Kaskus

Story

rahanAvatar border
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.5KAnggota
Tampilkan semua post
rahanAvatar border
TS
rahan
#11
Kini aku terduduk lemah di pojokan Galeri Matahari. Lemas. Aneh sekali galeri ini. Mana mungkin aku disebut-sebut meninggal dua tahun yang lalu? Kyan Dinata seorang pelukis? Bodohnya lagi, Rava adalah nama calon anakku yang tersembunyi rahasianya erat-erat dalam diary. Hmm … aku baru tersadar akan satu hal. Wangi aneh ini adalah aroma parfum Kyan yang selalu kuledek sebagai ‘selera feminim yang ganjil’. Semakin aku menyadari bahwa keganjilan ini berkaitan satu sama lain semakin bergidik aku membayangkannya. Ingin rasanya sekarang aku berteriak sekuat tenaga. Tapi, aku malah limbung. Aku tergeletak lemas di lantai. Pandanganku berkunang-kunang. Oh Tuhan, apa aku benar-benar sudah mati? Memoriku berkelebat dengan cepat. Aku ingat sekarang … anjing tertawa yang terdapat pada lukisan pertama tadi adalah anjing Kyan yang mati. Aku dan Kyan memberi upacara penguburan sebagai penghormatan terakhir untuk anjing tersebut. Waktu itu aku berusia 7 tahun dan Kyan 10 tahun. Dan dia mulai menangis …

“Na, Kiel pasti bahagia kan ya? Biar gak sama Kyan lagi Kiel pasti bahagia kan ya?” serunya dalam isak tangis sendu.

“ … Iya Kiel pasti ngga pa apa koq, Kyan jangan nangis dong?” jawabku..

“Kiel masih bisa ketawa kan ya? Dia ngga pa apa kan ya Na?” ulangnya lagi.

“Iya Kyan …,” jawabku lirih.

Kami tak bicara lagi hingga pemakaman itu selesai. Dan lukisan buah penuh ulat adalah caranya menyepakati pemikiranku. Aku sedang cemburu pada Digo saat itu. Aku curiga Digo selingkuh dengan wanita lain. Aku pernah bilang pada Kyan kalo pengkhianatan itu serupa dengan buah penuh ulat, terlihat indah dari luar namun di dalamnya penuh kebusukan. Kyan diam saja waktu itu. Tapi beberapa bulan kemudian ia menghadiahiku lukisan tersebut, yang lalu kubiarkan tak terawat di gudang. Uuh … apakah aku benar-benar sudah mati dua tahun yang lalu? Aku takut, Kyan.
Diubah oleh rahan 02-12-2014 11:18
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.