cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
"ayo kita kembali lionel, anakmu membutuhkanmu." ujar kakek itu kearah lionel dan dia langsung duduk diam. munkin jika dia masih dalam wujub daging dia akan menangis, namun tubuh besi itu melarangnya dan memaksanya untuk tidak menangis.
"HUAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriaknya dengan lantang dan membuat tanah disekitarnya mengangkat sehingga tubuhnya terkurung oleh tanah.
raven hanya menutup mata dan membiarkan air matanya terus mengalir sedih merasakan kepedihan yang dirasakan oleh temannya. dari pemandangan itu dapat diketahui kalau dia sangat tidak ingin berkelahi sampai mati dengan sahabatnya. meskipun diliputi perasaan benci, dia juga masih bisa merasakan perasaan kehilangan sahabatnya itu. lalu sebuah cahaya terang langsung melayang ke langit tepat dari tanah tempat lionel dan dokter jap berdiri.
sementara itu di cora (beberapa menit setelah pertarungan usai)
race chat dari shandel "pidana tereksekusi sudah dihukum mati. semoga decem dapat menerimanya disisiNya.".
shiyounan yang sedang berada di pan crimson tidak percaya mendengar kabar yang menyengat telinganya sangat tajam, diapun langsung berteriak tidak percaya dan mulai menangis histeris. "RIENNNNN!!! HUAAAAAHUAHUAHUAAA.. KENAPA!!!!" tangisnya tidak percaya dan dia terus memukuli karang batu sampai kedua tangan lembutnya patah. namun rasa sakit
tangannya tidak dia rasakan, sepertinya hatinya lebih hancur daripada derita fisik yang baru dia alami.
"apa dengan menyiksa diri sendiri akan membuat lo puas dan senang?" tanya dari seorang wanita cora yang baru saja datang di tempat itu.
"ELO!! ngapain LO DISINI!" tanya shi sambil terus menangis.
"seorang sahabat gw baru meninggal, emang ga boleh gw dateng ketempat yang dia suka?" tanya wanita itu sambil mulai mencucurkan air mata. dengan jarinya yang lentik regina pun mulai menghapus air mata yang mengalir deras dimatanya, lalu dia kembali berbicara kepada shi untuk menenangkannya. "lo cinta sama dia kan?"
"cinta gw sudah ga berarti kalo dia ga ada disini." jawab shi dengan pesimis sambil terus menghisap ingus yang meler bersamaan dengan air matanya.
"jika lo terus nangis, dia pasti akan sedih disana entar." balas regina sambil memberi shi sebuah sapu tangan yang sangat dikenali shi.
"ga butuh." jawabnya sambil menepuk tangan regina sehingga sapu tangan itu jatuh ke pasir pantai. "jika dia ga mao gw nangis, harusnya dia jangan ninggalin gw."
regina pun melompat dari karang tempat mereka berdua duduk, lalu dia mengambil sapu tangan itu dan kembali memberikannya kepada shiyounan. "semua orang punya waktunya sendiri. tapi kita ga tau kapan kita harus pergi dari dunia ini. kalo lo tetep mikir kaya gitu, lo pikirin perasaan dia ga? apakah lo harus menangis seharian seperti ini? live must go on girl" ucapnya sambil kembali memberikan sapu tangan itu. "itu gw dikasih rien sehari sebelum dia pergi. dia suruh gw kasih sapu tangan itu ke lu".
shiyounan langsung mengambil sapu tangan yang telah dilipat rapi itu, dia teringat sesuatu bahwa sapu tangan itu adalah sapu tangan yang dia buat untuk gw waktu gw keringetan pas lagi ngebor tambang. dia ingat menulis sebuah tulisan dengan jahitan yang bertuliskan "? from shi to ri, this will give u warm and strength. ?". shi langsung menggunakannya untuk menghapus air matanya, lalu setelah dia menghapus air matanya ada sebuah pesan yang timbul. dia langsung membuka sapu tangan yang telipat itu dan melihat sebuah tulisan acak-acakan yang terbuat dari benar. ya benar, tulisan itu gw yang tulis. isinya adalah "your love is my strength, because of you i will be srtonger. don't stop to love me, because i can't live without your love. PS: i love u"
shi membaca isi pesan itu dan dia langsung berhenti menangis, dan dia langsung berdiri dan menaruh sapu tangan itu di dadanya. dengan wajah yang sudah cerah namun masih menyisakan air mata dia langsung ngomong "yes i will. for you my beloved. aku akan menjaga buah hati kita dengan segenap hati dan cintaku kepadamu. i promise" ujarnya sambil mengangkat jari kelingkingnya, dan gw pun merasa gw ada disana dan bersamaan kita melipat kedua jari kelingking kita berdua.