahan Korosi
Why to protect your asset with gold and silver ?
The madness of a lost society
The six pillars of self-reliance
12 Warning Signs of U.S. Hyperinflation
Tarif pajak impor Perak
Dow Gold Ratio
Spoiler for KOleksi Perak:
Dragon Perth Mint
Cara Order di Perth Mint
Dirham Seller
Seller Perak Import
bersihkan Perak Dengan Baking SOda
Koleksi Perak
Trit Diskusi Perak Sebelumnya
orcaaa15 dan sabilaalmaya memberi reputasi
2
381K
Kutip
3.8K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Entrepreneur Corner
22.1KThread•4.9KAnggota
Tampilkan semua post
User telah dihapus
#57
22 atau 24k?
Quote:
Original Posted By arendy65►Artikelnya emang bener2 nusuk, bener2 fulvar tanpa sensor. 



Mungkin karena wakala merasa dikhianati karena si DF ini dulunya mantan wakala juga. Tapi menyimpang, sehingga keluar dari barisan wakala. Dan mungkin juga karena fatwa baru mereka yang nyeleneh tentang dinar itu 24k. Ane share deh pengalaman ke kantor WIN, di depok. Baru seminggu yang lalu, pas jumat kemaren..
Jum'at lalu, kebetulan ane langsung ke kantor WIN yang di depok, karena masih bingung mana yang benar antara dinar 22k atau 24k + mau beli buku disana. Dan kebetulan banget pak zaim ada disana dan + ada dia ada waktu pula. Sehingga saya diajak langsung ke ruang rapatnya dan dijelaskan tentang perjalanan dinar dirham. Bagaimana standarisasinya, perjalaanan dinardirham di indonesia, penyimpangan agen2, dan sebagainya.
Dari yang ane tangkap kenapa mereka menganggap dinar 24k itu salah:
1. Semua koin kuno berkisar antara 21-23 karat, tak ada yang 24karat. Begitupula dengan kerajaan Islam.
2. Emas 24k itu lunak, kalo kata TE emas 24k kalo digigit itu berbekas. Mana mungkin bisa menjadi mata uang. Karena bakal terkikis terus bergesekan dengan koin lainnya. Jadi agak mustahil bisa sebagai mata uang.
3. Kalau emas 24k itu dipaksakan jadi mata uang, maka waktu pemakaiannya hanya maks 3 tahun, harus ditarik ulang cetak yang baru. Bayangkan saja, berapa besar biayanya kalo cetak ulang terus. Beda yang 22k itu bisa sampai 15 tahun.
4. Yang terakhir dan paling masuk akal. Teknologi untuk mencapai 24k itu baru ditemukan pada abad 19. Dan belum ada pada zaman nabi. Jadi mustahil nabi memakai dinar yang 24k.
Dan setelah ane kunjungi satu2,
Kantor pusat paling top 1 itu adalah GD. Ber AC, karyawan tetapnya banyak dan berseragam semua. Komputer lebih dari 2 dan ruang tunggunya juga nyaman. Pokoknya dah mirip bank, top bener...
:
:
Yang ke-2 itu wakala. Tempetnya kecil dan sepertinya gak berAC. Pegawai cuman 1, komputer 1 agak butut pula. Ruang tunggu jelek, bangkunya gak banget. Tapi ruang rapatnya agak bagus, walau gak berAC juga atau gak idup ya ane lupa
Untuk dinarfirst ane belum ketemu kantor pusatnya, padahal dah nyari sesuai alamat web. Mungkin kalo ada waktu, mau nyari lagi..




Mungkin karena wakala merasa dikhianati karena si DF ini dulunya mantan wakala juga. Tapi menyimpang, sehingga keluar dari barisan wakala. Dan mungkin juga karena fatwa baru mereka yang nyeleneh tentang dinar itu 24k. Ane share deh pengalaman ke kantor WIN, di depok. Baru seminggu yang lalu, pas jumat kemaren..
Jum'at lalu, kebetulan ane langsung ke kantor WIN yang di depok, karena masih bingung mana yang benar antara dinar 22k atau 24k + mau beli buku disana. Dan kebetulan banget pak zaim ada disana dan + ada dia ada waktu pula. Sehingga saya diajak langsung ke ruang rapatnya dan dijelaskan tentang perjalanan dinar dirham. Bagaimana standarisasinya, perjalaanan dinardirham di indonesia, penyimpangan agen2, dan sebagainya.
Dari yang ane tangkap kenapa mereka menganggap dinar 24k itu salah:
1. Semua koin kuno berkisar antara 21-23 karat, tak ada yang 24karat. Begitupula dengan kerajaan Islam.
2. Emas 24k itu lunak, kalo kata TE emas 24k kalo digigit itu berbekas. Mana mungkin bisa menjadi mata uang. Karena bakal terkikis terus bergesekan dengan koin lainnya. Jadi agak mustahil bisa sebagai mata uang.
3. Kalau emas 24k itu dipaksakan jadi mata uang, maka waktu pemakaiannya hanya maks 3 tahun, harus ditarik ulang cetak yang baru. Bayangkan saja, berapa besar biayanya kalo cetak ulang terus. Beda yang 22k itu bisa sampai 15 tahun.
4. Yang terakhir dan paling masuk akal. Teknologi untuk mencapai 24k itu baru ditemukan pada abad 19. Dan belum ada pada zaman nabi. Jadi mustahil nabi memakai dinar yang 24k.
Dan setelah ane kunjungi satu2,
Kantor pusat paling top 1 itu adalah GD. Ber AC, karyawan tetapnya banyak dan berseragam semua. Komputer lebih dari 2 dan ruang tunggunya juga nyaman. Pokoknya dah mirip bank, top bener...
:
:Yang ke-2 itu wakala. Tempetnya kecil dan sepertinya gak berAC. Pegawai cuman 1, komputer 1 agak butut pula. Ruang tunggu jelek, bangkunya gak banget. Tapi ruang rapatnya agak bagus, walau gak berAC juga atau gak idup ya ane lupa

Untuk dinarfirst ane belum ketemu kantor pusatnya, padahal dah nyari sesuai alamat web. Mungkin kalo ada waktu, mau nyari lagi..
Quote:
Original Posted By d3saint►Gara-gara postingan gan ridholhaq kemarin ane juga akhirnya mencoba untuk riset kecil-kecilan kemarin soal koin-koin yang beraedar masa itu (abad ke 7). Pada saat itu koin yang banyak beredar adalah koin emas solidus dari Romawi (tepatnya Byzantium/Kekaisaran Romawi Timur) dan koin perak dracham dari persia.
Peradaban Islam tidak merubah sama sekali koin solidus, hanya mengadaptasinya menjadi koin Islam dengan dengan mengganti motif yang berbau kristen dengan islam. Sementara untuk kadar, berat dan ukurannya sama persis dan dari literatur ane dapet ukuran itu disebut 1 mitsqal. Ane ngerti kenapa sekarang muncul kebingungan dalam menetapkan ukuran berat dinar dan dirham, karena ukuran-ukuran yang dipakai itu adalah ukuran kuno yang belum terlalu akurat. Beda dengan sekarang yang semua sudah distandarisasi oleh lembaga internasional.
Katakanlah 1 mitsqal yang dideskripsikan dengan bobot 72 butir gandum yang dipotong ujungnya. Kalau boleh dianalogikan ane coba mengambil ukuran jarak yang dipakai orang sunda saat itu yaitu satu tumbak (tombak), kira-kira sekitar 1,5 meter. Tapi ya orang masa itu kalau disuruh mendeskripsikan berapa satu tombak mungkin menjelaskan dengan satu setengah rentang tangan orang dewasa dan bukan dengan satuan meter. Mungkin saat ukuran itu dipakai cukup akurat lha kalau sekarang? Ukuran orang Indonesia (dan orang sunda) juga makin besar-besar karena gizi yang semain baik, apakah ukuran rentang tangan orang dewasa bisa dipakai? itu mungkin hanya sekitar 1 abad bagaimana kalau untuk ukuran 14 abad?
Oleh karena itu ane pikir saat itu orang menggunakan sejenis timbangan neraca (mungkin seperti yang dipakai diwarung-warung jaman ane kecil dulu) ditaro dulu koin solidusnya disebelah kiri lalu mulailah ditambahkan satu-satu butir gandumnya disebelah kanan hingga neraca seimbang. Setelah seimbang barulah dicatat berapa butir gandum yang dipakai untuk mengukur satu solidus dan disebut satu mitsqal.
Tapi tentu saja merepotkan kalau setiap menentukan ukuran satu mitsqal harus menimbang-nimbang gandum karena ukurannya tentu saja bervariasi. Oleh karena itu pada saat dinasti ummayah mereka membuat sejenis alat standarisasi terbuat dari gelas dengan bobot 4,25 gram. Bobot inilah yang disebut 1 mitsqal yang diambil dari rata-rata koin solidus yang beredar saat itu.
Kalau soal kadar, ane sepakat dengan gan rendy. Yang dimaksud dengan fine silver atau fine gold tentunya adalah yang kadar terbaik yang didapat dengan teknik metalurgi saat itu. Sementara teknik wohlwil untuk pemurnian emas 24 karat ditemukan Emil Wohlwill sekitar tahun 1874.
Mohon maaf bila ada salah-salah kata ya gan, semoga bermanfaat
Peradaban Islam tidak merubah sama sekali koin solidus, hanya mengadaptasinya menjadi koin Islam dengan dengan mengganti motif yang berbau kristen dengan islam. Sementara untuk kadar, berat dan ukurannya sama persis dan dari literatur ane dapet ukuran itu disebut 1 mitsqal. Ane ngerti kenapa sekarang muncul kebingungan dalam menetapkan ukuran berat dinar dan dirham, karena ukuran-ukuran yang dipakai itu adalah ukuran kuno yang belum terlalu akurat. Beda dengan sekarang yang semua sudah distandarisasi oleh lembaga internasional.
Katakanlah 1 mitsqal yang dideskripsikan dengan bobot 72 butir gandum yang dipotong ujungnya. Kalau boleh dianalogikan ane coba mengambil ukuran jarak yang dipakai orang sunda saat itu yaitu satu tumbak (tombak), kira-kira sekitar 1,5 meter. Tapi ya orang masa itu kalau disuruh mendeskripsikan berapa satu tombak mungkin menjelaskan dengan satu setengah rentang tangan orang dewasa dan bukan dengan satuan meter. Mungkin saat ukuran itu dipakai cukup akurat lha kalau sekarang? Ukuran orang Indonesia (dan orang sunda) juga makin besar-besar karena gizi yang semain baik, apakah ukuran rentang tangan orang dewasa bisa dipakai? itu mungkin hanya sekitar 1 abad bagaimana kalau untuk ukuran 14 abad?
Oleh karena itu ane pikir saat itu orang menggunakan sejenis timbangan neraca (mungkin seperti yang dipakai diwarung-warung jaman ane kecil dulu) ditaro dulu koin solidusnya disebelah kiri lalu mulailah ditambahkan satu-satu butir gandumnya disebelah kanan hingga neraca seimbang. Setelah seimbang barulah dicatat berapa butir gandum yang dipakai untuk mengukur satu solidus dan disebut satu mitsqal.
Tapi tentu saja merepotkan kalau setiap menentukan ukuran satu mitsqal harus menimbang-nimbang gandum karena ukurannya tentu saja bervariasi. Oleh karena itu pada saat dinasti ummayah mereka membuat sejenis alat standarisasi terbuat dari gelas dengan bobot 4,25 gram. Bobot inilah yang disebut 1 mitsqal yang diambil dari rata-rata koin solidus yang beredar saat itu.
Kalau soal kadar, ane sepakat dengan gan rendy. Yang dimaksud dengan fine silver atau fine gold tentunya adalah yang kadar terbaik yang didapat dengan teknik metalurgi saat itu. Sementara teknik wohlwil untuk pemurnian emas 24 karat ditemukan Emil Wohlwill sekitar tahun 1874.
Mohon maaf bila ada salah-salah kata ya gan, semoga bermanfaat
0
Kutip
Balas