TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
7.1K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#36
2nd Arc: Manusia, Uang dan Makhluk Gaib
Part 4
[Yogyakarta, 26 April 2010]
Cahaya matahari pagi yang menyilaukan membuat Indra terbangun. Perlahan-lahan dia membuka matanya. Awalnya pemuda itu bingung karena dia sedang tidak tidur di kamarnya, melainkan di lantai sebuah ruangan yang luas dan lebar. Tapi pelan-pelan, dia ingat.
Semalam dia dijadikan bulan-bulanan oleh Buto Ijo yang datang untuk merampok brankas lagi. Pemuda itu berusaha duduk tegak sambil bersandar pada dinding di belakangnya.
Uah...berantakan sekali....gumamnya sambil melihat ke sekelilingnya.
Ruangan brankas yang tadinya tampak bersih dan rapi, kini berantakan. Lantai keramiknya retak-retak, dan di beberapa tempat, hancur hingga meninggalkan lubang yang besar. Temboknya juga retak di satu sisi, dan di sisi lain, terdapat lubang besar. Lubang itu tadinya ditutupi semenara oleh papan tripleks, tapi papan tripleks itu sudah hancur dan berserakan di lantai. Kaca-kaca jendela juga retak-retak dan beberapa ada yang pecah. Serpihan kaca bertebaran di lantai, bercampur dengan debu, serpihan beton, keramik dan semen. Tapi yang lebih kacau lagi, ruangan itu dipenuhi oleh bercak darah berwarna merah-kehitaman.
Indra menepuk mukanya dengan sebelah tangannya. Dia menyadari kalau bercak-bercak darah itu adalah darahnya sendiri. Dia lalu melihat ke arah tubuhnya. Kaos yang dia kenakan sudah lebih mirip dengan kain pel, karena baju itu sudah robek-robek tidak karuan dan penuh darah. Celana jeans yang dia kenakan juga bernasib sama.
Ugh....raksasa sial itu sudah merusak baju favoritku...gerutu Indra dalam hati. Kalau ada orang yang mendengar ucapan Indra itu, orang itu pasti akan berpikir kalau Indra sudah gila. Pemuda itu lebih peduli pada pakaiannya yang rusak daripada tubuhnya yang semalam terluka sangat parah.
Indra berusaha bangun dan menekankan sebelah tangannya ke samping tubuhnya. Kemudian, dia menyentuh sesuatu yang lembut, empuk, tapi kenyal. Indra terpaku di tempat. Perlahan-lahan pemuda itu menoleh ke samping untuk melihat apa yang dia sentuh. Begitu melihatnya, otak Indra berhenti bekerja seketika, sementara jantungnya nyaris melompat keluar lewat tenggorokannya.
Dia melihat Maya tertidur pulas di sampingnya. Wajah gadis yang sedang tertidur itu terlihat sangat cantik dan menggoda. Sialnya, saat ini tangan Indra secara tidak sengaja sedang menyentuh dada gadis itu. Indra masih terpaku di tempat. Dia sama sekali tidak bisa bergerak dan berpikir.
Oh Tuhan! Dia benar-benar cantik! gumam Indra dalam hati sambil menelan ludahnya. Tapi dia sama sekali tidak menggerakkan tangannya dari dada Maya. Pemuda itu lalu menutup matanya, dia berusaha menahan halusinasi aneh yang mulai muncul di kepalanya.
Oi! Apa yang sedang kau lakukan?
Tiba-tiba Indra mendengar suara Maya. Pemuda itu membuka matanya dan melihat Maya sedang memandang ke arahnya dengan tatapan yang dipenuhi amarah. Gadis itu masih terbaring di lantai, tapi dia sudah melihat ke arah tangan Indra, yang masih saja belum beranjak dari dadanya.
Err...ini...anu....ehm... Indra langsung terbata-bata, dia sama sekali tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Lalu dia berkata dengan nada polos. Ehm....selamat pagi?
Jawaban yang salah.
Maya langsung mengayunkan tangannya dengan sekuat tenaga. Indra sama sekali tidak bisa bereaksi atau menghindar. Pukulan Maya, yang memang diketahuinya sangat kuat, telak menghantam dagunya.
Ooh....deja-vu....gumam Indra dengan pasrah, ketika pukulan Maya menghantamnya.
Dengan dramatis, tubuh Indra tertekuk ke belakang, melayang di udara selama beberapa detik, lalu terjungkal di lantai keramik dengan suara keras. Pandangan Indra langsung buram dan bintik-bintik bercahaya muncul di depan matanya. Meskipun hanya manusia biasa, tapi Maya memiliki pukulan yang kuat, dan keras. Sangat tidak sesuai dengan tubuhnya yang tergolong ramping.
Kau seenaknya menyentuhku selagi aku masih tertidur!!! geram Maya sambil bangun dan berdiri di samping Indra, yang sekarang terbaring terlentang di lantai. Dasar mesum!!!
Indra bangkit dan mengangkat tangannya sambil berseru.
Itu tidak disengaja!! serunya berusaha membela diri. Entah karena dia hari ini sedang sangat sial atau apa, ketika Indra mengangkat tangannya, secara tidak sengaja dia menyingkap rok yang dikenakan Maya.
Indra langsung pucat. Sementara wajah Maya langsung memerah.
Kyaaa!!! jerit Maya sambil buru-buru menutupi roknya. Lalu dengan mata yang dipenuhi nafsu membunuh, dia memandang ke arah Indra. Indra langsung merasakan firasat buruk, tapi dia terlambat untuk bertindak.
Selanjutnya, Indra hanya melihat sebuah sepatu kets berwarna hitam meluncur ke arah wajahnya. Lalu semuanya gelap dan dia pingsan lagi.
Ketika Indra kembali sadar, rupanya dia sudah tidur selama setengah jam. Tendangan Maya jauh lebih keras daripada yang dia duga. Kemudian dia melihat kalau Yudha dan Maya sedang berbincang-bincang di depan brankas. Pemuda itu lalu duduk dan mengerang.
Ugh.....wajahku serasa habis dipukul dengan palu... erang pemuda itu sambil mengusap wajahnya.
Ho Kau sudah bangun Indra? tanya Yudha sambil berbalik ke arahnya, sementara itu Maya langsung memalingkan wajahnya dengan sambil mendengus kesal. Melihat ekspresi wajah Maya, Yudha langsung tertawa.
Ahahahaha! Kalian berdua ini ada-ada saja. Pagi-pagi sudah ribut, ujar Yudha sambil berjalan mendekati Indra. Bagaiman keadaanmu?
Indra berdiri dan menggerakkan tangan, bahu, dan kakinya. Lalu tersenyum lebar.
Sudah beres. Semalam memang kacau sekali, tapi kalau hanya luka seperti itu, aku tidak akan mati, ujar Indra sambil menggerakkan bahunya lagi. Sudah dapat petunjuk mengenai siapa pelakunya?
Yudha nyengir begitu mendengar ucapan Indra. Indra langsung tahu kalau bos-nya itu sudah tahu siapa orang yang mengendalikan si Buto Ijo semalam.
Tentu saja. Tapi malam ini aku masih butuh bantuanmu, ujar Yudha sambil menunjuk ke arah sebuah tas yang tergeletak di samping brankas. Di dalam tas itu ada benda yang akan membantumu dalam pertempuran nanti malam. Aku sudah memesannya sejak 2 bulan yang lalu, tapi baru selesai tadi pagi.
Indra langsung berjalan mendekati tas itu dan membukanya. Di dalam tas itu terdapat dua buah buntalan kain putih yang sepertinya berisi sesuatu. Dia langsung membuka salah satunya dan mengambil sepasang sarung tangan. Sekali lihat, Indra tahu kalau sarung tangan itu bukan sarung tangan biasa. Sarung tangan itu berwarna hitam dan dilengkapi pelat logam di bagian punggung tangan, selain itu pelat-pelat logam kecil juga melindungi bagian punggung jarinya. Di masing-masing pelat, ada ukiran geometris yang rumit dengan sebuah aksara jawa kuno terukir di tengahnya.
Ketika Indra membuka buntalan lainnya, dia mendapati sepasang sepatu bot yang tampak berat. Ujung sepatu bot itu dilapisi dengan pelat logam, begitu pula beberapa bagian dari sol sepatunya. Sama seperti sarung tangannya, logam sepatu bot itu juga diukir dengan ukiran geometris dan aksara jawa kuno. Begitu melihat kedua pasang benda itu, Indra langsung menoleh ke arah Yudha.
Apa ini? tanya pemuda itu sambil menunjukkan salah satu sarung tangan ke arah Yudha.
Sarung tangan dan sepatu bot, jawab Yudha dengan santai. Memangnya kau tidak tahu itu benda apa?
Indra mendengus.
Tentu saja aku tahu ini sarung tangan dan sepatu bot. Tapi ini untuk apa? tanya Indra lagi dengan nada jengkel.
Itu alat bantu untuk menangani makhluk gaib, jawab Yudha, kali ini dia menjawab dengan serius. Perhatikan pelat logam di sarung tangan dan sepatu bot itu. Itu adalah simbol-simbol gaib. Dengan menggunakan kedua benda itu, kau bisa menyentuh makhluk-makhluk gaib yang hanya punya tubuh astral (roh). Selain itu, kalau logam-logam itu sampai menyentuh makhluk gaib...kau akan lihat sendiri akibatnya nanti malam. Dijamin kau akan bisa memenangkan pertarungan itu nanti malam.
Mendengar ucapan Yudha, Indra langsung menghela nafas panjang. Dia tahu kalau Yudha akan memintanya untuk bertarung lagi dengan Buto Ijo itu. Indra memang masih dendam dengan makhluk raksasa itu karena sudah membuatnya sekarat semalam, tapi dia juga tidak mau berhadapan lagi dengan makhluk itu. Dia sudah tahu seberapa kuat makhluk jelek berkulit hijau itu.
Tapi Indra tahu, walaupun Yudha selalu membuatnya dalam bahaya, bos-nya itu tidak pernah berbohong. Kalau Yudha bilang sarung tangan dan sepatu bot yang dia berikan akan membantu Indra, maka itu memang benar. Walaupun Indra harus membuktikan perkataan Yudha nanti malam.
Apakah kau benar-benar yakin sarung tangan dan sepatu bot ini bisa membantuku untuk memenangkan pertarungan dengan Buto Ijo itu? tanya Indra sambil memandang ke arah Yudha dengan pandangan serius.
Yudha mengacungkan jempolnya dan berkata sambil tersenyum lebar Oh tentu saja. Kau rasakan sendiri bagaimana hebatnya kedua benda itu beraksi nanti malam.
__________________________________________________ _
Spoiler for "Part 4":
[Yogyakarta, 26 April 2010]
Cahaya matahari pagi yang menyilaukan membuat Indra terbangun. Perlahan-lahan dia membuka matanya. Awalnya pemuda itu bingung karena dia sedang tidak tidur di kamarnya, melainkan di lantai sebuah ruangan yang luas dan lebar. Tapi pelan-pelan, dia ingat.
Semalam dia dijadikan bulan-bulanan oleh Buto Ijo yang datang untuk merampok brankas lagi. Pemuda itu berusaha duduk tegak sambil bersandar pada dinding di belakangnya.
Uah...berantakan sekali....gumamnya sambil melihat ke sekelilingnya.
Ruangan brankas yang tadinya tampak bersih dan rapi, kini berantakan. Lantai keramiknya retak-retak, dan di beberapa tempat, hancur hingga meninggalkan lubang yang besar. Temboknya juga retak di satu sisi, dan di sisi lain, terdapat lubang besar. Lubang itu tadinya ditutupi semenara oleh papan tripleks, tapi papan tripleks itu sudah hancur dan berserakan di lantai. Kaca-kaca jendela juga retak-retak dan beberapa ada yang pecah. Serpihan kaca bertebaran di lantai, bercampur dengan debu, serpihan beton, keramik dan semen. Tapi yang lebih kacau lagi, ruangan itu dipenuhi oleh bercak darah berwarna merah-kehitaman.
Indra menepuk mukanya dengan sebelah tangannya. Dia menyadari kalau bercak-bercak darah itu adalah darahnya sendiri. Dia lalu melihat ke arah tubuhnya. Kaos yang dia kenakan sudah lebih mirip dengan kain pel, karena baju itu sudah robek-robek tidak karuan dan penuh darah. Celana jeans yang dia kenakan juga bernasib sama.
Ugh....raksasa sial itu sudah merusak baju favoritku...gerutu Indra dalam hati. Kalau ada orang yang mendengar ucapan Indra itu, orang itu pasti akan berpikir kalau Indra sudah gila. Pemuda itu lebih peduli pada pakaiannya yang rusak daripada tubuhnya yang semalam terluka sangat parah.
Indra berusaha bangun dan menekankan sebelah tangannya ke samping tubuhnya. Kemudian, dia menyentuh sesuatu yang lembut, empuk, tapi kenyal. Indra terpaku di tempat. Perlahan-lahan pemuda itu menoleh ke samping untuk melihat apa yang dia sentuh. Begitu melihatnya, otak Indra berhenti bekerja seketika, sementara jantungnya nyaris melompat keluar lewat tenggorokannya.
Dia melihat Maya tertidur pulas di sampingnya. Wajah gadis yang sedang tertidur itu terlihat sangat cantik dan menggoda. Sialnya, saat ini tangan Indra secara tidak sengaja sedang menyentuh dada gadis itu. Indra masih terpaku di tempat. Dia sama sekali tidak bisa bergerak dan berpikir.
Oh Tuhan! Dia benar-benar cantik! gumam Indra dalam hati sambil menelan ludahnya. Tapi dia sama sekali tidak menggerakkan tangannya dari dada Maya. Pemuda itu lalu menutup matanya, dia berusaha menahan halusinasi aneh yang mulai muncul di kepalanya.
Oi! Apa yang sedang kau lakukan?
Tiba-tiba Indra mendengar suara Maya. Pemuda itu membuka matanya dan melihat Maya sedang memandang ke arahnya dengan tatapan yang dipenuhi amarah. Gadis itu masih terbaring di lantai, tapi dia sudah melihat ke arah tangan Indra, yang masih saja belum beranjak dari dadanya.
Err...ini...anu....ehm... Indra langsung terbata-bata, dia sama sekali tidak bisa menemukan kata-kata yang tepat. Lalu dia berkata dengan nada polos. Ehm....selamat pagi?
Jawaban yang salah.
Maya langsung mengayunkan tangannya dengan sekuat tenaga. Indra sama sekali tidak bisa bereaksi atau menghindar. Pukulan Maya, yang memang diketahuinya sangat kuat, telak menghantam dagunya.
Ooh....deja-vu....gumam Indra dengan pasrah, ketika pukulan Maya menghantamnya.
Dengan dramatis, tubuh Indra tertekuk ke belakang, melayang di udara selama beberapa detik, lalu terjungkal di lantai keramik dengan suara keras. Pandangan Indra langsung buram dan bintik-bintik bercahaya muncul di depan matanya. Meskipun hanya manusia biasa, tapi Maya memiliki pukulan yang kuat, dan keras. Sangat tidak sesuai dengan tubuhnya yang tergolong ramping.
Kau seenaknya menyentuhku selagi aku masih tertidur!!! geram Maya sambil bangun dan berdiri di samping Indra, yang sekarang terbaring terlentang di lantai. Dasar mesum!!!
Indra bangkit dan mengangkat tangannya sambil berseru.
Itu tidak disengaja!! serunya berusaha membela diri. Entah karena dia hari ini sedang sangat sial atau apa, ketika Indra mengangkat tangannya, secara tidak sengaja dia menyingkap rok yang dikenakan Maya.
Indra langsung pucat. Sementara wajah Maya langsung memerah.
Kyaaa!!! jerit Maya sambil buru-buru menutupi roknya. Lalu dengan mata yang dipenuhi nafsu membunuh, dia memandang ke arah Indra. Indra langsung merasakan firasat buruk, tapi dia terlambat untuk bertindak.
Selanjutnya, Indra hanya melihat sebuah sepatu kets berwarna hitam meluncur ke arah wajahnya. Lalu semuanya gelap dan dia pingsan lagi.
Ketika Indra kembali sadar, rupanya dia sudah tidur selama setengah jam. Tendangan Maya jauh lebih keras daripada yang dia duga. Kemudian dia melihat kalau Yudha dan Maya sedang berbincang-bincang di depan brankas. Pemuda itu lalu duduk dan mengerang.
Ugh.....wajahku serasa habis dipukul dengan palu... erang pemuda itu sambil mengusap wajahnya.
Ho Kau sudah bangun Indra? tanya Yudha sambil berbalik ke arahnya, sementara itu Maya langsung memalingkan wajahnya dengan sambil mendengus kesal. Melihat ekspresi wajah Maya, Yudha langsung tertawa.
Ahahahaha! Kalian berdua ini ada-ada saja. Pagi-pagi sudah ribut, ujar Yudha sambil berjalan mendekati Indra. Bagaiman keadaanmu?
Indra berdiri dan menggerakkan tangan, bahu, dan kakinya. Lalu tersenyum lebar.
Sudah beres. Semalam memang kacau sekali, tapi kalau hanya luka seperti itu, aku tidak akan mati, ujar Indra sambil menggerakkan bahunya lagi. Sudah dapat petunjuk mengenai siapa pelakunya?
Yudha nyengir begitu mendengar ucapan Indra. Indra langsung tahu kalau bos-nya itu sudah tahu siapa orang yang mengendalikan si Buto Ijo semalam.
Tentu saja. Tapi malam ini aku masih butuh bantuanmu, ujar Yudha sambil menunjuk ke arah sebuah tas yang tergeletak di samping brankas. Di dalam tas itu ada benda yang akan membantumu dalam pertempuran nanti malam. Aku sudah memesannya sejak 2 bulan yang lalu, tapi baru selesai tadi pagi.
Indra langsung berjalan mendekati tas itu dan membukanya. Di dalam tas itu terdapat dua buah buntalan kain putih yang sepertinya berisi sesuatu. Dia langsung membuka salah satunya dan mengambil sepasang sarung tangan. Sekali lihat, Indra tahu kalau sarung tangan itu bukan sarung tangan biasa. Sarung tangan itu berwarna hitam dan dilengkapi pelat logam di bagian punggung tangan, selain itu pelat-pelat logam kecil juga melindungi bagian punggung jarinya. Di masing-masing pelat, ada ukiran geometris yang rumit dengan sebuah aksara jawa kuno terukir di tengahnya.
Ketika Indra membuka buntalan lainnya, dia mendapati sepasang sepatu bot yang tampak berat. Ujung sepatu bot itu dilapisi dengan pelat logam, begitu pula beberapa bagian dari sol sepatunya. Sama seperti sarung tangannya, logam sepatu bot itu juga diukir dengan ukiran geometris dan aksara jawa kuno. Begitu melihat kedua pasang benda itu, Indra langsung menoleh ke arah Yudha.
Apa ini? tanya pemuda itu sambil menunjukkan salah satu sarung tangan ke arah Yudha.
Sarung tangan dan sepatu bot, jawab Yudha dengan santai. Memangnya kau tidak tahu itu benda apa?
Indra mendengus.
Tentu saja aku tahu ini sarung tangan dan sepatu bot. Tapi ini untuk apa? tanya Indra lagi dengan nada jengkel.
Itu alat bantu untuk menangani makhluk gaib, jawab Yudha, kali ini dia menjawab dengan serius. Perhatikan pelat logam di sarung tangan dan sepatu bot itu. Itu adalah simbol-simbol gaib. Dengan menggunakan kedua benda itu, kau bisa menyentuh makhluk-makhluk gaib yang hanya punya tubuh astral (roh). Selain itu, kalau logam-logam itu sampai menyentuh makhluk gaib...kau akan lihat sendiri akibatnya nanti malam. Dijamin kau akan bisa memenangkan pertarungan itu nanti malam.
Mendengar ucapan Yudha, Indra langsung menghela nafas panjang. Dia tahu kalau Yudha akan memintanya untuk bertarung lagi dengan Buto Ijo itu. Indra memang masih dendam dengan makhluk raksasa itu karena sudah membuatnya sekarat semalam, tapi dia juga tidak mau berhadapan lagi dengan makhluk itu. Dia sudah tahu seberapa kuat makhluk jelek berkulit hijau itu.
Tapi Indra tahu, walaupun Yudha selalu membuatnya dalam bahaya, bos-nya itu tidak pernah berbohong. Kalau Yudha bilang sarung tangan dan sepatu bot yang dia berikan akan membantu Indra, maka itu memang benar. Walaupun Indra harus membuktikan perkataan Yudha nanti malam.
Apakah kau benar-benar yakin sarung tangan dan sepatu bot ini bisa membantuku untuk memenangkan pertarungan dengan Buto Ijo itu? tanya Indra sambil memandang ke arah Yudha dengan pandangan serius.
Yudha mengacungkan jempolnya dan berkata sambil tersenyum lebar Oh tentu saja. Kau rasakan sendiri bagaimana hebatnya kedua benda itu beraksi nanti malam.
__________________________________________________ _
0
Kutip
Balas