TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#186
Spoiler for "14b":
HAH HAH... BENAR-BENAR PANAS!! gerutu gw dalam hati setelah kejadian mencekam yang gw lalui. pertama kali dalam hidup gw dikalahkan oleh 2 orang perempuan tanpa senjata. very very embarrassing. gw akhirnya memutuskan untuk tidak berlama-lama di tempat ini daripada menjadi budak s3x dari 2 wanita sadis ini.
gw pun melangkah dari 'hell in sofa' yang ada di ruang tamu rumah bunga. sebelum gw meninggalkan rumah itu, bunga memanggil gw. "RIEN!!" gw pun menengok dan berhenti melangkah setelah mendengarnya. "makasih yah. chuu...." ujarnya kembali sambil melontarkan ciuman. hiii, serem.
gw berusaha lari, tetapi sepertinya mawar sudah mengantisipasi gw untuk melarikan diri, dia langsung melempar sapu untung mengunci gagang pintu itu. BRAK "what the" ujar gw tidak menyadari gagang kayu itu menancap di dinding pintu. "biarin gw pergi atau gw terpaksa menggunakan kekerasan buat lari dari sini." tawar gw ke bunga dan mawar berharap gw bisa lari dari rumahnya.
"coba aja lari... sayangku.. hihihihi" tawa bunga sambil mengambil divine staff miliknya dan mulai menyantet gw dengan jurus andalannya. dia menancapkan tongkatnya ketanah, lalu dia berdansa sambil meliuk-liukan tubuhnya di tongkat itu.
"aku ga mao kalah sama kak bunga." teriak mawar tak mau kalah dan mulai mendekati gw perlahan-lahan. "kak bunga, sepertinya pria jauh lebih menyenangkan. kenapa kakak ga bilang dari dulu sih?" tanyanya kebunga sambil terus mendekati gw dan mulai menarik sebuah tali karet yang lama-lama memanjang dan menjadi sebuah pecut.
cetar cetar. "call me queen... baby.." desahnya sambil memainkan pecutnya.
"don't call my name, don't call my name, RIENOR!!" balas gw sambil menggunakan nada dari lagu lady-gaga dan gw langsung meninju gagang pintu untuk merusaknya. BRAKK yes berhasil, time to go!
"HEAAAA" cetar cetar cetar.. pecut-pecut milik mawar menyabet daerah sekitar bokong gw. "WADAOO" terak gw, tiba-tiba. zungg, bunga sudah berteleport dan berdiri sambil menari di depan gw dan mulai menempelkan tubuhnya perlahan-lahan.
gw yang sudah kalang kabut langsung menggunakan opsi terakhir, HAJAR!! "HEAAAAAT, CHI.." gw mulai meninju bunga untuk menjatuhkannya, tetapi entah ilmu apa yang digunakan, serangan gw tidak efektif sama sekali.
"ohhhh!!" desah bunga keenakan. BOING BOING boing.... ternyata tinju gw tepat mengenai perisai lemak yang ada di dada bunga, pantas saja dia tidak merasa apa-apa.
siuuhhhz cetret. pecut milik bunga melayang dan mencekik leher gw. "come to mama, darling" ujar mawar yang menarik dan mencoba menjilat daun telinga gw.
"NO WAY!!" teriak gw dan gw langsung menarik pecut dan tangan mawar, lalu melemparnya dengan kasar kearah bunga. GUBRAK mereka berdua saling bertubrukan dan jatuh, gw memanfaatkan kesempatan ini untuk lari ke bawah bukit.
setelah lari menuruni thunder cliff gw langsung menuju daerah pemukiman bellato yang terletak di benteng annacade. disana gw langsung berlari melewati guard tower dan masuk savety zone. terlihat beberapa pejuang belato kaget melihat gw dan langsung mencabut senjatanya. dan juga ada yang menantang gw dengan berteriak "woi jangkung keluar savety zone lo kalo berani!" dan semacamnya.
mendengar tantangan seperti itu gw langsung geram, gw pun mulai melangkah keluar dari safety zone, lalu gw melepas baju gw yang basah oleh keringat dan membantingnya ke lantai dan gw pun mulai mengepel lantai. setelah gw sadar orang disitu mulai lengah, gw langsung melempar baju gw yang kotor dan keringetan kearah orang yang pertamax nantangin gw. "makan tuh es keringet campur!" gertak gw sembari melaju dan melompat ala kamen rider untuk menendang dia sekerang mungkin.
melihat reaksi gw yang langsung menghantam orang secara barbar, para penduduk yang lain baik laki-laki dan perempuan mulai mngeroyok gw pake jurus alay berantem. emang sih serangan asal-asalan seperti ini emang gampangan bagi gw, jadi dengan tenang gw tetap menghantam mereka semua sampai ada sebuah palu besar berwarna emas melaju dengan keras kearah muka gw. WHUSSS, walaupun berhasil gw hindarin, tapi getaran angin dari palu itu cukup keras dan terasa dorongannya.
belum selesai gw mengembalikan posisi, palu raksasa itu kembali jatuh dari atas mencoba menimpa dada gw, kali ini gw tidak sanggup menghindar maka gw menangkisnya dengan kedua telapak tangan gw sehingga gw terjatuh.
BUARRR ledakan keras terjadi dan lantai tempat gw terjatuh langsung bangkit sampai tanahnya ikut naik keatas. "JUDGEMENT!!" terdengar suara teriakan keras sebelum palu itu kembali menghantam gw yang sedang berbaring di lantai.
palu itu bercahaya terang dan melaju kearah gw, gw mencoba untuk lari tetapi sepertinya tidak mungkin dikarenakan ruangan gerak gw terkunci akibat lantai yang bangkit ini. WWWUUUUSSS palu itu makin mendekat, akhirnya gw menendang bagian gagang palu itu dan tepat mengenai tangan dari orang yang memilikinya. BUAGH BUAGH! setelah gw menendang tangannya sehingga palu itu terpental, gw langsung bersalto untuk berdiri. gw melihat sosok orang pendek di depan gw dengan sebuah aura berwarna ungu diatas kepalanya, dan sepertinya dia adalah archon dari belato.
melihat gerakan gw yang tak terduga dia sedikit terbengong, lalu 2 orang di belakangnya langsung melaju dengan pesat. salah satu dari mereka menubruk gw dengan keras sehingga kami terlempar cukup jauh. gw menahan dorongannya setelah gw mendaratkan kaki gw, dan tanpa basa-basi dia langsung menebaskan sebuah pedang bergerigi berwarna putih. WHUSS, serangan yang terbaca maka dapat dihindar dengan mudah, tetapi CRAASSHh, "APA?!" tanya gw tidak percaya melihat ada luka sabetan dipipi kanan gw.
dia pun kembali menebas gw dari arah yang berlawanan, karena ancang-ancang yang terlalu panjang, gw langsung mendorong sikutnya yang sedang dekat dengan dahunya sehingga dia gagal melakukan serangan dan keseimbangannya tergoyang. gw memanfaatkan hal ini untuk memberikan 3x pukulan kearah mata kanan, kiri dan hidungnya.
duag duag duag crotz darah dari hidungnya muncrat dan dia sedikit terpukul mundur. dilanda oleh emosi, seorang petarung gila ini kembali menerjang gw dan dia melakukan combo. "BRENGSEK!! DOBEL CRASH!! PREUSRE BOMB!!" seluruh combonya berhasil gw hindari, namun gw tetep penasaran kenapa setelah gw hindari tubuh gw tetep tergores.
"an opening!" teriak gw melihat delay attack yang terjadi saat berseker gila itu setelah melancarkan 2 serangan yang keras. "HHHUUUUWAAAAAAAAATTTAAAA" sebuah tinju keras gw telak mengenai perutnya, namun ketebalan armor warior itu berhasil menahan sebagian besar serangan gw, tetapi dia tetap kesakitan dan tertunduk lemas.
"FROST ARROW!" teriakan suara salah seorang yang menubruk gw yang disusul oleh sebuah panah es yang tajam mengarah ke gw. gw pun langsung mengambil inventory box gw dan menekan tombol 4 yang ada pada kotak rahasia buatan pawpaw yang dapat digunakan untuk menyimpan barang dan menteleportasikannya dari gudang langsung ketangan kita. setelah menekannya, sebuah pedang pemberian dokter jap muncul dan gw langsung menggenggam gagangnya dan membelah panah es yang melaju itu.
DSSSRRRRRRRR getaran kuat dari dorongan dan ketebalan es itu di luat dugaan gw, es itu tidak mudah di hancurkan dan terus mendorong gw sampai gw tergeser beberapa senti. karena tidak kuat menahan dorongan tersebut akhirnya gw sedikit menjatuhkan diri, dan dengan pedang gw mengubah alur dari panah es itu.
BUAGH punggung gw dihantam oleh benda tumpul yang sangat keras dari belakang, dan gw ga tau benda besar apa yang menghantam gw. "ARRRGGHHHH!!!" erang gw kesakitan sampai memuntahkan darah akibat menerima serangan dari sebuah BEMO raksasa tipe goliath di belakang gw. dan tanpa keraguan bemo kuntai (kuning tahik) itu kembali mencoba menghantam gw dengan tangannya.
zuunnnggggg tangan raksasa itu mulai mendekat dan semakin mendekat, rasa sakit di punggung gw terlalu parah, ditambah lagi gw sudah kehabisan stamina gara-gara battle in the hell lawan kombinasi bunga dan mawar sebelumnya. "mampus gw kali ini" ujar gw dengan pasrah menerima serangan itu.
gw terus memejamkan mata dengan pasrah. 5 detik gw tunggu serangan tangan bemo itu tak kunjung datang. 10 detik kemudian tetap sama. 20 detik selanjutnya juga tetap sama. loh konslet kah? pikir gw dan gw membuka mata gw perlahan-lahan.
ada seorang pria yang berwajah familiar beridiri di depan gw menghalangi bemo itu, dan dengan PEDE dia memberi gw segelas cing cau ijo favorit gw.
"woi cebol minggir lu, gw mao ngabisin penyusup" suara dari dalam kokpit bemo itu berteriak.
"penyusup??" tanya tukang cing cau itu penasaran sambil menawarkan cing cau hijaunya.
tiba-tiba archon, berseker, dan mage itu mendekati fyrion dengan wajah kebingungan, lalu sambil bersamaan dengan supir bemo itu mereka bertanya hal yang sama. "siapa nih?" ujar mereka bersamaan.
"hahahah, ini temen gw.. ga baek banget lo orang perlakuin tamu kayak gitu." balas fyrion sambil tertawa lepas tanpa mempedulikan luka gw.
"ya udah kalo dia emang temen lu, tapi karena dia dari bangsa laen dan sepertinya cora, maka gw akan nahan dia dulu." ujar archon muda itu.
fyrion mengangguk dan mempersilahkan archonnya menahan gw sementara, lalu dia berpesan "oi zaelyncx, jangan sampe kenapa-napa yah, gitu2 die pelanggan setia gw." balas fyrion ke archonnya sambil mengacungkan jempol.
"hoi archon zazalugin ahh, siapa lah namalu" gw memanggil arcon belato tersebut. "gw peringatin lu, gw bukan cora." lanjut gw sambil memperlihatkan telinga gw.
dengan sedikit terkejut, zaelyncx penasaran dan dia memperhatikan gw kebingungan. "ok tar kita runding di kantor gw aja. alto, Veyron, hyejin, nyok brangkat!" teriaknya sembari melangkah ke kantornya.
gw terus mengikuti mereka semua karena gw tidak merasakan adanya hawa kejahatan dari tujuan mereka mengajak gw.
what will they do to me? who knows.. see me in the next chapter
chapter 14 - end
0
Kutip
Balas