Kaskus

Story

rahanAvatar border
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.3KAnggota
Tampilkan semua post
rahanAvatar border
TS
rahan
#95
THE DAY

Perempuan yang berpakaian seperti perawat itu tersenyum.
Gadis kecil itu bertanya, “Berapa lama lagi kak?”

“Satu atau dua hari lagi, mungkin. Selain pil hijau itu, berikan juga dia yang merah ini. Ini kakak baru dapat dari teman kakak di Amerika.” ucapnya.

“Apa namanya kak yang hijau ini. Aku lupa. Kalau yang merah ini apa?” tanya si gadis kecil.

“Yang hijau itu Ritalin, kalau yang dulu itu Prozac. Nah yang merah ini belum ada namanya. Cuma disebut MEM 1414.”

“Nama-nama yang aneh,” ucap si gadis kecil.

--//--

Hari itu sore yang sangat panas. Hari itu, aku datang ke tempat tinggal Barma atas telpon dari Ayunir. Ia bilang, Barma sudah meninggal. Tak ada lagi yang ia katakan, jadi aku memutuskan untuk melihat langsung. Di luar ada ambulans. Ramai orang-orang disana. Rio mantan kekasihnya, teman-teman main basketnya, Audrey juga ada disana, ada beberapa orang polisi, petugas medis, tetangga dan Ayunir.

Aku masuk ke kamar dan kulihat Barma masih tergeletak. Mati.

Bunuh diri. Nadinya putus. Dan darah dimana-mana.

Aku keluar dari kamar itu. Ingin melangkah pulang. Tangan Ayunir menggenggamku, dan menyerahkan sepucuk surat.

“Dari Barma” katanya. Dan aku pun membaca surat itu.

Bang, maaf.

Barma bingung dengan semua ini.

Aku enggak bisa sama-sama Okta. Aku akhirnya tahu dia cinta pertamanya abang. Dia sendiri yang cerita. Lucu ya, entah kenapa ini terasa seperti hukuman karena aku udah salah langkah.

Tapi, bukan karena itu Barma mau pergi. Sejak abang pergi ke Bandung, semuanya enggak sama. Aku selalu menanti saat-saat abang pulang. Aku ingin kita cerita-cerita lagi. Main basket lagi. Tapi Barma rasa itu semua ga akan terjadi.

Barma yang sekarang sudah bukan Barma yang bisa Abang banggakan lagi.

Jadi sekarang, aku putuskan untuk pergi, menemui Ayah dan Ibu.

Maaf.



Kertas itu kukembalikan pada Ayunir.
Dan aku berjalan pulang.
Di sore hari yang panas.
Di sore hari yang panas.
Diubah oleh rahan 02-12-2014 13:02
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.