- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#19
GOSIP
Aku terbangun dengan setengah gelagapan. Mimpi itu aneh sekali. Ini sudah yang ketiga kalinya dalam minggu ini aku memimpikan Widya. Aku duduk sejenak lalu mengambil gelas di sisi tempat tidurku. Aku buka tutupnya lalu meminumnya dan kembali mencoba tidur. Aku masih bertanya-tanya, adakah ini suatu pertanda.
sembilan tahun yang lalu
Widya namanya. Di usia 25 dia sudah menjabat sebagai sekretaris pribadi direktur sebuah bank ternama milik pemerintah. Sebagai wanita karir dia boleh dibilang cukup sukses meskipun banyak pula orang lain yang mungkin sirik dan lalu mencemoohnya. Nada-nada sumbang bilang bahwa dia diangkat sebagai sekretaris pribadi murni hanya karena melihat kecantikannya.
Dengan senyuman yang begitu manis, hidung mancung, tubuh yang langsing dan tinggi semampai, Widya memiliki semua yang bisa didambakan seorang wanita. Prestasi akademiknya memang tidak terlalu cemerlang seperti jenius kebanyakan. Tetapi ia memiliki skill komunikasi yang sangat diatas rata-rata. Kebanyakan pria akan sangat terpesona saat berkenalan dengannya. Widya tidak mendominasi pembicaraan melainkan berusaha untuk ikut bergabung dan terlibat dalam percakapan itu. Hal inilah yang menjadi alasan utama dia diangkat sebagai sekretaris pribadi. Nampaknya Bapak Direktur memang benar-benar kepincut dengan gerak-gerik Widya. Tetapi tetap saja anjing-anjing menggonggong dan Widya sebagai kafilah benar-benar tetap berlalu.
delapan tahun yang lalu
Banyak yang mengatakan pula bahwa Widya sudah menjalin hubungan dengan Bapak Direktur. Hubungan mereka sudah beranjak lepas dari tadinya bersifat hubungan kerja kini sudah mulai mengarah ke hal-hal yang lebih pribadi. Bisa dibilang pula mereka sudah bak sepasang kekasih yang kemanapun pergi akan selalu beriringan. Tiap rapat usai Widya akan tetap menemani Bapak Direktur. Tak jarang didapati oleh karyawan lain Widya menggelendot manja di bahu Bapak Direktur. Ini tentunya jelas membuat orang lain curiga dan berpikiran bahwa hubungan mereka mulai ada apa-apanya. Kalau tadinya Widya dan Bapak Direktur sering berada di tempat yang terpisah kini bahkan datang ke kantor pun mereka bersama-sama. Padahal semua karyawan tahu Bapak Direktur sudah memiliki seorang istri yang sah. Bagaimana mungkin seorang Widya dapat berada dalam mobil yang sama dengan Bapak Direktur setiap paginya? Orang- orang hanya bisa melihat dan memilih untuk diam.
tujuh tahun yang lalu
Kini semua orang sudah benar-benar tahu. Tidak ada lagi rahasia yang tersimpan di kantor itu. Bahkan kurasa seluruh dunia juga tahu. Sejak Bapak Direktur menceraikan istri sahnya, orang-orang mulai menatap Widya dengan sinis. Ia dianggap sebagai biang keladi dari pecahnya bahtera rumah tangga Bapak Direktur. Semua mahluk hidup di kantor itu beranggapan demikian. Termasuk cicak yang ada di dekat lampu di langit-langit ruangan kerja Bapak Direktur, dan juga tak terkecuali kucing malas yang sering bersender dekat keset welcome. Widya dijadikan terdakwa oleh banyak pihak di ruangan itu. Jika tadinya ia memerankan tokoh protagonis sebagai karyawan baru. Kini dengan cap yang terstigma di dirinya ia sudah jatuh pada peran antagonis. Dunia ini memang hanya panggung sandiwara. Dan semuanya kini nampak kian terbukti, dengan kian memendeknya rok yang biasa ia pakai masuk kerja. Orang menyebutnya rok mini. Benda yang sangat berguna untuk mengundang perhatian laki-laki, dan rasa jijik dari kaum wanita lain, yang melihatnya.
sembilan tahun yang lalu
Widya namanya. Di usia 25 dia sudah menjabat sebagai sekretaris pribadi direktur sebuah bank ternama milik pemerintah. Sebagai wanita karir dia boleh dibilang cukup sukses meskipun banyak pula orang lain yang mungkin sirik dan lalu mencemoohnya. Nada-nada sumbang bilang bahwa dia diangkat sebagai sekretaris pribadi murni hanya karena melihat kecantikannya.
Dengan senyuman yang begitu manis, hidung mancung, tubuh yang langsing dan tinggi semampai, Widya memiliki semua yang bisa didambakan seorang wanita. Prestasi akademiknya memang tidak terlalu cemerlang seperti jenius kebanyakan. Tetapi ia memiliki skill komunikasi yang sangat diatas rata-rata. Kebanyakan pria akan sangat terpesona saat berkenalan dengannya. Widya tidak mendominasi pembicaraan melainkan berusaha untuk ikut bergabung dan terlibat dalam percakapan itu. Hal inilah yang menjadi alasan utama dia diangkat sebagai sekretaris pribadi. Nampaknya Bapak Direktur memang benar-benar kepincut dengan gerak-gerik Widya. Tetapi tetap saja anjing-anjing menggonggong dan Widya sebagai kafilah benar-benar tetap berlalu.
delapan tahun yang lalu
Banyak yang mengatakan pula bahwa Widya sudah menjalin hubungan dengan Bapak Direktur. Hubungan mereka sudah beranjak lepas dari tadinya bersifat hubungan kerja kini sudah mulai mengarah ke hal-hal yang lebih pribadi. Bisa dibilang pula mereka sudah bak sepasang kekasih yang kemanapun pergi akan selalu beriringan. Tiap rapat usai Widya akan tetap menemani Bapak Direktur. Tak jarang didapati oleh karyawan lain Widya menggelendot manja di bahu Bapak Direktur. Ini tentunya jelas membuat orang lain curiga dan berpikiran bahwa hubungan mereka mulai ada apa-apanya. Kalau tadinya Widya dan Bapak Direktur sering berada di tempat yang terpisah kini bahkan datang ke kantor pun mereka bersama-sama. Padahal semua karyawan tahu Bapak Direktur sudah memiliki seorang istri yang sah. Bagaimana mungkin seorang Widya dapat berada dalam mobil yang sama dengan Bapak Direktur setiap paginya? Orang- orang hanya bisa melihat dan memilih untuk diam.
tujuh tahun yang lalu
Kini semua orang sudah benar-benar tahu. Tidak ada lagi rahasia yang tersimpan di kantor itu. Bahkan kurasa seluruh dunia juga tahu. Sejak Bapak Direktur menceraikan istri sahnya, orang-orang mulai menatap Widya dengan sinis. Ia dianggap sebagai biang keladi dari pecahnya bahtera rumah tangga Bapak Direktur. Semua mahluk hidup di kantor itu beranggapan demikian. Termasuk cicak yang ada di dekat lampu di langit-langit ruangan kerja Bapak Direktur, dan juga tak terkecuali kucing malas yang sering bersender dekat keset welcome. Widya dijadikan terdakwa oleh banyak pihak di ruangan itu. Jika tadinya ia memerankan tokoh protagonis sebagai karyawan baru. Kini dengan cap yang terstigma di dirinya ia sudah jatuh pada peran antagonis. Dunia ini memang hanya panggung sandiwara. Dan semuanya kini nampak kian terbukti, dengan kian memendeknya rok yang biasa ia pakai masuk kerja. Orang menyebutnya rok mini. Benda yang sangat berguna untuk mengundang perhatian laki-laki, dan rasa jijik dari kaum wanita lain, yang melihatnya.
Diubah oleh rahan 02-12-2014 11:36
0