TS
redrackham
[OriFic] Mystic Circle
Oke....setelah berpikir2 lagi. Saia akhirnya memutuskan untuk posting novel completed saia di forum ini juga.
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
Silahkan dikomentari, dikasih cendol, dikasih bata, dikasih cabe, dikasih keju, terserahlah. Saia ingin liat respon pembaca kalau melihat cerita saia ini.
MYSTIC CIRCLE
Spoiler for "Sinopsis":
Percaya dengan hal-hal gaib dan makhluk-makhluk gaib seperti: Kuntilanak, Genderuwo, Buto Ijo, Sundel Bolong, Siluman Kucing, dan lain-lain? Kalau tidak percaya, sebaiknya kau percaya karena mereka nyata.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Indra Pratama, seorang siswa SMA setengah vampir. Yudha Prabowo, mantan Dewa berwajah mesum. Maya Fitria, gadis SMA yang dirasuki oleh Dewa Keberuntungan. Ketiganya adalah orang-orang yang bertugas menangani masalah-masalah yang diakibatkan oleh makhluk gaib di kota Yogyakarta.
Ikuti kisah bagaimana Indra menyelamatkan Maya yang sempat mau bunuh diri karena menjadi pembawa sial. Bagaimana Indra, Maya, dan Yudha menangani kasus pembobolan bank oleh Buto Ijo. Bagaimana Indra berkelahi dengan Raden Setyo Pamungkas, seorang Pangeran Kerajaan Siluman Macan dari Lereng Merapi, yang jatuh cinta pada Maya. Serta ikuti bagaimana Indra, Maya, dan Raden Setyo menggagalkan rencana kembalinya para Ashura jahat ke tanah Jawa.
Spoiler for "Chapters Index":
-Under construction-
Volume 1:
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6
2nd Arc: Manusia, Uang, dan Makhluk Gaib
Part 1
Part 2.1
Part 2.2
Part 2.3
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 6
3rd Arc: Siluman Macan Turun Gunung
Part 1
Part 2
Part 3.1
Part 3.2
Part 4
Part 5.1
Part 5.2
Part 5.3
Part 5.4
Part 6.1
Part 6.2
Part 7
4th Arc: Manusia Abadi
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 5.1
Part 5.2
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
Volume 2:
4.5th Arc: Manusia Abadi
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6.1
Part 6.2
Part 6.3
5th Arc: Kembali ke Awal
Part 1.1
Part 1.2
Part 2
Part 3
Part 4.1
Part 4.2
Part 4.3
Part 4.4
6th Arc: Pengkhianatan
7th Arc: Komite Para Pemburu
Final Arc: Lingkaran Mistis
Epilog: Akhir Dari Sebuah Awal
Selamat menikmati (^____^)b
0
6.8K
Kutip
113
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
redrackham
#2
1st Arc: Gadis Yang Dirasuki Dewa
Part 2.1
[Yogyakarta, 14 Maret 2010]
Indra berjalan dengan langkah lesu.
Ditolak mentah-mentah di hadapan siswa-siswi lainnya bukan peristiwa yang menyenangkan. Bahkan dia tidak heran kalau tiba-tiba dia berjalan naik ke lantai 4 bangunan sekolahnya, lalu melompat. Zaman sekarang bukan hal yang mengherankan kalau ada siswa yang nekat bunuh diri hanya karena ditolak oleh orang yang dia sukai. Tentu saja Indra tidak akan melakukan hal itu, karena menurutnya hal itu adalah hal yang sangat bodoh. Selain itu, jatuh dari lantai 4 tidak akan membuatnya terbunuh. Hanya akan membuat petugas rumah sakit jatuh pingsan, atau membuatnya diculik dan dibawa ke laboratorium untuk diteliti. Karena sudah pasti dia akan sembuh kembali dalam waktu yang cukup singkat.
Tapi memang saat ini Indra ingin sekali melompat dari gedung, atau dari jembatan yang tinggi. Tapi karena hal itu akan membuatnya semakin menderita, dia mengurungkan niatnya.
Sambil terus menerus menghela nafas panjang dan menahan tangis, dia berjalan menyusuri gedung utama sekolahnya.
Sekolah Indra adalah SMA swasta yang cukup terkenal di kota Yogyakarta. Bangunan SMA Harapan memang cukup megah dan memiliki 4 tingkat. Halamannya juga luas dan fasilitas penunjang pendidikannya juga lengkap. Bisa dikatakan kalau sekolah Indra adalah sekolah favorit, karena selain fasilitas yang lengkap, tingkat kelulusan siswa di SMA itu juga selalu 100% setiap tahun.
Indra merasa bersyukur karena bisa masuk ke sekolah favorit itu. Hanya saja, hari ini dia merasa menyesal karena telah datang ke sekolah. Maklum saja, dia baru saja ditolak.
Sambil meratapi nasib, dia memandang ke langit.
Huh! Di acara-acara reality show di TV, kulihat orang mudah sekali mendapatkan gadis pujaannya. Tapi kenyataan memang pahit, gerutu Indra dalam hati.
Dia berjalan masih sambil menengadah. Lalu, dia melihat sesuatu di atap gedung tertinggi di sekolahnya. Tepatnya di atap gedung utama berlantai 4. Awalnya dia tidak terlalu peduli, tapi karena iseng. Dia menggunakan kemampuan pandangannya yang jauh lebih baik dari manusia, untuk melihat benda apa yang ada di lantai 4 itu.
Lalu dia terpaku di tempat.
Seorang gadis berdiri di pinggir pagar pengaman di lantai paling atas. Tidak perlu orang pintar untuk menduga apa yang akan gadis itu lakukan. Tapi Indra berharap kalau dia salah.
Tu..tunggu dulu....gadis itu tidak mungkin akan....
Indra tidak berhasil menyelesaikan kata-katanya karena gadis itu tiba-tiba melangkahkan kakinya dan melompat. Ya. Gadis itu MELOMPAT dari atap gedung berlantai 4. Tanpa pikir panjang Indra berlari sekuat tenaga.
Berkat kemampuan fisiknya yang jauh diatas manusia, dia bisa berlari sejauh 100 meter hanya dalam waktu 8 detik Sambil terus memandangi tubuh sang gadis yang melayang ke bawah, dia langsung memperkirakan posisi jatuhnya. Karena meleset sedikit saja, gadis itu pasti tewas, karena dia jatuh dengan posisi kepala duluan.
Kemudian, Indra mengulurkan kedua tangannya dan menangkap tubuh gadis itu.
Berdasarkan hukum fisika mengenai gerak jatuh bebas, momentum dan massa gadis itu seharusnya bisa menghancurkan kedua tangan Indra. Tapi sekali lagi, Indra harus bersyukur dia masih memiliki kekuatan vampirnya. Berkat itu, dia bisa menyangga berat gadis yang terjatuh itu dengan kedua tangannya. Walaupun kedua tangannya langsung terasa kesemutan dan kedua lututnya terasa agak ngilu. Dia sama sekali mengabaikan kedua sensasi itu karena dia berhasil menangkap gadis itu sebelum dia membentur tanah. Dengan kata lain, Indra telah menyelamatkan nyawa gadis itu.
Gadis itu tampaknya tidak sadarkan diri. Indra perlahan-lahan menurunkan gadis itu tapi masih menyangganya dengan tubuhnya sendiri. Melihat gadis itu tidak sadarkan diri, dia jadi khawatir.
Oi! Kau tidak apa-apa? Oi! seru Indra sambil menepuk pipi gadis itu.
Tapi gadis itu tetap tidak sadarkan diri. Sepertinya dia shock karena hampir tewas. Indra jadi bingung. Dia tidak tahu pertolongan pertama apa yang harus dia berikan pada situasi seperti ini. Tapi, tiba-tiba sesuatu terlintas di benak Indra.
CPR! Pernafasan buatan....! seru Indra dalam hati.
Indra bukannya bodoh, tapi dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, jadi dia memutuskan untuk melakukan hal yang pertama kali terpikir olehnya, yaitu CPR. Indra menelan ludah.
Maaf...bukannya aku mengambil kesempatan dalam kesempitan...tapi ini kondisi darurat....gumam Indra dalam hati sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah si gadis.
Kemudian Indra menyadari kalau gadis itu ternyata manis sekali. Kulitnya cukup putih dan terlihat halus. Bulu matanya yang lentik sangat cocok dengan bibirnya yang tampak berkilau. Rambut gadis itu sebahu, tapi rasanya pas sekali dengan wajahnya yang berbentuk bulat telur.
Indra langsung terdiam dan tidak bisa bergerak karena terpana. Dia lalu menutup kedua matanya.
Oh Tuhan....bagaimana bisa aku bertemu dengan makhluk secantik ini? ujarnya tanpa sadar.
Apa yang kaupikir sedang kau lakukan?
Tiba-tiba Indra mendengar suara yang merdu, tapi bernada dingin dan mengancam. Dia membuka kedua matanya dan melihat kalau gadis yang terbaring di bawahnya, sedang memandangnya dengan tatapan tajam menusuk. Indra langsung salah tingkah dan menjawab spontan.
Ah...itu...anu....ini CPR...pernafasan buatan?
Jawaban yang salah.
Gadis itu langsung mengayunkan sebelah tangannya dan menghantam dagu Indra. Gerakannya cepat, dan Indra memang sedang tidak siap sama sekali. Jadi pukulan gadis itu telak mengenai sasarannya.
Dengan dramatis, Indra terjungkal ke belakang. Gerakannya akan bagus sekali kalau dilihat dalam tayangan slow-motion. Tubuhnya perlahan-lahan tertekuk ke belakang, melayang selama sepersekian detik di udara, sebelum akhirnya terhempas ke tanah dengan keras. Kepala duluan.
Pandangan Indra langsung buram dan berkunang-kunang. Dia memang memiliki kekuatan vampir, tapi itu tidak berarti kalau kekuatannya selalu aktif setiap saat. Selain itu, pukulan gadis itu keras sekali, bagaikan pukulan seorang petinju profesional. Ketika pandangan Indra kembali normal dalam beberapa detik selanjutnya, gadis itu sudah berdiri dengan sikap mengancam di depannya.
Dasar mesum! Berani-beraninya kau mencoba menciumku!! seru gadis itu sambil mengancungkan tinjunya.
Oi! Tunggu dulu! Kau tadi pingsan karena shock! balas Indra sambil menutupi wajahnya dengan sebelah tangan, dia tidak mau dipukul lagi. Lagipula kenapa kau mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai 4!?
Gadis itu langsung terdiam, dia memandang ke arah Indra. Lalu ke arah lantai 4, tempat dia terjun barusan. Kemudian dia kembali menatap ke arah Indra. Kali ini matanya terlihat berkaca-kaca.
Kenapa aku masih hidup? tanyanya dengan suara bergetar, nada kecewa dalam suaranya membuat Indra heran.
Tentu saja kau masih hidup. Aku baru saja menyelamatkan dirimu. Telat sedikit saja, namamu bakal muncul di headline koran lokal! balas Indra sambil berdiri. Tadinya dia menyangkan kalau gadis itu akan berterima kasih padanya. Tapi ucapan gadis itu selanjutnya langsung membuat Indra terdiam.
Kenapa kau menyelamatkan nyawaku? Aku tidak memintamu melakukan itu!
Indra langsung membalas perkataan gadis itu secara spontan.
Apa kau bodoh? Orang yang waras akan berusaha menyelamatkan dirimu tanpa diminta! Melihat orang mati bunuh diri bukan pemandangan yang menyenangkan! balas Indra dengan nada jengkel. Memangnya kenapa kau sampai nekat bunuh diri? Ditolak pacar? Hah! Itu bukan alasan yang kuat untuk melakukan perbuatan itu!
Tanpa sadar Indra meluapkan emosinya. Dia baru saja ditolak dan itu sudah membuat emosinya kacau. Ditambah lagi dia baru saja berhadapan dengan gadis cantik yang berusaha bunuh diri, dan tampaknya kecewa karena dia selamatkan.
Indra bertanya-tanya pada dirinya Hal buruk apa lagi yang akan kutemui hari ini?
Gadis itu langsung terdiam. Tanpa diduga air mata mengalir di pipinya, dia berusaha menghentikan air matanya, tapi tidak bisa. Pada akhirnya gadis itu berjongkok sambil menangis.
Indra langsung salah tingkah. Kalau ada orang lain yang melihatnya, dia pasti akan terlibat dalam rumor dan gosip aneh yang akan diedarkan teman-temannya. Dan dia tidak mau itu terjadi.
Tanpa pikir panjang, dia menarik tangan gadis itu.
Ikut aku! ujar Indra sambil membawa gadis itu jauh dari area terbuka.
Spoiler for "Part 2.1":
[Yogyakarta, 14 Maret 2010]
Indra berjalan dengan langkah lesu.
Ditolak mentah-mentah di hadapan siswa-siswi lainnya bukan peristiwa yang menyenangkan. Bahkan dia tidak heran kalau tiba-tiba dia berjalan naik ke lantai 4 bangunan sekolahnya, lalu melompat. Zaman sekarang bukan hal yang mengherankan kalau ada siswa yang nekat bunuh diri hanya karena ditolak oleh orang yang dia sukai. Tentu saja Indra tidak akan melakukan hal itu, karena menurutnya hal itu adalah hal yang sangat bodoh. Selain itu, jatuh dari lantai 4 tidak akan membuatnya terbunuh. Hanya akan membuat petugas rumah sakit jatuh pingsan, atau membuatnya diculik dan dibawa ke laboratorium untuk diteliti. Karena sudah pasti dia akan sembuh kembali dalam waktu yang cukup singkat.
Tapi memang saat ini Indra ingin sekali melompat dari gedung, atau dari jembatan yang tinggi. Tapi karena hal itu akan membuatnya semakin menderita, dia mengurungkan niatnya.
Sambil terus menerus menghela nafas panjang dan menahan tangis, dia berjalan menyusuri gedung utama sekolahnya.
Sekolah Indra adalah SMA swasta yang cukup terkenal di kota Yogyakarta. Bangunan SMA Harapan memang cukup megah dan memiliki 4 tingkat. Halamannya juga luas dan fasilitas penunjang pendidikannya juga lengkap. Bisa dikatakan kalau sekolah Indra adalah sekolah favorit, karena selain fasilitas yang lengkap, tingkat kelulusan siswa di SMA itu juga selalu 100% setiap tahun.
Indra merasa bersyukur karena bisa masuk ke sekolah favorit itu. Hanya saja, hari ini dia merasa menyesal karena telah datang ke sekolah. Maklum saja, dia baru saja ditolak.
Sambil meratapi nasib, dia memandang ke langit.
Huh! Di acara-acara reality show di TV, kulihat orang mudah sekali mendapatkan gadis pujaannya. Tapi kenyataan memang pahit, gerutu Indra dalam hati.
Dia berjalan masih sambil menengadah. Lalu, dia melihat sesuatu di atap gedung tertinggi di sekolahnya. Tepatnya di atap gedung utama berlantai 4. Awalnya dia tidak terlalu peduli, tapi karena iseng. Dia menggunakan kemampuan pandangannya yang jauh lebih baik dari manusia, untuk melihat benda apa yang ada di lantai 4 itu.
Lalu dia terpaku di tempat.
Seorang gadis berdiri di pinggir pagar pengaman di lantai paling atas. Tidak perlu orang pintar untuk menduga apa yang akan gadis itu lakukan. Tapi Indra berharap kalau dia salah.
Tu..tunggu dulu....gadis itu tidak mungkin akan....
Indra tidak berhasil menyelesaikan kata-katanya karena gadis itu tiba-tiba melangkahkan kakinya dan melompat. Ya. Gadis itu MELOMPAT dari atap gedung berlantai 4. Tanpa pikir panjang Indra berlari sekuat tenaga.
Berkat kemampuan fisiknya yang jauh diatas manusia, dia bisa berlari sejauh 100 meter hanya dalam waktu 8 detik Sambil terus memandangi tubuh sang gadis yang melayang ke bawah, dia langsung memperkirakan posisi jatuhnya. Karena meleset sedikit saja, gadis itu pasti tewas, karena dia jatuh dengan posisi kepala duluan.
Kemudian, Indra mengulurkan kedua tangannya dan menangkap tubuh gadis itu.
Berdasarkan hukum fisika mengenai gerak jatuh bebas, momentum dan massa gadis itu seharusnya bisa menghancurkan kedua tangan Indra. Tapi sekali lagi, Indra harus bersyukur dia masih memiliki kekuatan vampirnya. Berkat itu, dia bisa menyangga berat gadis yang terjatuh itu dengan kedua tangannya. Walaupun kedua tangannya langsung terasa kesemutan dan kedua lututnya terasa agak ngilu. Dia sama sekali mengabaikan kedua sensasi itu karena dia berhasil menangkap gadis itu sebelum dia membentur tanah. Dengan kata lain, Indra telah menyelamatkan nyawa gadis itu.
Gadis itu tampaknya tidak sadarkan diri. Indra perlahan-lahan menurunkan gadis itu tapi masih menyangganya dengan tubuhnya sendiri. Melihat gadis itu tidak sadarkan diri, dia jadi khawatir.
Oi! Kau tidak apa-apa? Oi! seru Indra sambil menepuk pipi gadis itu.
Tapi gadis itu tetap tidak sadarkan diri. Sepertinya dia shock karena hampir tewas. Indra jadi bingung. Dia tidak tahu pertolongan pertama apa yang harus dia berikan pada situasi seperti ini. Tapi, tiba-tiba sesuatu terlintas di benak Indra.
CPR! Pernafasan buatan....! seru Indra dalam hati.
Indra bukannya bodoh, tapi dia benar-benar tidak tahu apa yang harus dia lakukan, jadi dia memutuskan untuk melakukan hal yang pertama kali terpikir olehnya, yaitu CPR. Indra menelan ludah.
Maaf...bukannya aku mengambil kesempatan dalam kesempitan...tapi ini kondisi darurat....gumam Indra dalam hati sambil mendekatkan wajahnya ke arah wajah si gadis.
Kemudian Indra menyadari kalau gadis itu ternyata manis sekali. Kulitnya cukup putih dan terlihat halus. Bulu matanya yang lentik sangat cocok dengan bibirnya yang tampak berkilau. Rambut gadis itu sebahu, tapi rasanya pas sekali dengan wajahnya yang berbentuk bulat telur.
Indra langsung terdiam dan tidak bisa bergerak karena terpana. Dia lalu menutup kedua matanya.
Oh Tuhan....bagaimana bisa aku bertemu dengan makhluk secantik ini? ujarnya tanpa sadar.
Apa yang kaupikir sedang kau lakukan?
Tiba-tiba Indra mendengar suara yang merdu, tapi bernada dingin dan mengancam. Dia membuka kedua matanya dan melihat kalau gadis yang terbaring di bawahnya, sedang memandangnya dengan tatapan tajam menusuk. Indra langsung salah tingkah dan menjawab spontan.
Ah...itu...anu....ini CPR...pernafasan buatan?
Jawaban yang salah.
Gadis itu langsung mengayunkan sebelah tangannya dan menghantam dagu Indra. Gerakannya cepat, dan Indra memang sedang tidak siap sama sekali. Jadi pukulan gadis itu telak mengenai sasarannya.
Dengan dramatis, Indra terjungkal ke belakang. Gerakannya akan bagus sekali kalau dilihat dalam tayangan slow-motion. Tubuhnya perlahan-lahan tertekuk ke belakang, melayang selama sepersekian detik di udara, sebelum akhirnya terhempas ke tanah dengan keras. Kepala duluan.
Pandangan Indra langsung buram dan berkunang-kunang. Dia memang memiliki kekuatan vampir, tapi itu tidak berarti kalau kekuatannya selalu aktif setiap saat. Selain itu, pukulan gadis itu keras sekali, bagaikan pukulan seorang petinju profesional. Ketika pandangan Indra kembali normal dalam beberapa detik selanjutnya, gadis itu sudah berdiri dengan sikap mengancam di depannya.
Dasar mesum! Berani-beraninya kau mencoba menciumku!! seru gadis itu sambil mengancungkan tinjunya.
Oi! Tunggu dulu! Kau tadi pingsan karena shock! balas Indra sambil menutupi wajahnya dengan sebelah tangan, dia tidak mau dipukul lagi. Lagipula kenapa kau mencoba bunuh diri dengan melompat dari lantai 4!?
Gadis itu langsung terdiam, dia memandang ke arah Indra. Lalu ke arah lantai 4, tempat dia terjun barusan. Kemudian dia kembali menatap ke arah Indra. Kali ini matanya terlihat berkaca-kaca.
Kenapa aku masih hidup? tanyanya dengan suara bergetar, nada kecewa dalam suaranya membuat Indra heran.
Tentu saja kau masih hidup. Aku baru saja menyelamatkan dirimu. Telat sedikit saja, namamu bakal muncul di headline koran lokal! balas Indra sambil berdiri. Tadinya dia menyangkan kalau gadis itu akan berterima kasih padanya. Tapi ucapan gadis itu selanjutnya langsung membuat Indra terdiam.
Kenapa kau menyelamatkan nyawaku? Aku tidak memintamu melakukan itu!
Indra langsung membalas perkataan gadis itu secara spontan.
Apa kau bodoh? Orang yang waras akan berusaha menyelamatkan dirimu tanpa diminta! Melihat orang mati bunuh diri bukan pemandangan yang menyenangkan! balas Indra dengan nada jengkel. Memangnya kenapa kau sampai nekat bunuh diri? Ditolak pacar? Hah! Itu bukan alasan yang kuat untuk melakukan perbuatan itu!
Tanpa sadar Indra meluapkan emosinya. Dia baru saja ditolak dan itu sudah membuat emosinya kacau. Ditambah lagi dia baru saja berhadapan dengan gadis cantik yang berusaha bunuh diri, dan tampaknya kecewa karena dia selamatkan.
Indra bertanya-tanya pada dirinya Hal buruk apa lagi yang akan kutemui hari ini?
Gadis itu langsung terdiam. Tanpa diduga air mata mengalir di pipinya, dia berusaha menghentikan air matanya, tapi tidak bisa. Pada akhirnya gadis itu berjongkok sambil menangis.
Indra langsung salah tingkah. Kalau ada orang lain yang melihatnya, dia pasti akan terlibat dalam rumor dan gosip aneh yang akan diedarkan teman-temannya. Dan dia tidak mau itu terjadi.
Tanpa pikir panjang, dia menarik tangan gadis itu.
Ikut aku! ujar Indra sambil membawa gadis itu jauh dari area terbuka.
0
Kutip
Balas