Kaskus

Story

rahanAvatar border
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
rahanAvatar border
TS
rahan
#108
Lalu kami diam beberapa lama. Ia hanya diam 5 menit. Tapi waktu terasa berjam-jam bagiku.

--//--


Ia bangkit dari duduknya, menutup tirai dan jendela, serta menyalakan lampu-lampu, karena hari sudah gelap.

“Saya menyuruh kamu kesini, mau memberi kamu suatu pekerjaan.”

“Pekerjaan? Pekerjaan apa om?”

“Bagaimana menurut kamu? Mau? Ini pekerjaan bagus. Gajinya 6 sampai 7 juta sebulan, kalau kamu sungguh-sungguh.”

“Iya om, saya tentu mau, tapi pekerjaan apa dulu om?”

“lha kamu itu, engga usah banyak tanya, semua pekerjaan kan kamu mau. Halal. Haram. Kalau ada kesempatan prinsipnya,yang ga bener pun, saya rasa kamu embat juga.”

Asem. Mentang-mentang punya ilmu baca pikiran. Makiku dalam hati.

“Jaga Kuburan dan Gali Kuburan. Urusin Hantu-hantu dan Setan Gentayangan. Itu pekerjaannya. Mau?”

Aku jadi teringat iklan operator paling konyol. Siapa yang mau begoooo? Pekerjaan ‘mulia’ begitu. Dipikir gua udah ga sayang nyawa apa?

--//--

Dia keluarin segepok uang dari dalam lemarinya.

“Nah, ini uang 3 juta. Ini upah karena kamu telah datang kesini.”

Buseet. Banyak amat? Cuma karena gw datang kesini? Weits, ini pasti ada udang di balik pintu nih.
Tapi tangan tidak bisa menolak. Aku raup uang itu dan menjejalkannya ke kantong baju dan celana.

“Terimakasih .. terimakasih ..” ucapku sigap.

“Kuburan mana yang harus saya jaga, mas, eh Om,” tanyaku.

“Kuburan Kandang Kawat inilah,” ucapnya.

“Hah, serius om, ini kan wilayah kekuasaannya om.”

“Ah, sudahlah. Mulai hari ini. Kamu yang pegang kendali. Kalau ada setan datang, usir. Kalau ada hantu, tanya maunya apa, ladenin. Kalau ada yang mati, gali tanah. Kalau tanahnya abis, tumpuk-tumpukin saja mayatnya yang udah lama.” Dia berbicara seenaknya dan demikian cepatnya.

“Dan terakhir. Jaga kuburan ini dari maling kuburan. Manusia tuh lebih bahaya daripada setan gentayangan.”

--//--

“Wah om tidak kasih saya pilihan nih. Ya jangan gitu om. Setidaknya ajarin dulu lah om. Saya kan ga ada bakat urus kuburan dan hantu..” setengah memelas hampir menangis.

“Pilihan apa? Oke saya kasih kamu pilihan. Sekalian saya ajarin cara urus hantu.”

Dia diam beberapa saat. Tiba-tiba diluar petir menggelegar, dan angin berhembus kencang.

“Pacar kamu, pacar kamu meninggal ya dua bulan yang lalu?” suaranya berubah, terdengar berat dan berwibawa.

“I .. Iya .. Kenapa gitu?”

“Saya mau panggil kesini.”

“Wah.. wah jangan mas Bernard .. ga usah repot-repot.” Aku mulai merasa menahan pipis di celana.

Dia diam namun mulutnya berkomat-kamit.

Tiba-tiba lampu ruangan meredup, dan tercium bau melati yang sangat aneh menyeruak menusuk indra penciuman.

“Hai sayang.” Suara pacarku yang sudah meninggal memanggil halus.

“BWaaAAWaaawwwhhhh ….” Aku terpekik dan terkencing-kencing di celana.

“Ini pacarmu kan?”

“Bu.. bu .. kan .. Ini mah setan. Pacar saya sudah meninggal ga mungkin balik lagi.” Aku terbata ketakutan setengah mati.

“Coba suruh dia lakukan sesuatu, Rahan.”

“.. Seduhin kopi saya lagi,” kataku ..

Hantu wanita yang menyerupai ujud pacarku pun melakukan apa yang kuperintahkan.

“Nah, sekarang saya sudah selesai mengajari kamu cara menangani hantu. Gampang kan? Sekarang saya akan memberi kamu pilihan. Pilih mana, jadi penjaga kuburan atau ikut sama pacar kamu ini?”

Mampuuusss… pilihannya enggak banget.

Si hantu centil melambai, “Ayo sayang, ikut aku saja, disini enak lho, ayo. Kamu kangen kan sama aku?”

“Engga deh ,.. makasih .. masih mau hidup. Saya jadi penjaga kuburan saja mas Bernard.”

“Oke kalau begitu. Pilihan yang tepat. Selamat bekerja ya, bye.”

Tiba-tiba gelegar petir terdengar begitu keras, sehingga membuat aliran listrik menjadi tak stabil dan lampu rumah berkelap-kelip beberapa saat. Saat semuanya kembali terang, tidak ada lagi Bernard, tidak ada lagi hantu itu.
Aku bersiap kabur. Namun, ketika aku tak sengaja melewati cermin besar, kudapati wajah dan tubuhku sudah berubah menjadi Bernard! ….
Di luar ramai suara langkah orang.. Aku singkap tirai. Ternyata warga.

“Mas Bernard, Mas Bernard, buka pintunya mas. Ada yang mati nih, harus dikubur.” Ucap warga banyak.

“Ya sebentar.” Aku mencoba tenang.

Ketika kulihat ke luar, ternyata jenazah yang digotong warga di keranda itu adalah aku!

“IBUUUUUU!!!!!!!” teriakku melolong di tengah kegelapan malam.

THE END
Diubah oleh rahan 02-12-2014 13:08
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.