TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
7K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•355Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#59
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 5.3
Yudha tersenyum tipis begitu mendengar ucapan Setyo. Walaupun pangeran itu tampak seperti seorang pemuda yang sudah beranjak dewasa, tapi dalam ukuran umur siluman, dia masih sangat muda. Bisa diibaratkan dia seumuran dengan Indra dan Maya, kalau seandainya pangeran itu manusia.
Lalu? Kau tetap ingin menghindar dari pertunangan itu? tanya Yudha lagi. Kalau memang begitu, kau harus bersembunyi seumur hidup. Karena kalau kami gagal juga, ayahmu tentu tidak ragu untuk mengirim lebih banyak lagi orang untuk mencarimu.
Hah! Aku tidak peduli! balas Raden Setyo. Dia boleh mencobanya dan aku akan selalu berhasil menghalau siapapun yang nekat berusaha menangkapku!
Bahkan seandainya ayahmu sendiri yang datang menemuimu? tanya Yudha sambil sekilas memandang ke arah Indra yang masih sibuk bertarung dengan Jaka.
Ya. Bahkan bila ayah yang datang, aku akan mengusirnya! jawab Raden Setyo dengan tegas. Aku tidak akan kembali sampai aku bisa menemukan orang yang kucari!
Yudha semakin tertarik mendengar ucapan pangeran itu. Rupanya ada sesuatu yang lain dibalik kaburnya pangeran itu dari kerajaannya, dan sepertinya ini terlepas dari masalah pertunangan.
Hoo? Memangnya orang ini begitu penting bagimu? tanya Yudha penasaran, dia ingin menggali lebih banyak informasi lagi dari pangeran itu.
Ya, jawab pangeran itu singkat. Tapi aku tidak perlu menceritakan apapun mengenai orang ini padamu. Kau bisa saja menjadikannya sebagai alat untuk memaksaku kembali ke kerajaan.
Yudha tersenyum mendengar ucapan pangeran itu. Rupanya pangeran itu cerdik juga.
Ah. Kau terlalu curiga, aku tidak selicik itu, balas Yudha sambil tersenyum, tapi jelas sekali senyumnya bukan senyuman tulus. Melihat senyum pria itu, Raden Setyo langsung mendengus jengkel.
Tiba-tiba keduanya berhenti bercakap-cakap dan Yudha langsung melompat mundur, tepat ketika sesuatu yang besar melesat melewatinya. Sosok itu terbanting ke tanah dan terseret sejauh beberapa puluh meter, sebelum akhirnya berhenti dan tidak bergerak. Sosok itu tidak lain adalah sosok Jaka, pengawal pribadi Raden Setyo. Rupanya dia sudah dikalahkan oleh Indra.
Nah. Aku sudah mengalahkannya.... ujar Indra dengan nada terputus-putus karena lelah. Sesuai dengan ucapanmu tadi....sekarang dengarkan apa yang akan kami katakan...
Raden Setyo terbelalak melihat kalau pengawal pribadinya bisa dikalahkan oleh Indra. Terlebih karena Indra berasal dari ras penghisap darah, walaupun sebenarnya dia bukan vampir sejak lahir. Siluman macan seperti Raden Setyo memiliki sejarah dendam yang cukup panjang dengan kaum vampir, sehingga dia sangat membenci ras penghisap darah itu. Terlepas apakah vampir yang didepannya itu vampir asli, atau vampir yang berasal dari manusia yang tergigit.
Kau kuat juga bocah penghisap darah! ujar Raden Setyo dengan nada merendahkan Cara curang apa yang kau gunakan untuk mengalahkan pengawalku? Kau pasti tidak mungkin menang secara jujur.
Mendengar ucapan pangeran itu, Indra langsung naik darah.
Dengarkan aku pangeran macan! Kalau kau memang menganggapku curang, kenapa kau tidak lawan saja aku? tantang Indra, tapi kemudian dia menyesali ucapannya itu.
Mendengar tantangan dari Indra, Raden Setyo langsung merasa tertantang. Pangeran siluman macan itu langsung menghantamkan kedua tinjunya dan berjalan ke arah Indra.
Berani juga kau bocah penghisap darah! geram Setyo. Tapi jangan samakan aku dengan pengawalku yang tidak berguna ini. Aku jauh lebih kuat!
Omong kosong! Kau tidak perlu banyak bicara! balas Indra sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Setyo. Ngomong-ngomong, namaku Indra Pratama! Ingat itu!
Aku tidak perlu mengingat namamu! Tidak ada gunanya! balas Raden Setyo sambil membuka jaket kulitnya.
Keduanya langsung mengambil kuda-kuda. Tapi sebelum keduanya bertarung, Yudha tiba-tiba maju ke tengah keduanya dan mengangkat tangannya.
Aku tidak tahu kenapa kalian jadi panas seperti ini. Tapi aku mengajukan syarat untukmu Setyo, ujar Yudha sambil menoleh ke arah pangeran itu.
Sebutkan saja!
Kalau kau kalah, kau harus menuruti kehendak ayahmu dan kembali ke kerajaanmu, ujar Yudha.
Baik! balas Raden Setyo. Tapi kalau aku menang, kau dan ayahku tidak berhak untuk menghalangi keinginanku, apapun itu!
Yudha tersenyum dan mengangguk.
Setuju, ujar Yudha. Kau dengar itu Indra?
Ya! jawab Indra dengan kasar. Cepat minggir, biar kukirim kucing ini kembali ke gunung!
Kali ini Raden Setyo tidak mengatakan apapun, tapi dia memulai transformasi tubuhnya. Berbeda dengan transformasi wujud Jaka yang pada akhirnya menghasilkan makhluk yang mirip seekor macan yang berdiri tegak, wujud Setyo berubah menjadi mirip manusia campur macan. Seluruh tubuhnya masih berwujud seperti manusia, hanya dipenuhi bulu berwarna keemasan dan bertotol-totol hitam. Wajahnya juga masih campuran antara wajah macan dan manusia. Tapi yang pasti, insting Indra mengatakan kalau lawannya itu jauh lebih kuat dari pengawalnya.
Kalau begitu, bisa kita mulai? tanya Raden Setyo dengan suara yang terdengar jauh lebih berat dari suara aslinya.
Kapan saja! balas Indra.
Tapi begitu dia selesai mengatakan kalimat itu, Raden Setyo menghilang dari pandangannya.
Apa?! seru Indra kaget, tapi keterkejutannya tidak berlangsung lama. Karena Raden Setyo tiba-tiba saja sudah muncul di hadapannya. Sebelum Indra sadar, siluman macan itu sudah menghantamkan tinjunya yang dipenuhi bulu ke tubuh Indra. Karena tidak sempat menghindar, pemuda itu terkena serangan langsung. Tubuhnya langsung terlempar ke udara. Tapi sebelum dia membentur tanah, Raden Setyo sudah berada di udara juga.
Siluman macan itu memamerkan gigi-giginya dalam senyuman mengerikan.
Gawat!!! seru Indra panik sambil menahan rasa sakit. Dengan kelenturan tubuh yang luar biasa, dia memutar tubuhnya dan menendang. Tapi serangannya terlalu lambat dan Raden Setyo dengan mudah menangkap kakinya. Tanpa ampun, siluman itu melemparkan tubuh Indra ke tengah jalan. Belajar dari banyak pengalamannya, Indra berputar di udara, lalu mendarat dengan kedua kakinya.
Cepat!!! Siluman yang satu ini cepat sekali!! seru Indra panik dalam hati.
Kenapa bengong?
Sekali lagi Raden Setyo sudah berada di depan Indra. Sayang kali ini Indra lebih siap, dia langsung menangkap tinju siluman macan itu. Kemudian memutar tangannya dan menyelengkat kaki lawannya itu. Raden Setyo tidak siap dengan serangan balasan itu dan kehilangan keseimbangannya. Melihat lawannya sudah kehilangan keseimbangan, Indra langsung melancarkan sebuah jurus yang dia pelajari di perguruan pencak silatnya. Dia menghantam wajah siluman itu dengan telapak tangannya, membuat kepala siluman itu terhantam ke jalan dengan keras.
Sialnya siluman itu tidak mudah dikalahkan, dengan cepat Raden Setyo menyapu kaki Indra dan membuat Indra terjatuh. Sebelum pemuda itu membentur tanah, Raden Setyo sekali lagi melancarkan serangan dengan kedua kakinya. Indra sempat menahan serangan itu, tapi tubuhnya tetap terlempar dan membentur mobil Yudha. Kap depan citycar itu langsung penyok, sementara kaca jendela depannya langsung hancur berantakan.
Kyaa!!
Suara seorang gadis langsung terdengar dari dalam mobil. Mendengar suara itu, Indra langsung sadar kalau di dalam mobil masih ada Maya. Dan saat ini mobil citycar milik Yudha itu sedang berada di tengah-tengah arena pertempuran.
Maya!! Aku lupa kalau dia masih ada di dalam mobil!! seru Indra panik, sambil buru-buru berdiri dan berlari menjauh dari mobil itu. Karena dia memikirkan keselamatan Maya, dia sama sekali tidak memperhatikan kemana Raden Setyo pergi. Itu adalah kesalahan besarnya.
Mau lari kemana?
Sekali lagi Raden Setyo tiba-tiba saja sudah berada di samping Indra. Siluman macan itu memang memiliki kecepatan gerak yang sangat luar biasa, sehingga makhluk setengah vampir seperti Indra tidak bisa mengimbangi kecepatannya. Indra hampir tidak sempat menahan serangan siluman macan itu, ketika makhluk itu melancarkan sebuah serangan dahsyat dengan kedua tangan, yang membuat tubuh Indra melayang lagi. Kali ini ke arah sebuah tembok.
Tubuh Indra membentur tembok itu dengan keras, lalu membuatnya terpental ke jalan. Pandangan Indra langsung buram, tapi dia masih berusaha berdiri walaupun dia berkali-kali batuk darah. Dia bisa merasakan kalau paru-parunya baru saja bocor, akibat salah satu tulang rusuknya yang patah dan berputar ke belakang. Setiap tarikan nafas Indra terasa sangat menyakitkan.
Bagaimana caranya mengalahkan lawan yang jauh lebih cepat daripada diriku? tanya Indra pada dirinya sendiri, sementara kemampuan regenerasi vampirnya bekerja keras memulihkan luka-luka tubuhnya.
Tapi dia kehilangan darah cukup banyak karena luka dalam. Kesadarannya mulai memudar dan dia jadi sulit berpikir. Secara tidak sadar, dirinya mulai trans. Pikirannya melayang tapi dia masih setengah sadar ketika melihat Raden Setyo melesat ke arahnya. Lalu dia ingat sesuatu. Dalam sebuah film yang pernah dia lihat, tokoh utama juga berusaha mati-matian menghadapi lawan yang jauh lebih cepat dari dirinya. Dan ada satu cara pasti untuk menghadapi lawan seperti itu.
Spoiler for "Part 5.3":
Yudha tersenyum tipis begitu mendengar ucapan Setyo. Walaupun pangeran itu tampak seperti seorang pemuda yang sudah beranjak dewasa, tapi dalam ukuran umur siluman, dia masih sangat muda. Bisa diibaratkan dia seumuran dengan Indra dan Maya, kalau seandainya pangeran itu manusia.
Lalu? Kau tetap ingin menghindar dari pertunangan itu? tanya Yudha lagi. Kalau memang begitu, kau harus bersembunyi seumur hidup. Karena kalau kami gagal juga, ayahmu tentu tidak ragu untuk mengirim lebih banyak lagi orang untuk mencarimu.
Hah! Aku tidak peduli! balas Raden Setyo. Dia boleh mencobanya dan aku akan selalu berhasil menghalau siapapun yang nekat berusaha menangkapku!
Bahkan seandainya ayahmu sendiri yang datang menemuimu? tanya Yudha sambil sekilas memandang ke arah Indra yang masih sibuk bertarung dengan Jaka.
Ya. Bahkan bila ayah yang datang, aku akan mengusirnya! jawab Raden Setyo dengan tegas. Aku tidak akan kembali sampai aku bisa menemukan orang yang kucari!
Yudha semakin tertarik mendengar ucapan pangeran itu. Rupanya ada sesuatu yang lain dibalik kaburnya pangeran itu dari kerajaannya, dan sepertinya ini terlepas dari masalah pertunangan.
Hoo? Memangnya orang ini begitu penting bagimu? tanya Yudha penasaran, dia ingin menggali lebih banyak informasi lagi dari pangeran itu.
Ya, jawab pangeran itu singkat. Tapi aku tidak perlu menceritakan apapun mengenai orang ini padamu. Kau bisa saja menjadikannya sebagai alat untuk memaksaku kembali ke kerajaan.
Yudha tersenyum mendengar ucapan pangeran itu. Rupanya pangeran itu cerdik juga.
Ah. Kau terlalu curiga, aku tidak selicik itu, balas Yudha sambil tersenyum, tapi jelas sekali senyumnya bukan senyuman tulus. Melihat senyum pria itu, Raden Setyo langsung mendengus jengkel.
Tiba-tiba keduanya berhenti bercakap-cakap dan Yudha langsung melompat mundur, tepat ketika sesuatu yang besar melesat melewatinya. Sosok itu terbanting ke tanah dan terseret sejauh beberapa puluh meter, sebelum akhirnya berhenti dan tidak bergerak. Sosok itu tidak lain adalah sosok Jaka, pengawal pribadi Raden Setyo. Rupanya dia sudah dikalahkan oleh Indra.
Nah. Aku sudah mengalahkannya.... ujar Indra dengan nada terputus-putus karena lelah. Sesuai dengan ucapanmu tadi....sekarang dengarkan apa yang akan kami katakan...
Raden Setyo terbelalak melihat kalau pengawal pribadinya bisa dikalahkan oleh Indra. Terlebih karena Indra berasal dari ras penghisap darah, walaupun sebenarnya dia bukan vampir sejak lahir. Siluman macan seperti Raden Setyo memiliki sejarah dendam yang cukup panjang dengan kaum vampir, sehingga dia sangat membenci ras penghisap darah itu. Terlepas apakah vampir yang didepannya itu vampir asli, atau vampir yang berasal dari manusia yang tergigit.
Kau kuat juga bocah penghisap darah! ujar Raden Setyo dengan nada merendahkan Cara curang apa yang kau gunakan untuk mengalahkan pengawalku? Kau pasti tidak mungkin menang secara jujur.
Mendengar ucapan pangeran itu, Indra langsung naik darah.
Dengarkan aku pangeran macan! Kalau kau memang menganggapku curang, kenapa kau tidak lawan saja aku? tantang Indra, tapi kemudian dia menyesali ucapannya itu.
Mendengar tantangan dari Indra, Raden Setyo langsung merasa tertantang. Pangeran siluman macan itu langsung menghantamkan kedua tinjunya dan berjalan ke arah Indra.
Berani juga kau bocah penghisap darah! geram Setyo. Tapi jangan samakan aku dengan pengawalku yang tidak berguna ini. Aku jauh lebih kuat!
Omong kosong! Kau tidak perlu banyak bicara! balas Indra sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Setyo. Ngomong-ngomong, namaku Indra Pratama! Ingat itu!
Aku tidak perlu mengingat namamu! Tidak ada gunanya! balas Raden Setyo sambil membuka jaket kulitnya.
Keduanya langsung mengambil kuda-kuda. Tapi sebelum keduanya bertarung, Yudha tiba-tiba maju ke tengah keduanya dan mengangkat tangannya.
Aku tidak tahu kenapa kalian jadi panas seperti ini. Tapi aku mengajukan syarat untukmu Setyo, ujar Yudha sambil menoleh ke arah pangeran itu.
Sebutkan saja!
Kalau kau kalah, kau harus menuruti kehendak ayahmu dan kembali ke kerajaanmu, ujar Yudha.
Baik! balas Raden Setyo. Tapi kalau aku menang, kau dan ayahku tidak berhak untuk menghalangi keinginanku, apapun itu!
Yudha tersenyum dan mengangguk.
Setuju, ujar Yudha. Kau dengar itu Indra?
Ya! jawab Indra dengan kasar. Cepat minggir, biar kukirim kucing ini kembali ke gunung!
Kali ini Raden Setyo tidak mengatakan apapun, tapi dia memulai transformasi tubuhnya. Berbeda dengan transformasi wujud Jaka yang pada akhirnya menghasilkan makhluk yang mirip seekor macan yang berdiri tegak, wujud Setyo berubah menjadi mirip manusia campur macan. Seluruh tubuhnya masih berwujud seperti manusia, hanya dipenuhi bulu berwarna keemasan dan bertotol-totol hitam. Wajahnya juga masih campuran antara wajah macan dan manusia. Tapi yang pasti, insting Indra mengatakan kalau lawannya itu jauh lebih kuat dari pengawalnya.
Kalau begitu, bisa kita mulai? tanya Raden Setyo dengan suara yang terdengar jauh lebih berat dari suara aslinya.
Kapan saja! balas Indra.
Tapi begitu dia selesai mengatakan kalimat itu, Raden Setyo menghilang dari pandangannya.
Apa?! seru Indra kaget, tapi keterkejutannya tidak berlangsung lama. Karena Raden Setyo tiba-tiba saja sudah muncul di hadapannya. Sebelum Indra sadar, siluman macan itu sudah menghantamkan tinjunya yang dipenuhi bulu ke tubuh Indra. Karena tidak sempat menghindar, pemuda itu terkena serangan langsung. Tubuhnya langsung terlempar ke udara. Tapi sebelum dia membentur tanah, Raden Setyo sudah berada di udara juga.
Siluman macan itu memamerkan gigi-giginya dalam senyuman mengerikan.
Gawat!!! seru Indra panik sambil menahan rasa sakit. Dengan kelenturan tubuh yang luar biasa, dia memutar tubuhnya dan menendang. Tapi serangannya terlalu lambat dan Raden Setyo dengan mudah menangkap kakinya. Tanpa ampun, siluman itu melemparkan tubuh Indra ke tengah jalan. Belajar dari banyak pengalamannya, Indra berputar di udara, lalu mendarat dengan kedua kakinya.
Cepat!!! Siluman yang satu ini cepat sekali!! seru Indra panik dalam hati.
Kenapa bengong?
Sekali lagi Raden Setyo sudah berada di depan Indra. Sayang kali ini Indra lebih siap, dia langsung menangkap tinju siluman macan itu. Kemudian memutar tangannya dan menyelengkat kaki lawannya itu. Raden Setyo tidak siap dengan serangan balasan itu dan kehilangan keseimbangannya. Melihat lawannya sudah kehilangan keseimbangan, Indra langsung melancarkan sebuah jurus yang dia pelajari di perguruan pencak silatnya. Dia menghantam wajah siluman itu dengan telapak tangannya, membuat kepala siluman itu terhantam ke jalan dengan keras.
Sialnya siluman itu tidak mudah dikalahkan, dengan cepat Raden Setyo menyapu kaki Indra dan membuat Indra terjatuh. Sebelum pemuda itu membentur tanah, Raden Setyo sekali lagi melancarkan serangan dengan kedua kakinya. Indra sempat menahan serangan itu, tapi tubuhnya tetap terlempar dan membentur mobil Yudha. Kap depan citycar itu langsung penyok, sementara kaca jendela depannya langsung hancur berantakan.
Kyaa!!
Suara seorang gadis langsung terdengar dari dalam mobil. Mendengar suara itu, Indra langsung sadar kalau di dalam mobil masih ada Maya. Dan saat ini mobil citycar milik Yudha itu sedang berada di tengah-tengah arena pertempuran.
Maya!! Aku lupa kalau dia masih ada di dalam mobil!! seru Indra panik, sambil buru-buru berdiri dan berlari menjauh dari mobil itu. Karena dia memikirkan keselamatan Maya, dia sama sekali tidak memperhatikan kemana Raden Setyo pergi. Itu adalah kesalahan besarnya.
Mau lari kemana?
Sekali lagi Raden Setyo tiba-tiba saja sudah berada di samping Indra. Siluman macan itu memang memiliki kecepatan gerak yang sangat luar biasa, sehingga makhluk setengah vampir seperti Indra tidak bisa mengimbangi kecepatannya. Indra hampir tidak sempat menahan serangan siluman macan itu, ketika makhluk itu melancarkan sebuah serangan dahsyat dengan kedua tangan, yang membuat tubuh Indra melayang lagi. Kali ini ke arah sebuah tembok.
Tubuh Indra membentur tembok itu dengan keras, lalu membuatnya terpental ke jalan. Pandangan Indra langsung buram, tapi dia masih berusaha berdiri walaupun dia berkali-kali batuk darah. Dia bisa merasakan kalau paru-parunya baru saja bocor, akibat salah satu tulang rusuknya yang patah dan berputar ke belakang. Setiap tarikan nafas Indra terasa sangat menyakitkan.
Bagaimana caranya mengalahkan lawan yang jauh lebih cepat daripada diriku? tanya Indra pada dirinya sendiri, sementara kemampuan regenerasi vampirnya bekerja keras memulihkan luka-luka tubuhnya.
Tapi dia kehilangan darah cukup banyak karena luka dalam. Kesadarannya mulai memudar dan dia jadi sulit berpikir. Secara tidak sadar, dirinya mulai trans. Pikirannya melayang tapi dia masih setengah sadar ketika melihat Raden Setyo melesat ke arahnya. Lalu dia ingat sesuatu. Dalam sebuah film yang pernah dia lihat, tokoh utama juga berusaha mati-matian menghadapi lawan yang jauh lebih cepat dari dirinya. Dan ada satu cara pasti untuk menghadapi lawan seperti itu.
0
Kutip
Balas