- Beranda
- Stories from the Heart
Kereta terakhir ke kamar kita
...
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
33KThread•54.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
rahan
#3
6 September 2006
Pukul 5 pagi. Seville keluar dari kamar. Ia bersiap hendak lari pagi. Maria yang sedang menyiapkan sarapan di bawah terkejut bukan main.
“Seville? Kau … kau mau kemana, nak?” Maria bertanya dengan pelan.
“Cuma lari pagi ibu,” jawab Seville seadanya.
“Kau .. tidak ingin melukis lagi?”
“Arakan sudah dijemput. Aku tidak perlu melukis lagi. Aku hanya perlu merasakan bahagia, lagi pula putri ibu ini sudah terlalu lama di kamar bukan?” jawab Seville tersenyum seraya mengecup kening ibunya.
Maria hanya terdiam melihat Seville keluar rumah, air matanya menetes perlahan.
Maria masuk ke kamar Seville. Lukisan-lukisan itu sudah tidak lagi menempel di dinding kamar. Semua lukisan ditumpuk di atas mejanya. Ia melihat satu persatu lukisan itu. Maria ingat benar setelah tragedi kecelakaan itu, seminggu setelah pemakaman gadis malang tak dikenal itu, Seville mulai berbicara sendiri. Seville bilang pada dirinya, bahwa yang ia ajak bicara itu adalah gadis malang tersebut. Maria panik. Ia ketakutan saat itu.
“Jangan seperti itu nak?! Dia sudah pergi. Tidak ada siapa-siapa di kamar ini hanya kau dan ibu.”
“Aku tahu ibu, aku tahu gadis itu sudah pergi. Tapi sekarang dia datang lagi dan ingin bersamaku,” jawab Seville tenang tanpa ekspresi.
“Ya ampun, anakku sayang, kamu anakku satu-satunya, Ya ampun,” Maria menangis dan berlari keluar dari kamar Seville. Malam itu Maria tidak henti-hentinya berdoa memohon kepada Tuhan agar anaknya tidak menjadi gila.
Itu tiga tahun yang lalu. Setelah itu Seville berhenti berbicara sendiri. Ia bilang Putri Arakan sudah pergi. Sejak saat itu Seville mulai melukis ribuan gambar Putri Arakan. Satu buah lukisan setiap hari. Seville tidak pernah keluar rumah dan kegiatannya hanya melukis saja. Para tetangga bersimpati kepada Maria atas apa yang terjadi pada Seville. Mereka hanya punya satu sebutan untuk orang yang tidak pernah keluar rumah, meninggalkan kehidupan, dan mengerjakan satu hal saja. Sebutan itu adalah ‘gila’.
“Seville? Kau … kau mau kemana, nak?” Maria bertanya dengan pelan.
“Cuma lari pagi ibu,” jawab Seville seadanya.
“Kau .. tidak ingin melukis lagi?”
“Arakan sudah dijemput. Aku tidak perlu melukis lagi. Aku hanya perlu merasakan bahagia, lagi pula putri ibu ini sudah terlalu lama di kamar bukan?” jawab Seville tersenyum seraya mengecup kening ibunya.
Maria hanya terdiam melihat Seville keluar rumah, air matanya menetes perlahan.
Maria masuk ke kamar Seville. Lukisan-lukisan itu sudah tidak lagi menempel di dinding kamar. Semua lukisan ditumpuk di atas mejanya. Ia melihat satu persatu lukisan itu. Maria ingat benar setelah tragedi kecelakaan itu, seminggu setelah pemakaman gadis malang tak dikenal itu, Seville mulai berbicara sendiri. Seville bilang pada dirinya, bahwa yang ia ajak bicara itu adalah gadis malang tersebut. Maria panik. Ia ketakutan saat itu.
“Jangan seperti itu nak?! Dia sudah pergi. Tidak ada siapa-siapa di kamar ini hanya kau dan ibu.”
“Aku tahu ibu, aku tahu gadis itu sudah pergi. Tapi sekarang dia datang lagi dan ingin bersamaku,” jawab Seville tenang tanpa ekspresi.
“Ya ampun, anakku sayang, kamu anakku satu-satunya, Ya ampun,” Maria menangis dan berlari keluar dari kamar Seville. Malam itu Maria tidak henti-hentinya berdoa memohon kepada Tuhan agar anaknya tidak menjadi gila.
Itu tiga tahun yang lalu. Setelah itu Seville berhenti berbicara sendiri. Ia bilang Putri Arakan sudah pergi. Sejak saat itu Seville mulai melukis ribuan gambar Putri Arakan. Satu buah lukisan setiap hari. Seville tidak pernah keluar rumah dan kegiatannya hanya melukis saja. Para tetangga bersimpati kepada Maria atas apa yang terjadi pada Seville. Mereka hanya punya satu sebutan untuk orang yang tidak pernah keluar rumah, meninggalkan kehidupan, dan mengerjakan satu hal saja. Sebutan itu adalah ‘gila’.
Diubah oleh rahan 02-12-2014 09:56
0