TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.2K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#140
chapter 13 - drag me to this live maze
4 tahun telah berlalu sejak kejadian eksekusi manusia terakhir dilakukan, tidak banyak perubahan terjadi setelah kejadian itu berlalu selain sering muncul 2 orang accretia yang seorang menggunakan loncer dengan 3 laras di ujungnya dan seorang lagi menggunakan tongkat sihir yang sering berpatroli berdua di sekitar gurun sette.
tidak ada yang tahu siapa kedua accretia itu karena mereka selalu menghabisi setiap bangsa yang mencoba mendekati nadir plain dengan beringas. kedua kaleng itu sangat ditakuti bahkan sampai orang dari bellato dan cora tidak berani mendekati daerah nadir plain. semua orang tidak ada yang tahu apa tujuan dari kedua sosok accretia itu berdiri 24/7 selama 1 tahun di tempat itu dan tidak ada yang berani mencoba untuk mencari tahu setelah 2 bulan sejak penampakannya.
ini dikarenakan tim repel yang dipimpin oleh arcon bellato yang mencoba mengusir mereka 2 tahun yang lalu menjadi rata oleh tanah dalam hitungan detik. dan mayat serta benda yang dibawa oleh mereka hilang seperti ditelan bumi. setelah 1 tahun mereka berada disana, tiba-tiba sosok mereka menghilang tanpa jejak dan tidak diketahui oleh siapapun.
=============================
DHANG DHUANG DHANG DHRAGG suara benturan besi yang sedang menjadi alat latihan seorang prajurit. besi yang berbentuk seperti posisi tubuh manusia terlihat rusak dengan penyok yang ada hampir di setiap sisinya akibat benturan dengan benda tumpul, dan bagian yang menyerupai tangan terlihat sedikit membengkok karena sebuah dorongan yang sangat keras mungkin.
"udah 2 jem lo mukulin besi itu, ga mao berenti latian lo emang?" tanya seorang robot accretia bertanya kepada seorang dengan luka bakar didadanya yang menembus sampai ke punggungnya.
"belom sampe nih mok yang jong pecah semua.. HEATT!" BLARR dengan sekuat tenaga langsung besi berbentuk tubuh manusia itu dihajar sampai patah. "CIHUI!!! akhirnya gw bisa ngancurin nih besi pake tangan kosong setelah 3 taon latian" jawab gw penuh kegirangan sambil bersalto ria dengan tubuh bertelangjang dada di ruang training privat yang di buat khusus untuk gw.
"pertama!??" tanya seorang robot babu dengan celemek dan pakaian lolita kepada gw dengan ekspresi wajah menyangkal (terlihat dari bola lensanya yang membesar mengecil). "muke gile lo, tiap hari tuh besi juga ancur sama lo. tiap hari gw yang benerin, pasang mur, ngelas, poles sama ketok mejik sampe tuh besi mulus lage." lanjutnya sambil memukul besi latihan gw penuh emosi keki.
gw tertawa sambil melihat tingkah babu gw yang sedikit konyol ini, sambil melap kepala gw dengan handuk putih, gw berjalan meninggalkan ruang training menuju kamar gw. "hari ini yah hari ini. kalo kemaren gw ngancurin itu besi, kan hari ini gw beloman dyn." ujar gw kepada babu gw yang bernama dynamez yang sedang memungut pecahan besi mok yang jong dari tanah.
"GA MAO TAU!! MULAI HARI INI GW MINTA NAEK GAJI!" teriaknya sebelum gw meninggalkan ruang pelatihan itu.
setelah berjalan cukup lama akhirnya gw sampai di kamar gw, di depan bokap gw yang dah jadi kaleng sedang berdiri. dari posenya sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu kepada gw. "what hepen dedi?" tanya gw dengan gaya anak gaul ke babe gw.
"ga ada ape ape" jawabnya singkat dan mulai berjalan melintasi lorong menuju ruang rapat accretia. cape dehh, gw sangka mao ngomong sesuatu, ga taunya ga ada ape-ape... dah ah gw istirahat dolo sebelum pergi. gw pun melanjutkan langkah masuk ke kamar gw dan langsung lompat ke kasur kesayangan gw.
buffff "enaknya kasur gw... seandainya..." gw mengambil sebuah foto yang gw pajang dengan bingkai kecil ukuran 4r yang gw letakan di meja lampu tidur gw. "shi. sudah 5 taon kita ga ketemu. gw kangen banget sama lo sayang." ujar gw penuh kangen kepada cewek yang paling gw sayang seumur hidup gw. cewe yang menerima gw apa adanya dan bisa mencintai gw walaupun kita berbeda. "cup" sebuah ciuman dari bibir gw daratkan ke wajahnya yang tergambar di foto kecil itu, lalu gw pun beristirahat beberapa menit sebelum melanjutkan kegiatan gw.
"BLAZING LANCE!!" suara teriakan seorang pria yang disambar dengan sebuah tombak yang terbuat dari api menyambar kearah gw, reflek otak gw langsung memerintah tubuh gw untuk menghindar kesamping, namun saat gw menghindar ada sebuah akar yang menjerat pinggul dan tangan gw sehingga gw ga bisa menghindar.
sh*t, serangan itu pasti telak mengenai gw. ughhhh gw menutup mata gw karena tidak brani melihat tombak api itu menusuk tubuh gw lagi. JRESSHH tumbak itu terdengar telah menancap pada sesuatu benda, namun tidak menancap pada tubuh gw karena gw ga merasa sakit sama sekali. perlahan gw membuka mata gw, gw melihat seorang wanita dengan rambut terkuncir 2 dengan bentuk buntut kuda berdiri menahan serangan itu.
wanita itu menoleh kebelakang kearah gw, sinar yang menyilaukan menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak jelas terlihat oleh gw. dengan senyum yang disertai rintikan air mata, gadis itu berkata "long live,sory aku ga bisa bersamamu... selamanyaa.." gadis itu terjatuh perlahan ketanah. suara yang begitu gw kenali itu berasal dari dia, "SHIIYOUUNNAN!!" teriak gw dengan berusaha untuk berdiri dari tempat gw duduk.
HUAAHAHHHHHH. isak gw sambil bangun dari tidur siang bolong gw dengan tubuh ditutup selimut di kasur gw. "hahh.. mimpi buruk." ujar gw menenangkan diri. gw perlahan melihat dada gw yang memiliki sebuah bekas luka yang besar, luka bakaran dari sebuah tombak api yang di lancarkan shandel. gw memegang luka itu dengan telapak tangan kiri gw, lalu gw mengepalkan tangan gw dan berdiri dari kasur dan mengambil jaket serta perlengkapan gw.
setelah itu gw pun mulai berjalan keluar kamar gw, dan sesaat gw membuka pintu, gw melihat bokap gw sama dokter jap di depan pintu sedang berbincang sesuatu yang terlihat sedikit privat.
"guru, ayah..." sapa gw sambil menepuk pundak mereka berdua.
"hohoho.. rienor. bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya dokter jap kepada gw.
"fine dok.. liad aja dari otot saya.." ujar gw sambil memamerkan otot bisep tangan gw yang semakin keras tiap harinya. bahkan akibat latihan intensif dokter jap gw bisa menang panco lawan pawpaw.
mereka berdua melihat tubuh gw dari bawah sampai atas, gw sampe merinding sendiri melihat tingkah dua pak tua ini yang tidak wajar pada biasanya. "kamu mao kemana?" tanya bokap gw spontan begitu melihat penampilan gw yang rapih.
gw pun langsung menjawab dengan santai "mao ke suatu tempat pa. suatu tempat yang udah lama banget ga aku samperin."
"ya udah, boleh pergi, tapi harus hati-hati. don let your guard down for a second." nasihat bokap gw sambil menepuk bahu gw.
"biar kamu udah kuat, tetapi kalo kewaspadaan hilang tetap akan mengancam bahaya." tambah dokter jap.
"tenang aja" balas gw memotong pembicaraan mereka. "ok, gw cabut dolo ye.. bubye" tambah gw sambil melompat turun dari lantai 4 dormitori gw. HAP!! gw mendarat dengan lembut ditanah dan gw pun langsung berlari semangan ke tempat yang gw maksud.
setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, gw pun akhirnya sampai di tempat yang menjadi daerah kekuasaan cora, benteng haram. gw berjalan kearah utara benteng haram untuk menuju suatu tempat, sebuah rumah yang cukup besar namun terlihat sangat sepi dari luar. gw berjalan dengan santai melalui sedikit penduduk cora yang sedang hunting di sekitarnya, mereka tidak memandang gw dengan curiga karena penampilan fisik gw sudah sangat mirip dengan cora pada umumnya. selain itu gw emang sudah di tentukan mati dari peredaran dunia.
akhirnya gw sampai di rumah tersebut. gw pun menggunakan jubah menghilang yang gw curi diam-diam dari inventaris pawpaw dan sekarang dia tidak tahu kalau gw yang mengambilnya. setelah tubuh gw terselubung dengan jubah perefleksi cahaya itu, gw mulai perlahan mendekati jendela rumah itu. gw melihat sebuah keluarga yang terlihat bahagia. ada seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi, seorang nenek yang sedang menyiapkan makan siang, dan kakek bertubuh besar yang sedang bermain dengan cucu laki-lakinya yang berusia sekitar 3 tahunan.
wah, tidak gw sangka mereka sebahagia itu. gw bener-bener seneng banget melihat keluarga besar ravenheart terlihat bahagia. gw seneng melihat kedua anak gw disayang oleh ayah dan ibu mertua gw. tunggu dulu, ada yang aneh perasaan gw...
tiba-tiba disaat gw merasakan sesuatu yang aneh, wanita yang menggendong bayi perempuan itu melihat kearah gw, dari pandangannya terlihat kalau dia melihat gw dengan jelas, lalu diapun langsung tersenyum dan melambaikan tangannya kearah gw. "WTF, kok gw ketauan!" ujar gw panik dalam hati, lalu gw langsung memeriksa cloaking device gw namun hasil cloaking gw tetep 100%.
shiyounnan pun memanggil dengan suaranya yang sangat lembut "anak-anak, ayah sudah pulang" ujarnya kepada anak-anaknya serta kepada kedua orang tuanya. "WAWAWAWWA" gw semakin gugup karena gw ga nyangka kekuatan cinta dapat melihat sesuatu yang tak terlihat oleh mata manusia normal. gw pun langsung merapihkan dandanan gw tanpa melepas jubah gw, setelah menyisir rambut gw dengan jari, gw mulai membuka kerudung jubah gw perlahan-lahan.
"aku pulang.." terdengar suara pria yang menjawab sambil membuka pintu rumah mereka, dalam hati gw bertanya who the hell is this gay, and what is he doing here. pria itu masuk kedalam rumah, shi menghampirinya dan membantunya melepas jubah dan senjatanya, setelah itu layaknya pasangan suami istri, mereka saling memberi sebuah ciuman hangat. pemandangan yang sangat menyakitkan, ga seharusnya gw datang kesini dan merusak keluarga cemara, eh keluarga bahagia dengan keberadaan gw. tapi perasaan gw hancur, darah serasa memenuhi otak gw, dan gw pun ga bisa menahannya lagi.
Spoiler for "13":
4 tahun telah berlalu sejak kejadian eksekusi manusia terakhir dilakukan, tidak banyak perubahan terjadi setelah kejadian itu berlalu selain sering muncul 2 orang accretia yang seorang menggunakan loncer dengan 3 laras di ujungnya dan seorang lagi menggunakan tongkat sihir yang sering berpatroli berdua di sekitar gurun sette.
tidak ada yang tahu siapa kedua accretia itu karena mereka selalu menghabisi setiap bangsa yang mencoba mendekati nadir plain dengan beringas. kedua kaleng itu sangat ditakuti bahkan sampai orang dari bellato dan cora tidak berani mendekati daerah nadir plain. semua orang tidak ada yang tahu apa tujuan dari kedua sosok accretia itu berdiri 24/7 selama 1 tahun di tempat itu dan tidak ada yang berani mencoba untuk mencari tahu setelah 2 bulan sejak penampakannya.
ini dikarenakan tim repel yang dipimpin oleh arcon bellato yang mencoba mengusir mereka 2 tahun yang lalu menjadi rata oleh tanah dalam hitungan detik. dan mayat serta benda yang dibawa oleh mereka hilang seperti ditelan bumi. setelah 1 tahun mereka berada disana, tiba-tiba sosok mereka menghilang tanpa jejak dan tidak diketahui oleh siapapun.
=============================
DHANG DHUANG DHANG DHRAGG suara benturan besi yang sedang menjadi alat latihan seorang prajurit. besi yang berbentuk seperti posisi tubuh manusia terlihat rusak dengan penyok yang ada hampir di setiap sisinya akibat benturan dengan benda tumpul, dan bagian yang menyerupai tangan terlihat sedikit membengkok karena sebuah dorongan yang sangat keras mungkin.
"udah 2 jem lo mukulin besi itu, ga mao berenti latian lo emang?" tanya seorang robot accretia bertanya kepada seorang dengan luka bakar didadanya yang menembus sampai ke punggungnya.
"belom sampe nih mok yang jong pecah semua.. HEATT!" BLARR dengan sekuat tenaga langsung besi berbentuk tubuh manusia itu dihajar sampai patah. "CIHUI!!! akhirnya gw bisa ngancurin nih besi pake tangan kosong setelah 3 taon latian" jawab gw penuh kegirangan sambil bersalto ria dengan tubuh bertelangjang dada di ruang training privat yang di buat khusus untuk gw.
"pertama!??" tanya seorang robot babu dengan celemek dan pakaian lolita kepada gw dengan ekspresi wajah menyangkal (terlihat dari bola lensanya yang membesar mengecil). "muke gile lo, tiap hari tuh besi juga ancur sama lo. tiap hari gw yang benerin, pasang mur, ngelas, poles sama ketok mejik sampe tuh besi mulus lage." lanjutnya sambil memukul besi latihan gw penuh emosi keki.
gw tertawa sambil melihat tingkah babu gw yang sedikit konyol ini, sambil melap kepala gw dengan handuk putih, gw berjalan meninggalkan ruang training menuju kamar gw. "hari ini yah hari ini. kalo kemaren gw ngancurin itu besi, kan hari ini gw beloman dyn." ujar gw kepada babu gw yang bernama dynamez yang sedang memungut pecahan besi mok yang jong dari tanah.
"GA MAO TAU!! MULAI HARI INI GW MINTA NAEK GAJI!" teriaknya sebelum gw meninggalkan ruang pelatihan itu.
setelah berjalan cukup lama akhirnya gw sampai di kamar gw, di depan bokap gw yang dah jadi kaleng sedang berdiri. dari posenya sepertinya dia ingin menyampaikan sesuatu kepada gw. "what hepen dedi?" tanya gw dengan gaya anak gaul ke babe gw.
"ga ada ape ape" jawabnya singkat dan mulai berjalan melintasi lorong menuju ruang rapat accretia. cape dehh, gw sangka mao ngomong sesuatu, ga taunya ga ada ape-ape... dah ah gw istirahat dolo sebelum pergi. gw pun melanjutkan langkah masuk ke kamar gw dan langsung lompat ke kasur kesayangan gw.
buffff "enaknya kasur gw... seandainya..." gw mengambil sebuah foto yang gw pajang dengan bingkai kecil ukuran 4r yang gw letakan di meja lampu tidur gw. "shi. sudah 5 taon kita ga ketemu. gw kangen banget sama lo sayang." ujar gw penuh kangen kepada cewek yang paling gw sayang seumur hidup gw. cewe yang menerima gw apa adanya dan bisa mencintai gw walaupun kita berbeda. "cup" sebuah ciuman dari bibir gw daratkan ke wajahnya yang tergambar di foto kecil itu, lalu gw pun beristirahat beberapa menit sebelum melanjutkan kegiatan gw.
"BLAZING LANCE!!" suara teriakan seorang pria yang disambar dengan sebuah tombak yang terbuat dari api menyambar kearah gw, reflek otak gw langsung memerintah tubuh gw untuk menghindar kesamping, namun saat gw menghindar ada sebuah akar yang menjerat pinggul dan tangan gw sehingga gw ga bisa menghindar.
sh*t, serangan itu pasti telak mengenai gw. ughhhh gw menutup mata gw karena tidak brani melihat tombak api itu menusuk tubuh gw lagi. JRESSHH tumbak itu terdengar telah menancap pada sesuatu benda, namun tidak menancap pada tubuh gw karena gw ga merasa sakit sama sekali. perlahan gw membuka mata gw, gw melihat seorang wanita dengan rambut terkuncir 2 dengan bentuk buntut kuda berdiri menahan serangan itu.
wanita itu menoleh kebelakang kearah gw, sinar yang menyilaukan menutupi wajahnya sehingga wajahnya tidak jelas terlihat oleh gw. dengan senyum yang disertai rintikan air mata, gadis itu berkata "long live,sory aku ga bisa bersamamu... selamanyaa.." gadis itu terjatuh perlahan ketanah. suara yang begitu gw kenali itu berasal dari dia, "SHIIYOUUNNAN!!" teriak gw dengan berusaha untuk berdiri dari tempat gw duduk.
HUAAHAHHHHHH. isak gw sambil bangun dari tidur siang bolong gw dengan tubuh ditutup selimut di kasur gw. "hahh.. mimpi buruk." ujar gw menenangkan diri. gw perlahan melihat dada gw yang memiliki sebuah bekas luka yang besar, luka bakaran dari sebuah tombak api yang di lancarkan shandel. gw memegang luka itu dengan telapak tangan kiri gw, lalu gw mengepalkan tangan gw dan berdiri dari kasur dan mengambil jaket serta perlengkapan gw.
setelah itu gw pun mulai berjalan keluar kamar gw, dan sesaat gw membuka pintu, gw melihat bokap gw sama dokter jap di depan pintu sedang berbincang sesuatu yang terlihat sedikit privat.
"guru, ayah..." sapa gw sambil menepuk pundak mereka berdua.
"hohoho.. rienor. bagaimana keadaanmu saat ini?" tanya dokter jap kepada gw.
"fine dok.. liad aja dari otot saya.." ujar gw sambil memamerkan otot bisep tangan gw yang semakin keras tiap harinya. bahkan akibat latihan intensif dokter jap gw bisa menang panco lawan pawpaw.
mereka berdua melihat tubuh gw dari bawah sampai atas, gw sampe merinding sendiri melihat tingkah dua pak tua ini yang tidak wajar pada biasanya. "kamu mao kemana?" tanya bokap gw spontan begitu melihat penampilan gw yang rapih.
gw pun langsung menjawab dengan santai "mao ke suatu tempat pa. suatu tempat yang udah lama banget ga aku samperin."
"ya udah, boleh pergi, tapi harus hati-hati. don let your guard down for a second." nasihat bokap gw sambil menepuk bahu gw.
"biar kamu udah kuat, tetapi kalo kewaspadaan hilang tetap akan mengancam bahaya." tambah dokter jap.
"tenang aja" balas gw memotong pembicaraan mereka. "ok, gw cabut dolo ye.. bubye" tambah gw sambil melompat turun dari lantai 4 dormitori gw. HAP!! gw mendarat dengan lembut ditanah dan gw pun langsung berlari semangan ke tempat yang gw maksud.
setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, gw pun akhirnya sampai di tempat yang menjadi daerah kekuasaan cora, benteng haram. gw berjalan kearah utara benteng haram untuk menuju suatu tempat, sebuah rumah yang cukup besar namun terlihat sangat sepi dari luar. gw berjalan dengan santai melalui sedikit penduduk cora yang sedang hunting di sekitarnya, mereka tidak memandang gw dengan curiga karena penampilan fisik gw sudah sangat mirip dengan cora pada umumnya. selain itu gw emang sudah di tentukan mati dari peredaran dunia.
akhirnya gw sampai di rumah tersebut. gw pun menggunakan jubah menghilang yang gw curi diam-diam dari inventaris pawpaw dan sekarang dia tidak tahu kalau gw yang mengambilnya. setelah tubuh gw terselubung dengan jubah perefleksi cahaya itu, gw mulai perlahan mendekati jendela rumah itu. gw melihat sebuah keluarga yang terlihat bahagia. ada seorang wanita yang sedang menggendong seorang bayi, seorang nenek yang sedang menyiapkan makan siang, dan kakek bertubuh besar yang sedang bermain dengan cucu laki-lakinya yang berusia sekitar 3 tahunan.
wah, tidak gw sangka mereka sebahagia itu. gw bener-bener seneng banget melihat keluarga besar ravenheart terlihat bahagia. gw seneng melihat kedua anak gw disayang oleh ayah dan ibu mertua gw. tunggu dulu, ada yang aneh perasaan gw...
tiba-tiba disaat gw merasakan sesuatu yang aneh, wanita yang menggendong bayi perempuan itu melihat kearah gw, dari pandangannya terlihat kalau dia melihat gw dengan jelas, lalu diapun langsung tersenyum dan melambaikan tangannya kearah gw. "WTF, kok gw ketauan!" ujar gw panik dalam hati, lalu gw langsung memeriksa cloaking device gw namun hasil cloaking gw tetep 100%.
shiyounnan pun memanggil dengan suaranya yang sangat lembut "anak-anak, ayah sudah pulang" ujarnya kepada anak-anaknya serta kepada kedua orang tuanya. "WAWAWAWWA" gw semakin gugup karena gw ga nyangka kekuatan cinta dapat melihat sesuatu yang tak terlihat oleh mata manusia normal. gw pun langsung merapihkan dandanan gw tanpa melepas jubah gw, setelah menyisir rambut gw dengan jari, gw mulai membuka kerudung jubah gw perlahan-lahan.
"aku pulang.." terdengar suara pria yang menjawab sambil membuka pintu rumah mereka, dalam hati gw bertanya who the hell is this gay, and what is he doing here. pria itu masuk kedalam rumah, shi menghampirinya dan membantunya melepas jubah dan senjatanya, setelah itu layaknya pasangan suami istri, mereka saling memberi sebuah ciuman hangat. pemandangan yang sangat menyakitkan, ga seharusnya gw datang kesini dan merusak keluarga cemara, eh keluarga bahagia dengan keberadaan gw. tapi perasaan gw hancur, darah serasa memenuhi otak gw, dan gw pun ga bisa menahannya lagi.
0
Kutip
Balas