TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
7K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•356Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#8
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 3
[Yogyakarta, 14 Maret 2010]
Baiklah. Sekarang aku tahu kenapa Maya menyebut dirinya sebagai pembawa sial...gerutu Indra dalam hati, sambil memandang ke arah sepeda motornya.
Sepeda motornya tergeletak di tempat parkir dengan kedua bannya yang bocor. Lebih tepatnya, meledak. Karet ban luar dan ban dalamnya sampai terlihat, sehingga tidak diragukan lagi kalau ban itu telah meledak. Tapi dia yakin kalau tadi dia motornya tidak apa-apa. Karena baru saja dia menyatakan cintanya dan ditolak mentah-mentah di tempat parkir ini. Dan tadi sepeda motornya masih tidak apa-apa. Berarti ban motornya meledak tidak lama setelah dia bertemu dengan Maya.
Maafkan aku. Kalau saja kau tidak menolongku...motormu pasti tidak akan jadi begini.... ujar Maya dengan perasaan bersalah.
Indra memandang ke arah Maya dengan bingung.
Gadis aneh...dia lebih mengkhawatirkan kondisi motorku daripada dirinya yang nyaris tewas karena lompat dari lantai 4....gumam Indra dalam hati. Akan lebih parah lagi kalau aku tadi tidak bertemu denganmu....
Sudahlah. Jangan dipikirkan. Cuma ban motor saja, tidak masalah kalau hari ini motorku kutitipkan pada satpam, ujar Indra sambil berusaha membuat Maya tidak lagi merasa bersalah.
Dia lalu mendirikan motornya dan berjalan ke arah pos satpam sambil menuntun motornya. Satpam sekolahnya sudah kenal baik dengan Indra, karena sebulan yang lalu dia dan Yudha baru saja memecahkan masalah roh gentayangan di sekolahnya. Jadi satpam itu dengan senang hati bersedia menjaga motor Indra.
Terima kasih pak. Besok pagi-pagi akan kuambil! ujar Indra sambil berjalan keluar dari pos satpam.
Jangan dipikirkan. Motormu aman bersamaku, balas satpam itu sambil melongok keluar dari jendela posnya. Kalau kau mau, aku bisa membawanya sekalian ke bengkel tambal ban terdekat.
Wah. Kalau bapak bersedia, aku akan berterima kasih sekali, ujar Indra sambil tersenyum lebar.
Tentu saja bersedia. Kau sudah sangat membantuku sebulan yang lalu. Jadi anggap saja ini sebagai rasa terima kasihku! seru satpam itu dengan nada riang. Kapan-kapan kau ajak bos-mu itu mampir. Aku masih harus berterima kasih padanya.
Indra tidak menjawab, dia hanya melambaikan sebelah tangannya sambil berjalan ke arah Maya yang menunggu di pintu gerbang sekolah.
Baiklah. Sekarang ayo kita naik transjogja, ujar Indra
Tapi Maya menggelengkan kepalanya, dia tampak sedikit pucat ketika Indra mengatakan kalau dia bermaksud untuk naik bus.
Aku takut naik bus....kecelakaan itu membuatku trauma....
Baiklah....berarti bus tidak bisa digunakan. Kalau begitu hanya ada satu pilihan. Naik taksi....gumam Indra dalam hati.
Indra tidak suka naik taksi. Bukannya dia trauma seperti Maya, tapi karena taksi itu mahal. Dia memang bukan orang dengan keuangan pas-pasan. Orang tuanya adalah orang sukses di bidang bisnis, dan pekerjaanya sebagai asisten Yudha juga menghasilkan bayaran yang tidak sedikit. Meskipun demikian, Indra terbiasa sekali hidup hemat.
Baiklah. Kalau begitu kita naik taksi, ujar Indra sambil berjalan ke pinggir jalan, dan menghentikan taksi pertama yang dia lihat. Sialnya, itu taksi paling mahal yang beroperasi di kota Yogyakarta. Tapi dia sudah tidak peduli lagi.
Tempat tinggal Yudha berada cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Orang yang telah membantu, dan sekarang mempekerjakan Indra sebagai asisten itu tinggal di sebuah rumah mewah yang berada jauh di sisi barat kota. Tepatnya di sebuah perumahan mewah di dekat Ringroad barat.
Tidak tanggung-tanggung. Tempat tinggalnya cukup sulit dijangkau. Untuk bisa sampai di rumah Yudha, Indra dan Maya harus turun sekitar 500 meter dari rumahnya, karena mobil tidak bisa masuk ke jalan yang mengarah ke rumahnya. Daripada jalan, lebih tepat kalau jalan menuju ke rumah Yudha itu disebut sebagai sungai kering. Jalan itu dipenuhi oleh lubang, batu-batu besar, dan rerumputan liar yang bertebaran dan memenuhi hampir sebagian besar jalan. Motor saja akan sulit melewati jalan seperti ini. Dibutuhkan motor trail atau ATV agar bisa lewat dengan mudah.
Meskipun rumahnya sangat jauh dan jalan masuknya sulit dilewati, tapi banyak sekali orang yang datang untuk menemui Yudha. Mereka semua datang untuk meminta bantuan, sama seperti yang dilakukan oleh Indra dan Maya saat ini.
Hei Indra...
Akhirnya Maya mengucapkan sesuatu setelah dia diam begitu lama. Sepanjang perjalanan, keduanya sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Seakan-akan keduanya sepakat untuk diam. Tapi akhirnya Maya yang membuka percakapan pertama kali.
Apa? jawab Indra dengan spontan, dia tidak menoleh ke arah Maya karena dia baru saja melompati genangan air yang ada di tengah jalan.
Sebenarnya....orang yang akan membantuku ini siapa? Maya bertanya dengan nada ragu. Kenapa kau begitu yakin kalau dia bisa membantuku ?
Maya terdengar gugup. Jelas saja. Saat ini mereka berdua sedang berjalan di tengah kerimbunan sebuah hutan kecil. Bisa saja sebenarnya Indra hanya menipunya untuk menyerangnya dan berbuat mesum padanya. Wajar saja kalau Maya merasa tidak nyaman.
Indra menyadari hal itu dan berusaha menenangkan Maya.
Oh. Orang itu bernama Yudha Prabowo. Orangnya memang agak aneh dan nyentrik. Tapi dia itu sangat ahli dalam mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan makhluk gaib, jawab Indra. Bisa dibilang, dia itu semacam paranormal. Sebut saja dia sebagai dukun, pengusir hantu, orang pintar, dan semacamnya. Dia pasti bisa menemukan solusi dari permasalanmu.
Mendengar perkataan Indra, Maya langsung berhenti seketika.
Paranormal? tanya gadis itu dengan nada tidak percaya.
Benar. Paranormal, tegas Indra sambil menoleh ke arah gadis itu.
Jadi kau membawaku ke seorang paranormal?! tanya Maya, kali ini terdengar nada jengkel dari perkataannya.
Ya. Memangnya kenapa? tanya Indra penasaran.
Lupakan saja! Aku sudah mendatangi 20 orang paranormal, dan semuanya tidak bisa melakukan apapun. Mereka semua hanya penipu yang menginginkan uang dan tubuhku! seru Maya marah, dia lalu berbalik. Lupakan saja! Aku pulang!
Indra langsung berbalik dan menangkap tangan Maya.
Tunggu dulu! Dia tidak seperti yang kau pikirkan! ujar Indra berusaha meyakinkan Maya. Memang banyak paranormal gadungan di sekitar Yogyakarta, atau orang-orang yang hanya punya kekuatan magis sedikit, tapi merasa sangat hebat. Yudha berbeda!
Beda apanya!? Dia pasti sama seperti penipu-penipu! balas Maya sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Indra.
Indra bingung. Dia tidak bisa berkata apapun. Kalaupun dia mengatakan sesuatu pada Maya, gadis itu pasti menganggapnya hanya berbohong.
Hoo Sedang apa kalian berdua di sini? ujar seseorang dari belakang Indra dan Maya. Loh. Indra? Heran kali ini kau yang mengunjungiku. Biasanya aku yang harus menelponmu agar datang, atau menculikmu dari rumah atau sekolah.
Nada bicara orang di belakang Indra dan Maya terdengar santai, tapi menyebalkan. Indra langsung mengenali siapa pemilik suara itu dan berbalik.
Yudha. Aku mau meminta bantuanmu kali ini, ujar Indra sambil menoleh ke arah orang yang ada dibelakangnya itu.
Di belakang Indra dan Maya, berdiri seorang pria dengan rambut perak panjang yang dibiarkan tergerai. Pria itu tampak seperti hantu karena dia juga mengenakan kemeja putih, walaupun dengan celana panjang hitam. Wajah pria itu terkesan santai, tapi juga tampak licik. Di wajahnya, bertengger sebuah kacamata half-frame kecil. Pria itu tidak lain adalah Yudha Prabowo. Sambil menguap dia membetulkan kacamatanya dan memandang ke arah Maya.
Loh. Wah...kau membawa gadis lagi? Kau memang seorang playboy Indra. Memangnya tidak cukup dengan gadis yang kau bawa kemari 2 minggu yang lalu? tanya Yudha dengan nada santai.
Mendengar ucapan Yudha. Maya langsung pucat. Dia mengira kalau Indra dan Yudha akan berbuat macam-macam dengan dirinya. Gadis itu sudah siap-siap untuk melarikan diri. Tapi Indra masih memegang tangannya.
Oi Yudha! Jangan bicara yang bukan-bukan! Memangnya kau pikir aku ini apa?! balas Indra dengan nada jengkel.
Yudha langsung tertawa lebar.
Maaf maaf. Kau ini memang sulit diajak bercanda Indra... ujar pria berambut perak itu sambil tertawa.
Pria itu lalu meraih sebuah ikat rambut dari kantung bajunya dan mengikat rambut panjangnya. Dia lalu berjalan mendekati Maya, yang langsung berusaha menjauh.
Mau apa kau? seru Maya dengan nada mengancam. Kalau kau berani macam-macam denganku, akan kulaporkan pada polisi !
Yudha mengangkat bahunya. Dia sama sekali tidak bermaksud berbuat mesum pada Maya.
Tiba-tiba pandangannya mengarah ke balik punggung Maya.
Hoo Ini jarang sekali ya.... ujar pria itu. Nona, apa yang sudah kau lakukan sampai dia menempel padamu?
Indra langsung menoleh ke arah Maya. Tapi dia tidak melihat apapun. Begitu juga Maya, dia langsung berbalik dan menatap ke arah belakangnya. Tapi disana tidak ada apapun. Gadis itu langsung berbalik dan memandang ke arah Yudha.
Dia? Siapa maksudmu? tanya Maya dengan nada curiga.
Itu. Dewa yang mengikutimu terus, ujar Yudha sambil menunjuk ke arah belakang Maya. Dia sepertinya sangat menyukaimu.
Mendengar ucapan Yudha, kedua mata Maya langsung terbelalak lebar. Gadis itu langsung memandang ke arah Indra. Pemuda itu menangkat bahunya, tanda kalau dia juga tidak bisa melihat dewa yang dimaksud Yudha. Tapi berkat ucapan Yudha, Maya langsung percaya kalau pria aneh itu memang bukan seperti paranormal palsu yang pernah dia datangi.
Sebaiknya kalian masuk ke rumahku. Kita bicarakan lebih lanjut di dalam, ujar Yudha sambil berjalan melewati Indra dan Maya. Kemudian kita lihat, apa yang bisa kulakukan untukmu, nona.
Maya dan Indra saling pandang. Kemudian keduanya berjalan mengikuti Yudha.
__________________________________________________ _
Spoiler for "Part 3":
[Yogyakarta, 14 Maret 2010]
Baiklah. Sekarang aku tahu kenapa Maya menyebut dirinya sebagai pembawa sial...gerutu Indra dalam hati, sambil memandang ke arah sepeda motornya.
Sepeda motornya tergeletak di tempat parkir dengan kedua bannya yang bocor. Lebih tepatnya, meledak. Karet ban luar dan ban dalamnya sampai terlihat, sehingga tidak diragukan lagi kalau ban itu telah meledak. Tapi dia yakin kalau tadi dia motornya tidak apa-apa. Karena baru saja dia menyatakan cintanya dan ditolak mentah-mentah di tempat parkir ini. Dan tadi sepeda motornya masih tidak apa-apa. Berarti ban motornya meledak tidak lama setelah dia bertemu dengan Maya.
Maafkan aku. Kalau saja kau tidak menolongku...motormu pasti tidak akan jadi begini.... ujar Maya dengan perasaan bersalah.
Indra memandang ke arah Maya dengan bingung.
Gadis aneh...dia lebih mengkhawatirkan kondisi motorku daripada dirinya yang nyaris tewas karena lompat dari lantai 4....gumam Indra dalam hati. Akan lebih parah lagi kalau aku tadi tidak bertemu denganmu....
Sudahlah. Jangan dipikirkan. Cuma ban motor saja, tidak masalah kalau hari ini motorku kutitipkan pada satpam, ujar Indra sambil berusaha membuat Maya tidak lagi merasa bersalah.
Dia lalu mendirikan motornya dan berjalan ke arah pos satpam sambil menuntun motornya. Satpam sekolahnya sudah kenal baik dengan Indra, karena sebulan yang lalu dia dan Yudha baru saja memecahkan masalah roh gentayangan di sekolahnya. Jadi satpam itu dengan senang hati bersedia menjaga motor Indra.
Terima kasih pak. Besok pagi-pagi akan kuambil! ujar Indra sambil berjalan keluar dari pos satpam.
Jangan dipikirkan. Motormu aman bersamaku, balas satpam itu sambil melongok keluar dari jendela posnya. Kalau kau mau, aku bisa membawanya sekalian ke bengkel tambal ban terdekat.
Wah. Kalau bapak bersedia, aku akan berterima kasih sekali, ujar Indra sambil tersenyum lebar.
Tentu saja bersedia. Kau sudah sangat membantuku sebulan yang lalu. Jadi anggap saja ini sebagai rasa terima kasihku! seru satpam itu dengan nada riang. Kapan-kapan kau ajak bos-mu itu mampir. Aku masih harus berterima kasih padanya.
Indra tidak menjawab, dia hanya melambaikan sebelah tangannya sambil berjalan ke arah Maya yang menunggu di pintu gerbang sekolah.
Baiklah. Sekarang ayo kita naik transjogja, ujar Indra
Tapi Maya menggelengkan kepalanya, dia tampak sedikit pucat ketika Indra mengatakan kalau dia bermaksud untuk naik bus.
Aku takut naik bus....kecelakaan itu membuatku trauma....
Baiklah....berarti bus tidak bisa digunakan. Kalau begitu hanya ada satu pilihan. Naik taksi....gumam Indra dalam hati.
Indra tidak suka naik taksi. Bukannya dia trauma seperti Maya, tapi karena taksi itu mahal. Dia memang bukan orang dengan keuangan pas-pasan. Orang tuanya adalah orang sukses di bidang bisnis, dan pekerjaanya sebagai asisten Yudha juga menghasilkan bayaran yang tidak sedikit. Meskipun demikian, Indra terbiasa sekali hidup hemat.
Baiklah. Kalau begitu kita naik taksi, ujar Indra sambil berjalan ke pinggir jalan, dan menghentikan taksi pertama yang dia lihat. Sialnya, itu taksi paling mahal yang beroperasi di kota Yogyakarta. Tapi dia sudah tidak peduli lagi.
Tempat tinggal Yudha berada cukup jauh dari pusat kota Yogyakarta. Orang yang telah membantu, dan sekarang mempekerjakan Indra sebagai asisten itu tinggal di sebuah rumah mewah yang berada jauh di sisi barat kota. Tepatnya di sebuah perumahan mewah di dekat Ringroad barat.
Tidak tanggung-tanggung. Tempat tinggalnya cukup sulit dijangkau. Untuk bisa sampai di rumah Yudha, Indra dan Maya harus turun sekitar 500 meter dari rumahnya, karena mobil tidak bisa masuk ke jalan yang mengarah ke rumahnya. Daripada jalan, lebih tepat kalau jalan menuju ke rumah Yudha itu disebut sebagai sungai kering. Jalan itu dipenuhi oleh lubang, batu-batu besar, dan rerumputan liar yang bertebaran dan memenuhi hampir sebagian besar jalan. Motor saja akan sulit melewati jalan seperti ini. Dibutuhkan motor trail atau ATV agar bisa lewat dengan mudah.
Meskipun rumahnya sangat jauh dan jalan masuknya sulit dilewati, tapi banyak sekali orang yang datang untuk menemui Yudha. Mereka semua datang untuk meminta bantuan, sama seperti yang dilakukan oleh Indra dan Maya saat ini.
Hei Indra...
Akhirnya Maya mengucapkan sesuatu setelah dia diam begitu lama. Sepanjang perjalanan, keduanya sama sekali tidak mengucapkan sepatah katapun. Seakan-akan keduanya sepakat untuk diam. Tapi akhirnya Maya yang membuka percakapan pertama kali.
Apa? jawab Indra dengan spontan, dia tidak menoleh ke arah Maya karena dia baru saja melompati genangan air yang ada di tengah jalan.
Sebenarnya....orang yang akan membantuku ini siapa? Maya bertanya dengan nada ragu. Kenapa kau begitu yakin kalau dia bisa membantuku ?
Maya terdengar gugup. Jelas saja. Saat ini mereka berdua sedang berjalan di tengah kerimbunan sebuah hutan kecil. Bisa saja sebenarnya Indra hanya menipunya untuk menyerangnya dan berbuat mesum padanya. Wajar saja kalau Maya merasa tidak nyaman.
Indra menyadari hal itu dan berusaha menenangkan Maya.
Oh. Orang itu bernama Yudha Prabowo. Orangnya memang agak aneh dan nyentrik. Tapi dia itu sangat ahli dalam mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan makhluk gaib, jawab Indra. Bisa dibilang, dia itu semacam paranormal. Sebut saja dia sebagai dukun, pengusir hantu, orang pintar, dan semacamnya. Dia pasti bisa menemukan solusi dari permasalanmu.
Mendengar perkataan Indra, Maya langsung berhenti seketika.
Paranormal? tanya gadis itu dengan nada tidak percaya.
Benar. Paranormal, tegas Indra sambil menoleh ke arah gadis itu.
Jadi kau membawaku ke seorang paranormal?! tanya Maya, kali ini terdengar nada jengkel dari perkataannya.
Ya. Memangnya kenapa? tanya Indra penasaran.
Lupakan saja! Aku sudah mendatangi 20 orang paranormal, dan semuanya tidak bisa melakukan apapun. Mereka semua hanya penipu yang menginginkan uang dan tubuhku! seru Maya marah, dia lalu berbalik. Lupakan saja! Aku pulang!
Indra langsung berbalik dan menangkap tangan Maya.
Tunggu dulu! Dia tidak seperti yang kau pikirkan! ujar Indra berusaha meyakinkan Maya. Memang banyak paranormal gadungan di sekitar Yogyakarta, atau orang-orang yang hanya punya kekuatan magis sedikit, tapi merasa sangat hebat. Yudha berbeda!
Beda apanya!? Dia pasti sama seperti penipu-penipu! balas Maya sambil berusaha melepaskan genggaman tangan Indra.
Indra bingung. Dia tidak bisa berkata apapun. Kalaupun dia mengatakan sesuatu pada Maya, gadis itu pasti menganggapnya hanya berbohong.
Hoo Sedang apa kalian berdua di sini? ujar seseorang dari belakang Indra dan Maya. Loh. Indra? Heran kali ini kau yang mengunjungiku. Biasanya aku yang harus menelponmu agar datang, atau menculikmu dari rumah atau sekolah.
Nada bicara orang di belakang Indra dan Maya terdengar santai, tapi menyebalkan. Indra langsung mengenali siapa pemilik suara itu dan berbalik.
Yudha. Aku mau meminta bantuanmu kali ini, ujar Indra sambil menoleh ke arah orang yang ada dibelakangnya itu.
Di belakang Indra dan Maya, berdiri seorang pria dengan rambut perak panjang yang dibiarkan tergerai. Pria itu tampak seperti hantu karena dia juga mengenakan kemeja putih, walaupun dengan celana panjang hitam. Wajah pria itu terkesan santai, tapi juga tampak licik. Di wajahnya, bertengger sebuah kacamata half-frame kecil. Pria itu tidak lain adalah Yudha Prabowo. Sambil menguap dia membetulkan kacamatanya dan memandang ke arah Maya.
Loh. Wah...kau membawa gadis lagi? Kau memang seorang playboy Indra. Memangnya tidak cukup dengan gadis yang kau bawa kemari 2 minggu yang lalu? tanya Yudha dengan nada santai.
Mendengar ucapan Yudha. Maya langsung pucat. Dia mengira kalau Indra dan Yudha akan berbuat macam-macam dengan dirinya. Gadis itu sudah siap-siap untuk melarikan diri. Tapi Indra masih memegang tangannya.
Oi Yudha! Jangan bicara yang bukan-bukan! Memangnya kau pikir aku ini apa?! balas Indra dengan nada jengkel.
Yudha langsung tertawa lebar.
Maaf maaf. Kau ini memang sulit diajak bercanda Indra... ujar pria berambut perak itu sambil tertawa.
Pria itu lalu meraih sebuah ikat rambut dari kantung bajunya dan mengikat rambut panjangnya. Dia lalu berjalan mendekati Maya, yang langsung berusaha menjauh.
Mau apa kau? seru Maya dengan nada mengancam. Kalau kau berani macam-macam denganku, akan kulaporkan pada polisi !
Yudha mengangkat bahunya. Dia sama sekali tidak bermaksud berbuat mesum pada Maya.
Tiba-tiba pandangannya mengarah ke balik punggung Maya.
Hoo Ini jarang sekali ya.... ujar pria itu. Nona, apa yang sudah kau lakukan sampai dia menempel padamu?
Indra langsung menoleh ke arah Maya. Tapi dia tidak melihat apapun. Begitu juga Maya, dia langsung berbalik dan menatap ke arah belakangnya. Tapi disana tidak ada apapun. Gadis itu langsung berbalik dan memandang ke arah Yudha.
Dia? Siapa maksudmu? tanya Maya dengan nada curiga.
Itu. Dewa yang mengikutimu terus, ujar Yudha sambil menunjuk ke arah belakang Maya. Dia sepertinya sangat menyukaimu.
Mendengar ucapan Yudha, kedua mata Maya langsung terbelalak lebar. Gadis itu langsung memandang ke arah Indra. Pemuda itu menangkat bahunya, tanda kalau dia juga tidak bisa melihat dewa yang dimaksud Yudha. Tapi berkat ucapan Yudha, Maya langsung percaya kalau pria aneh itu memang bukan seperti paranormal palsu yang pernah dia datangi.
Sebaiknya kalian masuk ke rumahku. Kita bicarakan lebih lanjut di dalam, ujar Yudha sambil berjalan melewati Indra dan Maya. Kemudian kita lihat, apa yang bisa kulakukan untukmu, nona.
Maya dan Indra saling pandang. Kemudian keduanya berjalan mengikuti Yudha.
__________________________________________________ _
0
Kutip
Balas