TS
Gulley
Semua Cerita Bermakna (Semua Kepercayaan)
Berhubung banyaknya thread cerita bermakna dan juga yang sharing tentang kisah-kisah yang memiliki pesan tersirat dan tersurat. Maka sesuai saran dan juga ada persetujuan Momod, maka dengan ini dibuat Thread Khusus Cerita 
Aturannya
:
1. DILARANG Keras Posting yang berbau BB
2. DILARANG Posting bernuansa MENGHINA SARA
3. DILARANG Kejang-kejang
4. DILARANG Memancing Keributan
:
5. DILARANG Iklan bentuk apapun, baik tulisan atau pun gambar
6. Terlalu Melanggar = BATA
lalu dikasih Laporan buat Banned sementara....Lalu siap-siap Banned Permanen 
Stempel ajaib

Talmud Babilonia, Bava Mezia 84a
Uang dan Batu
Berjudi
gurun sahara
Meramal masa depan
Cinta sejati
Mewakili
Kelemahan Kita Adalah Kekuatan Kita
NASIHAT PENYEMBAH BERHALA
Sometimes Simple Life is more Beautiful than You Think...
Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia
Nasehat Bunda Teresa
BATU BATA KEHIDUPAN
Tukang Tidur vs Tukang Main Game
Kisah Dua Tukang Sol
Kalbumu harus seluas danau
Nasehat Bijak Einstein tentang Hidup Sukses
Inipun Akan Berlalu
Iman Semut Vs Iman Manusia
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) part 1
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 2
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 3
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 4
Hanya 3 orang Majus
Niat Taubat Menukar Arak Menjadi Madu
Permohonan Si kaya dan Si miskin
Rela Dimasukan kedalam Neraka
Pahlawan Neraka
Riak Memusnahkan Pahala
Cara Berpikir - Simple & Kreatif
Kejutan yang Menyenangkan
Tebing Bunga Lily
Orang Samaria Yang Baik Hati
MBAH DULLAH
Lao Zi: Apa Beda Lidah dan Gigi?
Buddha dan Putri Magandiya
Batu besar
Bidadari Syurga, Ainul Mardiyah
Petani
kasih sayang ibu
Langkah Dalam Kehidupan
Kesungguhan, Pasti Menghasilkan Jalan
Sikap
#1
Anathapindika (Seorang hartawan yang menjadi miskin
Cintai Dan Hargailah PasanganMu
Aku adalah Macan
NASIHAT PENYEMBAH BERHALA
Gara-gara Lubang di Jubah
Lima Alasan Kenapa Harus Tersenyum
Bekerja Sepenuh Hati
Lampu Merah dan Kesedihan
Pencarian Spiritual
Menghadapi Rasa Takut
Berdusta
Pilih Kebenaran atau Kecurangan?
Cermin diri
Mujizat nyanyian seorang kakak
Arti sebuah Nilai
Alasan Kita Diciptakan
Permen Lolipop
SEMANGAT Vs BUNUH DIRI
Letak Kekuatan
Kisah Motivasi Garam Dan Telaga
10 Kualitas Pribadi yang patut dikembangkan
I Love You
Motivated Stories
Dibaca Yah
Ren Sheng Shi Si Zui 14 Guidance of Human Life
Cerita Zen - 11 : DIALOG PERDAGANGAN UNTUK MENGINAP
Hiu kecil
INDEKS LANJUTAN DISINI

Aturannya
:1. DILARANG Keras Posting yang berbau BB

2. DILARANG Posting bernuansa MENGHINA SARA

3. DILARANG Kejang-kejang

4. DILARANG Memancing Keributan
:5. DILARANG Iklan bentuk apapun, baik tulisan atau pun gambar

6. Terlalu Melanggar = BATA
lalu dikasih Laporan buat Banned sementara....Lalu siap-siap Banned Permanen 
Silahkan berbagi dan gabungkan di sini 

Stempel ajaib


INDEKS CERITA
Quote:
Talmud Babilonia, Bava Mezia 84a
Uang dan Batu
Berjudi
gurun sahara
Meramal masa depan
Cinta sejati
Mewakili
Kelemahan Kita Adalah Kekuatan Kita
NASIHAT PENYEMBAH BERHALA
Sometimes Simple Life is more Beautiful than You Think...
Mengembangkan Kualitas Diri Menuju Masa Depan Bahagia
Nasehat Bunda Teresa
BATU BATA KEHIDUPAN
Tukang Tidur vs Tukang Main Game
Kisah Dua Tukang Sol
Kalbumu harus seluas danau
Nasehat Bijak Einstein tentang Hidup Sukses
Inipun Akan Berlalu
Iman Semut Vs Iman Manusia
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) part 1
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 2
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 3
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 4
Hanya 3 orang Majus
Niat Taubat Menukar Arak Menjadi Madu
Permohonan Si kaya dan Si miskin
Rela Dimasukan kedalam Neraka
Pahlawan Neraka
Riak Memusnahkan Pahala
Cara Berpikir - Simple & Kreatif
Kejutan yang Menyenangkan
Tebing Bunga Lily
Orang Samaria Yang Baik Hati
MBAH DULLAH
Lao Zi: Apa Beda Lidah dan Gigi?
Buddha dan Putri Magandiya
Batu besar
Bidadari Syurga, Ainul Mardiyah
Petani
kasih sayang ibu
Langkah Dalam Kehidupan
Kesungguhan, Pasti Menghasilkan Jalan
Sikap
#1
Anathapindika (Seorang hartawan yang menjadi miskin
Cintai Dan Hargailah PasanganMu
Aku adalah Macan
NASIHAT PENYEMBAH BERHALA
Gara-gara Lubang di Jubah
Lima Alasan Kenapa Harus Tersenyum
Bekerja Sepenuh Hati
Lampu Merah dan Kesedihan
Pencarian Spiritual
Menghadapi Rasa Takut
Berdusta
Pilih Kebenaran atau Kecurangan?
Cermin diri
Mujizat nyanyian seorang kakak
Arti sebuah Nilai
Alasan Kita Diciptakan
Permen Lolipop
SEMANGAT Vs BUNUH DIRI
Letak Kekuatan
Kisah Motivasi Garam Dan Telaga
10 Kualitas Pribadi yang patut dikembangkan
I Love You
Motivated Stories
Dibaca Yah
Ren Sheng Shi Si Zui 14 Guidance of Human Life
Cerita Zen - 11 : DIALOG PERDAGANGAN UNTUK MENGINAP
Hiu kecil
INDEKS LANJUTAN DISINI
tata604 memberi reputasi
1
50.6K
Kutip
1.4K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Spiritual
6.4KThread•2.9KAnggota
Tampilkan semua post
Zakarriaa
#50
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 1
Quote:

Salah satu kisah Al-Quran yang sangat mengagumkan dan dipenuhi dengan misteri adalah, kisah seseorang hamba yang Allah SWT memberinya rahmat dari sisi-Nya dan mengajarinya ilmu. Kisah tersebut terdapat dalam surah al-Kahfi di mana ayat-ayatnya dimulai dengan cerita Nabi Musa, yaitu: Dan (ingatlah) ketika Musa as berkata kepada muridnya: Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan-jalan sampai bertahun-tahun.(QS. al-Kahfi: 60)
Kalimat yang samar menunjukkan bahwa Nabi Musa as telah bertekad untuk meneruskan perjalanan selama waktu yang cukup lama kecuali jika beliau mampu mencapai majma al-Bahrain (pertemuan dua buah lautan). Di sana terdapat suatu perjanjian penting yang dinanti-nanti oleh Musa as ketika beliau sampai di majma al-Bahrain. Anda dapat merenungkan betapa tempat itu sangat misterius dan samar. Para musafir telah merasakan keletihan dalam waktu yang lama untuk mengetahui hakikat tempat ini. Ada yang mengatakan bahwa tempat itu adalah laut Persia dan Romawi. Ada yang mengatakan lagi bahwa itu adalah laut Jordania atau Kulzum. Ada yang mengatakan juga bahwa itu berada di Thanjah. Ada yang berpendapat, itu terletak di Afrika. Ada lagi yang mengatakan bahwa itu adalah laut Andalus. Tetapi mereka tidak dapat menunjukkan bukti yang kuat dari tempat-tempat itu. Seandainya tempat itu harus disebutkan niscaya Allah SWT akan rnenyebutkannya. Namun Al-Quran al-Karim sengaja menyembunyikan tempat itu, sebagaimana Al-Quran tidak menyebutkan kapan itu terjadi. Begitu juga, Al-Quran tidak menyebutkan nama-nama orang-orang yang terdapat dalam kisah itu karena adanya hikmah yang tinggi yang kita tidak mengetahuinya.
Kisah tersebut berhubungan dengan suatu ilmu yang tidak kita miliki, karena biasanya ilmu yang kita kuasai berkaitan dengan sebab-sebab tertentu. Dan tidak juga ia berkaitan dengan ilmu para nabi karena biasanya ilmu para nabi berdasarkan wahyu. Kita sekarang berhadapan dengan suatu ilmu dari suatu hakikat yang samar; ilmu yang berkaitan dengan takdir yang sangat tinggi; ilmu yang dipenuhi dengan rangkaian tabir yang tebal. Di samping itu, tempat pertemuan dan waktunya antara hamba yang mulia ini dan Musa as juga tidak kita ketahui. Demikianlah kisah itu terjadi tanpa memberitahumu kapan terjadi dan di tempat mana. Al-Quran sengaja menyembunyikan hal itu, bahkan Al-Quran sengaja menyembunyikan pahlawan dari kisah ini. Allah SWT mengisyaratkan hal tersebut dalam firman-Nya: Seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. (QS. al-Kahfi: 65)
Al-Quran al-Karim tidak menyebutkan siapa nama hamba yang dimaksud, yaitu seorang hamba yang dicari oleh Musa as agar ia dapat belajar darinya. Nabi Musa as adalah seseorang yang diajak bebicara langsung oleh Allah SWT dan ia salah seorang ulul azmi dari para rasul. Beliau adalah pemilik mukjizat tongkat dan tangan yang bercahaya dan seorang Nabi yang Taurat diturunkan kepadanya tanpa melalui perantara. Namun dalam kisah ini, beliau menjadi seorang pencari ilmu yang sederhana yang harus belajar kepada gurunya dan menahan penderitaan di tengah-tengah belajarnya itu. Lalu, siapakah gurunya atau pengajarnya? Pengajarnya adalah seorang hamba yang tidak disebutkan namanya dalam Al-Quran meskipun dalam hadis yang suci disebutkan bahwa ia adalah Khidir as. Musa as berjalan bersama hamba yang menerima ilmunya dari Allah SWT tanpa sebab-sebab penerimaan ilmu yang biasa kita ketahui.
Mula-mula Khidir as menolak ditemani oleh Musa as. Khidir as memberitahu Musa as bahwa ia tidak akan mampu bersabar bersamanya. Akhirnya, Khidir as mau ditemani oleh Musa as tapi dengan syarat, hendaklah ia tidak bertanya tentang apa yang dilakukan Khidir as sehingga Khidir as menceritakan kepadanya. Khidir as merupakan simbol ketenangan dan diam; ia tidak berbicara dan gerak-geriknya menimbulkan kegelisahan dan kebingungan dalam diri Musa as. Sebagian tindakan yang dilakukan oleh Khidir as jelas-jelas dianggap sebagai kejahatan di mata Musa as; sebagian tindakan Khidir as yang lain dianggap Musa as sebagai hal yang tidak memiliki arti apa pun; dan tindakan yang lain justru membuat Musa as bingung dan membuatnya menentang. Meskipun Musa as memiliki ilmu yang tinggi dan kedudukan yang luar biasa namun beliau mendapati dirinya dalam keadaan kebingungan melihat perilaku hamba yang mendapatkan karunia ilmunya dari sisi Allah SWT.
Ilmu Musa as yang berlandaskan syariat menjadi bingung ketika menghadapi ilmu hamba ini yang berlandaskan hakikat. Syariat merupakan bagian dari hakikat. Terkadang hakikat menjadi hal yang sangat samar sehingga para nabi pun sulit memahaminya. Awan tebal yang menyelimuti kisah ini dalam Al-Quran telah menurunkan hujan lebat yang darinya mazhab-mazhab sufi di dalam Islam menjadi segar dan tumbuh. Bahkan terdapat keyakinan yang menyatakan adanya hamba-hamba Allah SWT yang bukan termasuk nabi dan syuhada namun para nabi dan para syuhada cemburu dengan ilmu mereka. Keyakinan demikian ini timbul karena pengaruh kisah ini. Para ulama berbeda pendapat berkenaan dengan Khidir as. Sebagian mereka mengatakan bahwa ia seorang wali dari wali-wali Allah SWT. Sebagian lagi mengatakan bahwa ia seorang nabi. Terdapat banyak cerita bohong tentang kehidupan Khidir as dan bagaimana keadaannya. Ada yang mengatakan bahwa ia akan hidup sampai hari kiamat. Yang jelas, kisah Khidir as tidak dapat dijabarkan melalui nas-nas atau hadis-hadis yang dapat dipegang (otentik). Tetapi kami sendiri berpendapat bahwa beliau meninggal sebagaimana meninggalnya hamba-hamba Allah SWT yang lain. Sekarang, kita tinggal membahas kewaliannya dan kenabiannya. Tentu termasuk problem yang sangat rumit atau membingungkan. Kami akan menyampaikan kisahnya dari awal sebagaimana yang dikemukakan dalam AlQuran.
Nabi Musa as berbicara di tengah-tengah Bani Israil. Ia mengajak mereka untuk menyembah Allah SWT dan menceritakan kepada mereka tentang kebenaran. Pembicaraan Nabi Musa as sangat komprehensif dan tepat. Setelah beliau menyampaikan pembicaraannya, salah seorang Bani Israil bertanya: Apakah ada di muka bumi seseorang yang lebih alim darimu wahai Nabi Allah? Dengan nada emosi, Musa as menjawab: Tidak ada. Allah SWT tidak setuju dengan jawaban Musa. Lalu Allah SWT mengutus Jibril untuk bertanya kepadanya: Wahai Musa, tidakkah engkau mengetahui di mana Allah SWT meletakkan ilmu-Nya? Musa as mengetahui bahwa ia terburu-buru mengambil suatu keputusan. Jibril kembali berkata kepadanya: Sesungguhnya Allah SWT mempunyai seorang hamba yang berada di majma al-Bahrain yang ia lebih alim daripada kamu. Jiwa Nabi Musa as yang mulia rindu untuk menambah ilmu, lalu timbullah keinginan dalam dirinya untuk pergi dan menemui hamba yang alim ini. Musa as bertanya bagaimana ia dapat menemui orang alim itu. Kemudian ia mendapatkan perintah untuk pergi dan membawa ikan di keranjang. Ketika ikan itu hidup dan melompat ke lautan maka di tempat itulah Musa as akan menemui hamba yang alim.
Akhirnya, Musa as pergi guna mencari ilmu dan beliau ditemani oleh seorang pembantunya yang masih muda. Pemuda itu membawa ikan di keranjang. Kemudian mereka berdua pergi untuk mencari hamba yang alim dan saleh. Tempat yang mereka cari adalah tempat yang sangat samar dan masalah ini berkaitan dengan hidupnya ikan di keranjang dan kemudian ikan itu akan melompat ke laut. Namun Musa as berkeinginan kuat untuk menemukan hamba yang alim ini walaupun beliau harus berjalan sangat jauh dan menempuh waktu yang lama. Musa as berkata kepada pembantunya: Aku tidak memberimu tugas apa pun kecuali engkau memberitahuku di mana ikan itu akan berpisah denganmu. Pemuda atau pembantunya berkata: Sungguh engkau hanya memberi aku tugas yang tidak terlalu berat.
Lanjut....
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 2
NABI KHIDIR AS (Didalam Islam) Part 2
0
Kutip
Balas