TS
rienoir
[fanfic] RF online - the last human
cerita ori karangan ane gan... berbasis game online yang cukup fenomenal dan terdorong membuat cerita setelah membaca sebuah fanfic karya temen saya di forum sebelah dan saya putuskan untuk iseng membuat juga.
monggo di baca.
JOKE STORY
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx before
monggo di baca.
Spoiler for "index cerita":
chapter 1-5 ada di pekiwan
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
chapter 6
chapter 7a,b
chapter 8a ,b ,c
chapter 9a ,b
chapter 10a ,b ,c ,d
chapter 11a ,b ,c
chapter 12a ,b ,c ,d
chapter 13a ,b ,c
chapter 14 part a1 ,a2
chapter 14 part b1 ,b2
chapter 15a ,b ,c
chapter 16a ,b ,c ,d
chapter 17a ,b ,c
chapter 18a ,b ,c
chapter 19a ,b
JOKE STORY
Spoiler for JOKE:
STORY LAEN KARANGAN HOPENG GW:
Spoiler for "story of tamagochi":
chapter 1
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
chapter 2
chapter 3a, b
chapter 4a,b ,c
chapter 4a ,b
Chapter 5a ,b
Chapter 6a , b
chapter 7a, b
chapter 8a, b
chapter 9a, b, c >>> Tamat (?)
end a?, b?
berkenan
kalo ada yang suka sama cerita ane.. thx beforeDiubah oleh rienoir 27-12-2012 03:03
0
35.3K
Kutip
461
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
rienoir
#37
Spoiler for "9":
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA" teriak kami bertiga sambil guling2an terus sampai melewati white hole dimana banyak bangsa accretia, cora maupun bellato sedang melawan beberapa monster disana. kumpulan pejuang yang sedang asik leveling itupun bubar begitu melihat bola salju bergelinding dengan kecepatan tinggi dan terus berjalan lurus mengarah port accretia yang terletak tepat di utara white hole. bola pun terus bergelinding samai memasuki pintu gerbang koloni accretia, guard tower mereka tidak mendeteksi adanya cora yaitu gw dan si aneh di dalam bola salju itu sehingga kita ga ditembakin. para warga accretia yang lagi asik ngoli pun langsung pada kocar kacir karena takut kegiles sama bola raksasa itu sehingga seperti terbuat jalur untuk kami yang dibatasi oleh kaleng2 yang berbaris berantakan.
GUBRAAKKK,, cressshhh.. suara bola salju itu menabrak salah satu dinding port accretia, dan bongkahan salju itu pun pecah sehingga para kaleng yang berada dalam port tersebut dapat melihat gw. "oh damn, i fell fuzzy wuzzy." kata gw sambil berusaha berdiri tegak namun tetap sempoyongan karena kebanyakan berguling. set, srek zuinggg,, tiba2 suara itu terdengar ditelinga gw, dan begitu gw setengah sadar gw melihat seluruh kaleng disana sudah menodongkan semua senjatanya ke gw. "WTF, kok gw bisa sampe sini" bisik gw panik dalam hati. "bisa mati nih gw kalo sampe lawan segini banyak.".
setelah beberapa menit berdiri dengan ditodong berbagai senjata, kaleng tersebut tidak mengedipkan mata (emang kaleng punya kelopak mata yah??) dan tetap mengawasi gw dengan waspada. tiba2 sekaleng dan secoro berbaju kaleng yang berguling bareng gw berdiri, melihat itu gw pun langsung cari cara buat bela diri. dengan bahasa kaleng gw berkata, "liad nih ada cora juga, tawan dia juga donk, masa gw sendiri" sambil mendekati coro itu dan menarik tangannya. namun salah seorang dari kaleng itu menembakan anak panahnya ke gw, untung aja ga kena, gw mao marah tapi ga brani. bukan di markas gw cuy..
"dia salah satu dari kami, dia seorang assaulter" jawab seorang kaleng yang menembak gw itu. gw terkaget2 kebingungan, kok ada coro diakuin kaleng?? novus mao damai emangnya yah??. "lepaskan tangan lu dari vincerrex!" lanjut kaleng itu memerintah gw dan gw langsung ngelepasin tangan sih coleng(coro kaleng) yang bernama vincerrex itu. "pengemis maling sialan" bisik gw pelan supaya ga terdenger.
bugh, tinju kepalan yang terbuat dari besi pun langsung menghantam kepala gw, begitu gw nengok kebelakang gw liad yang mukul itu adalah sekaleng punisher yang ngiket kaki gw dan gw liad tagnamenya "Fvcker". anjritt, brani dimarkas doank, dari belakang lagi nyerangnya. diapun langsung mencoba menghajar gw lagi, namun kali ini gw berhasil nangkis serangannya dan mencoba membalas serangannya. sesaat sebelum membalas, tiba-tiba telapak kaki pun melayang kearah wajah gw dan langsung mementalkan gw setengah meter kesamping kanan dan melihat itu, fvcker pun langsung menarik keras baju gw dan kembali menghantam perut gw. "sialan bener nih kaleng cemen, braninya pas rame doank. liad lu kalo gw dah keluar dari sini, gw bongkar terus gw jadiin robot pembantu lu." gerutu gw sambil menahan sakit.
setelah memukul perut gw, punisher itu dengan sini mencekik leher gw dan engangkat gw samapi kaki gw ga menyentuh tanah. dan gw melihat kepalan tangannya sudah matang untuk dihantam kewajah gw. kaleng itu pun langsung melayangkan tinjunya, namun sesaat bogem besinya mengenai gw, kaleng oli dengan sedotan pun langsung mengenai kepala si cemen itu dan langsung membuat dia terpental sekitar 4 meter dari tempat dia berdiri sebelumnya.
"kaw belum diperintahkan untuk melakukan hal itu." kata seorang kaleng yang berbaju putih mengkilat muncul dari belakang barisan.
"ughh,,thanks lenk." ucapan terimakasih gw ke kaleng itu dan gw melihat cahaya muncul di sekitar tubuhnya. jangan-jangan ini archon accretia yah?? hebat banget, cuma pake kaleng kopong aja uda bisa mentalin baja tadi, gimana kali dia pake senjatanya.
"ga usah ngomong trima kasih, gw ga niat bantu lu" jawabnya singkat. anjrritt, blagu banget nih kaleng, mentang2 archon senga banget lagaknya. "angkat kedua pemuda bodoh ini. tim repairmen, sudah menemukan asal sinyal dari prajurit kita yang jatuh kemarin?" perintahnya dilanjutkan dengan pembicaraan dia melalui radio di telinganya. "sudah yang mulia colossus, dia ditemukan berlutu disini. tubuhnya tertimbun salju, tapi hanya bagian "itu" saja yang tidak ditutupi salju sedikitpun".. prajurit jatuh? jangan2 si paw. masih sempet kasi sinyal artinya masi idup tuh kaleng. kok gw jadi merinding yah, nyesel gw pengen dia idup lagi waktu itu..
"eh man, lu ikut gw sekarang." kata kaleng bernama colossus itu memerintah sambil menunjuk kearah gw. "ada seseorang yang ingin ketemu sama lu."
seseorang?? siapa.. kok accetia bisa tahu keberadaan gw yah? wah, jangan ini ulah si paw maho nih. pasti dia bilang kalo di coro ada lekong ganteng namanya gw. HHUUWAAAA!! gawat.. gw ga mao nge"bor" kaleng, gw mao "begitu" sama shi doank, ga mao yang laen.. tiba2 dua orang kaleng memaksa gw berdiri dan mengangkat gw secara paksa, gw mao ngelawan ga bisa karena tenaga robot ini lebih besar daripada tenaga gw.
"eh monyong, gw mao di bawah kemane?? lu mao jadiin gw "pemuas" kaum hay gay maho lu disini??" teriak gw ke kaleng tersebut sambil memberontak mereka namun sia2. kalah tenaga. namun mereka tidak menghiraukan setiap perkataan gw dan terus membawa gw ke suatu ruang di port accretia dan akhirnya sampai ke sebuah pintu. zuiuiingg,, pintu pun terbuka, dan gw melihat sosok berbaju putih bersih dengan kepala mengkilat kinclong dan berbentuk seperti.. err, cora kali. tapi bukan, kupingnya bulet. bellato? tapi ketinggian, lagian kupingnya ga ada lancip-lancipnya sama sekali kok.
"dokter jap, kami sudah mendapatkannya." kata archon acc yang bernama colossus kepada mahluk aneh itu.
"loh cepet banget. ga nyangka saya bisa secepet gini." jawab sosok misterius yang dipanggil dokter jap itu ke colossus. "gimana cara nangkepnya?" tanya dokter jap sambil memegangi bagian botak kepalanya.
"dia datang sendiri dengan cara yang tidak biasa" colossus menjelaskan semuanya sambil mencolok kabel OHP ke lobang USB yang ada di bagian belakang kepalanya. tiba-tiba cahaya pun muncul dan menggambarkan bagaimana cara gw menerobos pintu gerbang acc secara tidak sengaja dengan bola salju, dan dokter jap pun sedikit tertawa melihatnya..
"woi turunin woi!! sampe kapan gw di gendong terus" gw pun kembali berontak dan tindakan gw menarik perhatian dokter jap. dokter itu pun langsung memerintahkan kedua kaleng yang menggendong gw untuk menurunkan gw perlahan2, dan setelah itu dia langsung mencoba menyentuh wajah gw. PLAK, "jangan sentuh2, no maho." kata gw disertai bunyi tepukan tangan yang memukul tangan pria tersebut, melihat hal itu kaleng yang tadi pun langsung kembali mengunci pergerakan gw.
"lepasin gw!!" jawab gw sambil berusaha melepaskan diri dan lagi2 percuma...
"kebiasaan hidup dicora membuatmu jadi sombong dan angkuh seperti bangsa tersebut." kakek itu menjelaskan sesuatu sambil kembali mengusap gundulnya. "mereka merasa diri mereka sepurna karena fisik mereka yang indah. namun pada dasarnya tidak pernah ada yang sempurna".
"apa maksud lu? lu ga tau apa2, kesempurnaan dari DECEM buat kami, bangsa cora. jadi lu yang idup sama kaleng idup diam aja" bentak gw sambil marah dan memaki kakek itu.
"tidak, kau bukan cora. dan DECEM itu hanyalah doktrin yang mereka berikan." balas kakek itu tenang.
"ga, gw 100% cora sejati, gw bakal tunjukin ke semua kaleng disini." teriak gw sampai menarik urat leher gw.
"bagaimana??? apa kau tau caranya?" tanya kakek itu yang membuat gw sedikit tersentak mengingat bangsa cora dulu tidak menerima keberadaan gw. gw pun ingin menjawab sesuatu, namun sebelum gw menjawab, kakek itu kembali memberikan penjelasan "kamu adalah mahluk pencipta. kau sama sepertiku,kita adalah manusia. mungkin dapat dikatakan manusia terakhir di novus ini."
"darimana lu tau gw manusia?? buktikan coba." tantang gw ga percaya.
"colossus, tampilkan ini." perintah dia kepada archon itu dan tanpa basa-basi kaleng itu langsung menerima sebuah flash disk dan ditancapkan ke layar OHP. setelah itu muncul gambar mengenai 3 buah bangsa, accretia yang tubuhnya terbuat dari besi, bangsa bellato bangsa yang memiliki fisik hampir sama seperti gw namun lebih pendek, dan bangsa gw sendiri cora. "pernahkah kau bercermin?" tanya kakek tersebut sambil memantulkan bayangan gw dan dia memerintahkan kaleng yang memegang gw untuk mengangkat rambut yang menutupi telinga gw. "sekarang, apakah sudah percaya? telingamu bundar sepertiku. cora memiliki telinga yang panjang dan lancip. fisik mereka paling mendekati manusia yang sesungguhnya, tapi telinga mereka berbeda. lihatlah gambar tersebut.".
benar apa yang dikatakan oleh kakek tersebut, secara fisik gw emang sama dengan cora, tapi telinga ini yang membedakannya. bernarkah semua yang dikatakan oleh kakek ini???
chapter 9 end
0
Kutip
Balas