TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
7.1K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#41
2nd Arc: Manusia, Uang dan Makhluk Gaib
Part 6
[Yogyakarta, 27 April 2010]
Jadi pelakunya si penjaga malam?
Indra bertanya sambil duduk di sofa. Saat ini dia sudah berada di salah satu ruangan yang biasa digunakan Yudha untuk menerima tamunya.
Segera setelah kejadian malam itu, semua media cetak dan elektronik langsung menampilkan berita mengenai kejadian menghebohkan itu. Semua pakar, mulai dari ahli biologi, ahli fisika, ahli kosmologi, ahli kedokteran, ahli psikologi, sampai paranormal terkenal bergantian muncul di tayangan televisi. Pendapat-pendapat mereka memenuhi kolom-kolom berita utama di koran-koran. Beruntung, entah bagaimana caranya, liputan ketika Indra menyegel makhluk itu tidak pernah disiarkan di televisi, atau dicetak di koran. Walaupun ada banyak rekaman video amatir berkualitas rendah yang beredar di internet, yang menayangkan saat-saat dia menyegel Buto Ijo itu dengan kertas-kertas segel yang dia bawa. Lalu memasukkan makhluk raksasa itu ke dalam sebuah botol logam yang diukir dengan aksara jawa kuno. Indra mau tidak mau merasa kagum dengan pengaruh politik Yudha. Pria itu dengan mudah bisa mengatur media massa seenaknya.
Ya. Begitulah. Penjaga malam itu bernama Rudi, dan sepertinya dia terjerat hutang yang sangat besar karena kalah berjudi, balas Yudha sambil menyalakan rokoknya. Dia mendapatkan raksasa itu dari seorang paranormal misterius yang tinggal di pedalaman hutan Gunung Semeru. Awalnya dia hanya berniat untuk melunasi hutangnya saja. Tapi sepertinya dia jadi tergoda untuk mengosongkan seluruh isi brankas Bank Indonesia. Sayangnya dia terlalu bodoh karena telah merampok tempat yang sama berkali-kali.
Darimana kau tahu kalau dia majikan si Buto Ijo? tanya Indra lagi, dia lalu memandang ke arah jam dinding yang tergantung di salah satu sisi ruangan. Sudah jam 12 siang dan hari ini sekali lagi dia bolos sekolah. Dia terlalu lelah karena pertarungan berat yang dia alami semalam sehingga dia memutuskan untuk tidak berangkat sekolah. Tapi Maya tidak, gadis itu tetap memaksakan diri untuk pergi ke sekolah walaupun dia juga terlihat sangat lelah.
Mudah saja. Sejak awal aku sudah curiga dia adalah majikan si Buto Ijo karena apa yang dia ucapkan setelah kita menonton rekaman video mengenai pembobolan brankas. Kau ingat dia bilang kalau dia melihat makhluk hijau itu dari monitor kamera pengawas? Tapi semua kamera pengawas hanya menunjukkan gambar hitam-putih, jawab Yudha dengan santai, sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara. Kemudian dugaanku jadi pasti ketika berhadapan dengan makhluk itu secara langsung.
Indra bisa menduga alasannya. Yudha dulu pernah bilang, semua makhluk gaib memiliki kemampuan semacam penciuman yang membuat mereka bisa membedakan semua makhluk gaib, dan non gaib. Semua makhluk mengeluarkan aroma yang berbeda-beda. Dan biasanya akan meninggalkan aromanya di tempat yang biasa mereka kunjungi, atau di benda-benda yang biasa digunakan. Begitu pula dengan si Buto Ijo. Makhluk itu pasi mengeluarkan aroma yang khas, dan kemudian melekat di tubuh si penjaga malam bernama Rudi itu. Pada saat yang sama, aroma si penjaga malam juga melekat di tubuh si Buto Ijo. Sebagai seorang dewa, Yudha juga memiliki kemampuan penciuman ini, sehingga dengan mudah pria itu bisa tahu kalau keduanya berhubungan erat. Indra tidak memiliki kemampuan ini karena dia sama sekali tidak punya kemampuan gaib. Walaupun sebagai setengah vampir kemampuan fisiknya bisa sangat menakjubkan, tapi kemampuan gaibnya nyaris nol. Dia hanya bisa melihat dan merasakan kehadiran beberapa makhluk gaib, tanpa bisa mengetahui dengan pasti lokasi dan jenisnya. Dan karena itu, dia juga tidak bisa menyentuh makhluk gaib yang hanya punya tubuh astral, atau tubuh roh.
Indra terdiam beberapa saat, kemudian dia mengajukan pertanyaan lagi.
Lalu....kenapa penjaga malam itu pingsan ketika makhluk gaib peliharaannya pingsan? tanya Indra penasaran.
Ooh. Itu karena jenis kontrak gaib yang digunakannya, balas Yudha enteng. Kecerdasan si Buto Ijo terlalu rendah, sehingga membuatnya sulit dikendalikan tanpa menjalin hubungan mental dengan makhluk itu. Sialnya, tipe kontrak semacam ini membuat si majikan bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan makhluk gaibnya. Apa kau pernah dengar cerita pemilik Babi Ngepet yang mati kesakitan ketika makhluk gaibnya dibakar warga?
Indra langsung mengangguk. Dia pernah dengar cerita itu. Tapi belum pernah melihat langsung orang yang menggunakan jenis kontrak gaib semacam itu. Indra memejamkan matanya dan bersyukur karena semalam dia tidak membunuh si Buto Ijo. Kalau tidak, si penjaga malam itu juga pasti akan tewas karena kesakitan.
Lalu bagaimana nasib si penjaga malam itu? tanya Indra penasaran.
Yudha menghembuskan asap rokoknya dan membuang puntung rokoknya ke asbak di atas meja.
Untuk sementara dia dirawat di rumah sakit terdekat. Tapi begitu sadar, dia akan segera diadili dan dipenjara. Aku sudah memastikan itu, jawab Yudha sambil memandang ke arah Indra dengan tatapan serius. Memanfaatkan makhluk gaib untuk kepentingan sendiri seperti itu adalah kesalahan besar. Beruntung sama sekali tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kalau saja ada korban tewas pada kejadian ini, aku tidak akan segan untuk mencabut nyawa si Rudi itu.
Ketika mengatakan hal itu, nada bicara Yudha terdengar sangat dingin dan tidak berperasaan. Indra bisa mengerti. Bagaimanapun, Yudha adalah seorang dewa, yang konon, sudah menjaga kota Yogyakarta selama lebih dari 300 tahun. Kalau ada hal yang paling membuat Yudha marah, itu adalah kalau ada manusia yang seenaknya memanfaatkan makhluk gaib demi kepentingannya, atau makhluk gaib yang sudah membunuh manusia. Untuk kedua hal itu, Yudha sama sekali tidak akan merasa kasihan dan akan menggunakan kekuatan Myth Eater miliknya untuk menghabisi manusia, atau makhluk gaib itu.
Untungnya, hingga saat ini Indra belum pernah melihat Yudha menggunakan kekuatannya itu untuk membunuh orang. Selama ini, Yudha hanya menggunakan kekuatan Myth Eater miliknya untuk membunuh makhluk gaib.
Indra menutup matanya dan menghela nafas lega. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan kalau Yudha sampai hati membunuh orang. Sampai saat ini dia tidak pernah berhenti memikirkan hal itu. Dia masih bingung apakah dia nantinya akan berusaha menghentikan Yudha, atau membiarkannya berbuat semaunya. Yang manapun, saat ini Indra belum punya jawabannya.
Ngomong-ngomong....apa yang harus kulakukan dengan ini?
Indra bertanya sambil merogoh ke dalam tas yang dia bawa. Pemuda itu lalu mengeluarkan sebuah botol metalik berukiran aksara jawa kuno, yang sudah dibungkus dengan beberapa lembar kertas mantra. Botol itu adalah botol yang dia gunakan untuk menangkap dan menyegel si Buto Ijo.
Yudha tersenyum lebar begitu mendengar pertanyaan Indra.
Lepaskan saja dia di sekitar Lereng Merapi. Disana ada Kerajaan Gaib milik para Siluman Macan. Mereka akan mengurus makhluk itu agar tidak mengganggu para pendaki dan warga disana, balas Yudha sambil mengambil sebatang rokok lagi.
Kalau begitu, kau yang akan melepaskannya? tanya Indra dengan nada harap-harap cemas, walaupun sebenarnya dia sudah tahu apa yang akan dikatakan Yudha selanjutnya.
Kalau tidak salah, dojo tae-kwon-do-mu akan melakukan latihan di sekitar daerah Kaliurang besok minggu, balas Yudha, masih sambil tersenyum lebar. Kenapa tidak sekalian saja?
Indra langsung merasa dongkol begitu mendengar balasan Yudha. Seperti biasanya, Yudha selalu mau enaknya sendiri dan menyerahkan banyak tugas yang tidak dia inginkan pada Indra. Dan mau tidak mau, Indra harus melakukan tugas yang diberikan bos-nya itu.
Kadang-kadang, Indra bingung kenapa dia masih betah berurusan dengan orang seperti Yudha. Tapi akhirnya dia menyerah. Dia tidak bisa menolak permintaan, atau tepatnya perintah, dari Yudha.
Baiklah. Akan kubawa dan kulepaskan sekalian begitu ada kesempatan... gerutu Indra. Tapi kali ini aku mau dibayar ekstra.
Yudha tertawa mendengar ucapan Indra.
Memangnya upah yang kuberikan untuk membantuku kali ini tidak cukup? tanya Yudha, dia lalu mengangkat kedua bahunya ketika melihat Indra menatapnya dengan tatapan tajam Baiklah. Akan kuberikan. Dasar mata duitan!
Indra mendengus mendengar ucapan Yudha.
Harusnya aku yang bilang begitu! Kau kan tidak pernah menerima pekerjaan tanpa bayaran! Tadi pagi saja si manajer bank sampai nyaris pingsan begitu kau menyerahkan biaya yang harus dia bayar, gerutu Indra dalam hati.
Kemudian dia menghela nafasnya.
Tapi....sudahlah....gumamnya sambil menyandarkan dirinya ke sofa, dan menutup matanya.
__________________________________________________ _
End of 2nd Arc
Next --> 3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Spoiler for "Part 6":
[Yogyakarta, 27 April 2010]
Jadi pelakunya si penjaga malam?
Indra bertanya sambil duduk di sofa. Saat ini dia sudah berada di salah satu ruangan yang biasa digunakan Yudha untuk menerima tamunya.
Segera setelah kejadian malam itu, semua media cetak dan elektronik langsung menampilkan berita mengenai kejadian menghebohkan itu. Semua pakar, mulai dari ahli biologi, ahli fisika, ahli kosmologi, ahli kedokteran, ahli psikologi, sampai paranormal terkenal bergantian muncul di tayangan televisi. Pendapat-pendapat mereka memenuhi kolom-kolom berita utama di koran-koran. Beruntung, entah bagaimana caranya, liputan ketika Indra menyegel makhluk itu tidak pernah disiarkan di televisi, atau dicetak di koran. Walaupun ada banyak rekaman video amatir berkualitas rendah yang beredar di internet, yang menayangkan saat-saat dia menyegel Buto Ijo itu dengan kertas-kertas segel yang dia bawa. Lalu memasukkan makhluk raksasa itu ke dalam sebuah botol logam yang diukir dengan aksara jawa kuno. Indra mau tidak mau merasa kagum dengan pengaruh politik Yudha. Pria itu dengan mudah bisa mengatur media massa seenaknya.
Ya. Begitulah. Penjaga malam itu bernama Rudi, dan sepertinya dia terjerat hutang yang sangat besar karena kalah berjudi, balas Yudha sambil menyalakan rokoknya. Dia mendapatkan raksasa itu dari seorang paranormal misterius yang tinggal di pedalaman hutan Gunung Semeru. Awalnya dia hanya berniat untuk melunasi hutangnya saja. Tapi sepertinya dia jadi tergoda untuk mengosongkan seluruh isi brankas Bank Indonesia. Sayangnya dia terlalu bodoh karena telah merampok tempat yang sama berkali-kali.
Darimana kau tahu kalau dia majikan si Buto Ijo? tanya Indra lagi, dia lalu memandang ke arah jam dinding yang tergantung di salah satu sisi ruangan. Sudah jam 12 siang dan hari ini sekali lagi dia bolos sekolah. Dia terlalu lelah karena pertarungan berat yang dia alami semalam sehingga dia memutuskan untuk tidak berangkat sekolah. Tapi Maya tidak, gadis itu tetap memaksakan diri untuk pergi ke sekolah walaupun dia juga terlihat sangat lelah.
Mudah saja. Sejak awal aku sudah curiga dia adalah majikan si Buto Ijo karena apa yang dia ucapkan setelah kita menonton rekaman video mengenai pembobolan brankas. Kau ingat dia bilang kalau dia melihat makhluk hijau itu dari monitor kamera pengawas? Tapi semua kamera pengawas hanya menunjukkan gambar hitam-putih, jawab Yudha dengan santai, sambil menghembuskan asap rokoknya ke udara. Kemudian dugaanku jadi pasti ketika berhadapan dengan makhluk itu secara langsung.
Indra bisa menduga alasannya. Yudha dulu pernah bilang, semua makhluk gaib memiliki kemampuan semacam penciuman yang membuat mereka bisa membedakan semua makhluk gaib, dan non gaib. Semua makhluk mengeluarkan aroma yang berbeda-beda. Dan biasanya akan meninggalkan aromanya di tempat yang biasa mereka kunjungi, atau di benda-benda yang biasa digunakan. Begitu pula dengan si Buto Ijo. Makhluk itu pasi mengeluarkan aroma yang khas, dan kemudian melekat di tubuh si penjaga malam bernama Rudi itu. Pada saat yang sama, aroma si penjaga malam juga melekat di tubuh si Buto Ijo. Sebagai seorang dewa, Yudha juga memiliki kemampuan penciuman ini, sehingga dengan mudah pria itu bisa tahu kalau keduanya berhubungan erat. Indra tidak memiliki kemampuan ini karena dia sama sekali tidak punya kemampuan gaib. Walaupun sebagai setengah vampir kemampuan fisiknya bisa sangat menakjubkan, tapi kemampuan gaibnya nyaris nol. Dia hanya bisa melihat dan merasakan kehadiran beberapa makhluk gaib, tanpa bisa mengetahui dengan pasti lokasi dan jenisnya. Dan karena itu, dia juga tidak bisa menyentuh makhluk gaib yang hanya punya tubuh astral, atau tubuh roh.
Indra terdiam beberapa saat, kemudian dia mengajukan pertanyaan lagi.
Lalu....kenapa penjaga malam itu pingsan ketika makhluk gaib peliharaannya pingsan? tanya Indra penasaran.
Ooh. Itu karena jenis kontrak gaib yang digunakannya, balas Yudha enteng. Kecerdasan si Buto Ijo terlalu rendah, sehingga membuatnya sulit dikendalikan tanpa menjalin hubungan mental dengan makhluk itu. Sialnya, tipe kontrak semacam ini membuat si majikan bisa merasakan rasa sakit yang dirasakan makhluk gaibnya. Apa kau pernah dengar cerita pemilik Babi Ngepet yang mati kesakitan ketika makhluk gaibnya dibakar warga?
Indra langsung mengangguk. Dia pernah dengar cerita itu. Tapi belum pernah melihat langsung orang yang menggunakan jenis kontrak gaib semacam itu. Indra memejamkan matanya dan bersyukur karena semalam dia tidak membunuh si Buto Ijo. Kalau tidak, si penjaga malam itu juga pasti akan tewas karena kesakitan.
Lalu bagaimana nasib si penjaga malam itu? tanya Indra penasaran.
Yudha menghembuskan asap rokoknya dan membuang puntung rokoknya ke asbak di atas meja.
Untuk sementara dia dirawat di rumah sakit terdekat. Tapi begitu sadar, dia akan segera diadili dan dipenjara. Aku sudah memastikan itu, jawab Yudha sambil memandang ke arah Indra dengan tatapan serius. Memanfaatkan makhluk gaib untuk kepentingan sendiri seperti itu adalah kesalahan besar. Beruntung sama sekali tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kalau saja ada korban tewas pada kejadian ini, aku tidak akan segan untuk mencabut nyawa si Rudi itu.
Ketika mengatakan hal itu, nada bicara Yudha terdengar sangat dingin dan tidak berperasaan. Indra bisa mengerti. Bagaimanapun, Yudha adalah seorang dewa, yang konon, sudah menjaga kota Yogyakarta selama lebih dari 300 tahun. Kalau ada hal yang paling membuat Yudha marah, itu adalah kalau ada manusia yang seenaknya memanfaatkan makhluk gaib demi kepentingannya, atau makhluk gaib yang sudah membunuh manusia. Untuk kedua hal itu, Yudha sama sekali tidak akan merasa kasihan dan akan menggunakan kekuatan Myth Eater miliknya untuk menghabisi manusia, atau makhluk gaib itu.
Untungnya, hingga saat ini Indra belum pernah melihat Yudha menggunakan kekuatannya itu untuk membunuh orang. Selama ini, Yudha hanya menggunakan kekuatan Myth Eater miliknya untuk membunuh makhluk gaib.
Indra menutup matanya dan menghela nafas lega. Dia tidak tahu apa yang akan dia lakukan kalau Yudha sampai hati membunuh orang. Sampai saat ini dia tidak pernah berhenti memikirkan hal itu. Dia masih bingung apakah dia nantinya akan berusaha menghentikan Yudha, atau membiarkannya berbuat semaunya. Yang manapun, saat ini Indra belum punya jawabannya.
Ngomong-ngomong....apa yang harus kulakukan dengan ini?
Indra bertanya sambil merogoh ke dalam tas yang dia bawa. Pemuda itu lalu mengeluarkan sebuah botol metalik berukiran aksara jawa kuno, yang sudah dibungkus dengan beberapa lembar kertas mantra. Botol itu adalah botol yang dia gunakan untuk menangkap dan menyegel si Buto Ijo.
Yudha tersenyum lebar begitu mendengar pertanyaan Indra.
Lepaskan saja dia di sekitar Lereng Merapi. Disana ada Kerajaan Gaib milik para Siluman Macan. Mereka akan mengurus makhluk itu agar tidak mengganggu para pendaki dan warga disana, balas Yudha sambil mengambil sebatang rokok lagi.
Kalau begitu, kau yang akan melepaskannya? tanya Indra dengan nada harap-harap cemas, walaupun sebenarnya dia sudah tahu apa yang akan dikatakan Yudha selanjutnya.
Kalau tidak salah, dojo tae-kwon-do-mu akan melakukan latihan di sekitar daerah Kaliurang besok minggu, balas Yudha, masih sambil tersenyum lebar. Kenapa tidak sekalian saja?
Indra langsung merasa dongkol begitu mendengar balasan Yudha. Seperti biasanya, Yudha selalu mau enaknya sendiri dan menyerahkan banyak tugas yang tidak dia inginkan pada Indra. Dan mau tidak mau, Indra harus melakukan tugas yang diberikan bos-nya itu.
Kadang-kadang, Indra bingung kenapa dia masih betah berurusan dengan orang seperti Yudha. Tapi akhirnya dia menyerah. Dia tidak bisa menolak permintaan, atau tepatnya perintah, dari Yudha.
Baiklah. Akan kubawa dan kulepaskan sekalian begitu ada kesempatan... gerutu Indra. Tapi kali ini aku mau dibayar ekstra.
Yudha tertawa mendengar ucapan Indra.
Memangnya upah yang kuberikan untuk membantuku kali ini tidak cukup? tanya Yudha, dia lalu mengangkat kedua bahunya ketika melihat Indra menatapnya dengan tatapan tajam Baiklah. Akan kuberikan. Dasar mata duitan!
Indra mendengus mendengar ucapan Yudha.
Harusnya aku yang bilang begitu! Kau kan tidak pernah menerima pekerjaan tanpa bayaran! Tadi pagi saja si manajer bank sampai nyaris pingsan begitu kau menyerahkan biaya yang harus dia bayar, gerutu Indra dalam hati.
Kemudian dia menghela nafasnya.
Tapi....sudahlah....gumamnya sambil menyandarkan dirinya ke sofa, dan menutup matanya.
__________________________________________________ _
End of 2nd Arc
Next --> 3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
0
Kutip
Balas