Kaskus

Story

rahanAvatar border
TS
rahan
Kereta terakhir ke kamar kita
Quote:
Diubah oleh rahan 17-02-2016 01:29
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
29.1K
213
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
33KThread54.8KAnggota
Tampilkan semua post
rahanAvatar border
TS
rahan
#2
4 September 2006
Malam hari, Seville dengan dibalut piyama dan kaos kaki serta boneka beruang besar di sisi tempat tidurnya sudah siap-siap akan tidur. Baan sedang melihat satu persatu lukisan di dinding kamar Seville sambil memakan apel. Tangannya sebelah kiri dimasukkan ke kantung belakang jeansnya.

“Baan, kamu bilang kamu adalah penjemput?” tanya Seville .

“Ya.”

“Boleh aku tanya satu hal?” ucap Seville pelan.

“Silahkan”

“Mengapa, malam itu, Putri Arakan memanggil aku ‘Kakak’?”

Yang ditanya menoleh sejenak, menghabiskan apel lalu melemparkannya ke tempat sampah. Baan menarik kursi kayu dan duduk menghadap ke arah Seville.

“Kau tidak tahu mengapa ia memanggilmu kakak?”

Seville hanya menggeleng.

“Arakan menginginkan seorang kakak perempuan.”

Seville mencoba mencerna jawaban Baan sejenak dan bertanya, “Lalu, mengapa aku?”

“Entahlah, mungkin Arakan menyukai engkau? Ayolah Sev, aku hanya seorang penjemput. Aku tidak tahu ‘semua’ yang terjadi atau akan terjadi”

Seville semakin tampak murung.

“Hei, yang aku tahu, Arakan meninggalkan dunia dengan hati yang sedih. Engkau adalah orang yang paling mengerti dirinya saat itu. Jadi, bila hal-hal seperti ini terjadi, adalah tugas seorang penjemput, seperti aku, untuk menjemput mereka yang pergi dengan hati yang sedih.”

Seville bergumam pelan, “Jadi maksudmu …?”

“Arakan berpindah ke dirimu, kesedihannya tertanam begitu dalam di hatimu. Selama engkau tidak bisa merasakan bahagia, aku takkan bisa menjemputnya. Kau harus bisa merasakan bahagia Seville. Agar aku bisa menjemput Arakan. Agar ibumu bisa tenang. Agar engkau kembali menyukai dunia ini.”

Seville mengeluh, “Tapi aku tidak bisa.”

“Kau belum berusaha benar untuk bahagia. Kau pasti bisa. Ya sudahlah, sekarang ini kau membutuhkan istirahatmu. Besok aku akan datang lagi. Oke.”

Baan pun bangkit dan mengembalikan kursi itu ke tempatnya semula. Dihidupkannya lampu tidur dan ia mematikan lampu kamar sehingga suasana kamar Seville menjadi remang.

“Selamat malam Seville,” ucapnya pelan sebelum menutup pintu kamar.
Diubah oleh rahan 02-12-2014 09:53
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.