- Beranda
- The Lounge
[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia
...
TS
Falrever.eX
[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia
HT #9
Daftar Isi :
Page 1 : Sejarah Singkat Perjuangan
Page 2 : Foto-foto Perjuangan Bangsa
Page 7 : Foto Bung karno dan Naskah Asli lagu Indonesia dan teks Proklamasi [Video]
Page 8 : Kata-kata Mutiara bung karno
Page 10 : PERJUANGAN BERSENJATA DALAM RANGKA MENEGAKKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Page 11 : Daftar-Daftar Foto Pahlawan Bangsa
Page 12 : Lagu Kebangsaan Indonesia dan Video Arsip Arsip Nasional RI
Page 17 : Foto-Foto Tempat tinggal Bung Hatta
Sejarah Singkat Perjuangan Indonesia ![[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia](https://dl.kaskus.id/cdn-u.kaskus.co.id/51/dsuak55r.gif)
Spoiler for Pict:
Daftar Isi :
Page 1 : Sejarah Singkat Perjuangan
Page 2 : Foto-foto Perjuangan Bangsa
Page 7 : Foto Bung karno dan Naskah Asli lagu Indonesia dan teks Proklamasi [Video]
Page 8 : Kata-kata Mutiara bung karno
Page 10 : PERJUANGAN BERSENJATA DALAM RANGKA MENEGAKKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Page 11 : Daftar-Daftar Foto Pahlawan Bangsa
Page 12 : Lagu Kebangsaan Indonesia dan Video Arsip Arsip Nasional RI
Page 17 : Foto-Foto Tempat tinggal Bung Hatta
Dirgahayu Republik Indonesia Ke 66
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2011
![[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia](https://dl.kaskus.id/img819.imageshack.us/img819/7056/76086583.png)
Sekali Merdeka Tetap Merdeka!!
17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2011
![[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia](https://dl.kaskus.id/img819.imageshack.us/img819/7056/76086583.png)
Sekali Merdeka Tetap Merdeka!!
Quote:
Quote:
Sejarah Singkat Perjuangan Indonesia ![[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia](https://dl.kaskus.id/cdn-u.kaskus.co.id/51/dsuak55r.gif)
A.Sejarah Perjuangan Bangsa.
B. Era Sebelum Penjajahan
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Persada Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudera Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan yang terbesar di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era sebelum penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya membendung penjajah dan menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi Nusantara.
C. Era Selama Penjajahan
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung selama penjajahan adalah Harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.
D. Era Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah sebagai berikut :
1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan harga diri.
5. Nilai kejuangan percaya diri.
6. Nilai kejuangan pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.
Perjalanan sejarah bangsa Indonesia yang dimulai sejak era sebelum dan selama penjajahan dilanjutkan dengan era merebut dan mempertahankan kemerdekaan sampai dengan era mengisi kemerdekaan, menimbulkan kondisi dan tuntutan yang berbeda sesuai dengan zamannya. Kondisi dan tuntutan yang berbeda tersebut ditanggapi oleh bangsa Indonesia berdasarkan kesamaan nilai-nilai semangat kebangsaan kejuangan yang senantiasa tumbuh dan berkembang yang dilandasi oleh jiwa, tekad dan semangat kebangsaan. Kesemuanya itu tumbuh menjadi kekuatan yang mampu mendorong proses terwujudnya NKRi dalam wadah Nusantara.
B. Era Sebelum Penjajahan
Sejak tahun 400 Masehi sampai dengan tahun 1617, kerajaan-kerajaan yang ada di Bumi Persada Nusantara adalah kerajaan Kutai, Tarumanegara, Sriwijaya, Kediri, Singasari, Majapahit, Samudera Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Goa dan lain-Iainnya, merupakan kerajaan-kerajaan yang terbesar di seluruh Bumi Persada Nusantara. Nilai yang terkandung pada era sebelum penjajahan adalah rakyat yang patuh dan setia kepada rajanya membendung penjajah dan menjunjung tinggi kehormatan dan kedaulatan sebagai bangsa monarchi yang merdeka di bumi Nusantara.
C. Era Selama Penjajahan
Bangsa Indonesia dijajah oleh bangsa asing mulai tahun 1511 sampai dengan 1945 yaitu bangsa Portugis, Belanda, inggris dan Jepang. Selama penjajahan peristiwa yang menonjol adalah tahun 1908 yang dikenal sebagai Gerakan Kebangkitan Nasional Pertama, yaitu lahirnya organisasi pergerakan Budi Utomo yang dipelopori oleh Dr. Sutomo Dan Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dan 20 tahun kemudian pada tanggal 28 Oktober 1928 ditandai dengan lahirnya Sumpah Pemuda sebagai titik awal dari kesadaran masyarakat untuk berbangsa Indonesia, dimana putra putri bangsa Indonesia berikrar : BERBANGSA SATU, BERTANAH AIR SATU, DAN BERBAHASA SATU : INDONESIA. Pernyataan ikrar ini mempunyai nilai tujuan yang sangat strategis di masa depan yaitu persatuan dan kesatuan Indonesia. Niiai yang terkandung selama penjajahan adalah Harga diri, solidaritas, persatuan dan kesatuan, serta jati diri bangsa.
D. Era Merebut dan Mempertahankan Kemerdekaan.
Dimulai dari tahun 1942 sampai dengan tahun 1949; dimana pada tanggal 8 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang me!alui Perjanjian Kalijati. Selama penjajahan Jepang pemuda ¬pemudi Indonesia dilatih dalam olah kemiliteran dengan tujuan untuk membantu Jepang memenangkan Perang Asia Timur Raya. Pelatihan tersebut melalui Seinendan, Heiho, Peta dan lain-lain, sehingga pemuda Indonesia sudah memiliki bekal kemiliteran. Pada tanggal 15 Agustus 1945 Jepang menyerah kepada Sekutu disebabkan dibom atomnya kota Hirosima dan Nagasaki. Kekalahan Jepang kepada Sekutu dan kekosongan kekuasaan yang terjadi di Indonesia digunakan dengan sebaik-baiknya oleh para pemuda Indonesia untuk merebut kemerdekaan. Dengan semangat juang yang tidak kenal menyerah yang dilandasi iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta keikhlasan berkorban telah terpatri dalam jiwa para pemuda dan rakyat Indonesia untuk merebut kemerdekaannya, yang kemudian diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945 oleh Soekarno-Hatta. Setelah merdeka bangsa Indonesia harus menghadapi Belanda yang ingin menjajah kembali Indonesia dengan melancarkan aksi militernya pada tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Pertama) dan tahun 1948 (Aksi Militer Belanda Kedua), dan pemberontakan PKI Madiun yang didalangi oleh Muso dan Amir Syarifuddin pada tahun 1948. Era merebut dan mempertahankan kemerdekaan mengandung nilai juang yang paling kaya dan lengkap sebagai titik kulminasinya adalah pada perang Kemerdekaan 17 Agustus 1945. Nilai-nilai kejuangan yang terkandung dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan adalah sebagai berikut :
1. Nilai kejuangan relegius (iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa).
2. Nilai kejuangan rela dan ikhlas berkorban.
3. Nilai kejuangan tidak mengenal menyerah.
4. Nilai kejuangan harga diri.
5. Nilai kejuangan percaya diri.
6. Nilai kejuangan pantang mundur.
7. Nilai kejuangan patriotisme.
8. Nilai kejuangan heroisme.
9. Nilai kejuangan rasa senasib dan sepenanggungan.
10. Nilai kejuangan rasa setia kawan.
11. Nilai ke juangan nasionalisme dan cinta tahah air
12. Nilai kejuangan persatuan dan kesatuan.
0
105.7K
Kutip
4.2K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•108KAnggota
Tampilkan semua post
TS
Falrever.eX
#9
Quote:
Quote:
PERJUANGAN BERSENJATA DALAM RANGKA MENEGAKKAN KEMERDEKAAN INDONESIA
Setelah tanggal 17 Agustus 1945,
perjalanan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mewujudkan suatu kemerdekaan yang sempurna belum sepenuhnya berakhir.
Hal ini disebabkan juga karena pada saat itu Belanda belum mau mengakui kemerdekaan Indonesia,
mereka masih mengklaim bahwa Indonesia merupakan wilayah Kerajaan Belanda.
Dari sinilah berbagai macam perjuangan bersenjata dilakukan oleh para tokoh bangsa ini demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Kondisi ini tentunya menjadikan sebuah sejarah tersendiri bagi perkembangan bangsa Indonesia.
Belanda merupakan salah satu negara yang mengisi sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan.
Sejarah yang dibuat oleh Belanda karena menjajah negara ini tentunya dapat kita rasakan saat ini.
Dahulu kala para penjajah Belanda telah membuat kemarahan hampir seluruh rakyat Indonesia yang tidak mau terjadi sejarah yang sama
yaitu penjajahan kembali oleh Belanda.
Kemarahan itu diwujudkan juga dalam bentuk bentuk perlawanan bersenjata.
Di berbagai tempat di Indonesia terjadi kontak senjata antara rakyat Indonesia dan tentara Belanda yang memboncengi tentara Sekutu.
Di Bandung, Ambarawa, Surabaya serta di beberapa tempat di Sumatera, Bali, Kalimantan, dan Sulawesi
terjadi pertempuran dashyat yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Berikut ini beberapa sejarah perjuangan bersenjata yang terjadi di negara Indonesia yang menjadikan negara ini dapat memperoleh kemerdekaan.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Bandung
Berita penyerahan Jepang kepada Sekutu dan proklamasi kemerdekaan telah beberapa minggu diketahui rakyat Bandung.
Para pejuang dan laskar di daerah Bandung berinisiatif melucuti dan mengambil senjata dari gudang-gudang milik Jepang secara damai.
Pertempuran yang tidak seimbang ini memaksa para pejuang dan laskar mengundurkan diri dari pertempuran langsung.
Untuk menghindari konflik langsung antara pasukan Sekutu dan para pejuang,
Sekutu mengusulkan kepada pemerintah RI agar Bandung dibagi dua wilayah,
yaitu jalur kereta api di sebelah utara sebagai wilayah Sekutu
jalur kereta api di sebelah selatan sebagai wilayah RI.
Kesepakatan ini memaksa para pejuang meninggalkan Bandung Utara pada tanggal 24 November 1945 dengan berat hati.
Sambil hijrah ke Selatan, para pejuang membumihanguskan Bandung Utara.
Sejarah inilah yang hingga saat ini membuat Bandung sebagai kota lautan api.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Ambarawa
Pertempuran di Ambarawa terjadi antara pemuda Indonesia melawan sekutu.
Latar belakang peristiwa ini dimulai ketika pasukan sekutu yang diboncengi oleh NICA
berusaha membebaskan orang-orang Belanda yang ditahan Jepang.
Setelah bebas, para tawanan kemudian dipersenjatai.
Kejadian ini juga terjadi di Magelang dan Ambarawa.
Insiden baru berakhir ketika Presiden Soekarno mengadakan perundingan dengan Jenderal Bethell.
Namun hasil perudingan ternyata dilanggar oleh pihak sekutu.
Insiden pun meluas menjadi pertempuran antara TKR melawan sekutu. Akhirnya, pada tanggal 21 November 1945, pasukan Sekutu berhasil dipukul mundur dan bertahan di Semarang.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Surabaya
Pertempuran Surabaya berawal dari mendaratnya pasukan Sekutu yang diboncengi pasukan Belanda pada akhir Oktober 1945.
Melalui perundingan dengan tokoh-tokoh masyarakat Surabaya dan melucuti tentara Jepang.
Namun pada malam hari tanggal 26 Oktober 1945,
Sekutu menyerang penjara Kalisosok.
Tentara sekutu membebaskan Kolonel Huiyer, seorang perwira Belanda beserta tentara Belanda lainnya yang ditawan RI.
Bahkan keesokan harinya Sekutu menyebarkan pamflet yang berisi perintah agar rakyat Surabaya menyerahkan senjata yang dirampas dari Jepang.
Atas tindakan Sekutu rakyat Surabaya melakukan serangan umum terhadap kedudukan Sekutu di Surabaya.
Pertempuran baru berakhir setelah Presiden Soekarno yang datang atas permintaan Sekutu dapat
meyakinkan rakyat Surabaya bahwa Sekutu datang hanya untuk melucuti tentara Jepang.
Namun, situasi tenang itu hanya berlangsung sebentar sebab ternyata pasukan sekutu terus memperkuat diri.
Karena tidak ada tanggapan maka Sekutu menggempur Surabaya. Pertempuran Surabaya yang melibatkan hampir seluruh penduduk Surabaya itu berlangsung selama tiga minggu.
Akibatnya, ribuan korban meninggal, luka-luka, dan gelombang pengungsi ke luar kota.
Sejarah ini pula yang menyebabkan kota Surabaya disebut sebagai kota pahlawan.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Sumatera
Perang kemerdekaan terjadi di hampir di seluruh Sumatera antara tahun 1945 sampai 1946.
Salah satu perang yang mengguncangkan Sekutu adalah pertempuran Medan (Medan Area).
Pertempuran ini bermula ketika para pejuang mulai merebut persenjataan Jepang yang seharusnya diserahkan kepada sekutu.
Rakyat medan menolaknya sehingga terjadi bentrokan keduanya.
Sekutu kemudian membuat batasan kekuasaan secara sepihak.
Dengan tekad mempertahankan kota Medan mereka membubuhkan tanda tangan pada secarik kertas sebagai tanda setuju melakukan pertahanan dan berikrar bersama.
Selain di Medan pertempuran terjadi di Aceh, Padang, dan Bukittinggi.
Di Aceh, Sekutu mengerahkan pasukan pasukan Jepang untuk menghadapi para pejuang.
Terjadilah pertempuran yang dikenal Peristiwa Krueng Panjo/Bireun. Para pejuang Aceh dipimpin oleh Residen Aceh, yakni Teuku Nyak Arief.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Bali
Tidak lama setelah mendengar berita proklamasi kemerdekaan, rakyat Bali dikejutkan dengan kedatangan Sekutu.
Sekutu datang dengan diboncengi pasukan Belanda.
Situasi pun semakin buruk setelah Belanda ingin membentuk Indonesia Timur.
Kemudian Sekutu melakukan gempuran secara besar-besaran dengan menggunakan pesawat tempur.
Pemimpin pasukan Letkol I Gusti Ngurah Rai memerintahkan para pejuang untuk mengadakan perang puputan yang artinya secara habis-habisan.
Letkol I Gusti Ngurah Rai akhirnya gugur bersama dengan anak buahnya.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Kalimantan
Perjuangan bersenjata di Kalimantan dilaksanakan dengan bantuan personel dari Jawa.
Sejak bulan November 1945 hingga Februari 1946 dikirim beberapa pasukan personel dari Jakarta, Tegal, Panarukan, dan Pekalongan.
Pasukan tersebut dikirim ke kota kota di Kalimantan.
Pasukan tersebut bertugas membantu laskar pejuang setempat menegakan kekuasaan RI.
Namun keberadaannya diketahui oleh Sekutu sehingga banyak yang gagal.
Sebagian para pejuangnya merupakan para pemuda yang belajar di Jawa.
semua pejuang itu hanya sedikit personel yang berhasil bergabung dengan pejuang setempat dan melakukan perlawanan terhadap sekutu.
Sejarah Perjuangan Bersenjata di Sulawesi
Dr. Sam Ratulangi ditunjuk oleh pemerintah pusat sebagai Gubernur Sulawesi dengan tugas pokok menegakan kekuasaan RI di wilayah Sulawesi.
Sam Ratulangi ditangkap sekutu sebelum ia berhasil menghimpun segenap kekuatan rakyat Sulawesi.
Penagkapannya memicu kemarahan laskar pejuang.
Dibawah pimpinan Ranggong Daeng Romo, Makaraeng Daeng Djarung dan Robert Wolter Monginsidi, mereka berjuang untuk mengusir pasukan sekutu.
Dalam pertempuran dashyat Ranggong Daeng Romo gugur, 28 Februari 1947.
Sementara itu Wolter Mongonsidi ditangkap oleh Belanda dan dihukum mati. Kematiannya tidak menyurutkan semangat perjuangan rakyat.
Mereka terus melakukan perlawanan gerilya.
Dengan dipimpin oleh Mayor Andi Matalata, rakyat terus melakukan perlawanan gerilya.
Gangguan yang dilancarkan secara terus menerus oleh rakyat sangat merepotkan Belanda sehingga dibawah pimpinan Kapten Raymond Westerling, melakukan pembersihan dengan cara membunuh rakyat Sulawesi Selatan yang dicurigai mendukung laskar.
0
Kutip
Balas
![[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia](https://dl.kaskus.id/cdn-u.kaskus.co.id/42/ezajgiuy.gif)
![[This Good]-Foto-Foto dan Sejarah Singkat Perjuangan Bangsa Indonesia](https://dl.kaskus.id/cdn-u.kaskus.co.id/42/tq6qixvl.gif)