- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.3KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#61
WEIRD CONDOLENCES
Kamar Ayu Ayunir .. (saat yang sama Barma dan Rahan bertengkar)
Gadis cantik itu terbaring di kasurnya. Badannya sungguh indah terbungkus piyama. Ia tidur. Ia tidur setelah menuliskan sesuatu yang panjang di sebuah buku besar berwarna hitam. Aku bergerak menembus sampul buku dan mulai membacanya .
Kematian adalah anugerah terindah yang dicapai manusia di penghujung hidupnya. Kematian dinantikan semua manusia. Beberapa bahkan rela mencarinya demi mempercepat kedatangannya. Manusia adalah makhluk yang sempurna. Manusia memiliki akal. Oleh karena itu manusia punya kemampuan membuat keputusannya sendiri. Tidak ada yang berhak mencela keputusan manusia lain karena itu adalah sebuah kekejian. Maka percayailah bahwa kematian itu bukan jalan yang terputus. Kematian adalah titik sambung. Dan hidup hanyalah awal. Kematian adalah perantara. Sesungguhnya ada dunia diatas dunia manusia. Dan kesanalah kita semua akan pergi. Dan kesanalah yang bernyawa akan pergi.
Aku membacanya dengan rasa takut. Aku merasa gadis ini seorang psikopat. Entah mengapa aku sangat yakin tulisannya di buku itu adalah semacam penghiburan untuk hati adikku yang sedang terluka karena kematian ayah dan ibu. Dan tulisan semacam itu masuk begitu saja meresap sedalam-dalamnya ke pikiran adikku. Ia masih muda. Sementara apa yang ditulis wanita ini bukanlah sesuatu yang biasa. Wanita ini jenius seperti iblis yang sudah hidup ribuan tahun lamanya. Mungkin ia memang iblis? Kalaupun benar, aku tak dapat berbuat apapun. Aku hanyalah wujud tak nyata. Tak bisa melawan.
Gadis itu terbangun, matanya merah.. ia mengikat rambut pendeknya dengan karet dan ia duduk mengawasi sekitar kamarnya, seolah ia tahu kehadiranku disitu. Ya, kurasa ia tahu. Tidak. Ia memang benar-benar tahu. Ia merasakanku. Ia menggerakkan tangannya ke arahku. Ia menembusku.
“Siapa kau?!” teriaknya
“Siapa disana?”pekiknya lagi.
Ia nampak mulai histeris dan melemparkan semua buku di mejanya kearahku. Tentu semua menembusku. Aku tak bermaksud mengganggunya. Dan aku pun menghilang dari kamarnya. Tapi, siapa wanita ini sebenarnya Tuhan?
Kamar Ayu Ayunir .. (saat yang sama Barma dan Rahan bertengkar)
Aku ini wanita jalang dari kumpulannya terbuang
(tulisan di pintu kamarnya)
(tulisan di pintu kamarnya)
Gadis cantik itu terbaring di kasurnya. Badannya sungguh indah terbungkus piyama. Ia tidur. Ia tidur setelah menuliskan sesuatu yang panjang di sebuah buku besar berwarna hitam. Aku bergerak menembus sampul buku dan mulai membacanya .
Kematian adalah anugerah terindah yang dicapai manusia di penghujung hidupnya. Kematian dinantikan semua manusia. Beberapa bahkan rela mencarinya demi mempercepat kedatangannya. Manusia adalah makhluk yang sempurna. Manusia memiliki akal. Oleh karena itu manusia punya kemampuan membuat keputusannya sendiri. Tidak ada yang berhak mencela keputusan manusia lain karena itu adalah sebuah kekejian. Maka percayailah bahwa kematian itu bukan jalan yang terputus. Kematian adalah titik sambung. Dan hidup hanyalah awal. Kematian adalah perantara. Sesungguhnya ada dunia diatas dunia manusia. Dan kesanalah kita semua akan pergi. Dan kesanalah yang bernyawa akan pergi.
Aku membacanya dengan rasa takut. Aku merasa gadis ini seorang psikopat. Entah mengapa aku sangat yakin tulisannya di buku itu adalah semacam penghiburan untuk hati adikku yang sedang terluka karena kematian ayah dan ibu. Dan tulisan semacam itu masuk begitu saja meresap sedalam-dalamnya ke pikiran adikku. Ia masih muda. Sementara apa yang ditulis wanita ini bukanlah sesuatu yang biasa. Wanita ini jenius seperti iblis yang sudah hidup ribuan tahun lamanya. Mungkin ia memang iblis? Kalaupun benar, aku tak dapat berbuat apapun. Aku hanyalah wujud tak nyata. Tak bisa melawan.
Gadis itu terbangun, matanya merah.. ia mengikat rambut pendeknya dengan karet dan ia duduk mengawasi sekitar kamarnya, seolah ia tahu kehadiranku disitu. Ya, kurasa ia tahu. Tidak. Ia memang benar-benar tahu. Ia merasakanku. Ia menggerakkan tangannya ke arahku. Ia menembusku.
“Siapa kau?!” teriaknya
“Siapa disana?”pekiknya lagi.
Ia nampak mulai histeris dan melemparkan semua buku di mejanya kearahku. Tentu semua menembusku. Aku tak bermaksud mengganggunya. Dan aku pun menghilang dari kamarnya. Tapi, siapa wanita ini sebenarnya Tuhan?
Diubah oleh rahan 02-12-2014 12:43
0